• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KANUPATEN BULUKUMBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PEMERINTAH KANUPATEN BULUKUMBA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KANUPATEN BULUKUMBA

SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

JL. Sulthan Hasanuddin No. 43 Tlp. (0413) 81001 Bulukumba 92513

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

Paket Pengadaan Jasa Konsultansi Naskah Akademik dan Draft Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD Kab.Bulukumba tentang Perlindungan, Pemberdayaan

Nelayan Kecil dan Pembudidaya Ikan Tahun Anggaran 2023

Uraian Pendahuluan

1. Latar Belakang Sejalan dengan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, salah satu tujuan pembangunan Perikanan dan Kelautan diarahkan antara lain untuk meningkatkan sebesar-besarnya kesejahteraan Nelayan dan Pembudi Daya Ikan. Jika ditinjau dari segi geografis, Kabupaten Bulukumba adalah salah satu Kabupaten yang sangat potensial dari aspek kelautan dan perikanan karena daerah ini terletak diantara 2 (dua) lautan besar, yaitu Laut Flores dan Teluk Bone. Posisi strategis ini memungkinkan Kabupaten Bulukumba untuk menjadi pusat pelayanan kemaritiman, khususnya untuk kawasan selatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan bahkan dengan posisi yang seperti itu, Bulukumba bisa saja diproyeksikan untuk menjadi pusat pelayanan pada bagian timur Indonesia.

Letak geografis tersebut pula, membuat nelayan Bulukumba hampir tidak dipengaruhi oleh pergantian musim, karena pada saat musim barat, dimana gelombang kencang terjadi pada Laut Flores, nelayan bisa berpindah ke Teluk Bone untuk menangkap ikan, dan begitupun sebaliknya, pada saat musim timur, nelayan berpindah ke Laut Flores untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan. Situasi tersebut tentu dapat dipastikan bahwa sangat membawa dampak yang positif terhadap sustainabilitas produksi perikanan karena para pengusaha mendapatkan jaminan kontinyuitas supply produksi dari kondisi alam daerah Kabupaten Bulukumba, yang tidak banyak didapatkan oleh pengusaha perikanan didaerah lain di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan sendiri.

(2)

Sisi positif lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Bulukumba dari aspek kemaritiman adalah Budaya Bahari yang kuat, hal ini bisa dilihat adanya industripembuatan Kapal Phinisi yang berlangsung secara turun temurun. Pengetahuan konstruksi perkapalan mereka tidak diperoleh melalui jalur legal formal melainkan melalui adanya insting kuat yang ditempa oleh kondisi alam dan sosial kultur bahari yang kuat. Metode pembuatan kapal Phinisi mereka juga sangat berbeda dengan daerah lainnya, karena jika dibanyak daerah lainnya pembuatan kapal dimulai dari rangka terlebih dahulu, justru di Kabupaten Bulukumba pembuatan kapal Phinisi dimulai dengan pemasangan dinding, baru kemudian diikuti dengan pemasangan rangka, tetapi justru dengan metode pemasangan konstruksi yang seperti itulah sehingga kapal Phinisi sangat stabil dalam menghadapi gelombang.

Kabupaten Bulukumba sendiri memiliki potensi Kelautan dan Perikanan yang cukup tinggi, jika dilihat dari angka produksinya Hal tersebut menjadi wajar dengan mengingat wilayah laut Kabupaten Bulukumba kearah lautan berada kurang lebih sepanjang 7.408 km, jadi dengan panjang garis pantai sepanjang yang sepanjang 128 km, maka luas wilayah pengelolaan perairan di Kabupaten Bulukumba, seluas 948.224 km2. Berbeda dengan sektor budidaya tambak yang juga mepunyai produksi yang cukup tinggi, budidaya kolam jika dibandingkan dengan potensi air tawar yang ada, aktifitas berbudidaya pada sektor ini masih belum dimaksimalkan dengan baik karena orientasi produksi ikan air tawar masih belum diarahkan pada kegiatan komersialisasi, dan masih pada bentuk kegiatan konsumsi keluarga saja. Hal tersebut membuat sektor

budidaya air tawar yang jika ditinjau dari aspek ekonominya, masih belum berdampak banyak terhadap peningkatan income (pendapatan) masyarakat, meskipun beberapa masyarakat pembudidaya diantaranya telah menjual hasil produksinya.

Gambaran potensi perikanan diatas, membuat nelayan

(3)

dan pembudi daya ikan selama ini telah memberikan kontribusi yang nyata dan besar dalam pembangunan perikanan dan kelautan, serta pembangunan ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan di Kabupaten Bulukumba. Namun demikian, ternyata masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan dan pembudi daya ikan, seperti:

1) Keterbatasan modal usaha;

2) Kurangnya pengetahuan;

3) Penangkapan ikan yang berlebihan (overfishing) oleh nelayan besar;

4) Kesulitan dalam perolehan bibit/benih dan pakan ikan;

5) Kesulitan di dalam pemasaran;

6) Pencemaran lingkungan; serta

7) Perubahan iklim, cuaca, dan gelombang tinggi.

Disamping itu, pendapatan nelayan dan pembudi daya ikan di Kabupaten Bulukumba, belum begitu tinggi yang berdampak langsung kepada keluarga nelayan dan pembudi daya ikan, karena pengolahan hasil tangkapan biasanya hanya dilakukan dengan proses pengolahan yang masih sangat sederhana atau dengan cara-cara tradisional serta hanya dipasarkan pada pasar-pasar tradisional dengan harga yang relative rendah sehingga sangat sulit untuk dapat mendukung ekonomi keluarganya. Hal tersebut membuat banyak masyarakat berpikir dua kali untuk melakoni profesi sebagai nelayan dan pembudi daya, kecuali dalam keadaan “terpaksa” karena tidak adanya pilihan lain, sedangkan kehidupan keluarga harus tetap berjalan.

Olehnya karena itu, sangat perlu bahkan urgen adanya upaya intervensi oleh pemangku kepentingan didaerah untuk peningkatan pendapatan nelayan dan pembudi daya melalui kebijakan perlindungan dan pemberdayaan nelayan dan pembudi daya ikan yang dimaksud, sehingga mereka dapat menaikkan harkat dan martabat keluarganya dengan menjadikan pekerjaan nelayan dan pembudi daya ikan sebagai sebuah bidang pekerjaan yang menjanjikan bagi mereka, dan semakin tertarik untuk menekuni pekerjaan di bidang tersebut. Hal tersebut juga akan membuka keran lapangan kerja baru yang menyasar

(4)

masyarakat pesisir hingga para fresh graduate, karena sasaran akhir dari intervensi kebijakan yang dimaksud adalah bertumbuh kembangnya usaha-usaha baru di bidang perikanan melalui aktivitas nelayan dan pembudi daya ikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Undang-undang Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, Pasal 16 dan Pasal 44 diatur bahwa pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya bertanggung jawab atas Perlindungan dan pemberdayaan Nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam.

Terkait dengan kewenangan pemerintah kabupaten/kota, berdasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pada Lampiran Huruf Y Pembagian Urusan Bidang Kelautan dan Perikanan, Pemerintah kabupaten/kota mempunyai kewenangan:

1. Pemberdayaan nelayan kecil dalam daerah kabupaten/kota.

2. Pengelolaan dan penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

3. Penerbitan IUP di bidang pembudidayaan ikan yang usahanya dalam 1 (satu) Daerah kabupaten/kota.

4. Pemberdayaan usaha kecil pembudidayaan ikan.

5. Pengelolaan pembudidayaan ikan.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Kabupaten Bulukumba memandang perlu adanya sebuah Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudi Daya Ikan di Kabupaten Bulukumba. Untuk mengakomodir hal tersebut perlu dilakukan penelitian hukum dalam rangka pembentukan peraturan daerah, yang hasilnya dituangkan dalam Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba tentang Perlindungan Pemberdayaan Nelayan Kecil Dan Pembudi Daya Ikan.

2. Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan Naskah Akademik dan Draf Ranperda adalah:

(5)

1. Dihasilkannya dokumen kajian (Naskah Akademik) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan, yang setidaknya dapat menguraikan dan menjawab beberapa hal sebagai berikut:

1) Memotret kondisi terkini secara langsung terhadap implementasi Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan pada aktivitas nelayan dan pembudi daya ikan di Kabupaten Bulukumba.

2) Memotret kondisi terkini secara langsung terhadap implementasi Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan kecil dan Pembudi Daya Ikan pada komunitas nelayan dan pembudi daya ikan dengan sampel yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis di Kabupaten Bulukumba.

3) Penguatan terhadap upaya pelaksanaan Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan di Kabupaten Bulukumba kedepan.

4) Meningkatkan Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan kecil dan Pembudi Daya Ikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bulukumba.

5) Menjawab permasalahan bagaimana mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia untuk kepentingan daerah . 6) Memberikan jaminan kepastian kepada

masyarakat nelayan kecil dan pembudi daya ikan di Kabupaten Bulukumba mengenai hak akses permodalan.

7) Memberikan payung hukum bagi pembentukan kelembagaan komunitas nelayan kecil dan pembudi daya ikan di Kabupaten Bulukumba.

2. Menghasilkan Draf Ranperda Inisiatif tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan yang dalam penormaannya mampu menjawab permasalahan terkait dengan masalah yang dihadapi oleh nelayan dan pembudi daya ikan untuk

(6)

meningkatkan kesejahteraan keluarganya yang telah dituangkan dalam Naskah Akademik.

Tujuan penyusunan Naskah Akademik dan draf Ranperda adalah:

1. Menyusun landasan ilmiah, memberikan arah dan menetapkan ruang lingkup bagi penyusunan draf Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan.

2. Menyusun konsep (draf) rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan.

3. Sasaran/output Tersusunnya sebuah kebijakan dalam bentuk Peraturan Daerah tentang tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan yang mempunyai landasan yang kuat baik secara teoritik, ilmiah, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada yang didukung pula dengan penelitian empiris.

4. Lokasi Pekerjaan Lokasi Perkerjaan ini adalah dalam wilayah Kab.Bulukumba.

5. Sumber Pendanaan Pekerjaan ini di biayai dari sumber pendanaan APBD Kab. Bulukumba TA 2023, DPA Sekretariat DPRD Kab.Bulukumba.

6. Nilai Pekerjaan Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) 7. Nama dan Organisasi PA Nama PA : H. Abd. Rahman, SE

Organisasi PA: Sekretariat DPRD Kab Bulukumba 8. Nama dan Organisasi

Pejabat Pembuat Komitmen

Pejabat Pembuat Komitmen : H. Abd Rahman, SE Organisasi PPK: Sekretariat DPRD Kab.Bulukumba

Ruang Lingkup

9. Lingkup Pekerjaan Serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan untuk dapat mengakomodasikan tujuan, sasaran dan keluaran pekerjaan ini, mencakup:

a. Penyusunan Naskah Akademik tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan dengan melaksanakan setidaknya beberapa kegiatan sebagai berikut:

- Studi kepustakaan.

- Penyusunan rancangan pelaksanaan, meliputi: identifikasi permasalahan, metodologi dan kerangka konsep analisis, instrumen penelitian, serta rencana kerja.

(7)

- Survey (observasi lapangan, FGD/ interview).

- Pengambilan data primer ke lapangan dengan mempertimbangkan kualitas sampel sesuai kaidah akademik.

- Pengumpulan data dan informasi terkait pekerjaan serta melakukan pengolahan data dan analisis serta perancangan visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan, strategi, indikasi program.

- Pelibatan pemangku kepentingan terkait (Satuan Kerja Perangkat Daerah, Organisasi/LSM, tokoh masyarakat, dll).

- Naskah akademik setidaknya menjawab dan mencakup hal-hal yang telah diminta dalam maksud dan tujuan yang diuraikan di atas.

b. Penyusunan Draf Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan.

c. Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk melaksanakan rapat penyusunan yang melibatkan Tim Kajian Perundang-undangan serta melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan Alat Kelengkapan DPRD dan pemangku kepentingan yang terkait dalam proses penyusunan Naskah Akademik dan Draf Ranperda serta menghadirkan Narasumber Akademisi yang kompeten minimal berpendidikan S2 atau Kepala SKPD eselon II yang terkait dan/atau yang mewakili sebagai berikut:

- Rapat-rapat penyusunan Naskah Akademik dan Draf Ranperda minimal sebanyak 1 kali yang melibatkan unsur terkait.

- FGD sebanyak 2 kali dengan rincian 1 kali untuk penyusunan Naskah Akademik dan 1 kali untuk penyusunan Draf Ranperda, dengan melibatkan SKPD terkait di tingkat Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba, dan Alat Kelengkapan DPRD atau pengusul Ranperda Inisiatif.

d. Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban menyerahkan hasil pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan dalam kontrak.

e. Penyedia Jasa Konsultasi berkewajiban untuk memperbaiki dan menyempurnakan hasil

(8)

pekerjaan yang telah diserahkan dalam hal ada masukan berdasarkan hasil dari rapat dan FGD serta hasil harmonisasi peraturan perunang-undangan oleh Tim kajian peraturan perundang-undangan atau pihak yang berwenang lainnya.

f. Hasil akhir pekerjaan berupa Naskah Akademik yang merupakan dokumen, dalam bentuk laporan tertulis yang berisi uraian kajian secara teknis akademik tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan dan draf Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan.

g. Membuat Laporan akhir pekerjaan.

10. Sistematika Naskah Akademik

Penyusunan Naskah Akademis Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Adapun Sistematika Naskah Akademik adalah sebagai berikut:

1) BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan memuat latar belakang, sasaran yang akan diwujudkan, identifikasi masalah, tujuan dan kegunaan, serta metode penelitian.

2) BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIK EMPIRIS

Bab ini memuat uraian mengenai materi yang bersifat teoretis, asas, praktik, perkembangan pemikiran, serta implikasi sosial, politik, dan ekonomi, keuangan negara dari pengaturan dalam suatu Peraturan Daerah.

3) BAB III EVALUASI DAN ANALISIS

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT

Bab ini memuat hasil kajian terhadap Peraturan Perundang-undangan terkait yang memuat kondisi hukum yang ada, keterkaitan Peraturan Daerah baru dengan Peraturan Perundang-undangan lain, harmonisasi secara vertikal dan horizontal, serta status dari Peraturan Perundang-undangan yang ada,

(9)

termasuk Peraturan Perundang-undangan yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku serta Peraturan Perundang-undangan yang masih tetap berlaku karena tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah yang baru. Kajian terhadap Peraturan Perundang-undangan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi hukum atau peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai substansi atau materi yang akan diatur. Dalam kajian ini akan diketahui posisi dari Peraturan Daerah yang baru. Analisis ini dapat menggambarkan tingkat sinkronisasi, harmonisasi Peraturan Perundang-undangan yang ada serta posisi dari Peraturan Daerah untuk menghindari terjadinya tumpang tindih pengaturan. Hasil dari penjelasan atau uraian ini menjadi bahan bagi penyusunan landasan filosofis dan yuridis dari pembentukan Peraturan Daerah yang akan dibentuk.

4) BAB IV LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN YURIDIS

- Landasan Filosofis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

- Landasan Sosiologis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek. Landasan sosiologis sesungguhnya menyangkut fakta empiris mengenai perkembangan masalah dan kebutuhan masyarakat dan negara.

- Landasan Yuridis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk mengatasi permasalahan hukum atau mengisi

kekosongan hukum dengan

mempertimbangkan aturan yang telah ada,

(10)

yang akan diubah, atau yang akan dicabut guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat. Landasan yuridis menyangkut persoalan hukum yang berkaitan dengan substansi atau materi yang diatur sehingga perlu dibentuk Peraturan Perundang-Undangan yang baru. Beberapa persoalan hukum itu, antara lain, peraturan yang sudah ketinggalan, peraturan yang tidak harmonis atau tumpang tindih, jenis peraturan yang lebih rendah dari Undang-Undang sehingga daya berlakunya lemah, peraturannya sudah ada tetapi tidak memadai, atau peraturannya memang sama sekali belum ada.

5) BAB V JANGKAUAN, ARAH

PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP

MATERI MUATAN PERATURAN

DAERAH

Naskah Akademik pada akhirnya berfungsi mengarahkan ruang lingkup materi muatan Rancangan Peraturan Daerah yang akan dibentuk. Dalam Bab ini, sebelum menguraikan ruang lingkup materi muatan, dirumuskan sasaran yang akan diwujudkan, arah dan jangkauan pengaturan. Materi didasarkan pada ulasan yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya.

6) BAB VI PENUTUP

Bab penutup terdiri atas subbab simpulan dan saran.

- Simpulan memuat rangkuman pokok pikiran yang berkaitan dengan praktik Penyelenggaraan, pokok elaborasi teori, dan asas yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya.

- Saran memuat pemilahan substansi Naskah Akademik dalam suatu Peraturan Perundang-undangan atau Peraturan Perundang-undangan di bawahnya.

7) DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka memuat buku, Peraturan Perundang- undangan, dan jurnal yang

(11)

menjadi sumber bahan penyusunan Naskah Akademik.

8) LAMPIRAN RANCANGAN PERDA

11. Personil Pelaksana pekerjaan wajib untuk mempersiapkan tim yang di tugaskan khusus untuk pekerjaan ini, mulai dari persiapan, kegiatan survey, pengumpulan data dan anlisis sampai dengan penyusunan laporan dan kegiatan pendukung lainnya. Tim yang ditugaskan untuk pekerjaan ini terdiri dari:

1. 1 orang Ketua/tim leader; latar belakang pendidikan minimal S2 Hukum, memiliki pengalaman efektif 3 tahun bidang kelautan dan perikanan dan/atau penyusunan peraturan perundang-undangan.

2. 2 orang Anggota (Tenaga Ahli); latar belakang pendidikan minimal S1 Hukum dan memiliki pengalaman efektif 2 tahun dalam penyusunan peraturan perundang-undangan.

3. 1 orang anggota (Tenaga Ahli) ; lataer belakang pendidikan minimal S1 Kelautan dan/atau Perikanan dan memiliki pengalaman efektif 2 tahun di bidang kelautan dan perikanan

4. 1 orang Operator (Tenaga Pendukung); latar belakang pendidikan minimal D3.

12. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan

Pengadaan ini dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari kalender.

13. Keluaran Adapun Keluaran dalam kegiatan ini adalah :

a. Laporan Pendahuluan diserahkan sebanyak 5 eksemplar.

b. Naskah Akademik Raperda Publik diserahkan sebanyak 5 eksemplar.

c. Draf Raperda diserahkan sebanyak 5 eksemplar.

d. Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademik sebanyak 5 buah.

e. CD soft copy Naskah Akademik dimaksud sebanyak 3 buah.

Laporan

14. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan memuat tafsiran Term of Reference/Kerangka Acuan Kerja, metodologi dan rencana kerja, dan hasil orientasi lapangan.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 7 (7) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) Eksemplar.

(12)

15. Laporan Akhir Laporan Akhir diserahkan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 eksemplar dan setidaknya memuat;

a. Metodologi penyusunan Kajian.

b. Perkembangan pelaksanaan pekerjaan (Tahapan, Jadwal dan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan).

c. Poin-poin pokok yang terdapat dalam Naskah Akademik, serta kesimpulan dan saran terhadap permasalahan yang ada.

HAL-HAL LAIN 16. Revisi /perbaikan/

penyempurnaan Naskah Akademik dan Draft Ranperda

Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban menyempurnakan dan merevisi draft Raperda yang dihasilkan jika ada masukan dari Anggota DPRD, Sekretariat DPRD, dan Forum-forum diskusi yang diadakan oleh Sekretariat DPRD terhadap Raperda dimaksud.

Ditetapkan di Bulukumba Pada tanggal 7 Agustus 2023 Pejabat Pembuat Komitmen

H. Abdul Rahman, SE

Pangkat : Pembina Utama Muda Nip : 19640224 199111 1 001

Referensi

Dokumen terkait

Muflih3 1Teknik Informatika, 55201, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan UNISKA Muhammad Arsyad Al-Banjari, 18630431 2Teknik Informatika, 55201, Fakultas

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan No 4 tahun 2018 tentang perubahan ketiga atas paraturan daerah nomer 6 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha Peraturan Menteri