PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI
Makalah
Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok
Mata Kuliah: Ilmu Pendidikan Dosen Pengampu: Failasuf Fadli M.S.I
Disusun oleh:
Fia Ismatul Maula (20222079) Tazkiyatun Nufus (20222089)
KEMENTERIAN AGAMA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN
2022
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Atas berkat karunia-Nya, kami telah selesai menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan mengenai Pendidikan di Era Globalisasi.
Sumber literasi dalam makalah ini kami mengambil dari beberapa buku dan jurnal. Tentunya makalah kami ini belum mencakup keseluruhan pembahasan mengenai keterkaitan tantangan dan pemanfaatan pendidikan di Era Globalisasi ini.
Harapan kami para pembaca dapat menggali lebih dalam dengan sumber-sumber lain mengenai tema ini.
Akhir kata, kami ucapkan Terima Kasih kepada dosen pengampu Bpk.
Failasuf Fadli M.S.I yang sudah memberikan arahan, serta rekan-rekan mahasiswa yang sudah mendorong semangat kami. semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan sebagai penyusun kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan dari para pembaca untuk memberi kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Sesungguhnya tiada yang sempurna kecuali Allah dan kepada Allah jualah segalanya kami serahkan kembali, semoga ini bermanfaat untuk kita semua.
Pekalongan, 04 November 2022
Kelompok 13
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...4
B. Rumusan...4
C. Tujuan...5
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pendidikan di Era Globalisasi...6
B. Tantangan Pendidikan di Era Globalisasi...7
C. Pemanfaatan teknologi dalam Pendidikan...8
D. Upaya Pendidikan dalam menghadapi Globalisasi………..9
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan...12
B. Saran ...12
DAFTAR PUSTAKA...13
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Di Era Globalisasi yang berkembang sangat pesat setiap tahunnya terutama di negara berkembang seperti Indonesia masih menimbulkan banyak permasalahan bagi beberapa kalangan masyarakat terutama kalangan siswa disekolah. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari era digital ini sangat berpengaruh pada aktivitas social masyarakat seperti tata cara pergaulan anak-anak, remaja ataupun pada orang dewasa, serta kurangnya kesadaran pada diri masyarakat terutama dalam mengamalkan nilai- nilai agama islam yang seharusnya menjadi bekal dalam kehidupan, hal tersebut tentu menjadi point negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di samping itu pengaruh globalisasi akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ditambah dengan banyaknya informasi membuat hilangnya sekat antar daerah yang menyebabkan siapapun dapat dengan cepat melihat segala aktivitas yang dilakukan oleh berbagai orang. Selain itu perkembangan internet membuat informasi dapat tersebar luas sehingga para remaja mampu mengakses dan melihat walaupun hanya duduk diam didalam kamar. Salah satu dampak yang harus diperhatikan dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dampak negatif terhadap generasi muda terutama pada masa remaja awal seperti pergaulan bebas, tawuran dan penganiayaan anak sekolah, meminum obat-obatan terlarang, degradasi moral, tidak patuh pada aturan sekolah dan masih banyak yang lainnya yang memicu hilangnya kesadaran diri dan akhlak manusia.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Pendidikan di Era Globalisasi ? 2. Apa saja tantangan Pendidikan di Era Globalisasi ? 3. Apa pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan ?
4. Apa saja Upaya Pendidikan dalam menghadapi Globalisasi ?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian Pendidikan di Era Globalisasi 2. Untuk mengetahui tantangan Pendidikan di Era Globalisasi
3. Untuk menambah wawasan mengenai Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan 4. Untuk mengetahui apa saja Upaya Pendidikan dalam menghadapi Globalisasi
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan di Era Globalisasi
Secara etimologi, menurut kamus besar bahasa Indonesia era diartikan sejumlah tahun dalam jangka waktu antara beberapa peristiwa penting dalam sejarah. Sedangkan menurut kamus ilmiah popular era berarti zaman masa atau kurun waktu. Sedangkan kata globalisasi berasal dari kata dasar global yang artinya menyeluruh, seluruhnya, garisbesar, secara utuh, dan kesejagatan. Jadi globalisasi dapat diartikan sebagai pengglobalan seluruh aspek kehidupan, perwujudan perubahan secara menyeluruh aspek kehidupan. Dan perubahan merupakan suatu proses aktual yang tidak pernah hilang selama manusia hidup dimuka bumi ini. Keharusan ini dimungkinkan karena manusia pada dasarnya adalah makhluk kreatif sebagai sunnatullah atas rasa, cipta, dan karsa yang diberikan maha pencipta kepadanya.
Era Globalisasi dalam arti terminologi adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan diantara masyarakat dan elemen-elemen yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi dibidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
Globalisasi juga dimaknai dengan gerakan mendunia, yaitu suatu perkembangan pembentukan sistem dan nilai-nilai kehidupan yang bersifat global. Era globalisasi memberikan perubahan besar pada tatanan dunia secara menyeluruh dan perubahan itu dihadapi bersama sebagai suatu perubahan yang wajar. Sebab mau tidak mau, siap tidak siap perubahan itu akan terjadi.
Era ini di tandai dengan proses kehidupan mendunia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam bidang tranformasi dan komunikasi serta terjadinya lintas budaya. Istilah globalisasi menurut Akbar S. Ahmad dan Hasting Donnan yang memberikan batasan bahwa globalisasi pada prinsipnya mengacu pada perkembangan-perkembangan yang tepat didalam teknologi
komunikasi, transformasi, informasi yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh menjadi hal-hal yang bisa dijangkau dengan mudah.
B. TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI
Era globalisasi adalah tantangan besar bagi dunia Pendidikan. Dalam konteks ini, Khaeridin Kurniawan (1999), mendeskripsikan berbgaia tantangan Pendidikan dalam menghadapi arus globalisasi, antara lain :
1. Tantangan untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas kerja nasional seerta pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan (continuing delovpment).
2. Tantangan untuk melakukan riset secara komprehensif terhadap terjadinya era reformasi dan transformasi struktur masyarakat, dari masyarakat tradisional-agraris ke masyarakat modern-industrial dan informasi, komunikasi, serta bagaimana implikasinya bagi peningkatan dan pengembangan kualitas kehidupan SDM.
3. Tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat, yaitu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahhuan, teknologi dan seni.
4. Tantangan terhadap munculnya invasi dan kolonialisme baru dibidang IPTEK, yang menggantikan invasi dan kolonialisme dibidang politik dan ekonomi.
Semua tantangan tersebut menuntut adanya SDM yang berkualitas dan berdaya saing dibidang-bidang tersebut secara komprehensif dan komparatif yang berwawasan keungggulan, keahlian professional, berpandangan jauh ke depan
(visioner), rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi serta memiliki keterampilan yang memadai sesuai kebutuhan.
C. PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN
Dalam era global saat ini, pendidikaan tidak bisa lepas dari teknologi informasi untuk menunjang aktifitas pembelajaran yang efektif. Teknologi informasi yang difunakan dalam Pendidikan termasuk didalamnya adalah computer dan internet.
Perkembangan teknologi informasi juga dapat dirasakan manfaatnya bagi peningkatan kinerja Lembaga Pendidikan dalam upayanya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Guru dan pengurus sekolah tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan- pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan oleh computer.
Dengan demikian dapat memberikan keuntungan dalam efisien waktu dan tenaga.
Penghematan waktu dan kecepatan penyajian informasi dari penerapan teknologi informasi juga akan memberikan kesempatan kepada guru dan pengurus sekolah untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pembinaan kepada siswa.
Dengan demikian siswa akan merasa lebih dimanusiakan dalam upaya mengembangkan kepribadian dan pengetahuannya.
Dikutip dari berbagai sumber ada beberapa manfaat dan kemudahan terhadap perkembangan teknologi informasi dalalm dunia Pendidikan.
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan Pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses Pendidikan.
3. Kemajuan teknologi informasi juga akan meningkatkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. System administrasi pada sebuah Lembaga Pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan system teknologi informasi.
5. Pengetahuan menjadi mudah diakses oleh siswa disetiap bagian dari dunia dengan oenerapan teknologi dibidang Pendidikan. Kelas online membantu siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain yang berada di tempat lain di dunia.
6. Menggantikan peran manusia dengan melakukan kegiatan otomasi suatu tugas atau proses tertentu.
7. Memperkuat peran manusia yaitu menyajikan informasi, tugas atau proses.
D. UPAYA PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI
Tantangan yang ada dalam dunia Pendidikan kerap kali menjadi kendala bagi suatu negara untuk maju dan bersaing dengan negara lain, seperti Indonesia sendiri. Dibutuhkan kesadaran akan pentingnya Pendidikan baik dari masyarakat, peserta didik, pendidik, hingga pemerintah. Indonesia patit bersyukur dengan limpahan SDA yang tidak terhitung nilainya, namun demikian hal itu jangan sampai membuat sumber daya manusianya terlena dan melupakan pentingnya dunia Pendidikan demi memperkaya pengetahuan umum, intelektual dan kemajuan bangsanya sendiri. Untuk mengantisipasi berbagai kelemahan Pendidikan tersebut, diperlukan Kerjasama dari berbagai pihak. Tidak hanya institusi Pendidikan tetapi pemerintah juga harus serius dalam menangani permasalahan ini agar SDM Indonesia memperoleh rating kualitas Pendidikan memadai. Untuk itu hendaknya dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Orientasi Pendidikan harus lebih ditekankan kepada aspek afektif dan psiko motoric. Artinya, Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik dan pembekalan keterampilan atau skill, agar setelah lulus mereka tidak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan daripada hanya sekadar mengandalkan aspek kognitif (pengetahuan).
2. Dalam proses belajar mengajar guru harus mengembangkan pola student oriented sehingga terbentuk karakter kemandirian, tanggung jawab, kreatif dan inovatif pada diri peserta didik.
3. Guru harus benar-benar memahami makna pendidikan dalam arti sebenarnya. Tidak mereduksi sebatas pengajaran belaka. Artinya, proses pembelajaran peserta didik bertujuan untuk membentuk kepribadian dan mendewasakan siswa bukan hanya sekedar transferof knowledge tapi pembelajaran harus meliputi transfer of value and skill, serta pembentukan karakter (caracter building).
4. Perlunya pembinaan dan pelatihan-pelatihan tentang peningkatan motivasi belajar kepada peserta didik sehingga anak akan memiliki minat belajar yang tinggi.
5. Harus ditanamkan pola Pendidikan yang beriorientasi proses (process oriented), dimana proses lebih penting daripada hasil. Pendidikan harus berjalan diatas rel ilmu pengetahuan yang substantif. Oleh karena itu, budaya pada dunia Pendidikan yang berorientasi hasil (formalitas), seperti mengejar gelar atau title dikalangan praktisi Pendidikan dan pendidik hendaknya ditinggalkan. Yang harus dikedepankan dalam pembelajaran kita sekarang adalah penguasaan pengetahuan, kadar intelektualitas, dan kompetensi keilmuan dan keahlian yang dimilikinya.
6. System pembelejaran pada sekolah kejuruan mungkin bisa diterapkan pada sekolah-sekolah umum. Yaitu dengan menyeimbangkan antara teori dengan praktek dalam implementasinya. Sehingga peserta didik tidak mengalami titik kejenuhan berfikir, dan siap manakala dituntut mengaplikasikan pengetahuannya dalam masyarakat dan dunia kerja.
7. Perlunya dukungan dan partisipasi komprehensif terhadap praktek Pendidikan, dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap dunia Pendidikan terutama masyarakat sekitar sekolah, sehingga memudahkan akses Pendidikan secara lebih luas ke kalangan masyarakat.
8. Profesi guru seharusnya bersifaft ilmiah dan benar-benar “profesonal”, bukan berdasarkan kemanusiaan. Maksudnya, guru memang pahlawan tanpa
tanda jasa namun guru juga seyogyanya dihargai setimpal dengan perjuangannya, karena itu gaji dan kesejahteraan guru harus diperhatikan pemerintah.
9. Pemerintah harus memiliki formula kebijakan dan konsistensi untuk mengakomodasi semua kebutuhan Pendidikan. Salah satunya adalah memperhatikan fasilitas pendidikan dengan cara menaikan anggaran untuk Pendidikan minimal 20-25 % dari total APBN. Disini diperlukan political will kuat dari pemerintah dalam menangani kebijakan Pendidikan.
Berbagai kelemahan Pendidikan di Indonesia seperti diatas, pada dasarnya bertitik tolak pada lemahnya SDM yang ada. Padahal, SDM merupakan factor utama yang menjadi indicator kemajuan suatu bangsa, disamping factor SDA (hayati, non hayati, buatan), serta sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi. Keberhasilan negara-negara barat adalah didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan hal itu berhubungan dengan Pendidikan sebagai wahana pembentukan SDM.
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
Secara etimologi, menurut kamus besar bahasa Indonesia era diartikan sejumlah tahun dalam jangka waktu antara beberapa peristiwa penting dalam sejarah. Era Globalisasi dalam arti terminologi adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan diantara masyarakat dan elemen-elemen yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi dibidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
Semua tantangan tersebut menuntut adanya SDM yang berkualitas dan berdaya saing dibidang-bidang tersebut secara komprehensif dan komparatif yang berwawasan keungggulan, keahlian professional, berpandangan jauh ke depan (visioner), rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi serta memiliki keterampilan yang memadai sesuai kebutuhan.
Untuk mengantisipasi berbagai kelemahan Pendidikan tersebut, diperlukan Kerjasama dari berbagai pihak. Tidak hanya institusi Pendidikan tetapi pemerintah juga harus serius dalam menangani permasalahan ini agar SDM Indonesia memperoleh rating kualitas Pendidikan memadai.
B. SARAN
Alhamdulillah, kami sebagai penulis memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT.
Yang telah memberikan taufik serta hidayah-Nya, sehingga bisa menyelesaikan tugas makalah ini. Kami menyadari ketidaksempurnaan materi dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami berharap bagi pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun.
Semoga bisa diambil manfaatnya baik untuk kami sendiri maupun untuk para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad Baedowi, dkk. 2015. Potret Pendidikan Kita. Jakarta: PT. Pustaka Alvabet.
https://id.scribd.com/document/440837213/TANTANGAN-PENDIDIKAN-DI-ERA- GLOBALISASI
https://www.slideshare.net/resyahid/pemanfaatan-teknologi-informasi-dalam-dunia- pendidikan-pendidikan