Dalam salah satu isi pidatonya, Rendra mengungkapkan keprihatinannya atas realitas umat Islam Indonesia yang kehilangan jati diri dalam melestarikan budaya Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran kebudayaan Rendra dalam perspektif Islam dan menjadikan Rendra sebagai salah satu pemikir kebudayaan yang berorientasi pada kuatnya kedudukan kebudayaan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Peran pemikiran Rendra terhadap budaya Islam Indonesia terlihat dari posisi Rendra sebagai budayawan yang mempunyai sikap dan praktik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan kebudayaan Indonesia yang berbasis Islam.
Sehingga ummat Islam dapat menempatkan diri pada proporsi dan kedudukannya yang sebenarnya dalam keutuhan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan yang hendaknya berkembang menjadi kebudayaan Indonesia bagi Rendra harus mengacu pada kebudayaan yang berarti upaya melawan keteguhan alam. Yang penting dalam penelitian ini adalah pemikiran-pemikiran Islam Rendra tentang kebudayaan di Indonesia yang lahir dari nilai-nilai Islam dan menurut Rendra bertujuan untuk memajukan kebudayaan Indonesia dalam perspektif Islam.
Batasan Dan Rumusan Masalah
Rendra merupakan tokoh budayawan Islam di Indonesia dengan kepribadian dan pengalaman spiritual yang menghasilkan pemikiran Islam di bidang kebudayaan. Bahkan karya-karya Rendra banyak yang berbentuk pidato dan pidato budaya, artikel ilmiah tentang tradisi dan kebudayaan. Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah pemikiran-pemikiran keislaman Rendra yang terkandung dalam karya-karya Rendra dalam bentuk esai, pidato dan pidato.
Bagaimana latar belakang kehidupan Rendro, baik di lingkungan keluarga, pendidikan (intelektualitas) dan latar belakang sosial agama khususnya setelah masuk Islam pada tahun 1995-2009. Bagaimana pemikiran keislaman Rendra dalam bidang kebudayaan yang tertuang dalam esai, pidato dan pidatonya pada tahun 1995-2009. Faktor apa saja yang mempengaruhi dan bagaimana pemikiran Rendro mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam di Indonesia pada tahun 1995 hingga 2009?
Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui keterkaitan latar belakang kehidupan sosial dan keagamaan (Islam) Rendra sebagai budayawan dan dikenal sebagai seniman, penyair, dan dramawan terkemuka di Indonesia. Rendra proporsional dalam kehidupan bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebagai kontribusi terhadap pengembangan khazanah pemikiran Islam di Indonesia dalam bidang kebudayaan, khususnya yang berakar pada nilai dan ajaran agama Islam.
Sebagai pemacu bagi para sejarawan masa depan agar lebih tertarik meneliti sejarah pemikiran budaya Islam di Indonesia, ia juga populer sebagai seniman terkemuka di Indonesia.
Tinjauan Pustaka
Rendra untuk Kemanusiaan dan Kebudayaan Kontemporer", dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 4 Maret 2008. 16 Isi artikel ini adalah gambaran pemikiran Rendra dari satu sisi , untuk mencoba menjelaskan kontribusinya yang luar biasa yang lazim bagi kehidupan manusia dan kebudayaan kontemporer di Indonesia.16 Bakdi Suemanto “Rendra: Kontribusinya terhadap Kemanusiaan dan Kebudayaan Kontemporer (Makalah)” dalam Dialog Budaya “Kontribusi WS Denke. Renda untuk Kemanusiaan dan Kebudayaan Kontemporer”, (Yogyakarta: Dies Natalis ke-62 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), 2008).
Rendra, 4 Maret 2008.17 Isi pidatonya adalah kilas balik kehidupan W.S Rendra selama proses penulisannya pada tahun 1950an hingga tahun 2000an.Ulasan terhadap puisi, drama, esai, dan pidatonya sedikit banyak telah mempengaruhi masyarakat, masyarakat, dan masyarakat. bangsa dan khususnya pada para pekerja seni di Indonesia. Pidato ini banyak membahas karya-karya Rendra yang mengandung nilai-nilai keislaman.
Tesis ini memfokuskan pembahasannya kepada puisi-puisi Rendra yang mempunyai nilai-nilai keagamaan dan agama Rendra sebagai penyair, menurut Islam.18 Puisi-puisi yang dibincangkan adalah puisi-puisi yang telah dipilih daripada puisi-puisi yang mengandungi nilai-nilai keagamaan, antara kumpulan puisi yang dikaitkan dengan Rendra. daripada sebab di mana nilai agama puisi. Keempat ialah tesis tulisan Wildan bertajuk Analisis Kandungan Mesej Jemputan Skrip Drama “Kasidah Barzanji” karya W.S. Wildan memberi tumpuan kepada perbincangan mesej yang terkandung dalam Shalavat karya Barzanji dan mesej yang terkandung dalam drama Barzanji Kasidah karya Saduran Rendra terjemahan Syubah Asa.
Secara khusus, karya-karyanya mencerminkan nilai-nilai Islam dan pengaruhnya terhadap masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. 20 Drama Qasidah Barzanji pertama kali dipentaskan pada tahun 1969 dan meraih Box Office yang tiada tandingannya.
Landasan Teori
Dengan adanya pergerakan perubahan maka akan terjadi proses pertumbuhan dari bentuk lama ke bentuk baru yang dirasa cocok dan sesuai. Dengan cara ini tujuan-tujuan perubahan tertentu akan terwujud.24 Stimulasi untuk melakukan perubahan cenderung dilakukan oleh segelintir orang yang Toynbee sebut sebagai kelompok minoritas dominan. Aktivitas kreatif komunitas minoritas dominan dapat memainkan perannya dalam menghadapi tantangan perubahan dengan formulasi respons yang berhasil.25 Stimulus seperti ini terjadi dalam kehidupan Rendra sebagai tokoh budayawan, penyair, dan dramawan di Indonesia.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan behavioral, yaitu pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kejadian saja, namun juga pada pelaku sejarah dan situasi nyata. Bagaimana para pelaku sejarah memaknai keadaan yang dihadapinya, sehingga dari penafsiran tersebut timbul tindakan-tindakan yang menimbulkan suatu peristiwa dan timbul akibat (pengaruh) dari tindakan tersebut. Oleh karena itu, teori Tantangan dan Respon Toynbee dengan pendekatan behavioral relevan sebagai perspektif dalam penelitian ini.
Metode Penelitian
Langkah kedua, setelah dilakukan pengumpulan data atau sumber sejarah, dilakukan pengujian terhadap keaslian sumber melalui kritik eksternal dan keabsahan sumber (kredibilitas) yang terdeteksi melalui kritik internal. Kritik eksternal dilakukan dengan menilai sumber dari segi fisik, baik dari segi bahan kertas yang digunakan, tinta, gaya penulisan, dan bahasa.28 Penulis juga menilai dari segi relevansi antara tahun terbit dan gaya penulisan, bahasa dan bahan yang digunakan. Berdasarkan kritik eksternal yang dilakukan, maka sumber-sumber yang diperoleh peneliti dapat diberikan pertanggungjawaban atas keasliannya.
Kritik internal dilakukan peneliti dengan cara membandingkan informasi yang terkandung dalam sumber-sumber tersebut. 104-112, kritik eksternal adalah studi tentang asal usul suatu sumber, pemeriksaan terhadap data atau sisa-sisa itu sendiri untuk memperoleh semua informasi yang mungkin. Kritik dari luar juga harus dilihat keutuhannya, artinya suatu sumber tetap autentisitasnya jika kesaksian aslinya tetap dipertahankan tanpa perubahan apapun meskipun disampaikan berkali-kali.
Interpretasi diawali dengan sintesis (penyatuan) data-data sejarah, yang kemudian dianalisis (dijelaskan) 29 Interpretasi dilakukan dengan bertumpu pada teori yang digunakan sebagai alat analisis, sehingga dihasilkan karya sejarah yang relevan dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini. . . 4) Tahap historiografi (penulisan sejarah). Historiografi yang dilakukan peneliti berupa analisis deskriptif terhadap peristiwa sejarah berdasarkan suatu sistematika pembahasan yang ditentukan.
Sistematika Pembahasan
Kata-kata sebagai media pengalaman batin Rendra dapat dijadikan alat dakwah atau jihad dengan karya sastra bidang kebudayaan Indonesia pada umumnya. Bab ketiga membahas tentang karya-karya Rendra di bidang kebudayaan dari sudut pandang seorang budayawan yang juga seorang penyair dan dramawan terkemuka di Indonesia. Bab ini menyajikan jawaban atas permasalahan utama yang diangkat penulis, serta temuan penelitian ini.
Bab ini juga menyajikan saran dan kalimat penutup sebagai hasil akhir penelitian ini. Rendra merupakan anak dari R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ajeng Catharina Ismadillah. a) Dalam lingkungan keluarga, Rendra belajar dari ayahnya untuk menghargai kehidupan mandiri dengan gaya berpikir Aristotelian dan mengetahui hal-hal yang ilmiah dan rasional. Pemahaman Rendra terhadap ayat suci Alquran menjadikan seni dan sastra sebagai media dalam menjalankan tugasnya sebagai insan yang beriman kepada Allah SWT.
Sehingga mampu menempatkan diri pada hubungan dan kedudukan yang sebenarnya dalam keutuhan kebudayaan Islam di Indonesia. Kebudayaan Islam harus mampu memenuhi kebutuhan jiwa dan raga masyarakat dan bangsa Indonesia. Sehingga kebudayaan Indonesia dapat tercipta sesuai dengan kebutuhan raga dan jiwa setiap individu dalam kehidupan berbangsa.
Kebudayaan Indonesia yang bersumber dari semedi, meditasi, dan gerakan-gerakan lain yang berada di luar ranah kebudayaan, harus berada dalam konstruksi disiplin, kerangka sistem, dan kaidah kebudayaan Islam. Dari hasil penelitian tersebut, peran pemikiran Rendra terhadap budaya Islam Indonesia dapat dipastikan dari posisi Rendra sebagai seorang penyair, dramawan, dan tokoh budayawan.
Saran-Saran
Pertama, masyarakat lebih mengenal Rendro sebagai penyair yang mengkritik keras dan tegas rezim Orde Baru. Demikian pula para budayawan yang berupaya melestarikan kebudayaan Indonesia hendaknya membaca karya-karya Rendro yang mengandung visi budaya. Dengan adanya skripsi ini, hendaknya para budayawan, budayawan, dan akademisi budayawan di lingkungan UIN, khususnya para sejarawan di Departemen Sejarah dan Kebudayaan Islam, serta masyarakat luar pada umumnya, dapat memahami pemikiran-pemikiran keislaman Rendro di bidang kebudayaan. . .
Skripsi dengan topik sejarah intelektual atau pemikiran tentang tokoh-tokoh Islam yang melahirkan gagasan-gagasan kebudayaan Islam patut untuk dibudidayakan oleh para sejarawan masa depan di Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Penutup
Pembebasan Budaya Kita, Jakarta: Gramedia berkolaborasi dengan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Periodisasi Sejarah Kesadaran Beragama Umat Islam Indonesia: Mitos, Ideologi dan Ilmu Pengetahuan” dalam pidato pengukuhan jabatan Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta: UGM. Muzani, Saiful “Dibalik Polemik Anti Pembaharuan Islam: Memahami Gejala Fundamentalisme Islam di Indonesia” dalam Rahmat, Jalaluddin (et), 2001, Tharikat Nurcholishy: Jejak Pemikiran Reformator Hingga Guru Nasional, Yogyakarta: Pustaka Siswa.
Pembebasan Budaya Kita, Jakarta: Gramedia berkolaborasi dengan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama bekerjasama dengan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), dan disiarkan oleh Pramudya, Willy (Ed) di Harian Bernas. Rendra untuk Kemanusiaan dan Kebudayaan Kontemporer", Yogyakarta: Dies Natalis ke-62 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kata-kata Sebagai Sarana Penyair Menghadapi Ketidakadilan dan Kemiskinan (Kajian Sastra Puisi W.S. Rendra), Bandung: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial “PekSos” Vol. Peserta Seminar Sejarah Nasional “Dekonstruksi Sejarah Pemikiran Politik Islam Cina dan Nasionalisme di Indonesia” pada tanggal 8 Juni 2009.