• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemecahan masalah menggunakan metode PDCA (Plan – Do – Check – Action)

N/A
N/A
Millatul Karimah

Academic year: 2023

Membagikan "Pemecahan masalah menggunakan metode PDCA (Plan – Do – Check – Action)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

 Pemecahan masalah menggunakan metode PDCA (Plan – Do – Check – Action)

PLAN

1. Merencanakan Perubahan

Tahap awal untuk mengatasi permasalahan berupa rusaknya boiler adalah membentuk kelompok kerja untuk melakukan problem solving terhadap masalah tersebut. Kelompok kerja tersebut harus berisikan orang-orang yang memang paham mengenai peralatan boiler yang digunakan. Kemudian menyusun jadwal kegiatan untuk meruntutkan kegiatan mulai dari Plan-Do-Check-Action.

2. Identifikasi masalah

Langkah selanjutnya adalah identifikasi masalah yang terjadi pada boiler di POLINEMA. Permasalahan berawal dari turunnya temperatur aliran steam secara drastis yang mengakibatkan tidak tercapainya temperatur operasi pada alat-alat di lab pilot plant. Dari permasalahan tersebut disimpulkan bahwa adanya kerusakan pada boiler yang menyuplai steam ke semua alat di lab pilot plant. Setelah pengecekan pada Boiler, ditemukan adanya kerusakan berupa terbakarnya …… pada boiler yang menyeabkan boiler tidak dapat beroperasi kembali.

3. Menerapkan 5W1H

Sebelum perbaikan dilakukan maka terlebih dahulu membuat rencana perbaikan dengan menggunakan alat bantu 5W1H.

 Who

Bermakna Siapa saja yang terlibat dalam kelompok kerja? Pemilihan anggota kelompok kerja harus mempertimbangkan tingkat pemahaman orang tersebut terhadap alat boiler yang sedang bermasalah. Pada POLINEMA, kelompok kerja tersebut berisikan para teknisi yang sudah ahli di peralatan boiler.

 Where

Bermakna dimana proses perbaikan tersebut akan dilakukan? Pada POLINEMA, proses perbaikan akan dilakukan di ruang Boiler POLINEMA.

 When

Bermakna kapan perbaikan itu akan dilaksanakan ? Pada POLINEMA, proses perbaikan akan dilakukan pada .

 Why

Bermakna kenapa proses perbaikan boiler harus dilakukan? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah agar kegiatan belajar mahasiswa di kampus tidak terhambat.

 What

Bermakna apa bentuk perbaikan yang perlu dilakukan? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah mengganti ….. yang terbakar.

 How

4. Menetapkan Sasaran dan target dengan prinsip SMART

Sasaran adalah bagian dari setiap aspek bisnis/kehidupan dan memberikan arah, motivasi, pikiran yang fokus, dan memperjelas pentingnya setiap aspek.

Dengan menetapkan tujuan, target akan dapat dicapai dengan lebih mudah. Sasaran SMART digunakan untuk membantu memandu penetapan sasaran. SMART

(2)

merupakan akronim yang merupakan singkatan dari Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timely.

 Specific

 Measurable

 Achievable

 Realistic

 Timely

 DO

1. Melaksanakan perubahan

Rencana perubahan yang sudah disususn pada tahap Plan sebelumnya 2. Pembagian tugas secara merata

3. Dilakukan pengendalian

 ACTION

1. Bertindak berdasarkan hasil yang diteliti

Berdasarkan perubahan yang telah dilakukan untuk memperbaiki sistem kerja boiler di laboratorium pilot plant politeknik negeri malang, rencana perubahan dan perubahan yang telah dilakukan sudah menunjukkan dampak positif ditandai dengan boiler yang sudah tidak pernah mengalami kerusakan kembali, sistem kerja boiler sudah kembali otomatis dan praktikum pada seluruh alat yang menjadi beban boiler telah mencapai target temperatur yang telah diinginkan. Oleh karena itu, rencana yang telah disusun (PLAN), telah dilakukan (DO), dianalisis pengaruhnya dalam proses FFE maupun proses pada praktikum pilot plant lainnya (CHECK) yang merupakan upaya memperbaiki proses pada saat praktikum FFE dapat diterapkan secara keseluruhan, namun juga masih perlu dilakukan analisis kembali untuk melakukan perbaikan secara terus menerus agar tidak timbul masalah yang serupa.

2. Melakukan tindakan penyesuaian bila diperlukan guna menghindai timbulnya masalah yang sama.

Pada poin ini, dapat dilakukan dengan mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai sistem kerja boiler yang telah di setting otomatis kepada seluruh pihak, baik itu teknisi, dosen pengampu, maupun mahasiswa. Memberi himbauan kepada seluruh elemen yang terlibat untuk tidak mengubah valve maupun tombol yang telah terpasang di boiler juga sangat penting diberikan agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Selain itu, pengetahuan mengenai sistem kerja boiler sangat penting untuk diberikan kepada mahasiswa agar mengetahui pentingnya peran boiler dalam sebuah proses baik di industri maupun dalam praktikum pilot plant.

Referensi

Dokumen terkait

Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) merupakan suatu upaya dalam menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari bahaya serta pencemaran

Regulasi dan Penerepan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah Sakit di Propinsi Sumatra Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Royal Society Of Chemistry. Occupational

Atas RidhoNya yang selalu hadir dalam setiap proses dan perjalanan kepada peneliti, sehingga skripsi dengan judul “ANALISIS IMPLEMENTASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek di Al Ghani

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, penulis membahas tentang latar belakang Kerja Praktek, tujuan Kerja Praktek bagi penulis, bagi perusahaan, dan bagi pihak lain, serta sistematika

Pemilik kebanjiran order kaos motor dari bikers karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau kemudian pemilik memberanikan diri membuka konveksi kaos yang diberi nama Al Ghani

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA 4.1 Manajemen Produksi Manajemen produksi merupakan proses penggabungan dan mengubah dari berbagai sumber daya didalam suatu sistem produksi menjadi suatu

4 Sablon manual Gambar diatas proses sablon manual yang dilakukan dengan penempelan film diatas kaos dan diberikan tinta sablon kemudian digesut kebawah dan proses ini dilakukan