• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan IPS di SD

N/A
N/A
Wina apri manola

Academic year: 2024

Membagikan "Pendidikan IPS di SD"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas 1 Pendidikan IPS di SD Nama : Wina Apri Manola

Nim : 856253783

1. Guru IPS di SD hendaknya perlu memiliki wawasan tujuan dan arah pembelajaran IPS yang hendaknya dipertimbangkan pula ketika mengembangkan materi pembelajaran. Terkait hal tersebut, Berilah beberapa contoh ktiteria yang hendaknya dapat menjadi kemampuan terintegrasi dan terinternalisasi dalam diri guru IPS SD ketika mengembangkan materi pembelajaran!

Jawabannya:

Sebagai seorang guru yang mengajarkan materi pelajaran IPS pada sekolah dasar tentunya harus bisa:

- Memahami hal terkini dari fenomena apapun yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat maupun secara Global, untuk dapat dijadikan pembelajaran bagi siswanya disekolah.

- Sebagai seorang guru harus bisa menjadi jembatan ilmu bagi siswa dalam memecahkan persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat social.

- Guru juga harus bisa mengajarkan siswa bagaimana cara berkomunikasi yang baik antar sesama sebagai makhluk social.

- Guru juga harus bisa membantu siswa menganalisis suatu permasalahan yang terjadi, dapat menyaring informasi yang di terima sehingga siswa tidak mudah percaya dengan berita-berita hoax.

- Guru juga harus mengajarkan siswa bagaimana cara bersikap peka terhadap lingkungan sekitar bersikap kritis, tanggap dan adaptif.

2. Kurikulum IPS SD di Indonesia semakin lama semakin berkembang dan mempunyai ciri karakteristik tersendiri di setiap kurikulum. Analislah beberapa perbedaan yang terdapat dalam kurikulum IPS SD Tahun 1994 dan Kurikulum IPS SD Tahun 2006 (KTSP)!

Jawabannya:

Terjadinya beberapa kali perubahan kurikulum di Indonesia dengan harapan akan membuat system pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Berikut perubahan kurikulum yang mengalami perubahan:

- Pembelajaran IPS pada kurikulum 1994, pada masa ini ilmu pengetahuan social di sekolah dasar berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dengan menggunakan konsep-konsep dasar ilmu social yang bisa di aplikasikan siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Kurikulum SD 1994 lebih menenkankan pada beberapa hal sebagai berikut:

 Membaca, menulis, dan berhitung.

(2)

Merupakan dasar bagi siswa untuk bisa mempelajari dan memahami mata pelajaran, ini menjadi dasar penambahan jam pelajaran untuk bahasa Indonesia dan Matematika.

 Muatan Lokal

Mata pelajaran yang dikembangkan oleh masing-masing daerah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan alam, social dan budaya yang ada didaerah tersebut. Mata pelajaran ini di organisasikan dalam berbagai mata pelajaran bahasa daerah, bahasa inggris untuk SD, Budi pekerti, Tulis Arab Indonesia, Kesenian daerah, kerajinan, pertanian dan peternakan.

 Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Sesuai dengan UUSPN Pasal 39 ayat 2 dan 3, pasal 14 ayat 2 peraturan pemerintah No.28 Tahun 1990 yang menyatakan bahwa siswa sedini mungkin diperkenalkan pada teknologi. Pada kurikulum 1994 diajarkan dasar-dasar IPTEK pada siswa serta perkembangan zaman yang berlaku.

 Wawasan Lingkungan

Pemerintah berupaya untuk melestarikan lingkungan hidup dengan berbagai media sebagai sarana pesan, media yang digunakan yaitu pendidikan. Perhatian dan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup harus dikembangkan senidi mungkin.

 Pengembangan Nilai

Dalam upaya peningkatan sumber daya manusia, pendidikan memiliki peranan penting, tidak hanya memerhatikan ilmu pengetahuan dan teknologi saja namun juga mengembangkan kepribadian siswa secara keseluruhan termasuk pengembangan sikap dan nilai serta Iman dan Takwa.

 Pengembangan keterampilan

Merupakan hasil belajar yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari baik di luar maupun didalam kelas.keterampilan itu meliputi keterampilan fisik, keterampilan social dan keterampilan mental (kognitif).

- Pemberlajaran IPS pada kurikulum SD Tahun 2006

Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejujuran, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu; kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok matapelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Kurikulum ini dinilai sangat simple dan praktis dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.

(3)

Kurikulum IPS SD 1994 lebih banyak memberikan peluang kepada guru selaku pengembang GBPP dilapangan dilapangan makanya terdapat beberapa teknik pengembangan materi seperti pengembangan materi berdasarkan konsep, berdasarkan isi (content), berdasarkan keterampilan proses,berdasarkan masalah, berdasarkan kekhususan daerah dan berdasarkan pendekatan penemuan (inkuiri), sedangkan pada kurikulum SD 2006 memberikan peluang kepada pengembang kurikulum untuk melaksakan paradigma baru pembelajaran di SD yang mengacu pada pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif,Efektif, dan Menyenangkan.)

3. Kita telusuri beberapa peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan IPS SD tahun 2006 di kelas rendah. Terkait hal tersebut, Berilah contoh keterkaitan antara peristiwa, fakta, konsep, generalisasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) IPS SD tahun 2006 di kelas rendah!

Jawabannya:

Berikut contoh keterkaitan antara peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi.

- Dan ada juga peristiwa yang berkaitan dengan aktifitas manusia seperti kasus korupsi, krisis moneter, reformasi dan sebagainya. Dari peristiwa-peristiwa tersebut haruslah yang benar-benar terjadi, tapi masih perlu dibuktikan kebenarannya. Karena peristiwa biasanya telah dijadikan sejarah atau sesuatu yang telah terjadi dimasa lalu, contoh pertanyaan pada siswa:

1. Untuk anak laki-laki, tahun berapakah kamu sunat ? 2. Apakah tugas kamu dirumah?

- Fakta secara harfiah berarti sesuatu yang telah diketahui atau benar telah terjadi. fakta merupakan hasil observasi yang bisa dibuktikan secara empiris karena itu sifat fakta bukan hasil perolehan secara acak, memiliki relevansi dan berkaitan dengan teori. Fakta juga bisa menghasilkan teori baru bahkan menolak teori yang ada dan fakta juga dapat mendorong untuk mempertajam rumusan teori yang ada. Bahkan lebih jauh dari itu, teori dapat meramalkan fakta- fakta yang akan terjadi berdasarkan prediksi keilmuan. Contohnya:

1. Padang adalah ibukota provinsi Sumatera Barat 2. Bumi berputar mengelilingi matahari.

- Konsep adalah suatu istilah pengungkapan abstrak yang digunakan untuk tujuan mengklasifikasikan atau mengategorikan suatu kelompok dari suatu benda atau gagasan atau peristiwa. Konsep dapat dipelajari dengan efektif jika disertai dengan mengemukakan sejumlah contoh yang positif. Misalnya, kita mengemukakan konsep kota akan segera dapat dipahami jika pada siswa disebutkan contoh-contohnya seperti : medan, Jakarta,bandung dan sebagainya.

- Generalisasi merupakan abstraksi dan sangat terkait dengan konsep.cara memahami generalisasi dalam hubungannya dengan konsep adalah dengan cara menelusuri proses terbentuknya generalisasi. Untuk itu diperlukan dua konsep, bisa menjadi satu disiplin ilmu sosial atau dari disiplin ilmu sosial yang berbeda.

4. Sudah kita pahami bahwa KTSP IPS di kelas rendah dirancang membantu peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan, pemahaman, pengertian, nilai dan sikap/keterampilan masing-

(4)

masing. Berikan tanggapanmu dan analisislah mengenai keterampilan intelektual, personal dan sosial dalam KTSP IPS SD Kelas Rendah!

5. Terdapat erat hubungan antara nilai dan sikap, bahkan ditegaskan bahwa“nilai itu menyebabkan sikap”. Berdasarkan pernyataan singkat tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap akibat sistem nilai yang dianut seseorang. Jelaskan dan berilah contoh keterkaitan antara nilai dan sikap dalam kurikulum IPS SD KTSP 2006 di kelas tinggi!

Referensi

Dokumen terkait

Hoselitz ed, 1988, Panduan Dasar Ilmu-ilmu Sosial , Rajawali Pers Jakarta.. Djodjo Suradisastra dkk, 1993 , Pendidikan IPS 3, Depdibud Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan

Untuk mencapai kompetensi tersebut, mahasiswa diwajibkan mengkaji : (1) konsep-konsep dasar Ilmu social dan IPS (sejarah, geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi,

Komponen teori berkenaan dengan pemahaman mahasiswa mengenai Hakikat IPS SD, Struktur IPS dalam Kurikulum 2013, SKL, KI, dan KD IPS SD, Konsep Pembelajaran Terpadu,

hidup berbasis kesetaraan gender mampu menjadi prioritas Jurusan Tadris IPS. dalam mengembangkan model kurikulum 2013 yang mampu

Pertama : IPS diajarkan sebagai Ilmu-ilmu Sosial secara terpisah (separated approach) Kedua : IPS diajarkan sebagai ilmu –ilmu sosial secara terpadu (integrated approach)

28 Berikut ini adalah disiplin ilmu sosial yang bukan biasanya dikembangkan dalam tradisi pendidikan IPS di Indonesia

Kemudian terus mengalami perubahan hingga pada tahun 2003, semua tingkat pendidikan menggunakan nama dan kurikulum yang baru berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan

Kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah menengah mengalami