Nama : Valik Alvaerona NPM : A 212 013
TUGAS MANDIRI FARMASI KLINIK Studi Kasus Pemberian Obat Pada Gangguan Hati 1. Berikut merupakan kasus yang terjadi, buatlah rangkuman kondisi pasien:
• Identitas Pasien (jenis kelamin, usia, ras):
Laki-laki usia 45 tahun, ras Afrika-Amerika
• Alasan Masuk RS/Keluhan Utama:
Demam dan ruam inguinalis berwarna merah kecoklatan selama 4 hari yang gatal dan berbau.
• Riwayat Penyakit Terdahulu:
Hipertensi, DM, dyslipidemia, ulkus decubitus gluteal tahap 3, dan paraplegia, peningkatan asimtomatik ringan dari fungsi hati selama 1 minggu pemakaian flukonazol untuk candiduria (kemudian diskontinu tanpa keluhan lebih jauh).
• Riwayat Sosial/Gaya Hidup:
Merokok, dan penyalahgunaan alkohol
• Pemeriksaan Laboratorium Awal:
Demam suhu 102.4 F, detak jantung 117/menit, BP 170/106 mmHg. Adanya ruam yang meningkat kondisinya pada daerah inguinal. Nilai Leukosit sebesar 21000 WBC/uL (ref 4500-11000) dengan normokromik, normositik anemia.
• Diagnosis: Sepsis karena kandidiasis inguinal dengan bacterial selulitis superimposed. Terapi yang Diberikan:
I.V. normal saline, I.V. fluconazole 200 mg/hari, I.V. klindamycin
• Pemeriksaan Laboratorium Lanjutan:
AST 25000 IU/L (ref 8-46 IU/L), ALT 6500 IU/L (ref 7-55 IU/L), gamma-glutamyl transferase 210 IU/L (ref 0-65 IU/L) ALP 130 IU/L (45-115 IU/L) dan total bilirubin 2.3 mg/dL (ref 0.1-1.2 mg/dL) dan direct bilirubin 0.4 mg/dL (ref <0.3 mg/dL). INR 3.2 (ref 0.8-1.1), waktu prothrombin 25 detik (ref 11-14 detik), partial waktu thromboplastin 28 detik (ref 25-35 detik). Mild hepatomegaly.
• Masalah yang Timbul:
Obat penginduksi hepatotoksik oleh flukonazol
• Tindakan Terkait Masalah dan Respon Terkait Tindakan:
Flukonazol di stop, dan seealah 3 hari stop flukonazol, LFT dan studi koagulasi meningkat.
2. Buktikan bahwa flukonzol adalah obat yang dicurigai sebagai penyebab gangguan fungsi hati pasien menggunakan metode RUCAM (Form dibuat menjadi Bahasa Indonesia)
Penentuan tipe gangguan fungsi hati:
R = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝐿𝑇 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒� :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝐿𝑃 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒�
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝐿𝑇 �𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 (𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑎𝑡𝑎𝑠) 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝐿𝑃 �𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 (𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑎𝑡𝑎𝑠)
R= 6500 : 130 55 115
R=104.54
Karena nilainya R>5, maka termasuk ke dalam tipa gangguan hepatocellular
Interpretasi hasil: nilai 8
Obat sangat mungkin (probable) menjadi penyebab DILI (drug induced liver injury)
Studi Kasus Pemberian Obat Pada Kehamilan
Nn. Tapasya, asal India berusia 24 tahun baru sebulan ini bekerja di kedutaan India untuk Indonesia, datang ke apotek Anda dengan keluhan bersin-bersin, hidung mampet dan berlendir, serta gatal di hidung. la mengaku gejala yang mirip flu ini sangat mengganggu liburannya. Nn.
Tapasya saat ini sedang hamil dengan usia kandungan 5 bulan dan memiliki glaukoma. la berniat membeli Decolgen di apotek Anda atas saran teman kantornya.
1. Informasi apa yang perlu dikumpulkan dari pasien agar farmasis dapat memberikan saran yang tepat terkait keluhan tersebut?
a) Riwayat kesehatan termasuk kondisi medis yang dialami, seperti glaukoma dan kehamilan.
b) Durasi gejala bersin, hidung tersumbat, dan berlendir.
c) Riwayat penggunaan obat lain, baik yang diresepkan maupun tidak.
d) Lamanya pasien mengalami keluhan tersebut.
2. Sebagai seorang farmasis, tindakan apa yang akan Anda ambil? Obat apa yang akan Anda sarankan untuk pasien ini?
a) Mengarahkan Nn. Tapasya untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan demi mendapatkan saran yang cocok dengan kondisi kehamilannya.
b) Memberi saran bahwa Parasetamol biasanya dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan dengan dosis yang direkomendasikan, tetapi tetap perlu konsultasi dengan dokter.
c) Menyarankan untuk istirahat yang cukup.
d) Menganjurkan untuk minum banyak cairan.
e) Tidak merekomendasikan penggunaan Decolgen karena termasuk obat yang berisiko bagi ibu hamil, karena mengandung pseudoefedrin yang dapat berdampak buruk pada janin.
3. Apa saja informasi terkait obat yang perlu disampaikan kepada pasien?
a) Petunjuk penggunaan yang benar.
b) Pentingnya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Decolgen selama kehamilan karena pertimbangan risiko dan manfaat yang teliti.
c) Risiko penggunaan pseudoefedrin selama kehamilan termasuk peningkatan risiko kelainan jantung pada janin dan efek samping lainnya seperti gangguan tidur dan peningkatan tekanan darah.
d) Saran untuk menggunakan Saline Nasal Spray untuk mengatasi hidung tersumbat dan berlendir, karena tidak memiliki efek samping yang signifikan.
Sumber:
Baroroh,Hanif Nasiatul; Esti Dyah Utami, Laksmi Maharani, I.M. 2018, ‘Pengaruh Edukasi Penggunaan Obat pada Ibu Hamil dan Menyusui Terhadap Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu di Desa Cendana, Kutasari, Purbalingga’, Acta Pharmaciae Indonesia, vol. 6, no. 1
Halimah Syadiana., E.S. 2019, Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Keamanan Penggunaan Obat Pada Masa Kehamilan Di Apotek Metro Husada Malang, pp.
1–8.
Masliana, L., Hafiz, I. & Ginting, I. 2019, ‘Gambaran Penggunaan Obat Pada Pasien Ibu Hamil di Poliklinik Obstetri Dan Ginekologi di RSUD
Kotapinang 45 Kabupaten Labuhanbatu Selatan’, Jurnal Dunia Farmasi