KEPALA DESA CIBIRU WETAN KABUPATEN BANDUNG
PERATURAN DESA CIBIRU WETAN NOMOR : …… TAHUN 2021
TENTANG TATA CARA
PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA CIBIRU WETAN
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2014 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa perlu ditetapkan Peraturan Kepala Desa Tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82);
2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
3. Peraturan PemerintahNomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539)sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47Tahun 2015tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43Tahun 2014 tentang Peraturan PelaksanaanUndang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 20178 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengengkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1223);
5. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Organisasi Pemerintahan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2016 Nomor 10);
6. Peraturan Bupati Bandung Nomor 55 Tahun 2017 Tentang Kewenangan Desa di Kabupaten bandung (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2017 Nomor 55);
7. Peraturan Desa Cibiru Wetan Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Kewenangan Desa Berdasarkjan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa (Lembaran Desa Cibiru Wetan Tahun 2017 Nomor 1);
Dengan Kesepakatan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA CIBIRU WETAN dan
KEPALA DESA CIBIRU WETAN Memutuskan
Menetapkan : PERATURAN DESA CIBIRU WETAN TENTANG TATACARA PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN PERANGKAT DESA
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam peraturan kepala desa ini yang dimaksud dengan : 1. Kepala Desa adalah Kepala Desa Cibiru Wetan.
2. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin kecamatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/walikota melalui sekretaris daerah.
3. Badan Permusyawaratan Desa adalah Badan Permusyawaratan Desa Cibiru Wetan 4. Pemerintah Desa adalah Pemerintah Desa Cibiru Wetan.
5. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
6. Perangkat Desa adalah unsur staf yang membantu kepala Desa dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi yang diwadahi dalam sekretariat Desa, dan unsur pendukung tugas kepala Desa dalam pelaksanaan kebijakan yang diwadahi dalam bentuk pelaksana teknis dan unsur kewilayahan.
7. Sekretaris Desa adalah unsur perangkat desa yang berkedudukan sebagai unsur pimpinan kesekretariatan dan bertugas membantu Kepala Desa dalam administrasi pemerintahan.
8. Pelaksana Kewilayahan adalah unsur pembantu Kepala Desa sebagai satuan tugas kewilayahan.
9. Kepala urusan adalah pelaksana teknis keskretariatan
10. Kepala seksi adalah pelaksana teknis yang bertugas membantu Kepala Desa sebagai unsur pelaksana tugas operasional.
11. Staff adalah unsur pembantu pelaksana kewilayahan, kepala urusan dan kepala seksi.
BAB II
TATA CARA PENGANGKATAN PERANGKAT DESA
Pasal 2
(1) Kepala Desa menyampaikan pemberitahuan adanya kekosongan perangkat desa dan rencana penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa kepada Camat;
(2) Kepala Desa membentuk panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa;
(3) Penjaringan calon perangkat desa dilakukan melalui tahapan : a. Pengumuman lowongan calon perangkat desa
b. Pendaftaran calon perangkat desa c. Seleksi calon perangkat desa
BAB III
KEPANITIAAN
Pasal 3
(1) Dalam rangka mengisi kekosongan perangkat desa Kepala Desa membentuk Panitia Penjaringan dan Penjaringan calon perangkat desa dengan Keputusan Kepala Desa.
(2) Susunan panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa terdiri dari seorang Ketua merangkap anggota, seorang sekretaris merangkap anggota dan seorang anggota.
(3) Unsur panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa terdiri dari : a. Unsur BPD sebagai ketua ;
b. Unsur perangkat desa sebagai Sekretaris ; dan
c. Tokoh/warga masyarakat yang memiliki kapasitas dan integritas sebagai anggota (4) Tugas panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa adalah :
a. Melaksanakan tahapan penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa;
b. Mengadministrasikan seluruh tahapan penyaringan dan penjaringan calon perangkat desa;dan
c. Melaporkan hasil penjaringan dan penjaringan calon perangkat desa kepada Kepala Desa untuk disampaikan kepada Camat.
BAB IV
PERSYARATAN CALON PERANGKAT DESA Pasal 4
(1) Calon perangkat desa yang akan mengikuti penjaringan dan penyaringan harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
(2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu) adalah sebagai berikut ; a. pendidikan paling rendah Sekolah Menengah Umum atau yang sederajat;
b. berusia 20 tahun (duapuluh tahun) sampai dengan 42 (empat puluh dua tahun);
c. memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi.
(5) Persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. mahir mengoprasikan computer ;
b. mahir mengerjakan pelaporan dan administrasi perkantoran;
c. menguasai penggunaan aplikasi dan website;
d. sanggup bekerja penuh waktu sebagai perangkat desa e. bukan pasangan Kepala Desa dan Perangkat Desa;
f. bukan kerabat dekat Kepala Desa dan Perangkat Desa;
g. cakap berbahasa daerah dan nasional;
h. tidak terlibat sebagai pengguna dan pengedar narkotika dan zat adiktif lainnya; dan i. tidak pernah dipidana berdasarkan proses hukum yang berkekuatan tetap.
(6) Kelengkapan persyaratan administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c adalah sebagai berikut :
a. foto copy kartu tanda penduduk elektronik yang dilegalisasi pejabat berwenang ;
b. surat pernyataan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dibuat oleh yang bersangkutan diatas kertas bermaterai cukup;
c. surat pernyataan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, mempertahankan dan memelihara
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, yang dibuat oleh yang bersangkutan diatas kertas bermaterai cukup;
d. ijazah pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan ijazah terakhir yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang atau surat pernyataan dari pejabat yang berwenang;
e. foto copy akte kelahiran atau surat yang dilegalisasi pejabat berwenang;
f. surat keterangan berbadan sehat dari puskesmas atau petugas kesehatan yang berwenang;
g. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kapolsek setempat;
h. Surat Keterangan Bebasa Narkotika dan Zat Adiktif lainnya dari BNN atau Rumah Sakit Pemerintah;
i. Surat pernyataan bukan keluarga Kepala Desa atau Perangkat Desa dibuat diatas materai cukup;
j. Daftar riwayat hidup;
k. Karya tulis berisi gagasan (visi) pelamar untuk meningkatkan kinerja pemerintahan Desa Cibiru Wetan minimal 2 halaman ; dan
l. surat permohonan menjadi perangkat Desa yang dibuat oleh yang bersangkutan diatas kertas bermaterai cukup.
BAB V
PENDAFTARAN CALON PERANGKAT DESA
Pasal 5
(1) Panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa mengumumkan rencana rekrutmen calon perangkat desa melalui pemberitahuan resmi dan pengumuman di tempat-tempat terbuka yang mudah akses warga masyarakat.
(2) Pengumuman dan/atau surat pemberitahuan minimal harus memuat informasi : a. Persyaratan umum dan persyaratan khusus calon perangkat desa;
b. Syarat kelengkapan administrasi;
c. Jangka waktu pendaftaran;
d. Tempat pendaftaran
e. Jumlah lowongan perngkat desa yang hendak diisi;
f. Nomor kontak Panitia; dan g. Waktu pelaksanaan seleksi
(3) Peserta penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa mendaftarkan sendiri keikutsertaannya melalui panitia pada waktu yang telah ditetapkan dengan membawa berkas administrasi yang dipersyaratkan secara lengkap.
(4) Apabila dalam proses pendaftaran masih ada berkas yang kurang/tidak lengkap peserta dapat melengkapinya hingga batas akhir waktu pendaftaran.
(5) Pada waktu yang telah ditentukan panitia memeriksa seluruh dokumen administrasi pendaftaran calon perangkat desa dan menetapkannya dengan Berita Acara pemeriksaan berkas calon perangkat desa.
(6) Berita acara pemeriksaan berkas pendaftaran calon perangkat desa memuat informasi jumlah pendaftar yang mengirimkan berkas administrasi dan jumlah pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti proses penyaringan.
(7) Berdasarkan Berita Acara pemeriksaan administrasi panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa mengumumkan keputusan panitia tentang calon perangkat desa yang memenuhi syarat untuk tahap seleksi di tempat terbuka dan website desa serta media informasi lainnya.
BAB VI
SELEKSI PENYARINGAN CALON PERANGKAT DESA
Pasal 6
(1) Berdasarkan keputusan panitia calon perangkat desa yang dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi diwajibkan mengikuti tahapan seleksi.
(2) Pelaksanaan seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. Seleksi tertulis;
b. Seleksi praktek; dan c. Wawancara
(3) Dalam hal diperlukan pelaksanaa seleksi melalui wawancara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c panitia dapat meminta bantuan tenaga yang berasal dari lembaga kemasyarakatan desa dengan memperhatikan aspek netralitasnya.
(4) Materi seleksi tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri dari : a. Pengetahuan umum;
b. Pengetahuan perundang-undangan tentang desa; dan c. Materi lain yang disajikan panitia.
(5) Materi seleksi praktek sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b terdiri dari : a. Praktek menggunakan Microsoft Office (World, Excel. Power Point);
b. Praktek membuka dan menulis pada website;
c. Praktek mengisi aplikasi simple desa; dan d. Praktek kecakapan lainnya
(6) Materi seleksi wawancara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c terdiri dari : a. Wawasan kebangsaan
b. Wawasan tentang desa di era UU Desa c. Study Kasus
d. Wawancara kepribadian
(7) Substansi dan Materi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan seleksi tertulis, praktek dan wawancara disipakan oleh panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa.
(8) Berdasarkan hasil seleksi tertulis, praktek dan wawancara Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Perangkat Desa menyusun rekapitulasi penilaian dan menyusun rangking nilai peserta didalam Berita Acara Hasil Seleksi Calon Perangkat Desa.
BAB VII
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
Pasa; 7
(1) Berdasarkan berita acara hasil seleksi tertulis, praktek dan wawancara panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa menetapkan 2 (dua) orang calon peserta dengan nilai terbaik keputusan panitiampenjaringan dan penyaringan calon kepala desa.
(2) Panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa mengumumkan hasil seleksi di tempat terbuka dan
(3) Panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa menyampaikan laporan hasil seleksi kepada Kepala Desa untuk disampaikan kepada Camat.
BAB VIII
PENGANGKATAN PERANGKAT DESA
Pasal 8
(1) Berdasarkan laporan panitian penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa Kepala Desa mengkonsultasikan 2 (dua) orang calon perangkat desa dengan nilai terbaik kepada Camat ;
(2) Camat memberikan rekomendasi tertulis terhadap calon Perangkat Desa selambat- lambatnya 7 (tujuh) hari kerja;
(3) Rekomendasi yang diberikan Camat berupa persetujuan atau penolakan berdasarkan persyaratan yang ditentukan;
(4) Dalam hal Camat memberikan persetujuan, Kepala Desa menerbitkan Keputusan Kepala Desa tentang Pengangkatan Perangkat Desa; dan
(5) Dalam hal rekomendasi Camat berisi penolakan, Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan kembali calon Perangkat Desa
BAB IX
PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA
Bagian Kesatu
Pemberhentian
PASAL 10
(1) Kepala Desa memberhentikan perangkat desa setelah berkonsultasi dengan Camat (2) Perangkat Desa diberhentikan karena :
a. Meninggal dunia;
b. Permintaan sendiri; atau c. Diberhentikan
(3) Perangkat Desa diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c karena : a. Usia telah genap 60 (enam puluh) tahun;
b. Dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
c. Berhalangan tetap;
d. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai perangkat desa; dan e. Melanggar larangan sebagai perangkat desa.
(4) Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, danhuruf b, ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa dan disampaikan kepada Camatatau sebutan lainpaling lambat 14 (empat belas) hari setelah ditetapkan.
(5) Pemberhentian perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dikonsultasikan terlebih dahulu kepada camat atau sebutan lain.
(6) Rekomendasi tertulis camat atau sebutan lain sebagaimana dimaksud ayat (5) didasarkan pada persyaratan pemberhentian perangkat Desa.
Bagian kedua
Pemberhentian Sementara
Pasal 11
(1) Perangkat desa diberhentikan sementara oleh Kepala Desa setelah berkonsultasi dengan Camat;
(2) Pemberhentian sementara perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) karena:
a. ditetapkan sebagai tersangka dalam tindakpidana korupsi, terorisme, makar, dan atau tindak pidana terhadap keamanan negara;
b. dinyatakan sebagai terdakwa yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun berdasarkanregister perkara di pengadilan;
c. tertangkap tangan dan ditahan; dan
d. melanggar larangan sebagai perangkat Desa yang diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Perangkat Desa yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf c, diputus bebas atau tidak terbukti bersalah berdasarkan keputusan
pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dikembalikan kepada jabatan semula.
BAB X
KEKOSONGAN JABATAN PERANGKAT DESA
Pasal 12
(1) Dalam hal terjadi kekosongan jabatan Perangkat Desa maka tugas Perangkat Desa yang kosong dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas yang memiliki posisi jabatan dari unsur yang sama.
(2) Pelaksana Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala Desa dengan Surat Perintah Tugas yang tembusannya disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Camat paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal surat penugasan.
(3) Pengisian jabatan Perangkat Desa yang kosong selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sejak Perangkat Desa yang bersangkutan berhenti.
(4) Pengisian jabatan perangkat Desa sebagaimanadimaksudpada ayat (3) dapat dilakukan dengan cara:
a. mutasi jabatan antar perangkat Desa dilingkunganpemerintah Desa;dan b. penjaringan dan penyaringan calon perangkat Desa.
(5) Pengisian perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikonsultasikan dengan camat.
BAB XI
UNSUR STAF PERANGKAT DESA
Pasal 13
(1) Kepala desa dapat mengangkat unsur staf perangkat desa
(2) Unsur staf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk membantu Kepala Urusan, Kepala Seksi, dan Kepala Kewilayahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan desa.
(3) Mekanisme pengangkatan unsur staf perangkat desa dilaksanakan melalui mekanisme penjaringan dan penyaringan sebagaimana pada pengangkatan perangkat desa.
(4) Mekanisme pemberhentian dan pemberhentian sementara unsur staf perangkat desa sebagaimana pemberhentian dan pemberhentian sementara perangkat desa.
BAB XII
PENGANGKATAN TENAGA HONORER
Pasal 14
(1) Dalam hal beban pekerjaan di Desa semakin meningkat dan komposisi perangkat dan staf yang ada tidak mampu lagi memenuhi pelayanan maksimal Kepala Desa dapat mengangkat tenaga honorer desa dengan mekanisme kontrak kerja;
(2) Mekanisme pengangkatan tenaga honorer desa diumumkan secara terbuka oleh Kepala Desa.
(3) Mekanisme syarat dan ketentuan serta mekanisme penjaringan dan penyaringan staf honorer desa mengacu pada mekanisme pengangkatan staf/perangkat desa
(4) Pengangkatan tenaga honorer desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang ;
(5) Perpanjangan Keputusan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada kebutuhan dan evaluasi kinerja tenaga honorer desa;
(6) Tenaga honorer desa berhak menerima honor atas pekerjaannya setiap bulan sesuai nilai yang dituangkan dalam kontrak kerja tahunan dengan mengacu pada kemampuan keuangan desa.
(7) Honor sebagaimana dimaksud ayat (6) dibebankan kepada APBDesa yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa.
Pasal 15
(1) Tenaga honorer dapat diangkat menjadi staf perangkat/perangkat desa apabila memnuhi persyaratan sebagai berikut :
a. telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun secara tidak terputus-putus;
b. memnuhi persyaratan sebagaiu calon staf/perangkat desa;
c. terdapat formasi lowongan staf/perangkat desa; dan d. mengajukan lamaran sesuai lowongan yang tersedia.
(2) Pengangkatan tenaga Honorer Desa menjadi Staf Desa sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada usia yang paling tinggi dan masa kerja yang paling lama.
(3) Tenaga Honorer Desa yang akan diangkat menjadi Staf/perangkat Desa dan telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
BAB XIII
PAKAIAN DINAS DAN ATRIBUT PERANGKAT DESA
Pasal 16
(1) Pakaian dinas dan atribut perangkat desa ditetapkan dengan Peraturan Bupati/Walikota yang berpedoman dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Kepala Desa dapat menetapkan jenis pakaian dinas selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk digunakan pada hari tertentu secara rutin maupun insidentil dengan Peraturan Kepala Desa.
(3) Pakaian Dinas dan Atribut lain diluar ketentuan peraturan perundangan ditentukan sesuai kewenangan desa berdasarkan hak asal usul dan kewenangan local berskala desa.
BAB XIV
KESEJAHTERAAN PERANGKAT DESA
PASAL 17
(1) Selain penghasilan tetap staf dan perangkat Desa menerima jaminan kesehatan dan dapat menerima tunjangan tambahan penghasilan dan penerimaan lainnya yang sah dengan memperhatikan masa kerja dan jabatan perangkat Desa.
(2) jaminan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Pegawai Negeri Sipil yang terpilih dan diangkat menjadi perangkat Desa, yang bersangkutan dibebaskan sementara dari jabatannya selama menjadi Perangkat Desa tanpa kehilangan haknya sebagai pegawai negeri sipil.
(4) Pegawai Negeri Sipilyang terpilih dan diangkatmenjadi perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berhak menerima haknya sebagai pegawai negeri sipil,mendapatkan tunjangan perangkat Desa dan pendapatan lainnya yang sah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
BAB XV
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA
Pasal 18
(1) Perangkat Desa dan staf Perangkat Desa yang telah diangkat dengan Keputusan Kepala Desa wajib mengikuti pelatihan awal masa tugas danprogram-program pelatihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa.
(2) Biaya pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dibebankan pada APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, danAPBDesa, dan sumber lain yang sah.
BAB XVI
KETENTUAN PERALIHAN
PASAL 19
(1) Perangkat Desa yang diangkat sebelum ditetapkannya Peraturan Desa ini tetap melaksanakan tugas sampai habis masa tugasnya berdasarkan surat keputusanpengangkatannya.
(2) Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diangkat secara periodisasi yang telah habis masa tugasnya dan berusia kurang dari 60 (enam puluh) tahun diangkat sampai dengan usia 60 (enam puluh) tahun.
BAB XVII
KETENTUAN TAMBAHAN
Pasal 20
Hal-hal yang belum secara terperinci diatur dalam Peraturan Desa ini dapat diatur dengan Peraturan Tata Tertib Penjaringan dan Penyaringan Calon Staf/Perangkat Desa yang ditetapkan oleh Panitia setelah berkonsultasi dengan Kepala Desa dan BPD.
BAB XVIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 21
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Des aini dengan penempatannya dalam Berita Desa Cibiru Wetan.
Ditetapkan di Cibiru Wetan Pada Tanggal :
KEPALA DESA CIBIRU WETAN
HADIAN SUPRIATNA
Diundangkan di Cibiru Wetan Pada Tanggal :
Sekretarus Desa
ADE MAHMUDIN
LEMBARAN DESA CIBIRUWETAN TAHUN 2021 NOMOR :