• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Pakan Ikan Nila (Pelet)

N/A
N/A
Daffa Ilham

Academic year: 2025

Membagikan "Pembuatan Pakan Ikan Nila (Pelet)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PEMBUATAN PAKAN IKAN NILA (PELET)

Disusun Oleh Kelompok 14 PROMKES : (Terlampir)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

TAHUN 2024/2025

(2)

Nama Kelompok

1. Daffa Ilham Hidayat [NATURALEADER]

2. Keisav Nafisaka Hayan[STBM]

3. Riyo panggayu Dirgantara Abdi [PHBS]

4. Amirul Mukminin[TRASECT Walk]

5. Dinda Artika [FGD]

6. Alfida Mara’atus Azizah [BABS]

7. Chindaneilla Safira R [ORALFECAL]

8. Elvira Cahyani Putri Wirawan [CTPS]

9. Bachtiara Irnadianis Habibi [ADVOKASI]

10. Yasinta [FASILITATOR]

11. Anna Fadillah H [CLTS]

12. Nafisa Hafizh Maulidya [STAKEHOLDER]

13. Zalfa Nafilah Salsabila [ODF]

14. Luthfiatul Muwahidah [TRIGGER]

15. Rahma Ayu Naziha [KONSELING])

(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pembuatan Pakan Pelet untuk Ikan Nila”

ini dengan baik dan tepat waktu.Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas diPKKMB.

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang teknik pembuatan pakan pelet untuk ikan nila, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembudidaya ikan nila dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil budidaya.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari semua pihak guna perbaikan di masa mendatang.Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Surabaya,13 Agustus 2024

Penulis

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………... i

DAFTAR ISI...………...ii

BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah………...1

Rumusan Masalah...………..1

Tujuan...………...2

BAB II : PEMBAHASAN METODOLOGI PELAKSANAAN Metode pelaksanaan...………...3

Alat dan bahan pembuatan pelet...………....3

Tata cara pelaksanaan...………....3

Evaluasi bahan pelet ikan nila...………....3

BAB III : PENUTUP Kesimpulan...………....7

Saran...………...7

DAFTAR PUSTAKA...……….iii

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu usaha perikanan yang memiliki potensi ekonomi tinggi di Indonesia. Ikan nila dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, dan memiliki nilai gizi yang baik, sehingga menjadi komoditas unggulan dalam sektor perikanan. Namun, salah satu tantangan utama dalam budidaya ikan nila adalah ketersediaan dan kualitas pakan yang digunakan.

Pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi budidaya ikan, mencapai sekitar 60-70% dari total biaya. Oleh karena itu, penggunaan pakan yang efisien dan berkualitas sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi.

Pakan pelet, yang terbuat dari berbagai bahan baku dengan komposisi nutrisi yang seimbang, merupakan salah satu solusi yang banyak digunakan dalam budidaya ikan nila. Namun, pakan pelet yang berkualitas baik seringkali masih bergantung pada produk komersial yang harganya relatif mahal.

Melihat tantangan tersebut, pembuatan pakan pelet secara mandiri oleh pembudidaya ikan menjadi alternatif yang menjanjikan. Dengan meracik sendiri pakan pelet, para pembudidaya dapat menyesuaikan komposisi pakan sesuai dengan kebutuhan ikan nila serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal yang lebih terjangkau. Selain itu, pembuatan pakan pelet secara mandiri juga dapat meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan usaha budidaya. Oleh karena itu, makalah ini disusun untuk membahas proses pembuatan pakan pelet ikan nila, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga evaluasi kualitas pakan yang dihasilkan. Diharapkan, makalah ini dapat memberikan panduan dan wawasan

(7)

bagi para pembudidaya ikan nila dalam mengembangkan usaha mereka secara lebih efisien dan berkelanjutan.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara memilih bahan baku yang tepat untuk pembuatan pakan pelet ikan nila?

2. Bagaimana proses pembuatan pakan pelet ikan nila yang efektif dan efisien?

3. Bagaimana cara mengevaluasi kualitas pakan pelet yang dihasilkan?

C. Tujuan

1. Mengidentifikasi bahan baku yang tepat untuk pembuatan pakan pelet ikan nila.

2. Mendeskripsikan proses pembuatan pakan pelet ikan nila yang efektif dan efisien.

3. Mengevaluasi kualitas pakan pelet yang dihasilkan.

(8)

BAB II

METODELOGI PELAKSANAAN

A. METODE PELAKSANAAN

B. ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN PELET Tabel 1. Peralatan

NO KETERANGAN JUMLAH KEGUNAAN

1 Blender 1 Untuk menghancurkan jeroan

ikan

2 Baskom 3 Untuk mencampur jeroan

dengan bahan tambahan lain

3 Mesin Penggiling 1 Untuk menggiling adonan

setengah jadi

Tabel 2. Bahan Habis Pakai

NO KETERANGAN JUMLAH KEGUNAAN

1 Jeroan ikan (limbah) 2,5 kg Bahan utama pelet

ikan

2 Tepung jagung 0,5 kg Bahan tambahan

3 Tepung kanji 250 gr Bahan tambahan

4 Air Secukupnya Bahan tambahan

5 Dedak Halus 1 kg Bahan tambahan

C. TATA CARA PELAKSANAAN

Tahapan yang dilaksanakan adalah rangkaian tahapan yang disusun secara sistematis, berikut adalah tata cara pelaksanaan yang akan dilakukan:

(9)

a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksaan pembuatan pelet sederhana.

b. Cuci limbah jeroan ikan dan memisahkan kotoran dari jeroan ikan.

c. Memasukan jeroan ikan kedalam blender

d. Mencampur bahan-bahan tambahan kedalam baskom e. Memasukan jeroan ikan yang sudah halus kedalam baskom,

f. Tambahkan air secukupnya kedalam baskom yang berisi jeroan dan bahan tambahan lain, tambahkan dedak halus bila adonan terasa encer

g. Setelah adonan pelet selesai dicetak, kemudian siapkanalas untuk mengeringkan pelet di bawah sinar matahari selama 3-5 hari tergantung cuaca.

D. EVALUASI BAHAN PELET IKAN NILA

Bahan pelet ikan nila melibatkan beberapa aspek penting, untuk memastikan bahwa pakan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ikan secara optimal dan mendukung pertumbuhan yang baik. Berikut adalah beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam bahan pakan pelet ikan nila:

1. Kandungan Nutrisi

a. Protein: Ikan nila membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup tinggi untuk pertumbuhan. Idealnya, kandungan protein dalam pakan pelet harus antara 25-35%.

Sumber protein bisa berasal dari tepung ikan, kedelai, atau sumber protein nabati lainnya.

b. Lemak: Lemak juga penting untuk energi dan kesehatan ikan. Kandungan lemak biasanya berkisar antara 5-10%.

c. Karbohidrat: Karbohidrat menyediakan energi tambahan. Bahan pakan seperti jagung atau gandum sering digunakan sebagai sumber karbohidrat.

d. Vitamin dan Mineral: Vitamin dan mineral esensial seperti vitamin C, D, dan E, serta mineral seperti kalsium dan fosfor, sangat penting untuk kesehatan tulang dan fungsi tubuh lainnya.

2. Kecernaan Pakan

Kecernaan pakan (bagian makanan yang diolah dan tidak diubah menjadi feses) penting

(10)

untuk memastikan bahwa ikan dapat memanfaatkan nutrisi dari pakan secara efektif.

Bahan yang mudah dicerna akan lebih baik diserap oleh tubuh ikan, mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi pakan.

3. Palatabilitas

Palatabilitas merupakan penerimaan makanan konsumsi oleh ikan, seberapa minat ikan pada pakan yang diberikan. Pelet yang tidak disukai oleh ikan akan menyebabkan penurunan konsumsi pakan dan akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ikan.

4. Keamanan Bahan Pakan

Evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminan atau zat beracun dalam bahan pakan perlu dilakukan. Bahan pakan harus bebas dari aflatoksin, logam berat, dan zat berbahaya lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan ikan.

5. Stabilitas Pakan di Air

Pelet harus memiliki stabilitas atau keseimbangan yang baik di dalam air sehingga tidak mudah hancur sebelum dimakan oleh ikan. Pelet yang cepat hancur akan menyebabkan pencemaran air dan mengurangi efisiensi pakan.

6. Efisiensi Pakan (FCR - Feed Conversion Ratio)

FCR adalah rasio antara jumlah pakan yang diberikan dengan berat ikan yang dihasilkan. FCR yang rendah menandakan efisiensi pakan yang baik, di mana lebih banyak ikan dapat tumbuh dengan jumlah pakan yang lebih sedikit.

7. Harga Bahan Pakan

Efisiensi ekonomi dalam produksi pakan juga menjadi pertimbangan penting.

Penggunaan bahan pakan yang terjangkau namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi sangat diutamakan.

8. Pengaruh Terhadap Kualitas Daging Ikan

Evaluasi juga mencakup dampak pakan terhadap kualitas daging ikan, seperti tekstur, warna, dan rasa. Pakan yang baik tidak hanya mendukung pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan.

(11)

Untuk memastikan hal-hal tersebut diatas, kami mengidentifikasi bahan-bahan yang kami gunakan untuk membuat pelet ikan nila yang baik.

1. Limbah Jeroan Ikan

a. Kandungan Nutrisi: Limbah jeroan ikan kaya akan protein hewani, asam lemak, dan beberapa mineral penting. Protein yang berasal dari jeroan ikan biasanya berkualitas tinggi dan dapat membantu mendukung pertumbuhan ikan nila.

b. Kecernaan: Limbah jeroan ikan umumnya memiliki kecernaan yang baik, namun perlu diproses dengan baik untuk menghindari risiko kontaminasi dan pembusukan.

c. Palatabilitas: Ikan nila cenderung menyukai pakan yang berasal dari sumber hewani seperti jeroan ikan, sehingga palatabilitasnya cukup baik.

d. Keamanan: Limbah jeroan ikan harus diproses dengan benar untuk menghindari kontaminasi mikroba atau zat berbahaya. Pengeringan atau pengolahan menjadi tepung ikan adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas dan keamanan.

e. Stabilitas: Pelet yang menggunakan jeroan ikan sebagai bahan dasar biasanya memiliki stabilitas yang baik di air, asalkan diolah dengan cara yang tepat.

2. Tepung Jagung

a.Kandungan Nutrisi: Tepung jagung merupakan sumber karbohidrat yang baik, memberikan energi yang dibutuhkan oleh ikan. Namun, kandungan protein dan lemaknya rendah, sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan lain yang kaya protein.

b.Kecernaan: Karbohidrat dari tepung jagung umumnya mudah dicerna oleh ikan nila, sehingga menjadi bahan pakan yang efisien.

c.Palatabilitas: Ikan nila dapat menerima tepung jagung dalam pakan, namun bahan ini tidak terlalu menarik dibandingkan dengan bahan yang memiliki kandungan protein lebih tinggi.

d.Keamanan: Tepung jagung aman digunakan dalam pakan ikan, namun perlu disimpan dengan baik untuk menghindari kontaminasi aflatoksin.

(12)

e. Stabilitas: Tepung jagung membantu dalam pembentukan pelet yang stabil di air, karena dapat meningkatkan kekerasan pelet.

3. Tepung Kanji (Tepung Tapioka)

a. Kandungan Nutrisi: Tepung kanji mengandung karbohidrat yang tinggi dan sedikit protein. Fungsi utamanya dalam pakan adalah sebagai pengikat pelet untuk menjaga bentuknya tetap solid di air.

b. Kecernaan: Tepung kanji umumnya mudah dicerna oleh ikan, namun tidak menyediakan nutrisi utama yang diperlukan oleh ikan nila.

c. Palatabilitas: Karena tepung kanji tidak memberikan rasa yang kuat atau menarik, biasanya diperlukan bahan tambahan lain agar pakan lebih disukai ikan.

d. Keamanan: Tepung kanji aman digunakan sebagai pengikat dalam pakan ikan.

e. Stabilitas: Salah satu keunggulan tepung kanji adalah kemampuannya untuk meningkatkan stabilitas pelet di dalam air, sehingga pelet tidak mudah hancur sebelum dimakan oleh ikan.

4. Dedak Halus

a. Kandungan Nutrisi: Dedak halus mengandung serat, vitamin B, serta sedikit protein dan lemak. Ini adalah bahan yang ekonomis dan sering digunakan dalam pakan ikan sebagai sumber serat dan energi.

b. Kecernaan: Serat dalam dedak halus mungkin tidak sepenuhnya dicerna oleh ikan nila, terutama jika jumlahnya terlalu tinggi. Namun, ini dapat membantu dalam pencernaan.

c. Palatabilitas: Dedak halus memiliki palatabilitas yang moderat untuk ikan nila. Meskipun bukan bahan yang sangat disukai, dedak halus dapat diterima sebagai bagian dari campuran pakan.

d. Keamanan: Dedak halus harus disimpan dengan baik untuk menghindari jamur dan kontaminasi. Penggunaan dedak yang terkontaminasi dapat berdampak buruk pada kesehatan ikan.

(13)

e. Stabilitas: Dedak halus tidak memiliki sifat pengikat yang kuat, sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan seperti tepung kanji untuk menjaga stabilitas pelet.

Kombinasi bahan-bahan ini dengan perbandingan yang tepat bisa menghasilkan pakan pelet yang seimbang dan efektif untuk pertumbuhan ikan nila.

BAB 3 PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dari pembuatan pakan pelet ikan nila, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Pemilihan Bahan Baku

Dengan memilih bahan baku yang tepat dapat menghasilkan pelet yang berkualitas. Bahan utama pelet ikan adalah jeroan ikan yang bisa didapatkan dari hasil limbah pengolahan ikan. Tepung jagung, tepung kanji, air dan dedak halus juga digunakan untuk bahan tambahan pembuatan pelet pakan ikan nila. Pemilihan bahan baku yang berkualitas menghasilkan pakan yang berkualitas yang bisa mendukung pertumbuhan ikan.

2. Proses Pembuatan Pelet

Proses pembuatan pelet pakan ikan nila menyajikan langkah-langkah yang terstruktur, dimulai dari menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, mencuci jeroan, pencampuran bahan, pencetakan adonan pelet dan yang terakhir mengeringkan dibawah sinar matahari. Pengeringan nya dilakukan 3-5 hari sesuai cuaca saat itu dan dapat

(14)

dipastikan pelet benar-benar kering agar tidak mudah busuk dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

3. Evaluasi Kualitas Pakan

Pelet yang diproduksi dengan bahan baku yang tepat dan melalui proses yang benar akan menghasilkan pakan yang berkualitas tinggi, yang mampu mendukung pertumbuhan optimal ikan nila, stabil dalam penyimpanan, dan diterima dengan baik oleh ikan.

B. SARAN

Pembuatan pelet ikan nila sederhana ini mencakup berbagai aspek seperti aspek ekonomis dan keefektifan produk pelet. Dari segi keekonomisan, penggunaan pelet sederhana ini menunjang kebutuhan pakan serta biaya yang diperlukan untuk digunakan berkelanjutan pada pembudidayaan ikan nila. Jadi, produk pelet ikan nila sederhana ini cukup ekonomis untuk digunakan berkelanjutan.

Sedangkan, ditunjang dari segi keefektifan produk, pelet ikan nila sederhana cukup efektif untuk diberikan sebagai pakan kepada objek karena meninjau dari segi manfaat dan sumber daya bahan pembuatan yang didapatkan. Seluruhnya dapat menunjang pemenuhan nutrisi yang diperlukan ikan nila.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Iswandiary, M. B. P., Khikmiyah, F., Rahim, A. R., Fauziyah, N., & Sukaris, S. (2021).

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Usus Ikan) Dikelurahan Lumpur Sebagai Pakan Ikan (Pelet Ikan). DedikasiMU: Journal of Community Service, 3(2), 869-876.

Cara membuat pakan ikan mudah dan lebih murah. 2020.

https://efishery.com/id/resources/cara-membuat-pakan-ikan/. 14 Agustus 2024.

(16)
(17)

Referensi

Dokumen terkait

membuat mixer bahan pelet pada mesin pembuat pakan ikan, supaya dapat. mempermudah dalam proses pembuatan

pendekatan yang dapat ditempuh dalam upaya menekan biaya pakan antara lain dengan menelaah kebutuhan nutrisi ikan Nila dan mengevaluasi berbagai pakan yang cocok

Tingkat kesegaran bahan ikan asin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan untuk ikan nila, tetapi tidak untuk kelangsungan hidup ikan nila

Pakan ikan atau pelet ikan merupakan sejenis makanan untuk hewan atau tepatnya untuk hewan ternak pelet apung yang berkualitas adalah salah satu faktor utama untuk

Pakan ikan buatan atau biasa disebut dengan pelet ikan merupakan bagian terpenting dalam budidaya ikan dimana pelet ikan tersebut menjadi permasalahan utama dalam budidaya

Tingkat kesegaran bahan ikan asin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan untuk ikan nila, tetapi tidak untuk kelangsungan hidup ikan nila

Hasil kegiatan yang telah dicapai adalah pembuatan peralatan produksi pelet pakan ikan di bengkel produksi mesin, survei lokasi dan koordinasi kegiatan dengan mitra,

Hasil kegiatan yang telah dicapai adalah pembuatan peralatan produksi pelet pakan ikan di bengkel produksi mesin, survei lokasi dan koordinasi kegiatan dengan mitra,