• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemberhentian perangkat desa oleh kepala

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pemberhentian perangkat desa oleh kepala"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Kemudian bagi masyarakat hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai pemberhentian perangkat desa dengan mengacu pada Permendagri dan Fikh Siyasah.

Penelitian Terdahulu

Permendagr I Nomor 83 Tahun 2015 Selain itu, dalam penelitian yang penulis lakukan juga dilakukan peninjauan berdasarkan Fiqh. Perbedaan penelitian terdahulu ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan terletak pada objek kajian dan bahan hukum yang digunakan, serta tujuan yang ingin dicapai dengan penelitian tersebut.

Kerangka Teori

Istilah otonomi selalu dikaitkan dengan otonomi daerah menurut undang-undang no. 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah. Pasal 1 ayat (5) Yang dimaksud dengan hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya serta kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Setelah terbitnya undang-undang no. 6 Tahun 2014 bagi desa, membuka peluang bagi desa untuk menjadi mandiri dan otonom.

Metode Penelitian

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang diselidiki.26 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik observasi langsung yaitu teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala yang dialami subjek yang diteliti. Untuk memperoleh data yang sesuai dan dapat dibuktikan secara faktual, waktu yang diperlukan untuk melakukan penelitian kurang lebih 1 (satu) bulan.

Sistematika Penulisan

Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan penelitian analisis data ini adalah sebagai berikut: Data dan informasi yang diperoleh dari hasil survei, baik wawancara dengan instansi terkait, pemberhentian aparat desa dan masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, yang mana adalah metode pemilihan analisis data terhadap data yang diperoleh melalui penelitian, ditinjau dari kualitas dan kebenarannya.

KAJIAN TEORI

Pengertian kewenangan

Dari segi hukum teknis, kekuasaan dapat digolongkan sebagai kekuasaan umum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur bagaimana instansi/badan pemerintah menjalankan kekuasaannya. Merupakan badan yang harus mematuhi aturan-aturan dasar yang menentukan kapan dan dalam keadaan apa badan tersebut dapat melaksanakannya, termasuk rumusan dasar isi dan keputusan yang akan diambil. Adalah wewenang yang diberikan kepada suatu wewenang atau pejabat administratif, namun tidak ada kewajiban atau keharusan untuk menggunakan wewenang tersebut, dan sedikit banyak masih ada pilihan lain, walaupun pilihan tersebut hanya dapat dilakukan dalam hal dan keadaan tertentu berdasarkan aturan pokok. .

Dari perbedaan pengertian kewenangan seperti yang telah dijelaskan oleh penulis di atas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa kewenangan mempunyai pengertian yang berbeda dengan yurisdiksi. Sedangkan pengertian wewenang menurut penulis adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu atau memberi atau tidak memberikan kekuasaan untuk melakukan sesuatu.

Sumber Kewenangan

Atribusi mengacu pada pendelegasian wewenang baru, sedangkan delegasi mengacu pada pendelegasian wewenang yang sudah ada (oleh suatu badan yang telah memperoleh wewenang atribusi kepada orang lain, sehingga logikanya selalu didahului dengan atribusi). Dua cara lembaga pemerintah memperoleh kewenangan tersebut dijadikan landasan atau teori untuk menganalisis kewenangan aparatur negara dalam menjalankan kewenangannya. Lebih lanjut Ridwan HR menjelaskan, kewenangan yang diperoleh melalui atribusi bersumber dari peraturan hukum, dengan kata lain badan pemerintah memperoleh kewenangan langsung dari pengeditan pasal-pasal tertentu dalam peraturan hukum.

Dalam hal atribusi, penerima wewenang dapat membuat wewenang baru atau memperluas wewenang yang sudah ada. Kewenangan yang berasal dari peraturan perundang-undangan merupakan legalitas formal, yaitu yang memberikan legitimasi terhadap tindakan pemerintah. Dapat dikatakan isi dan asas legalitas adalah kewenangan, yaitu kewenangan pengaturan hukum.

Pemerintah Desa

  • Pengertian Desa
  • Konsep Dasar Pelaksana Pemerintah Desa
  • Tugas dan Fungsi Pemerintah Desa

Pemerintahan desa adalah kepala desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu oleh perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. UU No. Undang-Undang 6 Tahun 2014 tentang Desa secara khusus memberikan tugas kepada pemerintahan desa yaitu penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintahan desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerintahan desa adalah kepala desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu oleh perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Kajian atas penerbitan Peraturan Menteri tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa ini merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 62 dan Pasal 64 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Peraturan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, sebagaimana yang telah terjadi.

Otonomi Desa

  • Pelaksanaan Otonomi Desa di Indonesia
  • Otonomi Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun
  • Otonomi Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun

Pengakuan terhadap kewenangan asal usul ini menunjukkan bahwa UU No. 23 Tahun 2014 untuk Pemerintahan Daerah menganut asas pengakuan (recognition). Lebih lanjut, undang-undang a quo mengatur bahwa pemerintahan daerah kabupaten/kota dapat membentuk desa, dan pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat menunjuk urusan pemerintahan tertentu yang menjadi kewenangan kepala desa. Ekstraksi undang-undang desa dalam suatu peraturan khusus, yaitu pembagian peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan desa oleh pemerintah daerah dengan misi memperbaiki dan menyempurnakan ketentuan-ketentuan tersebut berdasarkan masyarakat sebagai masyarakat madani, dimana tersedia ruang publik dan kondisi yang memungkinkan tumbuhnya masyarakat yang bercirikan mandiri, otonom, dan sukarela.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 juga memberikan legitimasi dan justifikasi yang lebih kuat bagi masyarakat yang berpemerintahan sendiri sesuai kebutuhan dan menggunakan prinsip-prinsip demokrasi seperti checks and balances, transparansi dan akuntabilitas. Kewenangan desa berdasarkan UU Desa meliputi kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Fiqh Siyasah

  • Fiqh Siyasah Perspektif Al-Qur’an
  • Fiqh Siyasah Perspektif Hadits

Al-Hadis ialah segala sesuatu yang datang daripada Nabi Muhammad SAW sama ada dalam bentuk perkataan, perbuatan mahupun ketetapan. Dalam hadis ini, Nabi menjelaskan kepada kita bahawa hakikatnya setiap manusia adalah pemimpin dalam setiap kapasiti masing-masing. 64 Wahyu Abdul Jafar "Perundangan Politik Dalam Perspektif Al-Quran dan Al-Hadith", Jurnal Pemerintahan dan Politik Islam, Jil.

65 Wahyu Abdul Jafar "Fiqh Politik dari Perspektif Al-Qur'an dan Al-Hadith", Jurnal Pemerintahan dan Politik Islam, Jil. Rasulloh SAW., sendiri memberi jaminan kepada pemimpin yang boleh bertindak dan beramal soleh di bawah pimpinannya, dia akan mendapat perlindungan langsung daripada Allah SWT., pada hari kiamat kelak.

Siyasah Dusturiyah

  • Pengertian Siyasah Dusturiyah
  • Objek Kajian Siyasah Dusturiyah

Jadi, dapat difahami bahawa yang dimaksudkan dengan siyasah dusturiyyah ialah bahagian fiqh siyasah yang membincangkan permasalahan perundangan negara agar selari dengan syariah Islam, serta merujuk dan mencerminkan prinsip-prinsip syariat Islam. 67. Siyasah dusturiyah membincangkan masalah perundangan negara, tentang prinsip asas yang berkaitan dengan bentuk kerajaan, peraturan yang berkaitan dengan hak rakyat dan tentang pembahagian kuasa. Berdasarkan pemahaman tersebut, dapat dikatakan bahawa fiqh siyasah dusturiyyah adalah ilmu politik pemerintahan dan ketatanegaraan dalam Islam yang mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan hujah-hujah umum dalam al-Quran dan hadis serta tujuan syariah Islam.

Namun, Fiqh siyasah dusturiyyah secara khusus meliputi bidang kehidupan yang sangat luas dan kompleks. Siyasah dusturiyyah merupakan cabang ilmu fiqh siyasah yang membincangkan hubungan antara pemimpin di satu pihak dan rakyat di pihak yang lain, serta institusi yang wujud dalam masyarakat.

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

  • Sejarah Desa
  • Kondisi Umum Desa
  • Keadaan Sosial Penduduk
  • Keadaan Ekonomi Penduduk
  • Dinamika Konflik
  • Potensi Desa
  • Profil Perangkat Desa Pelajaran
    • Struktur Organisasi Desa Pelajaran Kecamatan Tanjung
    • Identitas Perangkat Desa didesa Pelajaran
    • Identitas Perangkat Desa yang diberhentikan didesa

Pemberhentian perangkat desa oleh lurah di desa pembelajaran kecamatan Tanjung Kemuning telah direvisi berdasarkan Permendagri nomor 67 tahun 2017. Mekanisme pemberhentian perangkat desa di desa pembelajaran berdasarkan peraturan permendagri 67 tahun 2017 belum dapat dilaksanakan karena kepala desa tidak mengerti. Lebih lengkapnya, pembahasan mengenai pemberhentian pejabat desa pada desa pengajar oleh kepala desa berdasarkan Përmendagri Nomor 67 Tahun 2017 terdapat pada Pasal 6 sebagai berikut:

Kajian Fiqih Siyasah Al-Quran tentang pemberhentian perangkat desa oleh kepala desa Perangkat desa oleh kepala desa. Dwi, “Kepala Desa Bukan Raja: Pemeriksaan Pengangkatan dan Pemberhentian Aparat Desa”, Artikel, https://ombudsman.go.id/, (diakses pada: 16 Juli 2020).

PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Mekanisme Pemberhentian Perangkat Desa Ditinjau

Persyaratan peralatan desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat 3 huruf d tertuang dalam Permendagri nomor 67 Tahun 2017 pasal 2 ayat 2, yang berbunyi. Permendagri, di Desa Pembelajaran pemberhentian Perangkat Desa sedemikian rupa sehingga jika menurut kepala desa sudah tidak layak untuk segera diganti, maka di Desa Pembelajaran hal tersebut belum tepat untuk saat ini dan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 belum tepat. telah diganti. digunakan untuk Pemutusan Peralatan Desa”. 80. Ada masalah sehubungan dengan Pasal 6 ayat 1, dimana Pasal 6 ayat

Pertimbangannya, jika saya sebagai Camat harus mempunyai alasan pemberhentian Perangkat Desa, misalnya Perangkat Desa tidak bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai Perangkat Desa. tidak berhak memberhentikan apabila tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017.”83. Selain dari hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Camat Kecamatan Tanjung Kemuning seperti yang telah disebutkan di atas, alasan yang penulis mendasarkan adalah Kepala Desa memberhentikan secara sepihak perangkat desa di Lesdorp karena penulis.

Akibat yang dirasakan Perangkat Desa terhadap

Saya diberhentikan dan segera digantikan oleh perangkat desa yang baru. Saya sebenarnya hanya diberi izin dua kali untuk tidak mengikuti kegiatan desa, namun saya juga tidak tahu kenapa saya langsung diberhentikan padahal saya baru dua kali melakukan izin dan tidak melakukannya. melakukan pelanggaran apa pun.”87. Dari pernyataan Ibu Erty Veny di atas dapat kita simpulkan bahwa apabila seorang perangkat desa dapat diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir, padahal ia telah melanggar larangan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Jika mengacu pada Permendagri Nomor 67 Tahun 2017, konsekuensinya adalah pengalaman aparat desa terhadap pemecatan aparat desa secara sepihak.

Dampak dari pemecatan perangkat desa ini sangat besar karena masyarakat desa ini menganggap kami yang dipecat adalah orang yang diberhentikan karena melanggar aturan padahal kami tidak melanggar aturan sama sekali bahkan kami menjadi perbincangan masyarakat desa. padahal kami hanya diberi izin dua kali jika ada kegiatan di desa.”88 . Berdasarkan Permendagri nomor 67 Tahun 2017 terlihat bahwa karena kepala desa dan masyarakat desa belum begitu memahami Permendagri nomor 67 Tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, maka hal ini sangat perlu diperhatikan. ke depan, salah satu cara untuk mengatasinya adalah perlunya kebijakan pemerintah yaitu penerapan ketentuan hukum.

Tinjauan Fiqh Siyasah Terhadap Pemberhentian Perangkat

  • Kajian Fiqh Siyasah Perspektif Al-Qur’an Terhadap
  • Kajian Siyasah Dusturiyah terhadap Pemberhentian Perangkat
  • Syarat-syarat Pemimpin dalam Islam
  • Alasan Pemberhentian Pemimpin dalam Islam
  • Mekanisme Pemberhentian Pejabat dalam Islam

Di sini pemberhentian perangkat desa oleh kepala desa sangat erat kaitannya dengan Imamah (kepemimpinan), karena jika jabatan kepemimpinan sudah dilimpahkan, maka kepala desa tidak berhak memberhentikan perangkat desa secara sewenang-wenang tanpa aturan syariat Islam yang berlaku. Pemberhentian tokoh desa di desa Pelajaran oleh kepala desa tidak sesuai dengan kajian Fiqih Siyasah. Dengan demikian, menurut peneliti, keputusan kepala desa dalam melakukan tindakan pemberhentian perangkat desa secara sepihak tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Fiqh Siyasah.

Dalam pemberhentian perangkat desa, kepala desa tidak menerapkan Permendagri nomor 67 tahun 2017 dan tidak memahami isi Permendagri, sehingga peran kepala desa dalam memberhentikan perangkat desa tidak sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri. Kepala desa sebagai pemimpin desa hendaknya memahami isi dan harus mempelajari Permendagri nomor 67 tahun 2017 dan Fiqh Siyasah agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dalam pengambilan keputusan.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

3.2.Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon Kepala desa menurut Peraturan Daerah Bondowoso Nomor 5 Tahun 2014 tentang Cara Pemilihan, Pengangkatan,

Pasal 4 Kepala Desa dan Perangkat Desa diberiikan penghasilan tetap setiap bulan yang besarnya ditetapkan dengan Peraturan Desa setelah mendapat persetujuan dari BPD dan

yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka untuk pedoman pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa perlu dibuat peraturan daerah

Pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, sebagaimana Keputusan Kepala Desa Banaresep Timur tanggal 01 Juli 2013 Nomor : 188/02/KEP/435.(Kode Kec. Kode Desa)/2013

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana telah

Koordinasi internal oleh Kepala Desa berpengaruh terhadap efektivitas kerja Perangkat Desa di Kantor Kepala Desa Sadananya Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis

Setelah Peraturan Daerah Kabupaten Kediri Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa dilakukan pengujian di Mahkamah Agung, Bupati Kediri

Peraturan Daerah ini membahas tentang pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Kepala Desa di Kabupaten Maluku Barat