• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA SEKOLAH DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA SEKOLAH DASAR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI

SISWA SEKOLAH DASAR

Aningsih, Istiqomah Ratna Wicesa Universitas Islam 45 Bekasi

[email protected], [email protected]

ABSTRAK

Karangan deskripsi merupakan salah satu materi pokok dalam Pelajaran Bahasa Indonesia. Keterampilan menulis karangan deskripsi siswa Sekolah Dasar masih rendah, sehingga perlu adanya alternatif model pembelajaran guna meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan menganalisa dan mengkaji hasil penelitian sebelumnya yang memiliki tema yang relevan.

Dengan metodologi penelitian kualitatif, penulis menekankan perbandingan hasil analisa dari beberapa jurnal ilmiah. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjabarkan model pembelajaran Example Non Example guna meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa sekolah dasar. Model Example Non Example menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran, sehingga meningkatkan minat dan keaktifan siswa, serta memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Example Non Example pada kelas eksperimen dengan siswa pada kelas control yang menggunakan model pembelajaran konvesional. Keterampilan menulis deskripsi pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kelas control. Pada kelas eksperimen siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam menerima pembelajaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa Sekolah Dasar.

Kata Kunci : Keterampilan Menulis, Karangan Deskripsi, Example Non Example

Abstract

Description essay is one of the main materials in Indonesian Language Lessons.

Elementary school students' description essay writing skills are still low, so there is a need for alternative learning models to improve students' description essay writing skills. This research is a literature research by analyzing and reviewing the results of previous studies that have relevant themes. With qualitative research methodology, the author emphasizes the comparison of the analysis results from several scientific journals. This research is intended to describe the Example Non Example learning model to improve elementary school students' description essay writing skills. The Example Non Example model uses

(2)

teacher. Based on the results of previous research, it shows that there are differences in learning outcomes between students who take part in learning with the Example Non Example learning model in the experimental class and students in the control class who use conventional learning models. The description writing skills in the experimental class have a higher average value compared to the control class. In the experimental class, students became more active and enthusiastic in receiving learning. Thus it can be concluded that the Example Non Example learning model can improve elementary school students' description essay writing skills.

Keyword : Writing Skills, Description Essay, Example Non Example

I. PENDAHULUAN

Dalam kurikulum Pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar salah satu mata pelajaran pokok yang diberikan kepada siswa adalah Bahasa Indonesia. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia SD diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik, baik secara lisan maupun tulisan.

Penguasaan keterampilan berbahasa sangat diperlukan bagi seorang siswa, karena dalam proses berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain diperlukan bahasa.

Menurut (Utami, 2021) keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills) dan keterampilan menulis (writing skills). Membaca dan menulis mendapat porsi yang lebih dibandingkan dengan keterampilan yang lain, hal ini dikarenakan keterampilan membaca dan

menulis merupakan modal utama bagi siswa.

Menurut Pelly dalam (Safitri, 2017) mengatakan bahwa pelajaran membaca dan menulis yang dulu merupakan pelajaran dan latihan pokok kini kurang mendapat perhatian , baik dari para siswa maupun para guru. Kemudian diperkuat oleh Badudu dalam (Safitri, 2017) menyatakan pelajaran mengarang sebagai salah satu aspek dalam pengajaran Bahasa Indonesia kurang ditangani secara sungguh-sungguh.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada penelitian terdahulu, seperti Suryani (2013); Rahayu (2017); Anita Safitri (2017), Vina Munawaroh (2019); dan Hasnidar (2019) menyatakan bahwa keterampilan menulis karangan deskripsi siswa Sekolah Dasar masih rendah. Hal ini ditandai dengan siswa kurang memahami kosakata, kesulitan dalam memilih kata, kesulitan dalam memadukan antar kalimat yang telah

(3)

dibuat dan siswa masih kurang dalam memahami penggunaan tanda baca yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Selain itu, pembelajaran yang digunakan oleh pengajar melalui metode ceramah seringkali membuat siswa menjadi jenuh, sehingga minat belajar siswa menjadi rendah dan siswa cenderung pasif di dalam kelas (Dermawan et al., 2022).

Model pembelajaran Example Non Example dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran bagi guru untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa, khususnya dalam keterampilan menulis karangan deskripsi. Model pembelajaran Example Non Example menggunakan media gambar untuk dianalisa oleh siswa.

Menurut Komalasari dalam (Safitri, 2017) pada model pembelajaran ini, siswa diarahkan untuk mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, dan menentukan cara pemecahan masalah yang paling efektif, serta melakukan tindak lanjut.

II. METODE

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, yakni penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis bukan dalam bentuk angka. Kajian literatur dari berbagai publikasi ilmiah ditekankan sebagai dasar analisis data. Publikasi ilmiah yang diterbitkan secara online pada penelitian ini bersumber dari Google Scholar.

Kondisi terkini yang dipaparkan pada jurnal ilmiah penelitian-penelitian terdahulu diambil sebagai latar belakang penelitian. Pengembangan ide model pembelajaran inovatif untuk dapat menyelesaikan permasalahan sebelum- nya menjadi tujuan dari penelitian.

Penelusuran literatur atau kepustakaan dijadikan sebagai penulisan dasar teori.

Hasil penelitian menjadi pembuktian tercapainya tujuan penelitian. Sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan menggunakan metodologi ini.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN Menulis karangan deskripsi merupakan salah satu materi yang dipelajari di sekolah dasar. Berdasarkan kajian para peneliti terdahulu, keterampilan menulis deskripsi siswa SD di berbagai wilayah di Indonesia belum mencapai hasil yang optimal. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh (Munawaroh, 2019) dalam judul Pengaruh Model Example Non Example terhadap Kemampuan Menulis Deskripsi pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, disebutkan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional menyebab- kan peserta didik pasif untuk belajar sehingga berpengaruh terhadap keterampilan menulis peserta didik. Hal ini dilihat dari hasil prapenelitian tes keterampilan menulis deskripsi peserta didik, menunjukan bahwa dari seluruh jumlah peserta didik kelas IV yang berjumlah 72 siswa hanya 15 peserta didik yang tuntas dalam tes keterampilan menulis karangan deskripsi, dan sebanyak 57 peserta didik belum tuntas.

Adapun menurut (Suryani, 2013) dalam penelitian berjudul Peningkatan

(4)

Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Stategi Example Non Example Pada Siswa Kelas IV SDN II Setrorejo Tahun Ajaran 2012/2013 Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, menyatakan bahwa kondisi keterampilan menulis setiap indikatornya ialah sebagai berikut: keterampilan menulis isi karangan 45%; keterampilan meng- organisasikan karangan 35%;

keterampilan penggunaan tata bahasa 40%, keterampilan penggunaan kosa kata 30%; keterampilan penggunaan ejaan 25%. Dan hasil belajar siswa hanya mencapai 45% yang memenuhi nilai KKM. (Hasnidar, 2019) dalam penelitiannya yang berjudul Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 007 Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Examples Non Example, menyebutkan bahwa dari 27 orang jumlah peserta didik hanya ada 4 orang yang mencapai nilai KKM yang ditetapkan sekolah (minimal nilai 70).

Upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Mind Maping. Mind mapping (peta pikiran) menurut DePorter (2010:225) dalam (Agustina, 2015 ) adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Peta pikiran terbaik adalah peta pikiran yang warna-warni dan menggunakan banyak gambar dan simbol, biasanya tampak seperti karya seni. Penerapan pembelajaran Mind Mapping untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa hasilnya masih belum optimal.

Kendala dalam

penerapan sistem pembelajaran Mind Mapping ini yaitu alat tulis yang perlu disiapkan oleh siswa cukup beragam dan dibutuhkan imajinasi siswa untuk dapat menghasilkan Mind Mapping yang bagus. Selain itu, menurut Kurniawati (2010) kelemahan sistem pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan karangan deskripsi yaitu :

1) Hanya siswa aktif yang terlibat 2) Tidak sepenuhnya murid yang

belajar

3) Mind Map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa Mind Map siswa.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dari itu penulis mengajukan model pembelajaran Example Non Example untuk dapat memperbaiki pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis karangan deskripsi.

Menurut Komalasari dalam (Astriani, 2017) pembelajaran Examples Non Examples yaitu model pembelajaran yang membelajarkan siswa terhadap permasalahan yang ada disekitarnya melalui analisis contoh-contoh yang berupa gambar-gambar, foto, dan kasus yang bermuatan masalah. Murid diarahkan untuk mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, dan menentukan cara pemecahan masalah yang paling efektif, serta melakukan tindak lanjut.

Penggunaan media gambar disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk deskripsi singkat mengenai apa yang ada di dalam gambar. Model pembelajaran

(5)

Example Non Example dapat melalui LCD, OHP, proyektor, ataupun yang paling sederhana adalah poster.

Penggunaan media gambar dalam model pembelajaran ini dapat menarik perhatian siswa.

Media gambar dapat meningkatkan daya imajinasi siswa dalam me- munculkan gagasan sebagai dasar membuat sebuah karangan (Aningsih et al., 2023). Model pembelajaran ini diawali dengan guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP, kemudian guru memberi petunjuk dan kesempatan untuk siswa menganalisa gambar, hasil analisa siswa yang didiskusikan secara kelompok dicatat dan dibacakan di hadapan kelas, selanjutnya guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai dan memberikan kesimpulan.

Model pembelajaran Examples non Examples memberi ruang dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka dan saling memberikan informasi dan saling membelajarkan. Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja sama. Selain untuk bekerjasama, siswa juga dapat menghargai setiap perbedaan, memanfaatkan kelebihan masing- masing anggota, dan mengisi kekurangan masing-masing (Shoimin 2014 : 74) dalam (Safitri, 2017).

Prediksi hasil pembelajaran model Example Non Example untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi ialah : 1) secara tidak langsung siswa dituntut untuk berpikir kritis dalam menganalisa suatu gambar 2) dengan mengurutkan gambar yang disajikan, siswa dapat lebih mudah mendeskripsikan sesuatu secara runtun 3) siswa terlatih dalam menyampaikan hasil diskusi di hadapan kelas 4) dengan mendengarkan hasil analisa dari kelompok lain, siswa mendapatkan lebih banyak ide dalam menulis karangan deskripsi.

Suryani (2013) dalam penelitiannya membagi indikator keterampilan menulis antara lain keterampilan menulis isi karangan dengan menarik, keterampilan mengorganisasikan karangan, keterampilan penggunaan tata bahasa, keterampilan penggunaan kosa kata, dan keterampilan penggunaan ejaan. Setiap indikator diberikan pembobotan skor yang berbeda berdasarkan pentingnya indikator tersebut dalam menulis karangan.

Indikator yang lebih penting diberi skor yang lebih tinggi, sedangkan indikator yang kurang penting diberi skor lebih rendah.

Penerapan model Example Non Example dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis karangan deskripsi didukung dengan adanya beberapa hasil penelitian yang relevan, antara lain yang dilakukan oleh Vina Munawaroh (2019) dalam

(6)

judul “Pengaruh Model Example Non Example terhadap Kemampuan Menulis Deskripsi pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang terhadap hasil pembelajaran menulis deskripsi antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Example Non Example pada kelas eksperimen dan siswa yang mengikuti pelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvesional pada kelas kontrol.

Keterampilan menulis deskripsi pada kelas eksperimen memperoleh nilai tertinggi 96 dan nilai terendah 46 serta nilai rata-rata 79.41. Sedangkan pada kelas kontrol memperoleh nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 36 serta nilai rata- rata 66.41. Selain itu, pada kelas eksperimen siswa menjadi lebih aktif dan antusias menerima pembelajaran.

Siswa juga memiliki kemampuan menulis deskirpsi yang lebih baik dari sebelumnya. Materi lebih mudah disampaikan. Siswa lebih mudah memahami karena kegiatan pembelajaran tidak berpusat pada guru, tetapi peran aktif siswa di dalamnya, sehingga menarik minat siswa dalam pembelajaran. Sebaliknya, pada kelas control siswa kurang aktif. Hal tersebut terjadi karena pada kelas kontrol siswa cenderung lebih pasif dan bosan. Mereka kurang tertarik menulis hanya berdasarkan wacana yang diberikan guru sehingga mereka sulit menganalisis apa yang akan mereka tulis.

Penelitian lain dilakukan oleh Rahayu Astriani (2017) dengan judul

“Pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example Berbantu Media Gaser Terhadap Ketrampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SDN Ngesrep 01”. Dari hasil studi pendahulan diketahui masih terdapat 54% siswa yang masih belum tuntas dalam ulangan keterampilan menulis deskripsi. Setelah dilakukan perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran Example Non Example dengan media gaser, hasil pembelajaran keterampilan menulis deskripsi siswa meningkat dan dapat mencapai target nilai KKM 72 pada pelajaran Bahasa Indonesia.

Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan dalam meng- implemetasikan model pembelajaran Examples Non Examples, yaitu :

1) Guru mempersiapkan gambar yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

Menempelkan atau menampilkan gambar dengan kualitas yang baik, sehingga seluruh siswa dapat dengan jelas melihatnya

2) Guru membentuk kelompok dengan jumlah 2-4 orang siswa dan membagikan kertas untuk media menulis hasil diskusi

3) Guru memberikan petunjuk kepada siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisa gambar yang disajikan.

4) Siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mencatat hasil

(7)

diskusi pada kertas yang telah disediakan.

5) Siswa membacakan hasil diskusi di depan kelas

6) Guru memberikan tanggapan dan penjelasan mengenai materi yang ingin dicapai

7) Guru menjabarkan kesimpulan dari keseluruhan pembelajaran.

Menurut Buehl (1996) dalam (Suryana, 2017) keuntungan dari model Example Non Example antara lain: (1) siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek; (2) siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples non examples; (3) siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian Non Example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian Example. Sedangkan kekurangannya yaitu: (1) proses pembelajaran membutuhkan waktu yang cukup panjang; (2) tidak semua materi dapat diajarkan melalui gambar; (3) siswa yang kurang pandai akan kesulitan untuk memahami materi; (4) kegiatan belajar

yang kurang dipersiapkan sebelumnya, menyebabkan siswa tidak melakukan kegiatan belajar sesuai dengan yang diharapkan.

IV. KESIMPULAN

Model pembelajaran Example Non Example terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa sekolah dasar. Hal ini dikarenakan, model pembelajaran Example Non Example menggunakan media gambar membuat siswa menjadi lebih tertarik saat proses belajar dan lebih mudah dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan model pembelajaran ini, siswa dilatih untuk dapat berfikir secara kritis. Pembelajaran berupa kelompok juga menjadikan siswa yang mulanya malu untuk bertanya atau mengutarakan pendapatnya, dapat menjadi lebih aktif saat menyampaikan ide-ide dalam kelompok kecilnya.

Berdasarkan saran yang dipaparkan diatas, model pembelajaran Example Non Example dengan beberapa inovasi yang ditambahkan, misalnya tidak hanya berupa gambar, tetapi juga meggunakan gambar geser akan menjadikan siswa lebih mudah lagi dalam menyusun kejadian secara runtut dan detail sebagai bahan dalam membuat sebuah karangan deskripsi, hal ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan deskripsi

(8)

Agustina, A. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII D Semester Genap di SMP Negeri 1 Purwokerto Tahun Pelajaran 2014/2015.

Aji, R. S. (2013). Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas IV SD Singosaren Bantul Yogyakarta.

Astriani, R. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example Berbantu Media Gaser Terhadap Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SD N Ngesrep 01. 2, 91–99.

Aningsih, Dermawan, D. D., & Habibah. (2023). Learning outcomes in science subjects through The inkuri learning model in elementary schools. A s - S A B I Q U N, 5(2), 604–618.

Dermawan, D. D., Maulana, P., & Hartono Ikhsan, M. (2022). Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Flanelgraf pada Siswa Sekolah Dasar. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 8(2), 229–239.

https://doi.org/10.30738/wd.v8i2.3726

Hasnidar. (2019). Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Peserta didik Kelas IV SD Negeri 007 Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Examples Non Examples . 1, 30–42.

Kurniawati, D. D. (2010). Pengaruh Metode Mind Mapping Dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2009/2010.

Munawaroh, V., Kholid, I., & Hidayah, N. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example (ENE) Terhadap Kemampuan Menulis Deskripsi Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. 1, 61–72.

Resminawati, L. (2016). Penerapan Model Kooperatif Tipe Example Non Example Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Di Kelas 1 Sekolah Dasar. 1, 131–141.

Safitri, A., & Hartati. (2017). Keefektifan Model Example Non Example Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Pada Siswa Kelas IV. 90–97.

Saraswati, P., Halidjah, S., & Sugiyono. (2019). Pengaruh Penggunaan Model Examples Non Examples Terhadap Keterampilan Menulis Deskripsi Sekolah Dasar. 1–8.

Suryana, R. (2017). Pengaruh Penggunaan Model Examples Non Examples Terhadap

(9)

Suryani. (2013). Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Strategi Example Non Example pada Siswa Kelas IV SD N II Setrorejo Tahun Ajaran 2012/2013 Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.

Utami, K., Oktaviany, V., & Dwiprabowo, R. (2021). Hubungan Minat Membaca Dengan Keterampilan Menulis Narasi. 369–374.

Referensi

Dokumen terkait

terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV di SD

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 01 Jantiharjo melalui penerapan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada pembelajaran bahasa Indonesia melalui strategi menulis terbimbing padasiswa

Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis karangan deskripsi melalui penelitian dengan judul

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe rotating

Tujuan dari penelitian ini adalah me- ningkatkan keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas III SD Negeri Mijen Surakarta tahun ajaran 2016/2017 me-

Selanjutnya pada siklus II hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan media gambar mengalami peningkatan dibanding dengan skor rata-rata siklus I

Berdasarkan analisis data yang didapatkan saat selesai melakukan penelitian, diperoleh dampak modal example dan example pada keterampilan menulis puisi peserta didik ketika kegiatan