• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemetaan Konflik Sosial

N/A
N/A
Nayla Salsabilla

Academic year: 2024

Membagikan "Pemetaan Konflik Sosial"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PEMETAAN

KONFLIK SOSIAL

(2)

Teknik yang digunakan untuk menggambarkan konflik secara

grafis, menghubungkan pihak-pihak dengan masalah dan pihak lainnya.

PEMETAAN KONFLIK

(3)
(4)

TUJUAN

PEMETAAN KONFLIK

(5)

Memahami Situasi Konflik Secara Lebih Baik 1.

Siapa pihak yang terlibat?

Bagaimana relasi/hubungan

Apa sih isunya?

Siapa pihak ketiga yang berpotensi menyelesaikan

konflik?

(6)

2. Melihat lebih jelas hubungan antarpihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Agnes Mario

Dandy

David

Rafael Alun

Polisi

Pengacara Jonathan

Latumahina

Sean Lukas Ivana

Yoan

(7)

3. Mengetahui kekuatan masing-masing pihak yang berkonflik

sumber: www.suara.com sumber: www.cnnindonesia.com

(8)

4. Mengecek keseimbangan aktivitas atau kontak seseorang

Memantau intensitas komunikasi dan aktivitas pihak-pihak yang berkonflik sehingga membantu

pihak ketiga dalam memberikan usulan.

(9)

Sekutu Lawan

5. Mengetahui keberadaan dan posisi sekutu atau aliansi potensial

Mengetahui sekutu dan lawan akan memudahkan menangani

konflik sesuai dengan kedudukan dan potensinya masing-

masing.

(10)

6. Mengidentifikasi permasalahan dan kekuatan pihak-pihak berkonflik guna intervensi atau

pengambilan tindakan

Penyelesaiannya

sebaiknya ke kepolisian karena memang

berhubungan sama kejahatan.

(11)

Segala sesuatu yang telah dilakukan oleh pihak yang menangani konflik menyangkut konflik yang

ditanganinya juga akan terpantau lewat simbol yang diberikan dalam pemetaan konflik sosial.

7. Mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan

(12)

PEMETAAN KONFLIK

Issues Parties Attitudes

Behavior Intervention

Outcome Sources

Amr Abdalla, seorang sosiolog dari University for Peace yang dibentuk oleh PBB memetakan konflik dalam

SIPABIO (Source, Issue, Parties,

Attitudes, Behavior, Intervention, dan Outcome).

(13)

Sources (Sumber) 1.

Sumber-sumber yang berbeda

melahirkan tipe-tipe konflik yang berbeda.

Sumber bisa berasal dari hubungan sosial, nilai-nilai seperti identitas politik, dan dominasi struktural

2. Issues (Isu)

Saling keterkaitan tujuan-tujuan yang tidak sejalan di antara pihak bertikai.

Isu ini dikembangkan oleh semua pihak bertikai dan pihak lain yang tidak teridentifikasi tentang

sumber-sember konflik.

(14)

3. Parties (Pihak)

Pihak konflik utama yang langsung berhubungan

dengan kepentingan.

Pihak sekunder yang tidak secara langsung berhubungan dengan kepentingan.

Pihak tersier yang tidak berhubungan dengan

kepentingan konflik (bersikap netral).

4. Attitudes (Sikap)

Attitudes/feeling (sikap/perasaan).

Sikap/perasaan/persepsi yang mempengaruhi pola

perilaku konflik.

Sikap bisa muncul dalam bentuk yang positif dan

negatif bagi konflik.

Perasaan Takut

Tidak percaya diri

Sikap

Sombong

Menjaga jarak

(15)

Tindakan sosial dari pihak

berkonflik, baik muncul dalam bentuk coercive action

(memaksa/kekerasan) dan non coercive action (tidak

memaksa/tidak menggunakan kekerasan).

5. Behavior

(Perilaku/Tindakan)

6. Intervention (Campur Tangan)

Campur tangan dari pihak netral yang ditujukan untuk membantu

hubungan konflik menemukan penyelesaian.

(16)

7. Outcome (hasil akhir)

Dampak dari berbagai tindakan pihak–

pihak berkonflik dalam bentuk situasi.

(17)

TERIMA

KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Konflik adalah sebagai hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau yang merasa memiliki sasaran-sasaran yang tidak

Penelitian ini menjelaskan bahwa upaya menghentikan konflik dan kerjasama yang dilakukan oleh umat beragama pasca konflik telah berhasil dilakukan atas dukungan semua

▪ Pihak ketiga sering diandalkan untuk membantu menyelesaikan konflik, saat-saat ketika individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik tidak dapat menyelesaikan perselisihan

Dalam konflik Libya ini sendiri, kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik tidak bisa melakukan negosiasi dikarenakan kekalahan pihak oposisi (NTC) dalam

Di tingkat pertama dari rencana (perlindungan melalui proses politik), UNMISS mengintensifkan keterlibatan politik dengan pihak-pihak yang terlibat konflik untuk membantu

Pihak-pihak yang terlibat konflik, dalam hal ini pihak Taman Nasional Gunung Halimun-Salak telah melakukan penangkapan terhadap masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi, yang ketahuan

Terdapat 16 sub bab pertanyaan di dalam pemetaan sosial tersebut, yaitu: peta sosial, hubungan sosial, proses sosial, interaksi sosial, perubahan sosial, konflik sosial, modal sosial,

Dalam hal ini sikap toleransi antar perguruan pencak silat di Desa Pinang Luar sangat jelas ada, dimana antar perguruan pencak silat tidak pernah terlibat konflik, sebaliknya hubungan