• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Star Square)

N/A
N/A
I Gede Putu Ada

Academic year: 2024

Membagikan "Pembangunan Star Square)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

N

o Judul jurnal Metodelogi Tujuan Kesimpulan

1 Peranan Konsultan Manajemen Konstruksi pada

Tahap Pelaksanaan (Studi Kasus : Pembangunan Star Square) Nama penulis : Victor Michael Tyson Lempoy

Adapun metode yang diterapkan dalam penyusunan laporan ini

adalah metode studi literatur, meliputi persiapan penentukan data yang diperlukan, pengambilan data primer langsung dari objek yang diteliti melalui survei lapangan dan wawancara, pengumpulan data sekunder, analisis data dan penarikan kesimpulan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsik an serta mengevaluasi peran

Konsultan Manajemen Konstruksi pada tahap pelaksanaan proyek pembangunan Star Square.

Dari hasil penelitian ini dapat

disimpulkan bahwa Konsultan

Manajemen Konstruksi cukup memegang peran dalam

mengkoordinasi pelaksanaan proyek namun masih ditemui beberapa permasalan yang belum dapat diatasi yang mengakibatkan terjadinya

keterlambatan meski pada akhirnya proyek dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

2 Peranan Konsultan Manajemen Konstruksi Terhadap Proses Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Mari Gold BSD City) Nama Penulis :

(Muhamad Parlan, Dine Agustine, Abdul Basid, Muhamad Hidayanto)

Adapun metode yang diterapkan dalam penyusunan laporan ini

adalah metode Studi Literatur meliputi persiapan, penentuan dan pengambilan data yang terbagi atas data primer;

survey lapangan dan wawancara dan data sekunder;

data yang telah disurvey

dilanjutkan dengan analisis dan kesimpulan.

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peranan konsultan manajemen konstruksi terhadap proses pembanguna gedung apartemen Mari Gold, Nava Park BSD City, Serpong Tangerang Selatan, dengan merujuk pada sasaran proyek tersebut.

Kesimpulan Pada Proyek tersebut adalah tidak adanya pelayanan dari KMK bersangkutan dalam hal biaya, yaitu pemantauan dan pengendalian biaya pada proses upper- structure &

finishing. Walaupun secara otoritas KMK bersangkutan memegang kendali koordinasi dan opersional, tapi dalam hal biaya sebaiknya KMK bersangkutan juga diserahkan tugas pengendalian biaya, supaya terjadi koreksi atas

kebenaran perkiraan biaya yang

dilakukan quantity

(2)

surveyor bersangkutan, sehingga kerugian pemilik dapat dikurangi.

3 Penerapan Konsultan Manajemen Konstruksi Pada Tahap

Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Rumah Sakit

Nama Penulis : Ummi Chasanah, Sri Kiswati

Metodologi yang diterapkan dalam peneltian ini khususnya dalam analisis data adalah metode mean aritmatik (Ismiyati dan Hermawan, 2009).

Mengidentifika si berbagai faktor keterlibatan pada setiap tahapan pelaksanaan proyek dan dan mengkaji dari setiap

pekerjaan yang dikerjakan.

Adapun hasil identifiasi terhadap data dalam

penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Konsultan MK memegang peranan yang besar dalam keberlangsungan proyek ini yang mana peranan tersebut mencakup perencanaan dan pelaksanaan dengan tingkat keterlibatan 0,7 untuk pekerjaan struktur dan

arsitektur dan 0,6 untuk pekerjaan pembuatan laporan harian.

4 Peranan Konsultan Manajemen Konstruksi pada Tahap

Pelaksanaan Proyek Pembangunan (Studi Kasus : The Lagoon Taman Sari)

Nama Penulis : Joel Daniel Paulus Tuelah, Jermias Tjakra, D.R.O.

Walangitan

Adapun metode yang diterapkan dalam penyusunan laporan ini

adalah metode Studi Literatur meliputi persiapan, penentuan dan pengambilan data yang terbagi atas data primer;

survey lapangan dan wawancara dan data sekunder;

data yang telah disurvey

dilanjutkan dengan analisis dan kesimpulan.

Tujuan dari studi ini adalah untuk

mengetahui peranan konsultan manajemen konstruksi pada tahap pelaksanaan pekerjaan struktur dan bagaimana peranan Konsultan Manajemen Konstruksi mengatasi kendala- kendala pada pelaksanaan pekerjaan struktur.

pembangunan

Secara umum peranan konsultan manajemen konstruksi sudah berjalan dengan baik. Namun pada pelaksanan

pekerjaan struktur mengalami

keterlambatan waktu pelaksanaan pada pekerjaan kolom 13 minggu, pekerjaan balok 11 minggu, dan pekerjaan pelat lantai 10 minggu, yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, kurangnya tenaga kerja, kurangnya koordinasi di lapangan,

khususnya pada saat

(3)

The Lagoon

Taman Sari. pengawasan pekerjaan, Keterlambatan sparepart Towe Crane, gangguan cuaca, terutama saat hujan yang dapat menghambat proses pengecoran.

Sehingga pada realisasinya pekerjaan mengalami keterlambatan.

5 Identifikasi Faktor- Faktor Peran

Manajemen Konstruksi pada Tahap

Pelaksanaan untuk Meningkatkan Kinerja Proyek Gedung Bertingkat Tinggi di DKI Jakarta

Nama Penulis: Lukman Alif

Adapun metode yang diterapkan dalam penyusunan laporan ini

adalah metode Studi Literatur meliputi persiapan, penentuan dan pengambilan data yang terbagi atas data primer;

survey lapangan dan wawancara dan data sekunder;

data yang telah disurvey

dilanjutkan dengan analisis dan kesimpulan.

Penelitian ini bertujuan untuk

mengidentifika si peran Manajemen Konstruksi dalam tahap pelaksanaan pada bangunan gedung bertingkat tinggi di DKI Jakarta.

Berdasarkan referensi yang menjadi sumber pokok dalam penelitian ini

terdapat 13 variabel faktor tugas

Manajemen Konstruksi dan 67 variabel peran Manajemen Konstruksi bangunan gedung bertingkat tinggi.

6 Pengukuran Kinerja Konsultan Manajemen Konstruksi pada Tahap Implementasi Proyek Konstruksi

Nama Penulis : Muhammad Syihabul Umam, Dhani Syafitri, Arif Hidayat, Frida Kistiani.

Adapun metode yang diterapkan dalam analisis data pada penelitian ini adalah metode Analisis GAP, Metode Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfying Index (CSI)

Adapun tujuan penelitian ini antara lain mengidentifika si kriteria- kriteria yang digunakan untuk mengukur kinerja

Konsultan MK pada tahap implementasi, mengetahui bagaimana kinerja

Konsultan MK

1) Kriteria - kriteria untuk mengukur kinerja Konsultan MK terbagi ke dalam 5 Indikator kinerja yang kemudian dikembangkan menjadi 22 variabel penelitian.

2) Kinerja Konsultan MK berdasarkan hasil analisis GAP (kesenjangan) / ataupun IPA menunjukan

(4)

pada proyek pemerintahan dan swasta pada tahap implementasi, mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja

Konsultan MK pada tahap implementasi.

kualitas kinerja konsultan MK yang bekerja pada proyek swasta memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan konsultan MK yang bekerja pada proyek pemerintah.

3) Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) pada

Konsultan MK di proyek pemerintah sebesar 52,51%

7 Analisis Penerapan Konsultan Manajemen Konstruksi pada Tahap Lanjutan Gedung Rumah Sakit

Pendidikan 8 Lantai Universitas

Tanjungpura

Nama Penulis : Sintya Marris., Rafie, Riyanny Pratiwi.

Metode yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah Metode Mean yang digunakan untuk menganalisis keterlibatan konsultan MK.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifika si faktor-faktor keterlibatan konsultan manajemen konstruksi pada tahap pelaksanaan dan

melakukan pengkajian hasil

pekerjaan yang dilakukan konsultan MK pada tahap pelaksanaan.

a. Pada fase pelaksanaan sub bidang fisik, faktor keterlibatan

konsultan MK yaitu pada pekerjaan struktur. (mean 2.1) b. Pada fase

pelaksanaan sub bidang administrasi keterlibatan KMK yaitu menyusun laporan harian, mingguan, dan bulanan. (mean 1) c. KMK melakukan koordinasi yang baik dengan kontraktor dan memfollow up dengan baik jika ada masalah sehingga tidak ada yang menghambat proses penyelesaian proyek.

(5)

8 Penerapan Manajemen Konstruksi pada Tahap Controlling Proyek.

(Studi Kasus : Bangunan

Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado) Nama Penulis : Setyadi Asnuddin, Jermias Tjakra, Mochtar Sibi

Adapun metode yang diterapkan dalam penyusunan laporan ini

adalah metode Studi Literatur meliputi persiapan, penentuan dan pengambilan data dilanjutkan dengan analisis dan kesimpulan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pola penerapan manajemen konstruksi terkait waktu

pelaksanaan pada proyek pembangunan gedung

laboratorium Fakultas Teknik dari pengelola proyek dalam pelaksanaan proyek tersebu

1.Adanya

perbedaan antara realita pelaksanaan dilapangan dengan time schedule, dilihat dari segi waktu yaitu dalam pelaksanaannya mengalami akselerasi dan deviasi pekerjaan pada beberapa minggunya.

2. Pada Pembangunan Gedung Lab Teknik terdapat keterlambatan pada minggu-minggu akhir bulan

desember dan awal bulan januari.

3. Pada data progres mingguan terdapat beberapa pekerjaan yang belum di kerjakan, sedangkan pada time schedule, seharusnya

pekerjaan tersebut sudah di kerjakan.

9 Peranan Konsultan Manajemen

Konstruksi pada Pelaksanaan Bangunan untuk Mencegah Rework

(Studi Kasus : Proyek Pembangunan Kantor DPRD Kota binjai dan Proyek Pembangunan

Metode yang diaplikasikan dalam teknik pengolahan data pada penelitian ini yaitu penghitungan komputasi program Statistical

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan konsultan manajeman konstruksi pada pelaksanaan pembangunan untuk mencegah

1.Keterlibatan Konsultan Manajemen Konstruksi untuk mencegah atau mengurangi rework sudah cukup baik berdasarkan hasil kuesioner yaitu dari 20 responden

(6)

Jembatan Kec. Siantar Sitalasari Kota

Pematangsiantar) Nama Penulis : M. Adi Sanjaya Pelawi

Package for the Social Sciences (SPSS).

atau mengurangi

rework. terdapat 16 responden (80%) menyatakan cukup baik.

2. Berdasarkan hasil kuesioner peranan konsultan

manajemen konstruksi yang sangat atau lebih berperan dalam mencegah atau mengurangi rework adalah pada

variabel faktor Kemampuan Mencapai Tujuan Proyek, melakukan pengawasan pada pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan spesifikasi (nilai mean: 3,90

3. Indeks peranan konsultan

manajemen konstruksi untuk mencegah atau mengurangi rework adalah cukup baik diindikasikan oleh jawaban responden dimana mayoritas responden (80%) menyatakan peranan konsultan manajemen konstruksi dalam mencagah rework adalah cukup baik.

10 Identifikasi Faktor- Faktor Penting Manajemen Konstruksi Pada Proyek “Airport Extension” Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali ~

dalam

penyusunannya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif – kuantitatif dengan

pengambilan data primer dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1) aspek apa yang medasari

pemikiran proyek tersebut.

2) bagaimana tahapan proyek

1) dasar utama pemikiran proyek pengembangan Bandara Ngurah Rai, Bali ini adalah pertumbuhan bandara yang pesat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir

(7)

Nama Penulis : Manlian Ronald A.

Simanjuntak dan Rihatmoko

sekunder.

selanjutnya data yang diperoleh dianalisis berdasarkan kriteria-kriteria untuk mengukur kinerja

manajemen konstruksi pada proyek

konstruksi.

"Nitithamyong dan Tan” (2007) menyatakan bahwa ada dua belas faktor diidentifikasikan yang dapat mempengaruhi peran efektif jasa manajemen konstruksi.

tersebut.

3)

mengindentifikas i faktor-faktor penting yang menunjukan peran

manajmenen konstruksi pada proyek tersebut.

memerlukan pengembangan sarana dan prasarana yang memadai, namun pengembangannya secara massif baru terlaksana saat diadakannya event internasional yang diselenggarakan di Bali.

2) Waktu penyelenggaraan proyek yang cukup relative singkat dikarenakan target waktu untuk mendukung penyelenggaraan event tersebut, mendorong tahap- tahap proyek dilakukan secara design and build yang terbagi dalam 5 paket konstruksi dilakukan secara simultan.

3) Atas dasar pemikiran dan tahapan

pelaksanaan proyek tersebut, maka dituntut kehadiran peran manajemen konstruksi yang efektif dalam meningkatkan kinerja pelaksanaan.

Referensi

Dokumen terkait

pekerjaan konstruksi yang baik dibutuhkan berbagai macam elemen pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan. Pada proyek konstruksi diperlukan manajemen proyek agar proyek

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROYEK KONSTRUKSI, Anggoro Yoseph prihanantyo, NPM 08.02.13035, tahun 2013, Bidang Keahlian Manajemen

Manajemen proyek konstruksi adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistimatis pada suatu proyek dengan

Merencanakan manajemen konstruksi proyek pembangunan dalam metode perhitungan volume pekerjaan, jadwal pelaksana dan metode pelaksana pada Proyek Pembangunan Gedung

Penulis mengambil bidang Manajemen Konstruksi dan mengerjakan Tugas Akhir dengan judul “Analisis Risiko Lingkungan Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Saluran Udara

Proyek pembangunan Depo Lokomotif di Pulu Brayan menjadi bahan pembahasan yang fokus pada manajemen konstruksi, termasuk rencana anggaran dan metode pelaksanaan konstruksi.. SNI 2016

ANALISIS SISTEM KERJA MANAJEMEN KONTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP RSUD KARANGAWEN DEMAK 4 memberi nasihat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan konstruksi

[1] penggunaan jasa konsultan manajemen kontruksi biasanya hanya pada proyek berskala besar, dimana konsultan manajemen kontruksi berperan untuk mengelola manajemen proyek.[26] 1.2