• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN PENANGGULANGANNYA DI DESA PAGAR BANYU KABUPATEN SELUMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAN PENANGGULANGANNYA DI DESA PAGAR BANYU KABUPATEN SELUMA "

Copied!
74
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Anak dan orang tua merupakan komunikator dalam arti sebagai pengirim dan penerima pesan. Dalam konteks tanggung jawab orang tua dalam pendidikan, orang tua merupakan pendidik pertama dan terpenting dalam keluarga. Upaya orang tua dalam hal ini adalah cara orang tua menyikapi perilaku remajanya.

Berikut petikan tanggapan wawancara yang dilakukan kepada orang tua yang mempunyai anak remaja di Desa Pagar Banyu Kecamatan Seluma dengan tema pertanyaan sebagai berikut. Adapun pola pembinaan melalui keteladanan yang sebaiknya digunakan atau diberikan oleh orang tua kepada putra-putrinya, seperti: Orang tua di Desa Pagar Banyu Kecamatan Seluma pada umumnya memberikan sanksi kepada anaknya yang melakukan pelanggaran.

Khususnya yang terjadi saat ini di Desa Pagar Banyu Kabupaten Seluma, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi orang tua sebagai landasan dalam membesarkan anak. Cara orang tua dalam mengatasi permasalahan anaknya saat memasuki masa remaja adalah.

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Pendidikan Dalam Keluarga

Ketika ada orang tua yang ingin mendidik anaknya, ada pula anak yang ingin orang tuanya mendidiknya. Artinya pendidikan yang berlangsung dalam keluarga diurus oleh orang tua sebagaimana tugas dan tanggung jawabnya dalam membesarkan anak dalam keluarga. Membesarkan anak merupakan suatu proses yang bertanggung jawab dan sudah menjadi kewajiban orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga dan sebagai konsekuensi dari kewajibannya membangun rumah tangga melalui perkawinan.

Anak yang dilahirkan ke dunia pada hakikatnya merupakan anugerah Allah SWT kepada orang tuanya untuk dididik dan dipersiapkan perannya di masa depan. Pendidikan dalam keluarga yang baik merupakan landasan kokoh bagi upaya pendidikan selanjutnya, baik di sekolah maupun seterusnya. Oleh karena itu, sentuhan kasih sayang orang tua terhadap anaknya menjadi landasan bagi tumbuh kembang anak di masa depan.

Orang tua dan pendidik hendaknya benar-benar menyadari bahwa anak sebenarnya sedang dalam proses perkembangan yang berkesinambungan menuju keadaan dewasa dan matang. Orang tua hendaknya memperhatikan ciri-ciri perkembangan dalam berbagai aspek seperti sosial, intelektual, nilai, emosional, moral, fisik dan sebagainya. Sebagaimana halnya dengan tingkat perkembangan, pemahaman terhadap kebutuhan tersebut sangat diperlukan oleh orang tua ketika memilih dan menentukan tindakan pendidikan dalam kaitannya dengan mendidik anak.

Tindakan orang tua yang paling bijaksana adalah yang disesuaikan dengan jenis dan sifat kebutuhan anak. Orang tua hendaknya membekali anak dengan berbagai alat bantu yang diperlukan untuk perkembangannya, seperti taman bermain, taman bermain, dan eksplorasi diri. Sehubungan dengan hal tersebut di atas hendaknya orang tua memberikan contoh kepada anaknya dalam pendidikannya.

Apabila anak sudah mempunyai inisiatif untuk melakukan sesuatu, hendaknya orang tua memberikan dukungan dan bimbingan agar inisiatif tersebut dapat berkembang dan diperbaiki. Melalui komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, kedua belah pihak mempunyai kesempatan untuk berdialog. Dengan adanya nilai-nilai baik pada anak, maka hal-hal yang diyakini merugikan dapat dicegah sedini mungkin.

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Keluarga

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi sedemikian rupa sehingga penerima pesan dapat menerima secara memadai peran yang disampaikan oleh pemberi. Hal ini dapat dibagi dalam beberapa kategori tanggung jawab orang tua dalam pendidikan yang bersentuhan langsung dengan pendidikan agama, pendidikan moral, pendidikan jasmani, pendidikan hubungan/akal, pendidikan psikologi, pendidikan sosial dan pendidikan seksual. Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada orang tua untuk selalu mendidik anaknya sesuatu yang baik seperti dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq Sa'id bin Mansur sebagai berikut.

34; Didiklah anak-anak kamu dengan akhlak yang baik dan didiklah mereka dengan akhlak yang baik", (Syae'i, 2000: 16). Manakala insan yang mulia ialah orang yang menjadi watak utama yang ingin dicapai dalam mendidik anak-anak dalam keluarga. Oleh itu, walau sesibuk mana pun kerja yang hendak disiapkan, lebih baik luangkan masa demi pelajaran anak.

Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mengutamakan pendidikan anaknya dibandingkan mengurus pekerjaan siang malam.

Pengertian Remaja

Dari sudut pandang psikologis, remaja dipandang sebagai individu yang memiliki ciri, perilaku, dan kepribadian tertentu. Oleh karena itu remaja harus dilihat sebagai remaja dengan segala cirinya, karena mereka bukan lagi anak-anak, dan bukan pula orang dewasa. Ciri utamanya adalah kematangan alat kelamin, dibuktikan dengan adanya menstruasi pertama pada anak perempuan dan produksi sperma pada anak laki-laki.

Ciri-ciri sekundernya antara lain perubahan bentuk tubuh pada kedua jenis kelamin, seperti pertumbuhan payudara, pembesaran pinggul, pembesaran papiler akibat penimbunan lemak, dan tumbuhnya bulu kemaluan dan ketiak pada anak perempuan, dan pada anak laki-laki, perubahan tonus otot, bahu melebar, suara. mulai berubah, tumbuh rambut di kemaluan dan ketiak, serta kumis di bibir. Yaitu perubahan tingkah laku yang tampak seperti perubahan minat, antara lain menurunnya minat belajar, muncul minat terhadap lawan jenis. Dalam tahap perkembangannya, kedudukan remaja dijelaskan oleh beberapa ahli, seperti yang dijelaskan oleh Syofyan S.

55 - x tahun : usia tua (aging) dan akhir hayat Dengan demikian, menurut penulis, seorang anak dapat dikatakan remaja apabila sudah memasuki usia 13 tahun ke atas yang sudah memiliki beberapa ciri-ciri yang telah dijelaskan di atas. .

Kedudukan Remaja

Problematika Remaja

Hal ini dapat menempatkan generasi muda pada risiko karena mereka dapat tertular AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. Kebutuhan ini sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menjadi penawar bagi remaja agar tidak melakukan tindakan yang menyinggung. Karena segala resiko dan dosa perbuatan buruk sudah jelas melalui agama, maka mereka akan memiliki rasa takut dalam melakukan apapun yang berhubungan dengan perbuatan zalim.

Kebutuhan ini juga bisa menjadi kebutuhan sosial karena berhubungan atau berhubungan dengan orang lain. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka mereka akan menjadi frustasi dan dendam terhadap lingkungannya serta menimbulkan kenakalan pada anak dan remaja. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang berkaitan dengan orang lain atau disebabkan oleh orang/benda lain di luar diri sendiri.

Dalam Al-Quran, remaja disebut pemuda, karena dikatakan: “Istilah pemuda atau kata-kata yang berarti pemuda tidak ada dalam Islam. Yang dimaksud dengan generasi muda adalah orang-orang yang telah melewati masa kanak-kanak dan mencapai usia lanjut, dan inilah yang disebut dengan masa muda. Remaja dapat dibedakan pertumbuhan dan perkembangannya menjadi tiga fase yang mempunyai ciri khas masing-masing, yaitu masa pueral, masa negatif, dan masa pubertas.

Jika dibagi menjadi remaja awal dan remaja akhir, maka remaja awal berada pada rentang usia 12/13 hingga 17/18 tahun, dan remaja akhir berada pada rentang usia 17/18 hingga 21/22 tahun.

Penelitian Yang Relevan

Data primer yaitu data berupa informasi yang diperoleh dari informan yaitu orang tua dan anak serta tokoh masyarakat di desa Pagar Banyu sebanyak 10 orang untuk mendapatkan informasi yang diperoleh secara langsung berdasarkan fakta di lapangan atau di lapangan. Umumnya mereka putus sekolah karena malu dan pergi bersama anak-anaknya yang berada jauh di atas mereka. Selain itu, alasan lainnya adalah kondisi keuangan orang tuanya yang sebenarnya tidak memungkinkan. Selama ini sepengetahuannya, anaknya tidak pernah melakukan tindakan di luar batas, hal ini dikarenakan pengawasan orang tua terhadap anaknya memang sangat ketat, meski menurutnya mereka tidak membatasi pergaulan anaknya dengan teman-temannya.

Namun di sisi lain, mereka tetap membutuhkan perlindungan dan rasa aman dari pihak luar, yang dalam hal ini adalah orang-orang dewasa dan lebih tepatnya orang tua mereka sendiri. Berdasarkan penelitian di lapangan, masih terdapat orang tua yang merasa kurang memperdulikan masalah pendidikan anaknya, sehingga pada masa remajanya anaknya belum memahami apa itu pendidikan khususnya masalah agama. Hal tersebut diberikan karena anak hidup dan berkembang sejak awal pergaulan keluarga, yaitu hubungan orang tua dengan anaknya, hubungan ayah dan ibu serta hubungan anak dengan anggota keluarga lainnya.

Selain itu perhatian orang tua akan lebih mudah tersalurkan kepada setiap anak, baik dalam hal akhlak, pendidikan sekolah, pergaulan dan lain sebagainya. Anak-anak dan Remaja Rela Melakukan Tindakan Yang Tidak Direstui Masyarakat, Karmanya Diberi Pujian, Perhatian dan Kasih Sayang (kalau bisa dibilang sayang tentu tidak sama dengan kasih sayang orang tua. Ini dia kumpulan remaja yang melakukan tidak bisa hidup nyaman di rumah karena banyak masalah. Selain permasalahan ekonomi yang berantakan atau kacau, keadaan ekonomi keluarga kaya raya yang mewah juga ada karmanya, dan kedua orang tuanya super sibuk.

Saat remaja tersebut ditangkap polisi saat pesta narkoba di rumahnya, kabar tersebut sampai ke orangtuanya. Orang tua berperan penuh dalam pengajaran ini, seperti mengajak anaknya berdoa, dan orang tua tersebut mendidiknya dengan keteladanan yang baik. Dalam konteks pembinaan remaja dalam lingkungan keluarga, unsur keteladanan orang tua memang penting, namun bukan satu-satunya cara untuk menjadikan anak menjadi lebih baik, namun banyak hal yang perlu dijelaskan secara lisan, mengapa sesuatu itu harus dilakukan dan ditinggalkan. .

Nasehat yang diberikan oleh orang tua di lingkungan keluarga tidak hanya mengenai kesalahan dalam tindakan anaknya saja, namun orang tua di desa biasanya juga ikut membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anaknya. Hasil observasi penulis menunjukkan bahwa atas kesalahan yang terjadi di lingkungan keluarga dan dilakukan oleh anaknya, hukuman yang diberikan orang tua diukur dari besarnya kesalahan yang dilakukan. Spontanitas anak sangat penting bagi orang tua sebagai bahan pertimbangan dalam memahami dirinya dan anaknya.

Memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan anak Memperhatikan anak berarti tumbuhnya kewibawaan dalam diri orang tua dan kewibawaan akan menimbulkan sikap ketaatan yang alami pada diri siswa. Diharapkan kepada para orang tua untuk selalu memperhatikan anak-anaknya di masa remajanya dan membimbingnya agar terhindar dari perbuatan-perbuatan jahat.

Gambar 2.1: Kerangka Berfikir  Problem
Gambar 2.1: Kerangka Berfikir Problem

Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Gambar

Gambar 2.1: Kerangka Berfikir  Problem
Tabel 4.4 Jenis Mata Pencaharian Masyarakat/Kepala Keluarga

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan Hasil Menulis Teks Eksplanasi Kompleks Siswa yang Memiliki Motivasi belajar Rendah dengan Menggunakan Model Pembelajaran Examples non Examples dengan Siswa