1 PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) MENGENAI BAHAN
ALAM
Kelompok :
1. Elza Nur Jayanti A2M023008 2. Ervina Yolanda A2M023009
3. Nur intan kurnia Rizki A2M023015
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2024
2 KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya makalah ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya melalui berbagai sumber. Pertama-tama penulis akan membahas mengenai pembelajaran PAUD mengenai bahan alam, kemudian penulis akan memberikan penjelasan mengenai bagian pembelajaran berbahan alam.
Disadari makalah ini sangat jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dari penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk kesempurnaan makalah ini di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bengkulu, 2024
Penulis
3 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 2
DAFTAR ISI... 3
BAB I ... 4
PENDAHULUAN ... 4
1.1 LATAR BELAKANG... 4
1.2 RUMUSAN MASALAH ... 4
1.3 TUJUAN ... 4
BAB II ... 6
PEMBAHASAN ... 6
2.1 PENGERTIAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI ... 6
2.2 BAHAN ALAM ... 6
2.3 JENIS-JENIS BAHAN ALAM YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PEMBELAJARAN PAUD ... 7
2.4 PENGENALAN BAHAN ALAM UNTUK ANAK USIA DINI ... 8
2.5 HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGGUNAKAN BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN PAUD ... 8
BAB III ... 12
PENUTUP ... 12
3.1 KESIMPULAN ... 12
3.2 SARAN ... 12
DAFTAR PUSTAKA ... 13
4 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Masa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan periode penting dalam perkembangan anak. Pada masa ini, anak-anak belajar tentang dunia di sekitar mereka dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu cara untuk mendukung pembelajaran anak di PAUD adalah dengan menggunakan bahan alam. Bahan alam adalah benda-benda yang ditemukan di alam, seperti daun, ranting, batu, pasir, dan air. Bahan-bahan ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan belajar yang menarik dan bermanfaat bagi anak-anak.
Makalah ini akan membahas tentang pembelajaran PAUD mengenai bahan alam. Pertama, makalah ini akan menjelaskan jenis-jenis bahan alam yang dapat digunakan dalam pembelajaran PAUD. Kedua, makalah ini akan memberikan contoh kegunaan bahan alam dalam berbagai kegiatan belajar. Ketiga, makalah ini akan membahas beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahan alam dalam pembelajaran PAUD.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana efektivitas penggunaan bahan alam dalam meningkatkan minat belajar anak PAUD?
2. Strategi apa yang dapat diterapkan pendidik untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan tetap mendorong kreativitas anak dalam pembelajaran?
3. Adakah kendala yang dihadapi pendidik dan anak PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan bahan alam?
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui bagaimana efektivitas penggunaan bahan alam dalam meningkatkan minat belajar anak PAUD.
2. Mengetahui strategi apa yang dapat diterapkan pendidik untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan tetap mendorong kreativitas anak dalam pembelajaran.
5 3. Mengetahui adakah kendala yang dihadapi pendidik dan anak PAUD dalam
pelaksanaan pembelajaran menggunakan bahan alam.
6 BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
Pembelajaran adalah proses interaktif yang melibatkan peserta didik, pendidik, sumber belajar, dan lingkungan belajar. Dalam proses ini, terjadi transfer ilmu dan pengetahuan, pengembangan keterampilan dan sikap, serta pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Menurut Achjar (2008), pembelajaran adalah proses interaksi yang dilakukan peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam proses ini, terjadi pertukaran informasi dan pengalaman antara peserta didik dan pendidik, serta antara peserta didik dengan sumber belajar. Gagne & Briggs (1979) mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses pembelajaran peserta didik.
Sistem ini berisi serangkaian peristiwa yang dirancang dan disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar peserta didik yang bersifat internal.
Menurut Hamalik (2005), pembelajaran adalah upaya untuk mengubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik. Perubahan ini dapat berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Anak Usia Dini (AUD) adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. PAUD sendiri merupakan singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Undang- undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun, dan menurut Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun, baik yang terlayani maupun yang tidak terlayani di lembaga pendidikan anak usia dini.
2.2 BAHAN ALAM
Bahan alam adalah semua material yang berasal dari alam, baik dari hewan, tumbuhan, maupun mineral, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Bahan alam umumnya mudah ditemukan di sekitar lingkungan dan dapat diperoleh secara langsung tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Sudjana (2011), bahan alam adalah bahan yang langsung
7 diperoleh dari alam tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Chayat (2010), bahan alam adalah bahan baku produk yang diperoleh dan digunakan secara langsung dari alam.
Contohnya seperti batu-batuan, kayu, ranting, biji-bijian, daun, dan lain sebagainya.
Whittaker (2004), bahan alam adalah bahan atau material yang ada di alam sekitar dan terdapat di tanah atau bagian dari hewan atau tumbuhan. Miller (2009), bahan alam adalah bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan dan dapat diperoleh dekat tempat tinggal kita. Yukananda (2010), bahan alam adalah bahan yang digunakan dalam pembelajaran yang berasal dari alam. Bahan alam mudah didapat di sekitar lingkungan dan dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran anak.
2.3 JENIS-JENIS BAHAN ALAM YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PEMBELAJARAN PAUD
Bahan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam sekitar yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran. Bahan alam mudah didapatkan dan murah, sehingga menjadi pilihan menarik bagi PAUD dengan anggaran terbatas. Berikut jenis-jenis bahan alam yang dapat digunakan dalam pembelajaran PAUD:
a. Benda-benda dari Tumbuhan
• Daun-daun kering: Dapat digunakan untuk membuat kolase, mozaik, lukisan, dan prakarya lainnya.
• Bunga: Dapat digunakan untuk belajar tentang warna, bentuk, dan aroma.
• Biji-bijian: Dapat digunakan untuk belajar tentang berhitung, menyortir, dan mengelompokkan.
• Kayu: Dapat digunakan untuk membuat menara, mobil-mobilan, dan mainan lainnya.
• Bambu: Dapat digunakan untuk membuat alat musik tradisional, seperti angklung dan suling.
b. Benda-benda dari Hewan
• Kerang: Dapat digunakan untuk membuat kalung, gelang, dan hiasan lainnya.
• Bulu: Dapat digunakan untuk membuat prakarya, seperti burung dan boneka.
• Tulang: Dapat digunakan untuk belajar tentang struktur tubuh hewan.
c. Benda-benda dari Alam Tak Hidup
8
• Air: Dapat digunakan untuk belajar tentang sifat-sifat air, seperti mengapung dan tenggelam.
• Pasir: Dapat digunakan untuk membuat istana pasir, bermain pasir kinetik, dan belajar tentang tekstur.
• Batu: Dapat digunakan untuk belajar tentang bentuk, warna, dan tekstur.
• Tanah liat: Dapat digunakan untuk membuat patung, vas bunga, dan prakarya lainnya.
2.4 PENGENALAN BAHAN ALAM UNTUK ANAK USIA DINI
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan masa yang sangat penting untuk mengenalkan anak kepada berbagai hal di sekitarnya, termasuk bahan alam. Bahan alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam, seperti daun, bunga, batu, pasir, dan air.
Pengenalan bahan alam kepada anak usia dini memiliki banyak manfaat, antara lain:
a. Mengembangkan Sensori Motorik
Bahan alam memiliki berbagai tekstur, bentuk, dan warna. Hal ini dapat membantu anak-anak mengembangkan sensori motorik mereka dengan cara menyentuh, melihat, dan merasakan bahan-bahan tersebut.
b. Mendorong Kreativitas
Bahan alam dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kreatif, seperti membuat kolase, menggambar, dan membangun. Hal ini dapat membantu anak-anak mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka.
c. Meningkatkan Pengetahuan tentang Alam
Dengan belajar mengenai bahan alam, anak-anak dapat belajar tentang berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan benda-benda di alam. Hal ini dapat membantu mereka mengembangkan rasa cinta dan penghargaan terhadap alam.
d. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Kegiatan belajar dengan bahan alam dapat dilakukan secara bersama-sama dengan teman-teman. Hal ini dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial mereka, seperti bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi.
2.5 HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGGUNAKAN BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN PAUD
9 Bahan alam merupakan sumber belajar yang kaya dan bermanfaat bagi anak usia dini. Bahan alam mudah didapatkan dan murah, sehingga menjadi pilihan menarik bagi PAUD dengan anggaran terbatas. Namun, dalam menggunakan bahan alam dalam pembelajaran PAUD, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
a. Keamanan:
• Pilih bahan alam yang aman untuk anak. Hindari bahan alam yang beracun, tajam, atau berduri.
• Pastikan bahan alam bersih sebelum digunakan. Cuci bahan alam dengan air sabun dan bilas dengan air bersih.
• Awasi anak saat bermain dengan bahan alam. Pastikan anak tidak memasukkan bahan alam ke dalam mulut atau hidung.
b. Kreativitas:
• Berikan contoh dan ide kreatif kepada anak. Tunjukkan kepada anak bagaimana cara menggunakan bahan alam untuk membuat berbagai macam karya seni dan prakarya.
• Dorong anak untuk menggunakan imajinasinya. Biarkan anak bereksperimen dengan bahan alam dan menciptakan karyanya sendiri.
c. Keselamatan:
• Gunakan bahan alam yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Hindari bahan alam yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk anak.
• Sediakan ruang bermain yang aman untuk anak. Pastikan area bermain bebas dari benda berbahaya.
• Ajarkan anak tentang cara menggunakan bahan alam dengan aman. Beri tahu anak tentang bahaya bahan alam yang beracun, tajam, atau berduri.
d. Kebersihan:
• Ajarkan anak untuk menjaga kebersihan saat bermain dengan bahan alam.
Beri tahu anak untuk mencuci tangan setelah bermain dengan bahan alam.
• Bersihkan area bermain setelah digunakan. Buang sampah pada tempatnya dan bersihkan bahan alam yang berserakan.
e. Terhadap Alam:
• Ajarkan anak tentang nilai dan manfaat alam. Jelaskan kepada anak bahwa bahan alam adalah sumber daya alam yang perlu dijaga.
10
• Ajarkan anak untuk menggunakan bahan alam dengan bertanggung jawab.
Bantu anak untuk membersihkan bahan alam setelah digunakan.
• Ajak anak untuk mencintai dan menjaga alam. Tanamkan rasa cinta dan penghargaan terhadap alam pada anak.
f. Ketersediaan:
• Pilih bahan alam yang mudah didapat. Bahan alam yang mudah didapat akan memudahkan guru dalam menyiapkan kegiatan pembelajaran.
• Pertimbangkan jumlah bahan alam yang dibutuhkan. Pastikan bahan alam cukup untuk semua anak.
• Simpan bahan alam dengan baik. Simpan bahan alam di tempat yang kering dan aman.
g. Manfaat:
• Ajarkan anak tentang nilai dan manfaat alam. Jelaskan kepada anak bahwa bahan alam adalah sumber belajar yang berharga.
• Gunakan bahan alam untuk mengajarkan berbagai konsep kepada anak.
Contohnya, gunakan daun-daun kering untuk belajar tentang warna dan bentuk.
2.6 KETEREKAITAN TERHADAP ASPEK PERKEMBANGAN
Media pembelajaran bahan alam mengaitkan 6 aspek perkembangan anak usia dini, berikut ini keterkaitan media terhadap 6 aspek perkembangan yatu :
2.6.1 Nilai agama dan moral
Pada aspek ini guru mengajarkan kepada anak bahwa media ketupat berasal dari bahan alam yaitu daun kelapa yang diciptakan oleh Allah sang pencipta. Anak-anak diajak untuk mensyukuri akan ciptaan Allah yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupannya.
2.6.2 Fisik Motorik
Pada aspek ini anak menganyam membuat bentuk ketupat, anak menggunakan jari jemarinya dalam menganyam mengembangkan motorik halus.
2.6.3 Bahasa
Dengan menggunakan media bahan alam membuat ketupat, anak dapat mengembangkan bahasa dengan bertanya “bagaimana caranya menganyam?”
anak-anak sudah mengeluarkan kata-kata dengan cara bertanya. Anak juga diajarkan mengeja kata K-E-T-U-P-A-T.
11 2.6.4 Kognitif
Dengan menggunakan media bahan alam membuat ketupat, anak dapat mengembangkan kognitif dengan cara menghitung helai daun yang akan dibuat menjadi ketupat.
2.6.5 Sosial emosional
Dengan menggunakan media bahan alam membuat ketupat, anak dapat mengembangkan aspek sosial emosional dengan cara bekerja sama bersama teman membuat bentuk ketupat.
2.6.6 Seni
Dengan menggunakan media bahan alam membuat keupat, anal dapat mengembangkan aspek seni dengan cara membuat sebuah karya ketupat.
Contoh media Pembelajaran bahan alam :
12 BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Begitulah kekayaan fasilitas pembelajaran dalam Sentra Bahan Alam, meskipun bahan-bahan dan alat-alat mainnya cukup sederhana. Anak-anak berkesempatan belajar tentang konsep- konsep dasar matematika dan sains, sekaligus membentuk sikap-sikap positif yang mereka butuhkan untuk kehidupan mereka saat dewasa. Mereka belajar mengenal dan memahami secara logis aturan main dan batasan-batasan serta belajar menjalankannya. Mereka juga membangun keterampilan sosial selama berinteraksi dengan teman-teman bermain. Tak kalah pentingnya, Sentra Bahan Alam juga membangun kekuatan otot-otot motorik kasar anak, yang dibutuhkan antara lain untuk bisa memegang alat tulis dan menulis.
Di dalam Sentra Bahan Alam ada harmoni pembangunan otot-otot dasar kehidupan anak usia dini, yang tidak boleh dilewatkan selama periode usia emas (golden age). Sebab, pembangunan otot-otot dasar kehidupan itu pada hakikatnya adalah pembangunan struktur otak, yang 80 persennya selesai pada periode usia dini. Kegiatan-kegiatan bermain seperti di atas bisa saja diulang pada usia berapa saja, tapi tidak pernah ada kesempatan kedua untuk membangun struktur otak.
3.2 SARAN
Banyak hal yang jauh lebih penting dari sekadar kemampuan calistung pada anak usia dini.
Sebab, jika kesempatan emas itu terlewatkan dan otot-otot dasar kehidupan mereka tidak terbangun secara terpadu dan menyeluruh, maka putera-puteri kita akan mengalami kesulitan besar dalam menghadapi berbagai tantangan di masa dewasanya kelak.
Barang-barang bekas setiap hari bertambah dilingkungan kita. Mari kita manfaatkan berbagai jenis sumber belajar itu menjdai alat-alat permainan yang mendidik, dan bermanfaat untuk anak kita. Semoga kita bisa membantu menyelamatkan bumi kita, dengan cara yang sederhana namun bermakna.
13 DAFTAR PUSTAKA
Achjar, M. (2008). Psikologi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Badan Standar Nasional Pendidikan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Standar_Nasional_Pendidikan Chayat, N. (2010). Media pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Gagne, R. M., & Briggs, L. J. (1979). Principles of instructional design. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Hamalik, O. (2005). Psikologi belajar untuk mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia:
https://himpaudi.org/
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia:
https://www.kemdikbud.go.id/
Manfaat Media Bahan Alam Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini:
https://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/jllpaud/article/view/1385
Miller, S. (2009). Discovering the natural world. New York: HarperCollins Publishers.
Penggunaan Media Bahan Alam untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di
PAUD Kartini Jatimulyo Lampung Selatan:
http://repository.radenintan.ac.id/15993/1/SKRIPSI%201-2.pdf
Penggunaan Media Bahan Alam Untuk Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus Anak
Usia Dini Pada Area Seni:
[http://repository.iainkudus.ac.id/1675/5/5.%20%20BAB%20II.pdf]
Sudjana, Nana. (2011). Media pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Whittaker, R. H. (2004). Communities and ecosystems. New York: Macmillan Publishing Company.
Yukananda, R. (2010). Penggunaan media bahan alam dalam meningkatkan keterampilan mencetak timbul. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 1-10.
14