• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBENTUKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR: ANALISIS PERAN GURU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PEMBENTUKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR: ANALISIS PERAN GURU"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBENTUKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR:

ANALISIS PERAN GURU

Ulayya Almast Nabila1, Muhammad Abduh2

12Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

1[email protected], 2[email protected]

Article history

Received: Revised: Accepted: Published:

27 Mei 2023 22 Juni 2023 23 Juni 2023 25 Oktober 2023

This is an open-access article under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Copyright © 2023 by authors.

Abstrak: Minat baca pada peserta didik terbentuk karena adanya hubungan antara peran guru dan kegiatan membaca peserta didik di kelas. Penelitian ini bermaksud untuk menggali peran guru dalam pembentukan minat baca peserta didik, agar guru lebih mudah mengembangkan perannya sehingga minat baca pada peserta didik dapat ditanamkan, dipelihara dan ditingkatkan, dan mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pembentukan minat baca peserta didik di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta.

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, keabsahan data pada penelitian ini dengan teknik perpenjangan pengamatan, triangulasi teknik dan triangulasi sumber. analisis pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif yang dapat menjadikan pemahaman dengan jelas oleh orang lain dan disajikan secara tertulis dalam bentuk laporan penelitian, dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru memberikan banyak peranan dalam pembentukan minat baca peserta didik. Dalam mewujudkan minat baca yang baik guru mempunyai strategi sendiri, yaitu: (1) memberikan stimulus, (2) memberikan jam tambahan khusus bagi peserta didik yang masih terkendala dalam membaca, (3) menciptakan suasana belajar baru. Guru memberikan kebebasan saat pelajaran untuk melakukan pembelajaran di dalam perpustakaan. (4) memahami karakter setiap peserta didik. (5) pemberian motivasi bahwa membaca adalah sarana untuk memperluas pengetahuan. Dari ke lima strategi yang digunakan guru dalam Pembentukan Minat baca peserta didik tersebut dapat diketahui bahwa guru berperan sebagai pendidik, pengajar, motivator dan inovator.

Setelah guru menjadi ke empat peran tersebut, guru akan menjadi evaluator bagi peserta didik nya, mengevaluasi peserta didik pada akhir kegiatan pembelajaran, guna pembentukan kualitas pembelajaran.

Kata Kunci: Peran Guru, Minat Baca, Pembentukan

FORMATION OF READING INTEREST IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: ANALYSIS OF THE TEACHER'S ROLE

Abstract : Interest in reading in students is formed because of the relationship between

(2)

maintained and improved, and find out the obstacles faced by teachers in forming students' reading interest at SDIT Lukman Al- Surakarta Judge. In this study using a qualitative approach with the case study method, the validity of the data in this study with the extension of the technique of observation, technical triangulation and source triangulation. The analysis in this study uses qualitative data analysis which can lead to clear understanding by other people and is presented in writing in the form of a research report, from three strands, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study indicate that teachers provide many roles in the formation of students' interest in reading. In realizing a good interest in reading, the teacher has his own strategy, namely: (1) providing a stimulus, (2) providing special additional hours for students who are still constrained in reading, (3) creating a new learning atmosphere. The teacher gives freedom during lessons to do learning in the library. (4) understand the character of each learner. (5) providing motivation that reading is a means to broaden knowledge. From the five strategies used by the teacher in forming students' interest in reading, it can be seen that the teacher acts as an educator, teacher, motivator and innovator. After the teacher becomes the four roles, the teacher will become an evaluator for his students, evaluating students at the end of learning activities, in order to establish the quality of learning.

Keywords: Teacher's Role, Reading Interest, Formation

PENDAHULUAN

Minat baca adalah suatu hal yang perlu untuk dimiliki oleh para peserta didik di sekolah dasar. Membaca merupakan proses berfikir yang dilaksanakan dengan sengaja dan mempunyai tujuan untuk memperoleh berbagai informasi, pengetahuan dan pengalaman baru. Menurut Dewantara & Tantri (2017) minat baca merupakan salah satu hal yang diperlukan saat pembelajaran, peserta didik tidak terlepas sedikitpun dari kegiatan memahami bacaan, penting untuk Pembentukan Minat baca pada peserta didik.

Kegiatan membaca dapat dilakukan dengan maksimal apabila di ikuti oleh minat baca.

Minat baca melibatkan perasaan yang bahagia saat membaca, sadar dengan manfaat mambaca, serta perhatian terhadap buku bacaan, sejalan dengan pendapat dari Amiruddin et al., (2021) bahwa minat baca merupakan perasaan dari diri peserta didik untuk tertarik terhadap bacaan yang disukainya, ketertarikan terhadap bacaan untuk medapatkan hasil belajar yang memuaskan.

Sejalan dengan pendapat Mullis & Martin (2019) pada Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) menyatakan bahwa minat baca peserta didik dan literasi di Indonesia masih tergolong rendah, guru di sekolah harus membiasakan peserta didik dan menanamkan kompetensi yang sesuai dengan standar minat baca yang ada di Indonesia. Menurut Setyawatira (2009) Budaya baca di Indonesia ini belum terkoordinasi dengan baik, faktanya kemajuan teknologi membuat orang lebih senang dalam menyaksikan siaran televisi daripada membaca. Dengan adanya gambaran tersebut perlu diantisipasi untuk menumbuhkan minat baca. Upaya untuk Pembentukan Minat baca peserta didik sangat berpengaruh kepada keberadaan peran guru di sekolah.

peran guru adalah mengarahkan peserta didik binaannya menjadi pribadi yang berbudi pekerti baik, bermoral dan berprestasi pada seluruh bidang akademiknya. Fahmy et al.,

(3)

(2021) berpendapat bahwa rendahnya minat baca pada peserta didik dibutuhkan usaha dan upaya untuk membenahi, dapat dimulai dari lingkungan sekitar, sistem pendidikan yang berjalan, pengadaan dan pemenuhan fasilitas, dan aspek kontrol dari kedua orang tua.

Beberapa peran dapat diketahui bahwa guru berperan sebagai pendidik, pengajar, motivator dan inspirator yang kemudian pada setiap akhir pertemuan menjadi evaluator, mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Pada sebuah kegiatan pembelajaran, guru harus dapat membuat suasana belajar yang efektif dan menarik, sehingga minat baca peserta didik juga ikut bertambah dengan jalannya pembelajaran yang kreatif dan efektif. Selain itu, minat baca juga berasal dari dukungan dari para orang tua, akan tetapi mayoritas orang lebih fokus kepada hasil belajarnya. Menurut Wulanjani &

Anggraeni (2019) berpendapat bahwa adanya aktivitas yang menghasilkan kesenangan akan menjadi upaya dalam memperbaiki gerakan membaca, peserta didik akan lebih memiliki motivasi dan antusias dalam Pembentukan Minatnya dalam membaca. Jika guru memilik peran yang maksimal dalam Pembentukan Minat baca siswa, maka akan menghasilkan minat baca yang tinggi juga pada peserta didik. Amelia & Kurniawan (2020), mengungkapkan bahwa usaha untukmembantu tumbuhnya minat baca yaitu dengan adanya peran guru di dalam kelas dalam membangkitkan minat baca siswa melalui bacaan secara keseluruhan, baik materi bacaan ataupun di luar materi bacaan yang bersifat hiburan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Elendiana (2020) bahwa Pembentukan Minat baca peserta didik yang berada di sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara memberikan dukungan agar minat baca dapat muncul pada diri peserta didik.

Terdapat beberapa penelitian relevan terdahulu yang peneliti ambil untuk acuan dan bahan perbandingan, di antaranya, penelitian Hapsari et al., (2019) dilakukan dengan subjek peserta didik kelas V menyatakan bahwa tingkat minat baca di SD Negeri Harjowinangun 02 tergolong rendah dinyatakan dengan bukti penelitiannya, kurangnya fasilitas yang memadahi untuk mendukung Pembentukan Minat baca. Pada penelitian tersebut juga menguraikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat baca antara lain faktor internal dan eksternal. Penelitian Ramadhanti & Julaiha (2019) dengan subjek kelas IV bahwa minat baca tidak bisa terlaksana dengan sendirinya, harus disertai kesadaran pada masing-masing peserta didik, kebiasaan dan peran guru dalam mendorong peserta didiknya untuk membaca.

Subakti et al., (2021) berpendapat bahwa minat baca akan menjadi penunjang keberhasilan, dalam kegiatan membaca, kebiasaan peserta didik sehari-hari akan mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca Penelitian Sari et al., (2020) mengungkapkan bahwa minat baca mengantarkan kontribusi pada hasil belajar, berpengetahuan dan wawasan yang luas untuk mendukung proses hasil belajarnya.

Penelitian Susanti (2021) menyebutkan bahwa peran guru dalam upaya peningaktaan minat baca dengan mengevaluasi, mengkreasikan dan mendinamiskan kegiatan membaca.

Fauziah et al., (2022) berpendapat bahwa guru mempunyai peran dalam Pembentukan Minat baca peserta didiknya dengan berpartisipasi dalam semua bagian, mulai dari mejadi bagian motivator, fasilitator, dinamisator, konselor dan evaluator.

Luchiyanti & Rezania (2022) menyatakan bahwa peran guru untuk Pembentukan Minat baca dapat diaplikasikan kepada peran kreator dan motivator. Peran kreator dilaksanakan lewat kegiatan membaca, menjelaskan kembali bacaan yang telah dibaca.

Peran motivator diberikan dengan bentuk motivasi dalam bentuk nilai tambahan

(4)

Ozdemir (2019) menyatakan bahwa kegiatan membaca akan menambah kreatifitas dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, terutama peserta didik yang mempunyai minat baca yang tinggi. Wulur (2022) dalam penelitiannya, bahwa terdapat dua faktor dalam Pembentukan minat baca peserta didik, bahwa peran guru saat di sekolah sangat perpengaruh dengan tinggi rendahnya minat baca peserta didik,dan faktor lingkungan dan fasilitas yang memadai.

Yusuf & Jafar (2022) menyatakan bahwa peran guru untuk membangkitkan minat baca peserta didik melalui tiga yaitu, memberikan buku bacaan yang sesuai dengan materi pelajaran, memberikan informasi cara menggunakan waktu luang untuk melakukan kegiatan membaca dan membantu peserta didik untuk pembagian waktu perencanaan jadwal belajar.

Berlandaskan penelitian terdahulu, maka penelitian ini bermaksud untuk menggali peran guru yang efektif guna Pembentukan minat baca pada peserta didik.

Terdapat sebuah perbedaan pada penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan peneliti laksanakan yaitu terletak pada jenjang kelas yang akan di teliti. Kebaharuan pada penelitian ini adalah peneliti berusaha untuk menggali peran guru yang lebih efektif untuk Pembentukan minat baca di kelas IV, tujuan penelitian ini agar guru lebih mudah mengembangkan peran dalam Pembentukan minat baca peserta didik sehingga minat baca pada peserta didik dapat ditanamkan, dipelihara dan ditingkatkan dengan baik.

Berdasarkan observasi awal di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta yang dilakukan peneliti pada bulan Desember, hasil dari wawancara dapat diketahui bahwa prestasi sekolah dalam lima tahun terakhir sangat meningkat terutama di kelas IV, jumlah peserta didik yang tertinggal dalam membaca tidak ada dan peminat terbesar mengunjungi perpustakaan yaitu ada pada kelas IV SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta.

METODE

Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, yang terpusat pada gejala hidup manusia atau indikasi dari tindak sosial di masyarakat.

penelitian kualitatif digunakan untuk menjelaskan fenomena sosial (Moleong, 2000).

Salah satu ciri khas dari penelitian kualitatif (Subadi, 2006) yaitu, instrument yang utama dalam sebuah penelitian kualitatif yaitu peneliti sendiri. Peneliti harus jeli dan cerdas dalam proses analisis dan pengumpulan data. Desain penelitan ini menggunakan studi kasus.

Menurut Ginting (2021) Studi kasus merupakan jenis penelitian yang memfokuskan kepada kegiatan tertentu pada kelompok atau individu. Penelitian studi kasus ini berpusat kepada satu objek secara intensif, mempelajarinya dan menjadikan sebagai sebuah kasus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengumpulkan informasi lengkap dengan menggunakan penelitian kualitatif, sumber data utama didapatkan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini Sumber data yaitu hasil dari peneliti dalam mendapatkan informan untuk keperluan penelitian. Pada penelitian ini terdapat sejumlah 20 partisipan yang terdiri dari 1 guru wali kelas, dan 19 peserta didik kelas IV SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta. Sumber data diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan secara langsung yang berasal dari informan, data sekunder diperoleh dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. Pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Untuk memastikan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik perpanjangan pengamatan penelitian dan triangulasi. Triangulasi yang digunakan pada penelitian ini

(5)

yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik gunakan untuk menguji kreadibilitas data terhadap sumber yang sama tetapi dengan teknik yang berbeda, triangulasi sumber dengan mengumpulkan data dari sumber yang berbeda.

(Sugiyono, 2012). Sumber yang berbeda-beda yang terdiri dari peserta didik kelas IV SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Peran Guru Dalam Pembentukan Minat Baca Peserta didik Kelas IV di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta. Guru menjadi bagian terdepan dalam satuan pendidikan, guru memiliki banyak peran dalam keberhasilan para peserta didik. Menurut UU tahun 2005, bahwa guru merupakan pendidik yang mempunyai tugas utama diantaranya adalah:

1. Guru sebagai pendidik

Peran guru sebagai pendidik tidak hanya saat berada di dalam kelas, tetapi peserta didik harus diberikan praktik nyata, mendidik dapat di contohkan seperti guru mengarahkan peserta didik untuk selalu mendisiplinkan diri dalam membaca buku, baik membaca buku cerita ataupun buku bacaan. Sesuai dengan wawancara dengan Ibu I, S. Pd sebagai wali kelas IV di SDIT Lukman Al- Hakim Surakarta. Peran guru dalam Pembentukan minat baca peserta didik kelas IV di SDIT Lukman Al-Hakim dapat dikatakan berhasil, karena intensitas pengunjung perpustakaan paling banyak berasal dari kelas IV dan peserta didik merasa senang atas buku yang dibaca.

2. Guru sebagai pengajar

Sebagai seorang pengajar, guru akan mengarahkan peserta didik untuk dapat mencapai tujuan tertentu. Dari hasil wawancara yang didapatkan strategi yang dilaksanakan guru dalam Pembentukan minat baca di kelas IV SDIT Lukam Al- Hakim Surakarta dapat dengan (1) pemberian stimulus, pemberian stimulus tersebut akan memberikan gambaran peserta didik yang memiliki minat baca tinggi, pemberian stimulus ini berupa ajakan atau perintah kepada siswa untuk membaca materi dibuku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai (2) memberikan jam tambahan khusus bagi peserta didik yang masih terkendala dalam membaca. Pemberian jam tambahan khusus ini lebih efektif untuk mendorong peserta didik-peserta didik yang minat belajarnya masih rendah.

Pemberian jam tambahan ini dilaksanakan setelah pembelajaran disekolah telah selesai, berdurasi kurang lebih satu jam dan difokuskan untuk pembentukan minat baca (3) menciptakan suasana belajar baru, peran guru dalam menciptakan suasana bar u ini dengan memberikan selingan games ditengah-tengah pelajaran, mengkombinasikan pelajaran sesuai dengan tema, membuat mini presentasi di depan kelas (4) memahami karakter setiap peserta didik. Jika guru dapat memahami karakter setiap peserta didik maka akan mudah pula guru untuk memberikan strategi yang tepat untuk membangun minat baca peserta didik yang berkualitas.

3. Guru sebagai motivator

Pembentukan minat baca peserta didik di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta, guru memberikan motivator melalui kegiatan sehari-hari, dapat melalui cerita-cerita yang membangkitkan minat baca peserta didik, dan dapat juga melalui pelajaran disetiap harinya. Dari hasil wawancara yang telah

(6)

didapatkan, bahwa melalui membaca seseorang akan lebih terbuka pikirannya, mengetahui banyak hal, tidak tertinggal zaman, dan kesuksesan berawal dari orang yang gemar dan cinta membaca terlebih dahulu.

4. Guru sebagai innovator

Pembentukan minat baca di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta ini, guru terus berinovasi agar peserta didik mempunyai minat baca yang baik, jika peserta didik mempunyai minat baca yang baik maka dalam kegiatan pembelajaran akan lebih mudah diterima dan dipahami, peserta didik akan mudah mengembangkan pikirannya sendiri. Inovasi disini dilakukan guru dengan cara, membaca materi pelajaran secara berganti-gantian satu peserta didik satu paragraph, memberikan gambara inovasi melalui kegiatan pembelajaran berupa menceritakan kisah-kisah yang dapat menginspirasi Dengan contoh cara tersebut sudah membangun suasana lain agar peserta didik tidak bosan saat mengikuti pembelajaran. Setelah guru menjalankan ke empat peran tersebut, maka guru akan melakukan refleksi atau evaluasi, Guru akan mengevaluasi untuk strategi-strategi yang telah diterapkan, untuk membenahi yang masih kurang dalam Pembentukan Minat baca peserta didik di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta.

Hasil penelitian khususnya kelas IV minat baca peserta didik dinilai sangat baik dari pada kelas-kelas lainnya. Sesuai dengan rencana penelitian.

Sebab adanya peran guru yang inovatif juga turut Pembentukan minat baca peserta didik. Dari uraian hasil di atas, strategi yang diterapkan guru dalam Pembentukan minat baca peserta didik tersebut dapat diketahui bahwa guru berperan sebagai pendidik, pengajar, motivator, inspirator dan evaluator.

Sejumlah 19 peserta didik kelas IV SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta telah terdata dalam lima tahun terakhir tidak ada catatan yang tertinggal dalam kemampuan membaca, perolehan prestasi sekolah dalam lima tahun terakhir juga di dominasi dari kelas IV. Hal ini juga termasuk dalam hasil dari keberhasilan guru yang telah berperan dalam Pembentukan minat baca peserta didik. Kemudian ditemukan kendala guru dalam pross Pembentukan minat baca seperti, pengaruh lingkungan, pengaruh lingkungan ini berupa keadaan lingkungan sekitar, apabila berada dilingkungan yang minim dengan kegiatan membaca makan akan kecil juga minat baca peserta didik oleh karena itu guru akan memberikan dorongan pada peserta didik mengenai kendala tersebut, berupa masukan agar selalu berada di lingkungan yang positif dan memberikan motivasi bahwa kegiatan membaca akan mewujudkan pengetahuan secara optimal.

Pembahasan

Setelah peneliti melaksanakan penelitian dan mengumpulkan informasi penelitian melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Peneliti menganalisis data untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai topik pada penelitian ini.

1. Peran Guru dalam Pembentukan Minat Baca Peserta didik Kelas IV di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta

Menguraikan istilah tentang peran guru banyak dikemukakan oleh beberapa tokoh dari sudut pendapatnya. Guru merupakan seorang pendidik, yang akan bertanggung jawab atas peserta didiknya. Peran guru dapat dikatakan sebagai perilaku yang mengacu pada penyesuaian diri pada suatu proses yang berusaha

(7)

untuk terus Pembentukan dan akan mengembangkan minat yang ada pada dalam diri peserta didik. Sejalan dengan pendapat Juhji (2016) bahwa peran yang saling berkesinambungan dengan pemberian dorongan atau bantuan yang berkaitan untuk turut menanamkan sikap disiplin kepada peserta didik dalam aturan-aturan sekolah. juga dapat diartikan sebagai pemberian bantuan pada peserta didik secara berkensinambungan supaya peserta didik bisa bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, Sehingga peserta didik dapat mengarahkan hidupnya sendiri.

Menurut Sutjipto (2017) Sebagai seorang pengajar, guru membutuhkan kompetensi yang baik untuk melaksanakan 1) guru harus merencanakan tujuan pembelajran kemudian mengidentifikasin komponen serta unsur-unsur yang akan dicapai. 2) guru memiliki keikutsertaan dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. 3) guru harus bisa memaknai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan serta melakukan refleksi atas kegiatan tersebut.

Tugas seorang guru secara umum dibagi menjadi tiga yaitu, mendidik, mengajar dan melatih peserta didik. Mengajar yang berarti memperluas pengetahuan dan keterampilan peserta didik, dan mendidik berarti memperluas prinsip hidup. Minat baca adalah dorongan kuat untuk melakukan aktivitas membaca secara mandiri tanpa dipaksa oleh orang lain. Minat adalah jenis perhatian yang melibatkan perasaan dan menentukan sikap yang mendorong seseorang untuk giat berpartisipasi dalam suatu pekerjaan. Dengan arti lain, bahwa minat dapat berfungsi sebagai motivasi untuk melakukan sesuatu.

Minat merupakan sebuah kecenderungan hari yang tinggi akan segala sesuatu, keinginan, dan gairah. Minat adalah yaitu alat atau perangkat yang tersusun dari sebuah perasaan, harapan serta sebuah kecenderungan yang menggerakkan individu kepada suatu pilihan tertentu (Isticharoh & Kardoyo, 2020). Minat mengarahkan kepada hal yang mempunyai tujuan dan merupakan dorongan dari perbuatan itu. Miant merupakan kondisi yang terjadi kepada sesorang jika melihat keinginan atau kebutuhannya sendiri. Minat baca akan berkembang dari tiap pribadi sehingga dalam Pembentukan Minat baca diperlukan kesadaran setiap individu. Dari pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa minat baca merupakan indikator psikologi seseorang yang secara sadar untuk condong tertarik kepada kesenangan objek, sehingga dari kecenderungan tersebut menunjukkan perhatian terhadap suatu objek.

Minat baca dapat dipahami sebagai kegemaran terhadap kegiatan membaca, sehingga akan mengantarkan seseorang kepada kebiasaan membaca sendiri tanpa dorongan dari orang lain, hal tersebut dapat dibuktikan melalui kegemaran dalam membaca, menceritakan ulang bacaan dan kunjungan ke perpustakaan, menurut Shinta et al., (2020) usaha untuk Pembentukan minat baca pada peserta didik dapat dengan mengunjungi perpustakaan. Minat baca yang baik tentunya dipengaruhi oleh peran guru yang berada di sekolah. Semakin inovatif peran guru dalam pembentukan minat baca maka akan semakin tinggi pula minat baca pada peserta didik. Peran guru yang dilakukan untuk mengupayakan minat baca peserta didik kelas IV SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta antara lain sebagai :

1. Pendidik, Guru berperan menjadi pendidik merupakan proses mengembangkan potensi, pendangan, keterampilan, dan sikap hidup. Sejalan dengan pendapat Metha (2019) bahwa guru harus dapat mengembangkan kompetensi agar menghasilkan pendidikan yang berkualitas, mengembangkan keterampilan dan

(8)

potensi akademik. Menurut Djollong (2017) guru sebagai pendidik harus melatih potensi, keterampilan dan sikap peserta didik. Dalam pembentukan pinat baca peserta didik, guru menggunakan cara dengan memberikan stimulus, pemberian stimulus tersebut akan memberikan gambaran peserta didik yang mempunyai minat baca yang tinggi, pemberian stimulus ini berupa ajakan atau perintah dari guru untuk membaca materi terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai, mendidik dapat di contohkan seperti guru mengarahkan peserta didik untuk selalu mendisiplinkan waktu untuk membaca buku, baik membaca buku cerita ataupun buku bacaan, memberikan pekerjaan rumah (PR), mengadakan ulangan dan membuat aturan di dalam kelas, menanam kan karakter pada peserta didik.

Menurut Springer et al., (2017) pemberian stimulus efektif dalam menunjang minat baca peserta di sekolah agar bisa melalui kesulitan saat membaca teks dan membantu kemampuan siswa dalam mengatur dirinya sendiri.

2. Pengajar, Memberikan materi pembelajaran di sekolah formal berdasarkan kurikulum yang ditetapkan, adalah bukti nyata bahwa guru membimbing dalam pengembangan intelektual, afeksi dan psikomotor peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari. Sebagai seorang pengajar, guru akan mengarahkan peserta didik untuk dapat mencapai tujuan tertentu. Sejalan dengan pendapat Menurut Ashabul (2017) guru member layanan pada peserta didiknya yang sejalan dengan tujuan awal yang ingin dicapai, guru akan memberi bimbingan untuk arahan yang dibutuhkan masing-masing peserta didik.

Indriyani (2019) menyatakan bahwa guru memberikan progam pengajaran yang akan dilakukan karena akan berpengaruh pada tujuan yang ingin dicapai.

Berdasarkan dari hasil wawancara yang didapatkan strategi yang digunakan guru untuk Pembentukan Minat baca peserta didik yaitu dengan, (1) memberikan stimulus, pemberian stimulus tersebut akan memberikan pandangan tingginya minat baca. Stimulus disini dapat berupa perintah untuk membaca buku di perpustakaan, membaca materi pelajaran sebelum pelajaran dimulai, memberikan materi tentang pentingnya membaca. (2) memberikan jam tambahan khusus bagi peserta didik yang masih terkendala dalam membaca.

Pemberian jam tambahan khusus ini lebih efektif untuk mendorong peserta didik-peserta didik yang minat baca nya masih rendah, kemudian ketika pembelajaran peserta didik yang kurang dalam minat baca diharapkan dapat mengikuti seperti peserta didik yang lain, karena jika seseorang sudah timbul senang dalam membaca maka ia akan mudah dalam mengerjakan materi, (3) menciptakan suasana belajar baru. Dalam hal ini guru memberikan kebebasan saat pelajaran untuk melakukan pembelajaran didalam perpustakaan, mempresentasikan hasil belajar kedepan kelas, membuat materi dengan bermain dialog, proyek kelas juga dapat membantu peserta didik agar tidak jenuh saat belajar dengan cara setelah pemaparan materi guru akan membentuk beberapa kelompok untuk menyelesaikan tugas, kemudian perkelompok akan maju ke depan mempresentasikan hasil proyek tersebut, proyek tersebut merupaakan upaya active learning yang memungkinkan peserta didik dalam berperan aktif di setiap tahapan belajar, sehingga peserta didik dapat menemukan pesan-pesan dari tiap proses belajar (4) memahami karakter setiap peserta didik. Tentu saja karakter dan sifat setiap peserta didik akan berbeda-beda, dan karakter peserta didik tidak bisa disamaratakan, guru perlu mendalaminya, Jika guru dapat memahami karakter setiap peserta didik maka akan mudah pula guru untuk

(9)

memberikan strategi yang tepat untuk membangun minat baca peserta didik.

Minsih & Galih (2018) berpendapat bahwa guru dapat memilih kemudian mengembangkan strategi yang selaras dengan karakteristik peserta didik. Saat memahami karakter peserta didik pun guru jadi contoh bagi peserta didik, berupa tidak membedakan peserta didik satu dengan peserta didik lainnya. Jika guru dapat memahami karakter setiap peserta didik maka akan mudah pula guru untuk memberikan strategi yang tepat untuk membangun minat baca peserta didik yang berkualitas. Menurut Fitri & Muhammad (2022) diperlukan kreatifitas guru untuk membuat pembelajaran yang menarik guna menumbuhkan minat pada anak. Dalam hal ini guru memberikan kebebasan saat pelajaran untuk melakukan pembelajaran didalam perpustakaan.

3. Motivator, Manizar (2015) menyatakan bahwa guru berperan dalam menumbuhkan motivasi kepada peserta didik, pemberian motivasi sangat berpengaruh terhadap perubahan keadaan peserta didik, Zaenal (2020) menyatakan bahwa Pembentukanmotivasi peserta didik dengan cara berdiskusi atau memberikan pandangan baru. Agar muncul tanpa dorongan yang berasal darir luar karena dorongan untuk melakukan suatu kegiatan sudah melekat pada dalam diri mereka, agar muncul tanpa dorongan dari luar karena adanya motivasi untuk melakukan kegiatan yang sudah ada pada dalam diri masing- masing. Dalam Pembentukan Minat baca peserta didik di SDIT Lukman Al- Hakim Surakarta, guru memberikan motivator melalui kegiatan sehari-hari, dapat melalui cerita-cerita yang membangkitkan minat baca peserta didik, dan dapat juga melalui pelajaran disetiap harinya. Dari hasil wawancara yang telah didapatkan, bahwa memalui membaca seseorang akan lebih terbuka pikirannya, mengetahui banyak hal, tidak tertinggal zaman, dan kesuksesan berawal dari orang yang gemar dan cinta membaca terlebih dahulu, karena dapat diketahui bahwa awal mula ilmu didapat adalah dengan membaca.

4. Innovator, seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam segala hal, Pada Pembentukan Minat baca di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta ini, guru terus berinovasi agar setiap peserta didik memiliki minat baca tinggi dan baik maka dalam proses pembelajaran akan mudah, peserta didik akan mudah mengembangkan pikirannya sendiri. Menurut Yestiani & Zahwa (2020) guru harus memberikan cara berpikir yang kritis agar mewujudkan sesuatu yang baru, dapat diterima dengan mudah leh peserta, berdasarkan hasil wawancara yang didapatkan, Inovasi disini dilakukan guru dengan cara, membaca materi pelajaran secara berganti-gantian satu peserta didik satu paragraph. Dengan contoh cara tersebut sudah membangun suasana lain agar peserta didik tidak bosan. Setelah guru menjalankan ke empat peran tersebut, maka guru akan melakukan refleksi atau evaluasi, evaluasi menurut (Abduh & Istiqomah, 2021) menyatakan bahwa evaluasi merupakan hasil belajar untuk menentukan tingkat penguasaan, untuk penilaian progam perbaikan. Guru merupakan evaluator bagi peserta didiknya. guru juga berperan sebagai evaluator bagi peserta didiknya.

Guru akan mengevaluasi untuk strategi-strategi yang telah diterapkan, untuk membenahi yang masih kurang dalam Pembentukan Minat baca peserta didik di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta agar mencapai hasil yang maksimal.

Nurrahmawati (2016) berpendapat bahwa dalam pemberian evaluasi peserta didik akan menyesuaikan hasil dengan target masing-masing. Tentunya dari peran guru dalam pembentukan minat baca peserta didik diatas guru mengalami

(10)

kendala yang dihadapi guru dalam Pembentukan Minat baca ini adalah keadaan lingkungan, karena dalam penelitian ini ditemukan bahwa lingkungan sangat berpengaruh, pengaruh lingkungan ini berupa keadaan lingkungan sekitar, apabila berada dilingkungan yang minim dengan kegiatan membaca maka akan kecil juga minat baca peserta didik. Guru akan memberikan masukan bagi peserta didik tentang kendala tersebut. Dari strategi yang sudah digunakan guru dalam pembentukan minat baca peserta didik, guru akan memberi apresiasi pada peserta didik yang rajin berkunjung dan membaca ke perpustaakan, peserta didik yang berani aktif mempresentasikan hasil belajar di depan kelas, peserta didik yang sering menjuarai lomba yang sesuai dengan bidang tersebut, pemberian apresiasi ini secara tidak langsung memberikan pengaruh kepada peserta didik yang termotivasi agar lebih giat lagi dengan kegiatan tersebut. Guru harus mempunyai strategi dan tindakan khusus untuk pembentukan motivasi peserta didik dalam membaca serta Pembentukan bacaan mereka (Moser & Morrison, 1998). Guru di SDIT Lukman Al-Hakim ini akan melihat perubahan peserta didik dengan cara mengamati dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir, terdapat juga yang melihat perkembangan peserta didik.

PENUTUP

Berdasarkan hasil dari penelitian yang sudah dilaksanakan dan data-data yang telah di olah, disimpulkan bahwa peran guru dalam Pembentukan Minat baca disini sangat berpengaruh bagi peserta didik, peran guru dalam keberhasilan Pembentukan Minat baca peserta didik berjalan secara maksimal, 19 peserta didik kelas IV SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta terdata dalam lima tahun terakhir tidak ada catatan yang tertinggal dalam kemampuan membaca, adapun yang masih tertinggal, hanya perlu memperkuat lagi motivasi bagi peserta didik yang kurang dalam minat baca nya.

perolehan prestasi di SDIT Lukman Al-Hakim Surakarta lima tahun terakhir juga di dominasi dari kelas IV, pengunjung perpustakaan terbanyak juga berasal dari kelas IV.

Hal ini juga termasuk hasil dari keberhasilan guru yang telah berperan dalam Pembentukan Minat baca peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Abduh, M., & Istiqomah, A. (2021). Analisis Muatan Hots dan Kecakapan Abad 21 pada Buku Siswa Kelas V Tema Ekosistem di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 2069–2081. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1124 Amelia, T. U., & Kurniawan, O. (2020). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Baca

Siswa SD Negeri 125 Pekanbaru. Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1), 29–40.

https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33578/jpfkip.v9i1.7565

Amiruddin, A., Nurdin, N., & Ali, M. (2021). Islamic Education Teacher Communication Strategy in Increasing Students ’Learning Interest. International Journal of Contemporary Islamic Education, 3(1), 41–61.

https://doi.org/10.24239/ijcied.vol3.iss1.31

Ashabul, K. (2017). Peran Guru dan Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Berbasis Multikultural. Al-Murabbi Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 69–80.

https://doi.org/10.33578/pjr.v5i4.8361

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif. Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.

Dewantara, I. P. M., & Tantri, A. A. S. (2017). Keefektifan Budaya Literasi Di SD N 3

(11)

Banjar Jawa Untuk Meningkatkan Minat Baca. Journal of Education Research and Evaluation, 1(4), 204–209. https://doi.org/10.23887/jere.v1i4.12054

Djollong, A. F. (2017). Kedudukan Guru Sebagai Pendidik. Istiqra` : Jurnal Pendidikan

Dan Pemikiran Islam, IV(2), 136.

http://jurnal.umpar.ac.id/index.php/istiqra/article/view/274 https://doi.org/10.23887/ijerr.v2i3.22634

Elendiana, M. (2020). Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal

Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(1), 54–60.

https://doi.org/10.31004/jpdk.v1i2.572

Fahmy, Z., Utomo, A. P. Y., Nugroho, Y. E., Maharani, A. T., Alfatimi, N. A., Liyana, N. I., Kesuma, R. G., & Wuryani, T. (2021). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Sastra Indonesia, 10(2), 121–126. https://doi.org/10.15294/jsi.v10i2.48469

Fauziah, S. N., Sumiyani, & Ramadhani, I. S. (2022). Peran Guru dalam Mengembangkan Minat Baca Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri Karet 1 Kabupaten Tangerang. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(5), 205–214.

https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.6566

Fitri, R. P., & Muhammad, K. (2022). Sosialisasi Pembelajaran Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan Kecakapan Abad 21 pada Guru MI Muhammadiyah Kecamatan Miri. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 221–229. https://doi.org/10.53299/bajpm.v2i2.198

Ginting, R. (2021). Dramaturgi Pelaku Fraud Bertopeng Kebaikan dan Berselimut Dusta: Studi Kasus Dana Bencana Alam Organisasi Nirlaba. Jurnal Akuntansi Dan Perpajakan, 7(2), 73–80. https://doi.org/10.26905/ap.v7i2.6794

Hapsari, Y. I., Purnamasari, I., & Purnamasari, V. (2019). Minat Baca Siswa Kelas V SD Negeri Harjowinangun 02 Tersono Batang. Indonesian Journal Of

Educational Research and Review, 2(3), 371–378.

https://doi.org/10.23887/ijerr.v2i3.22634

Indriyani, L. (2019). Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kognitif Siswa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, FKIP, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2(1), 17–26.

Isticharoh, & Kardoyo. (2020). Minat Investasi Diprediksi Dari Motivasi Diri, Pengetahuan Investasi, dan Teknologi Media Sosial. Economic Education Analysis Journal, 9(3), 893–906. https://doi.org/10.15294/eeaj.v9i3.42414 Juhji. (2016). Peran Urgen Guru Dalam Pendidikan. Studia Didaktika: Jurnal Ilmiah

Pendidikan, 10(1), 52–62. https://doi.org/dikdatika/v1267

Luchiyanti, A., & Rezania, V. (2022). Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 9(2), 84–

92. https://doi.org/10.47498/ihtirafiah.v1i01.598

Manizar, E. (2015). Peran Guru sebagai Motivator dalam Belajar. Jurnal Pendidikan

Agama Islam, 1(2), 171–188.

jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Tadrib/article/view/1047

Metha, L. (2019). Peran Guru Pada Era Pendidikan 4.0. EDUKA : Jurnal Pendidikan, Hukum, Dan Bisnis, 4(2), 68–73. https://doi.org/10.32493/eduka.v4i2.4264 Minsih, & Galih, A. (2018). Peranan Guru Dalam Pengelolaan Kelas. Profesi

Pendidikan Dasar, 5(1), 20–27. https://doi.org/10.24252/lp.2010v13n2a6

Moser, G. P., & Morrison, T. G. (1998). Increasing Students’ Achievement and Interest in Reading. A Journal of Literacy and Languange Arts, 38(4), 234–245.

(12)

https://scholarworks.wmich.edu/reading_horizons

Mullis, I. V. S., & Martin, M. O. (2019). PIRLS 2021 Reading Assessment Framework.

In International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA).

TIMSS & PIRLS International Study Center, Lynch School of Education, Boston College and International Association for the Education Achievement.

Nurrahmawati, R. (2016). Peran Guru Dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Berkesulitan Belajar Spesifik Kelas III di Sekolah Dasar Negeri Gadingan Kulon Progo. Jurnal Widia Ortodidaktika, 5(9), 963–972.

Ozdemir, S. M. (2019). Implementation of the Lesson Study as a Tool to Improve Students’ Learning and Professional Development of Teachers. Participatory Educational Research, 6(1), 36–53. https://doi.org/10.17275/per.19.4.6.1

Ramadhanti, N. N., & Julaiha, S. (2019). Pemanfaatan Sudut Baca dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda. Jurnal Tarbiyah

Dan Ilmu Keguruan Borneo, 1(1), 39–46.

https://doi.org/10.21093/jtikborneo.v1i1.1724

Sari, M. Z., Gunawan, A., Fitriyani, Y., & Hilaliyah, N. (2020). Pengaruh Minat Baca Siswa Terhadap Hasil Belajar pada Pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 1 Ciporang. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 4(2), 197–205.

https://doi.org/10.20961/jdc.v4i2.42137

Setyawatira, R. (2009). Kondisi Minat Baca Di Indonesia. Jurnal Media Pustakawan, 16(1&2), 28–33. https://doi.org/https://doi.org/10.37014/medpus.v16i1&2.904 Shinta, R., Barsihanor, Arifin, M. F., & Abdul, H. (2020). Upaya Menumbuhkan Minat

Baca Siswa Melalui Budaya Literasi Di Sdit Qurrata A’yun Kandangan.

Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 6(1), 61–71.

https://doi.org/10.31602/muallimuna.v6i1.3599

Springer, S. E., Harris, S., & Dole, J. A. (2017). From Surviving to Thriving: Four Research-Based Principles to Build Students’ Reading Interest. Reading Teacher, 71(1), 43–50. https://doi.org/10.1002/trtr.1581

Subadi, T. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Muhammadiyah University Press.

Subakti, H., Oktaviani, S., & Anggraini, K. (2021). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 2489–2495.

https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1209

Susanti. (2021). Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik MIN 2 Kota Bengkulu : Sebuah Analisis. Jurnal Pendidikan Tematik, 2(2), 249–254.

Sutjipto. (2017). Implementasi Kurikulum Multikultural Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(1), 1–21. https://doi.org/10.24832/jpnk.v2i1.618 Wulanjani, A. N., & Anggraeni, C. W. (2019). Meningkatkan Minat Membaca melalui Gerakan Literasi Membaca bagi Siswa Sekolah Dasar. Proceeding of Biology Education, 3(1), 26–31. https://doi.org/10.21009/pbe.3-1.4

Wulur, E. S. P. O. (2022). Faktor Penghambat Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal

Sains Dan Teknologi, 1(2), 01–06.

https://doi.org/https://doi.org/10.58169/saintek.v1i2.70

Yestiani, D. K., & Zahwa, N. (2020). Peran Guru dalam Pembelajaran pada Siswa Sekolah Dasar. Fondatia : Jurnal PEndidikan Dasar, 4(1), 41–47.

https://doi.org/10.36088/fondatia.v4i1.515

Yusuf, & Jafar. (2022). Peranan Guru Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas XI.3 SMA Negeri 9 Pinrang. Cakrawala Indonesia, 7(1), 25–33.

(13)

https://doi.org/https://doi.org/10.55678/jci.v7i1.641

Zaenal, A. (2020). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berbasis Proyek Literasi, dan Pembelaran Inkuiri dalam Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis. Profesi Pendidikan Dasar, 7(1), 37–52.

https://doi.org/10.23917/ppd.v6293

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian dari wawancara kepada guru kelas V SD Muhammadiyah 10 Tipes Surakarta yaitu bahwa kelengkapan fasilitas perpustakaan dapat meningkatkan minat baca siswa

Usaha untuk menarik minat baca siswa yang ditawarkan oleh Sudarnoto Abdul Hakim yang kedua adalah mengadakan kegitan yang secara langsung berkaitan dengan buku. Usaha ini tentu

Penanaman karakter tidak dapat dilihat secara instan hasilnya sehingga penanaman minat baca perlu ditanamkan sejak dini sehingga dalam jangka panjang dapat

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena minat baca siswa dan pengaruh minat baca terhadap pertumbuhan kemampuan belajar siswa pada jenjang-jenjang pendidikan

"Pengelolaan Sudut Baca Dalam Menumbuhkan Minat Baca Peserta Didik Kelas III SD Negeri 04 Popayato Barat", Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 2021 Publication. Novi

Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara minat baca siswa kelas IV sekolah dasar gugus 1 Kecamatan Tampan

Dari penelitian yang sudah dilakukan diatas mengenai Peran Perpusdes Dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar (Studi Pada Desa Gampingan Kecamatan Pagak

Minat Baca-SDN Jatimuyo 3 Page 6 karya rekam secara professional dan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi