PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Seberapa efektif komunikasi guru terhadap tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju. Apa saja faktor pendukung dan penghambat komunikasi guru terhadap tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju. Untuk mengetahui efektivitas komunikasi guru terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju.
Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi guru terhadap tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju. Materi yang informatif bagi guru agar komunikasi guru Pendidikan Agama Islam lebih efektif terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju. Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah guru agama Islam SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju dan juga beberapa siswa untuk dijadikan sebagai kontrol (tes ulang). 2) Sumber data sekunder.
Efektivitas Komunikasi Guru Terhadap Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju. Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju telah menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa.
Tujuan Penelitian
Manfaat/kegunaan
Dengan adanya penelitian ini diharapkan guru dan siswa dapat menciptakan komunikasi yang baik dalam interaksi belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam pengambilan kebijakan khususnya dalam mengatasi hambatan komunikasi dalam interaksi belajar mengajar di sekolah.
TINJAUAN TEORITIS
Pengertian Komunikasi
54Riduwan, Belajar Mudah Meneliti, (Cet.IX; Bandung: Alfabeta, 2013) hal. 74. . komunikasi antara guru PAI dan siswa dalam mengembangkan semangat kerja siswa di SMAN 1 Pangale. Sarana dan Prasarana adalah segala sarana yang ada di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju untuk menunjang kegiatan dan administrasi sekolah serta mencapai tujuan proses pembelajaran di sekolah. Sejak berdirinya SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju, guru Pendidikan Agama Islam telah mengalami beberapa kali pergantian guru dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam. Sejak didirikan pada tahun 2003 hingga 2009, guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale adalah murni berkualifikasi dari jurusan Pendidikan Agama Islam sampai dengan dan termasuk.
Dari wawancara di atas terlihat bahwa pergantian guru sangat mempengaruhi kondisi siswa dalam kaitannya dengan penerimaan materi pembelajaran, salah satunya proses belajar mengajar dalam pendidikan agama Islam dalam kaitannya dengan komunikasi antara pendidik dan siswa. 60 Wawancara Ibu Misnah, Guru Pelajaran Sejarah SMAN 1 Pangale Kepala SMAN 1 Pangale di ruang kepala sekolah. 63 Wawancara siswa di SMAN 1 Pangale (22 Januari 2018). . memiliki keterampilan dan sikap untuk memahami situasi dalam proses belajar mengajar.
Faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam berkomunikasi dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam dalam hal peningkatan pemahaman siswa terhadap pengajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale juga mengalami kendala masing-masing. Dari faktor pendukung dan penghambat komunikasi guru PAI diatas, solusinya apakah dalam proses belajar mengajar di SMAN 1 Pangale terdapat beberapa karakter siswa yang berbeda-beda, mulai dari yang aktif di kelas hingga yang hanya mau mendengarkan saja. padamu, lalu bagaimana caranya. Dibutuhkan Guru Pendidikan Agama Islam Agar proses pembelajaran tetap aktif maka harus ada komunikasi yang efektif baik antar guru maupun antara guru dan siswa di lingkungan sekolah.
Faktor penghambat dan pendukung Komunikasi
Syarat-syarat keberhasilan komunikasi
“Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pangale telah mengalami beberapa kali pergantian bidang keguruan, salah satunya dalam bidang pembelajaran PAI, awalnya guru PAI di sekolah ini tidak dikualifikasi oleh jurusan tersebut hingga digantikan lagi oleh seorang guru yang memenuhi syarat PAI sejauh ini.” 59 (wawancara, 25 Januari 2018).
Efektifitas komunikasi dalam pembelajaran
Guru
- Pengertian Guru
- Guru Yang Profesional
- Syarat-syarat Guru Profesional
Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
- Pengertian pembelajaran
- Pengertian pendidikan Agama Islam
- Tujuan pendidikan Agama Islam di SMA
- Fungsi Pendidikan Agama Islam di SMA
- Dasar-dasar pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Objek Penelitian
Mamu mengingat di sini banyak siswa yang tingkat pemahamannya rendah karena rasio guru-siswa yang tidak merata, jika dipikir secara logika guru akan terbebani dalam mengajar. Dimana guru sebagai pendidik atau dosen dan peserta didik sebagai pelajar dapat berlangsung di masyarakat baik melalui komunikasi verbal maupun non verbal.
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Tingkat pemahaman siswa adalah kemampuan siswa untuk dapat mendefinisikan sesuatu dan menguasainya dengan memahami maknanya.
Sumber Data
Data sekunder merupakan jenis data yang mendukung data primer dan dapat diperoleh di luar objek penelitian.53 Sumber data sekunder dapat dibedakan menjadi; Pertama, tinjauan literatur konseptual, yaitu kajian terhadap artikel atau buku yang ditulis oleh para ahli yang berkaitan dengan pembahasan judul penelitian ini, Kedua, tinjauan literatur hasil penelitian terdahulu atau pencarian hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembahasan penelitian ini. penelitian ini, baik penelitian yang telah dipublikasikan maupun penelitian yang belum dipublikasikan dalam bentuk buku atau jurnal ilmiah.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Alat yang digunakan juga berupa panduan wawancara dan tinjauan pustaka seperti buku, foto, dokumen serta alat pendukung seperti kamera, perekam suara, buku catatan, rekaman hasil observasi dan wawancara. Wawancara ini digunakan apabila ingin mengetahui sesuatu dari responden secara lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi alur informasi dalam suatu wawancara, yaitu: pewawancara, responden, pedoman wawancara dan situasi wawancara.
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin. Wawancara bebas terpimpin merupakan gabungan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam pelaksanaannya, pewawancara membawa pedoman yang hanya bersifat garis besar mengenai hal-hal yang akan ditanyakan.55. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung melalui tanya jawab lisan dengan narasumber.
Peneliti melakukan wawancara kepada guru pendidikan agama Islam, informan diberikan berbagai pertanyaan mengenai pola komunikasi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak di SMAN 1 Pangale dengan menggunakan alat pendukung dalam wawancara berupa buku catatan, kamera, tape recorder kemudian rekaman. hasil wawancara. Dokumentasi adalah suatu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan, laporan kegiatan, foto, dokumenter, dan data yang relevan dengan penelitian. Dokumentasi berfokus pada perolehan data langsung dari lokasi penelitian, termasuk foto. dokumenter dan data yang relevan dengan penelitian. Pada tahap ini peneliti meminta berbagai dokumen kepada staf SMAN 1 Pangale yang tentunya berkaitan dengan kegiatan yang diteliti.
Teknik Analisis Data
Guru-guru SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju dengan berbagai disiplin ilmunya telah berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik siswanya dengan sebaik-baiknya. Namun guru membekali dirinya dengan berbagai keterampilan dan informasi penting tentang pendidikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan. , serta memberikan teladan yang baik bagi siswa. Sebab, pembentukan kepribadian seorang siswa salah satunya ditentukan oleh lingkungan sekolah tempat ia memperoleh ilmu pengetahuan. Dan biasanya mereka meniru lingkungan sekitar, termasuk dunia pendidikan. Sarana dan Prasarana yang dimiliki SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju sebagaimana tercantum pada tabel diatas. Penulis dapat menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana sudah milik sendiri. Sebab sarana dan prasarana yang dimiliki SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju tidak hanya fasilitas siswa saja, namun fasilitas yang baik juga dimiliki oleh guru seperti ruangan dan lain sebagainya.
Para guru di SMAN 1 Pangale Kabupaten Mamuju berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan seluruh perhatiannya kepada siswanya, terutama yang masih mengalami kesulitan. Guru pendidikan agama Islam selalu berusaha menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi peserta didik. Menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi siswa agar seluruh tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Selain itu, Ibu Misnah, S.Pd., M.Pd, salah satu guru di SMAN 1 Pangale juga menyampaikan hal yang sama. Dari wawancara di atas terlihat seringnya pergantian guru disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah guru tersebut diangkat dan dipindahkan ke sekolah lain sehingga mengakibatkan SMAN 1 Pangale harus mencari guru pengganti.
Komunikasi antar guru di SMAN 1 Pangale dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mendukung atau bahkan menghambat keberhasilan komunikasi tersebut. Faktor pendukung guru PAI dalam komunikasi pembelajaran PAI di SMAN 1 Pangale tidak lain adalah komitmen dan visi utama di SMAN 1 Pangale untuk mewujudkan sekolah yang unggul kinerja, menguasai ICT, siap bersaing di era global berbasis IMTAQ dan mempunyai karakter untuk menghasilkan peserta didik yang berakhlak mulia. Karima. 64 Wawancara Kepala SMAN 1 Pangale di ruang kepala sekolah (5 Februari 2018).. Media komunikasi tidak menjadi masalah h) Konsistensi berbahasa.
HASIL PENELITIAN
Efektifitas komunikasi guru Pendidikan Agama Islam
Faktor pendukung dan penghambat komunikasi
PENUTUP
Saran