Improving student activities and learning achievements in biology through a cooperative learning model of numbered heads together (NHT) by using students' worksheet. The strategy used and the learning model cannot yet improve the activities and the learning outcome of the students. The effort is used to improve the cases by using the Numbered Heads Together (NTH) learning model and aided by the students' "Tebak Alur" worksheet (guess the way).
The purpose of this research is to improve students' activities and their learning outcomes in biology with the help of the collaborative learning model Numbered Heads Together (NHT) and the student's worksheet "Tebal Alur" (guess the path). To collect data, the researcher used an observation sheet to observe the students' activities and a biology test to measure the students' achievements. Pupils' achievements are shown by the number of pupils who passed the minimum standard achievement criteria (KKM) and the average grade of pupils in the last level.
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif numbered heads together (NHT) dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Tebak Alur. Berdasarkan identifikasi masalah, maka rumusan masalah penelitian ini adalah “Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa melalui model pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur”. Bagaimana meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran biologi menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur.
Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran biologi menggunakan model headcount cooperative learning (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur. Untuk mendeteksi peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif head count (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model headcount cooperative learning (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur.
KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori 1. Aktivitas Belajar
- Hasil belajar
- Model Pembelajaran Kooperatif
- Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)
Pembelajaran kooperatif merupakan pengembangan dari konstruktivisme, yaitu siswa dapat membentuk dan mengembangkan konsep baru setelah proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif menurut Sholehatin (2008:5) adalah model pembelajaran yang membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman dan sikap serta menyesuaikan diri dengan kehidupan nyata di masyarakat, sehingga dengan bekerja sama antar kelompok produktivitas motivasi, dan hasil belajar akan meningkat. Model pembelajaran kooperatif menurut Slavin (Poppy, et al. 2007:11) adalah pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja sama dalam kelompok kecil yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompok yang heterogen.
Pembelajaran kolaboratif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama, yaitu kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan tugas kelompok yang dilakukan secara acak. Model pembelajaran yang termasuk dalam pembelajaran kolaboratif adalah Numbered Heads Together (NHT).
Persiapan
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan menjadi enam langkah (Ibrahim dalam Anonim, 2008) yaitu sebagai berikut: LKS) Menebak alur menurut model pembelajaran kooperatif numbered heads together (NHT).
Pembentukan Kelompok
Diskusi masalah
Memanggil salah satu nomor untuk menjawab pertanyaan
Memberi kesimpulan
Memberikan penghargaan
- Penelitian Relevan
- Kerangka Pemikiran
- Hipotesis Tindakan
- Jenis Penelitian
- Tempat Penelitian
- Waktu Penelitian
- Subjek Penelitian
- Definisi Operasional
- Prosedur Penelitian
- Perencanaan
- Tindakan (Action)
- Observasi
- Refleksi (reflection)
- Instrumen Penelitian
- Aktivitas Belajar Siswa Siklus I
- Hasil Belajar Siswa siklus I
- Refleksi Siklus I
- Aktivitas Belajar Siswa siklus II
- Hasil Belajar Siklus II
- Refleksi Siklus II
- Peningkatan aktivitas belajar biologi siswa siklus I dan siklus II
- Perbandingan Hasil belajar siklus I dan siklus II
- Penghargaan Kelompok
Melalui model pembelajaran kooperatif Counted Heads bersama dengan bantuan LKS Tebak Alur dapat meningkatkan keaktifan. Kerangka berpikir melalui model pembelajaran kooperatif tipe counting heads (NHT) dengan bantuan lembar kerja tebak-tebakan. Belajar menggunakan model Head Number Cooperative Learning (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur.
Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X4 Biologi SMA Negeri 14 Siak. Pada pertemuan kedua diketahui bahwa siswa mulai terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur. Meningkatnya evaluasi kelompok membuktikan bahwa nilai hasil belajar siswa meningkat setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur.
Rendahnya penguasaan hasil belajar siswa pada siklus I merupakan akibat dari kurangnya pemahaman terhadap penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur. Pada Siklus I masih banyak siswa yang belum tuntas karena belum begitu memahami penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur. Peningkatan hasil belajar tidak lepas dari penggunaan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan LKS Tebak Alur.
Untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam penelitian ini digunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan LKS Tebak Alur. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan LKS Tebak Alur dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam bidang biologi. Dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan LKS Tebak Alur dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X4 SMA Negeri 14 Siak pada Kelas Biologi dengan kategori Sangat Baik.
Penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) menggunakan LKS tebak alur pada penelitian ini memberikan dampak positif bagi siswa yaitu kemampuan meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X4. Penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan LKS tebak-tebakan dalam penelitian ini berpengaruh positif terhadap guru lain untuk menerapkan perubahan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan LKS alur tebak-tebakan. Penggunaan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X.I SMA NEGERI 1 PEKANBARU.
STRUKTUR TUBUH LUMUT DAUN
Tumbuhan lumut secara evolusi paling sederhana dibandingkan tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji karena merupakan peralihan antara tumbuhan thallus (talopyta) dan tumbuhan cormus (kormopyta) karena masih memiliki akar berupa rizoid. Tumbuhan lumut mengalami pergantian generasi yang disebut metagenesis, pergantian dua fase yaitu fase gametofit dominan/berumur lebih lama karena merupakan tumbuhan lumut sedangkan fase sporofit memiliki umur lebih pendek karena setelah sporogonium tua sporanya mati. Pembagian lumut terdiri dari tiga kelas yaitu Musci (lumut daun), Hepaticae (lumut hati) dan Anthoceropsida (lumut tanduk).
Guntinglah bagian-bagian gambar dan uraian serta urutan setiap tahapan siklus hidup muslim secara terpisah. Tempelkan urutan daur hidup lumut sesuai hasil diskusi kelompok kalian pada kertas kosong dengan lem. Tujuan: Memahami ciri-ciri tumbuhan paku, pergantian generasi/siklus hidup tumbuhan paku homospora, dan peranannya bagi manusia.
Menurut ukurannya, daun dibedakan menjadi 2 jenis yaitu daun kecil (mikrofil) dan daun besar (makrofil), sedangkan menurut fungsinya, daun tumbuhan paku disebut tropofil yang berfungsi sebagai asimilasi makanan, dan disebut sporofil yang menghasilkan terak. Gunting bagian gambar dan deskripsinya serta urutan setiap tahap siklus hidup kuku secara terpisah. Tempelkan urutan siklus hidup paku pada kertas kosong berdasarkan hasil diskusi kelompok Anda.
Tujuan: Memahami ciri-ciri tumbuhan berbiji, daur hidup antar generasi/daur hidup tumbuhan berbiji dan peranannya bagi manusia. Tumbuhan berbiji berukuran makroskopis dengan ketinggian, habitus atau perawakan yang sangat berbeda dengan tumbuhan berbiji yaitu pohon, perdu, perdu dan herba, terjadi penyerbukan dan pembuahan, habitatnya terutama di darat, tetapi ada juga yang berenang di air. Terdiri dari dua subdivisi, yaitu gymnospermae/tanaman berbiji terbuka (misalnya pakis peziarah, damar, pinus, dan malinjo).
Angiospermae/angiospermae terbagi menjadi dua kelas, antara lain: monokotil/tanaman dalam satu bagian (misalnya padi, jagung, kunyit, alang-alang, bawang, dll).
Berisi, jadi porifera berarti hewan yang tubuhnya keropos atau berlubang. Tubuh mereka tersusun atas dua lapisan (ektoderm dan endoderm) diantara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan Mesoglea.
TIPE SALURAN AIR PORIFERA
Tubuhnya terdiri dari 2 lapisan embrionik, tubuhnya memiliki 2 bentuk, yaitu polip (hidup menetap), Medusa (hidup bergerak bebas).
BENTUK TUBUH COELENTERATA
Coelenterata dibagi menjadi 3 kelas, yaitu Hydrozoa (Hydra), Scypozoa (Aurelia) dan Anthozoa (Anemon laut & karang). Gunting bagian gambar dan keterangan serta urutan setiap tahap siklus hidup Obelia secara terpisah. Platyhelminthes berasal dari kata platy = pipih dan helminthes = cacing, artinya tubuh yang pipih seperti pita. Tubuhnya simetris bilateral, acelomata triloblastic.
Platyhelminthes (cacing pipih) terdiri dari 3 kelas yaitu: Turbilaria contohnya Planaria, Trematoda contohnya cacing jantung dan Cestoda contohnya cacing pita.
STRUKTUR PLANARIA
Guru memandu diskusi kelompok dan menjelaskan cara menyisipkan gambar daur hidup lumut. Semua siswa sudah mengerjakan LKS dengan cukup serius dan siswa sudah mampu bekerja dalam kelompok, sehingga indikator diskusi dan menjawab pertanyaan meningkat dari pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan paku dengan mendemonstrasikan tumbuhan paku dan tumbuhan lumut yang dimiliki guru serta menjelaskan perbedaan struktur tubuh.
Guru mendatangi setiap kelompok untuk memimpin siswa dalam diskusi kelompok dan menjawab pertanyaan siswa jika ada yang bertanya, kemudian memimpin diskusi kelas. Siswa mendengarkan dengan serius penjelasan guru, namun dalam kerja kelompok siswa mengalami kesulitan dalam merangkai daur hidup benih, sehingga banyak siswa yang bertanya kepada guru. Mereka tidak begitu antusias dalam menjawab soal seperti pada sesi kedua karena pemahaman materi yang kurang sehingga siswa masih menjawab soal dengan kurang tepat bahkan siswa yang menjawab tidak sempurna.
Guru memimpin diskusi, dari jawaban siswa yang kurang lengkap guru menjelaskan daur hidup angiospermae (penyembuhan ganda) Saran perbaikan. Tingkat partisipasi mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan guru pun lebih acak. Siswa yang mengerjakan LKS bekerja sama dengan baik. sehingga persentase indikator diskusi meningkat dari pertemuan sebelumnya, terlihat siswa antusias dan aktif dalam menjawab pertanyaan, hampir semuanya mengangkat tangan.
Guru menjelaskan ciri-ciri spons dan berjalan ke setiap kelompok untuk melihat hasil kerja siswa dan menjawab pertanyaan siswa jika ada yang bertanya. Pada pertemuan-pertemuan berikutnya, kerjasama akan lebih berhati-hati dalam membiarkan siklus hidup makhluk hidup mengalir. Pada indikator menjawab pertanyaan guru, guru lebih berhati-hati dalam menunjuk siswa sehingga lebih acak.
Pembelajaran terlihat aktif dan berjalan dengan baik karena terlihat hampir semua siswa bersemangat dalam menjawab soal-soal baik kemampuan tinggi maupun rendah. Guru menjelaskan ciri-ciri Platyhelmintes saat siswa mengerjakan LKS, guru berkeliling ke setiap kelompok dan membimbing siswa sambil menjawab pertanyaan siswa jika ada yang bertanya. Spora tumbuhan paku yang jatuh pada lingkungan yang lembab akan tumbuh menjadi :. satu. sporogonium d. protalium b. sporangiofor e. proteinema c. pakis.