• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Keputusan dalam Organisasi - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pembuatan Keputusan dalam Organisasi - Spada UNS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pembuatan Keputusan dalam Organisasi

Drs. SUDARMO, MA., Ph.D

(2)

Pembuatan keputusan Organisasi

Pembuata keputusan merupakan proses merespon masalah dengan cara mencari/meneliti dan menyeleksi sebuah

pemecahan masalah atau serangkain tindakan yang akan menciptakan nilai bagi stakeholder organisasi

Ada dua macam pembuatan keputusan:

1. Keputusan terprogram (programmed decision): keputusan- keputusan yang sifatnya terjadi berulang-lang dan rutin.

Aturan, rutinitas, dan standard operating procedure (SOP) bisa dikembangkan sebelumnya untuk menangaini

keputusan-keputusan terprogram.

2. Keputusan tak terprogram (Nonprogrammed decision):

keputusan-keputusan yang sifatnya innovatif, belum atau

tidak pernah terjadi sebelumnya secara terpola atau ajeg dan tidak terstruktur. Tidak ada aturan, rutinitas atau SOP yang bisa dikembanhgkan untuk menanganinya.

(3)

Implikasi dari pembuatan keputusan terprogram dan tak terprogram

Nonporgrammed Decision:

1. Memaksa para pimpinan untuk mendasarkan pada judgment (keyakinan/opini), intuisi, dan kreatifitas untuk memecahkan masalah-masalah organisasi;

2. Tidak bisa mendasarkan pada aturan dan SOP untuk menyediakan solusi noprogramed,

3. Membawa pada diciptakannya serangkaian aturan dan

prosedur baru yang membolehkan para anggota organisasi untuk membuat keputusan-keputusan terprogram yang tepat.

4. Menjadikan organisasi bisa berubah dan menyesuaikan

dengan lingkungannya dan menciptakan cara-cara baru untuk bertindak/berperilaku sehingga bisa secara efektif mengambil keuntungan /kemanfaatan dari lingkungan tersebut.

Programmed Decision: menjadikan organisasi bisa meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya dalam menyediakan barang dan pelayanan

(4)

Model Pembuatan keputusan

Ada beberapa model dalam pembuata keputusan dalam organisasi:

1.

Rational Model

2.

Carnegie Model

3.

Incrementalist Model

4.

Unstructured Model

5.

Garbage Can Model

(5)

Rational Model (RM)

Mencakup tiga fase utama: (1) mengidentifikasikan dan mendefinisikan masalah, (2) mengembangkan

alternatif pemecahan masalah, dan (3) memilih solusi dan mengimplementasikan solusi tersebut

Asumsi yang digunakan: (1) decision makers memiliki semua infomasi yang mereka butuhkan (2) decision makers adalah orang yang cerdas/banyak akal, (3) decision makers setuju dengan apa yang perlu

dilakukan

Kirtik terhadap model rasional: asumsi yang

digunakan model ini dipandang tidak realistik—(a)

information & uncertainty, (b) managerial abilities, (c ) preferences & values.

(6)

Carnegie Model (CM)

Karakteristik model caregie adalah

1. Satisficing: Decision makers cukup dengan

informasi terbatas untuk mengidentifikasi masalah dan alternatif-alernatif pemecahan masalah.

2. Bounded rationality: kemampuan yang terbatas untuk memproses informasi

3. Organization coalition: mengakui bahwa para

decision makers memiliki preferences & values yang berbeda, sehingga konflik dimungkinan tetap ada

tetapi tidak berarti para pimpinan dipaksa untuk menyetujui kriteria yang sama untuk menentukan keputusan.

4. CM mengakui bahwa decision making terjadi pada lingkungan yang uncertain dimana informasi tidak lengkap dan ambiguous.

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan alternatif berdasarkan data dan informasi yang dihadapi, (5) perencanaan tindakan pemecahan masalah, menentukan solusi yang terbaik kemudian melaksanakan

Menurut Sondang P Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari

Pengambilan keputusan ini berkaitan dengan alternatif yang dihadapi individu (terutama pemecahan masalah) dan pilihan yang diambil individu terhadap alternatif yang ada.

Pengambilan keputusan ini berkaitan dengan alternatif yang dihadapi individu (terutama pemecahan masalah) dan pilihan yang diambil individu terhadap alternatif yang ada.Setiap

Skor 1 apabila tidak mampu menuliskan dua atau lebih alternatif solusi atau cara pemecahan masalah yang kesemua relevan dengan tiap masalah yang akan dipecahkan.. Memilih

Dalam makalah ini, penulis akan membahas strategi pemecahan masalah transportasi tersebut dengan menggunakan solusi fisibel basis awal yang mencakup tiga metode yaitu :

Keterampilan Khusus KK3 : Mampu Menunjukkan penguasaan kompetensi sumberdaya lingkungan secara efektif dan efisien untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta mencari solusi masalah

Mampu menyajikan beberapa pilihan pemecahan masalah di bidang belajar dan pembelajaran olahraga sebagai kompetensi berdasarkan identifikasi dan analisis sederhana; Mampu merencanakan,