PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agar sekolah tetap menjalankan sistem pendidikannya, sekolah harus menerima peserta didik baru. Sistem zona merupakan sistem yang mengharuskan sekolah menerima seluruh calon siswa yang melamar sesuai peruntukannya tanpa kecuali.
Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas, untuk mengetahui lebih jauh mengenai keadilan pendidikan dalam sistem zonasi, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pemenuhan Hak Asasi Manusia Terhadap Keadilan Pendidikan dalam Sistem Zonasi di SMA Negeri 2 Sinjai.”
Tujuan Penelitian
Peneliti melakukan observasi langsung terhadap siswa yang terlibat dalam pemenuhan hak asasi manusia terhadap keadilan pendidikan dalam sistem zonasi SMA Negeri 2 Sinjai. Proses dan bentuk pemenuhan HAM menuju keadilan pendidikan dalam sistem zonasi di SMA Neg 2 Sinjai.
Memfaat Penelitian
Defisi Operasional
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Konsep
Sistem zonasi lebih menekankan pada jarak atau radius antara rumah calon siswa dengan sekolah. Sistem zonal ini juga menerapkan rotasi guru dalam zona sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Kajian Teori
Menurut teori ini, masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan dan menyatu secara seimbang. Misalnya, status suami, istri, dan anak saling terkait (disebabkan oleh penghormatan dan pelaksanaan masing-masing peran tersebut) sehingga membentuk institusi yang kita kenal sebagai keluarga.
Persfektif Sosiologi Pendidikan Terkait Sistem Zonasi
Sistem sosial adalah suatu struktur atau bagian-bagian atau posisi-posisi yang saling berhubungan, yang saling berhubungan oleh peran timbal balik yang diharapkan. Struktur lembaga-lembaga ini saling berhubungan untuk membentuk sistem sosial yang lebih besar, mungkin kota kecil atau kota besar. Sistem selalu berubah. Namun tidak dapat dipungkiri masih terdapat daerah di Kota Bandung yang tidak terlayani SMP Negeri, misalnya di bagian timur, disatu sisi terdapat sekolah yang berlokasi di daerah yang jumlah penduduknya sedikit.
Permendikbud Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat mengatur sistem zonasi pada Pasal 16 ayat (1) yang berbunyi: “Sekolah wajib diselenggarakan oleh pemerintah daerah untuk menerima calon siswa yang tinggal dalam radius zona terdekat sekolah bagi paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dari jumlah siswa yang diterima. Undang-undang ini menjelaskan bahwa jarak antara rumah dan sekolah yang dekat merupakan kriteria yang paling penting dalam menilai penerimaan peserta didik baru yang berarti nilai Ujian Nasional (VN) siswa tidak lagi menjadi faktor penentu utama.Rencana zonasi kembali menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Kenyataan menunjukkan masyarakat mengalami perubahan sosial yang sangat pesat. , berkembang dan menunjukkan gejala disintegrasi. Perubahan sosial yang begitu cepat ini mencakup beberapa bidang kehidupan dan menjadi permasalahan bagi seluruh institusi sosial seperti: industri, agama, perekonomian, pemerintahan, keluarga dan perkumpulan. Permasalahan sosial kemasyarakatan juga dirasakan dalam dunia pendidikan Masalah Pendidikan Dalam Keluarga Universitas Sumatera Utara 9 Pendidikan di sekolah dan pendidikan di masyarakat merupakan cerminan dari permasalahan sosial di masyarakat. Ia menegaskan, lemahnya regulasi yang menjelaskan keterbatasan daya tampung sekolah seringkali dielakkan melalui manipulasi SKTM.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Jenis dan pendekatan Penelitian
- Lokasi dan waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Informan penelitian
- Jenis dan sumber data penelitian
- Instrumen Penelitian
- Tehnik Pengumpulan Data
- Tehnik Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
- Jadwal Penelitian
Pada dasarnya peneliti akan mencari secara langsung bentuk-bentuk pemenuhan hak asasi manusia terhadap keadilan pendidikan dalam sistem zonasi di SMA Negeri 2 Sinjai, yang akan dibahas pada temuan penelitian berikut ini: A. Dalam hal ini terkait dengan sistem zonasi di SMA Negeri 2 Sinjai. pendidikan, yang dapat dipandang secara positif maupun negatif oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonal memungkinkan tersingkirnya sekolah unggulan di setiap daerah.
Selain itu, dalam mempersiapkan sumber daya untuk menghadapi sistem zonasi ini, SMA Neg 2 Sinjai melakukan pelatihan dan bimbingan guru. Dari hasil penelitian terlihat bahwa penerapan sistem zonasi di SMA 2 sudah cukup baik. Peningkatan kualitas pelayanan sumber daya dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada akibat kebijakan sistem zonasi.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Sejarah lokasi penelitian
SMA Negeri 2 Sinjai yang semula bernama SMA Negeri 2 Sinjai, dimulai pada tahun 1983 sebagai satu kelas dari SMA Negeri 277 yang kini bernama SMA Negeri 1 Sinjai Utara. SMA Negeri 2 Sinjai berada di Desa Bikeru yang kini berubah menjadi Desa Alenangka Kecamatan Sinjai Selatan. Pendirian sekolah ini diprakarsai oleh pemerintah kecamatan Sinjai Selatan bersama tokoh masyarakat yang saat itu mengusulkan pendirian unit sekolah baru kepada kantor wilayah DEPDIKBUD Provinsi Sulawesi Selatan.
Berkat perjuangan gigih dari pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat antara lain Andi Tappareng (Kepala Masyarakat Sinjai Selatan) dan Andi Yusuf (Kepala Desa Tallene), maka unit sekolah baru tersebut dapat dibangun pada tanggal 4 November 1982 dan selesai pembangunannya pada tanggal 4 November 1982. 14 Mei 1983 dan setelahnya Setahun kemudian, SMA Negeri Bikeru berdiri pada tahun 1984. Namun baru pada tanggal 1 Juni 1987 penggunaan gedung sekolah tersebut diresmikan oleh Kepala Kanwil DEPDIKBUD Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. . Lahan yang dijadikan lokasi pendirian SMA Negeri 1 Sinjai Selatan yang luasnya kurang lebih 3 hektar ini merupakan lahan persawahan sumbangan masyarakat setempat, dan sebagian besar lainnya dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai. Pemerintahan yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Andi Mattotorang.
Letak geografis
Keadaan penduduk
Interaksi antara siswa dan guru sangat baik, begitu pula dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan lain-lain, termasuk masyarakat di SMA Negeri 2 Sinjai Kabupaten Sinjai yang terjalin baik dengan penerapan 6S. Terlihat saat penelitian dilakukan, warga sekolah dan warga di sana masih menyambut baik. Peneliti merasakan kehidupan di SMA Negeri 2 Sinjai Kabupaten Sinjai nyaman, hubungan kekerabatan sangat erat, sopan santun, matabe'-tabe' dan saling membantu.
Satuan Pendidikan Menengah Negeri 2 Sinjai memiliki lingkungan sekolah yang kondusif bagi kegiatan belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Keadaan pendidikan
Menurutku Kak, dengan adanya sistem zonasi bisa menciptakan pemerataan pendidikan atau mungkin keadilan bagi seluruh siswa. Sementara itu, orang tua yang menentang kebijakan zonasi merasa dirugikan karena beberapa alasan. Penerapan sistem zonasi ini bertujuan untuk menghilangkan diskriminasi pendidikan sehingga terjadi pemerataan mutu pendidikan.
Banyak anggota komisi yang sudah memahami apa itu sistem zonasi dan tujuan dari sistem zonasi itu sendiri. Menurut peneliti, sistem zona merupakan sistem pengaturan proses penerimaan peserta didik baru menurut wilayah tempat tinggal tetapnya. Dalam proses penerapan kebijakan sistem zonasi ini, SMA Neg 2 Sinjai telah mempersiapkan tenaga pengajarnya dengan menyelenggarakan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan keterampilan mengajar para guru.
KESIMPULAN
Hasil penelitian
Penerimaan mahasiswa baru yang mengacu pada sistem zonasi saat ini banyak menjadi perdebatan di masyarakat luas. Sebenarnya tidak ada masalah, tapi juga bermanfaat bagi siswa itu sendiri, karena salah satu tujuan sistem zona adalah pemerataan pendidikan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Muhammad Zainal Abidin dalam Suharsono bahwa sistem zonasi merupakan bagian dari upaya reformasi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Dampak positif penerapan sistem zonasi adalah menciptakan kondisi kelas yang heterogen dan memudahkan calon siswa di zona sekolah untuk masuk sekolah. Dalam sistem zonasi pendidikan, fungsi dan tujuan pengelolaan adalah untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan pada satuan pendidikan di Indonesia. Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa proses sosialisasi PPDB mengenai rencana zonasi di SMA Neg 2 Sinjai dilakukan melalui pengumuman secara online, pemasangan brosur di papan pengumuman dan pembukaan ruang informasi kepada masyarakat.
Dalam menghadapi siswa dari sistem tujuan ini, guru diberikan wewenang dalam melaksanakan pengajaran dan metode yang digunakan untuk menggali pengetahuan siswa. Saya setuju dengan rencana zonasi ini karena harapannya anak-anak di daerah ini mempunyai kesempatan untuk berada di lingkungan sekolah sekitar rumahnya.
Pembahasan
Banyak sekolah yang tidak menyediakan sarana dan prasarana yang cukup baik sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan siswa yang menggunakan sistem zonasi. Sosialisasi kebijakan sistem zona sendiri dari dinas pendidikan kepada kepala sekolah dilakukan melalui MKKS yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan kepada seluruh kepala sekolah di wilayah kabupaten Sinjai. Saya pribadi sangat setuju dengan pemberlakuan sistem zona yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu Kemendikbud karena dapat menyamakan jumlah siswa di setiap daerah yang berarti tidak ada lagi siswa dari desa terpencil yang datang ke sekolah. sekolah di sini.
Salah satu tujuan penerapan sistem zonasi ini adalah agar siswa yang mempunyai nilai tinggi atau berprestasi tidak hanya berkumpul di SMA 2 saja karena seperti yang kalian ketahui, SMA 2 merupakan salah satu sekolah favorit yang banyak dicari oleh siswa berprestasi di Sinjai. Sejauh ini menurut saya sistem zonasi telah menghasilkan sesuatu yang baru yaitu pemerataan pendidikan, namun ada juga sisi negatifnya yaitu siswa yang berprestasi dan ingin bersekolah di sekolah ini tidak bisa lagi karena jarak rumah dan sekolah yang jauh. . Maksud dari sistem zonasi menurut saya adalah agar tidak ada lagi yang mengatakan sekolah ini favorit, sekolah ini jelek karena semua mendapat bagian hanya bisa mendaftar di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya. .
PENUTUP
Saran
Nah, guru diberi kebebasan, kebebasan itu maksudnya guru diberikan kebebasan untuk menggunakan metode mengajar yang berbeda-beda untuk membantu siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Karena kalau ada rencana zonasi berarti Adami tidak akan dinobatkan sebagai sekolah favorit, karena dulu teman-teman saya yang tinggal jauh dari Smada rela datang ke sini untuk bersekolah, padahal Adaji juga bersekolah di sekolah terdekat. sekolah mereka. rumah. Saya tidak ambil pusing dengan adanya rencana zonasi karena sudah tidak ada lagi yang mengatakan sekolah ini sekolah favorit atau sekolah jelek, karena dengan adanya rencana zonasi siswa hanya bisa mendaftar di sekolah yang rumahnya dekat dengan sekolah tersebut.
Saya merasa dirugikan dengan adanya sistem zonasi karena syarat penentuan diterima atau tidaknya siswa berkaitan dengan jarak tempat tinggal dengan sekolah. Menurut saya, dampaknya adalah siswa mendapat nilai bagus namun tidak bisa masuk ke sekolah yang mereka inginkan karena tinggal jauh dari sekolah dibandingkan pelamar lainnya.