PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Urgensi Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
- State of Art Penelitian
- Efektifitas Belajar
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Belajar Mahasiswa
- Motivasi
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa
- Kapasitas SDM Dosen FEB UHAMKA
- Hipotesis Penelitian
Dalam penelitian ini dinilai ada 2 (dua) faktor penting yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa FEB UHAMKA diantaranya; (1) Faktor pribadi dalam diri mahasiswa FEB UHAMKA itu sendiri. Sehingga proses transformasi belajar mengajar di kelas tidak lagi menjadi formalitas bagi pendidik dan juga bagi mahasiswa FEB UHAMKA dan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas belajar dan motivasi belajar bagi mahasiswa FEB UHAMKA nantinya; Artinya standar penilaiannya realistis, dapat dicapai oleh guru FEB UHAMKA dan sesuai kemampuan.
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Datsa
- Uji Validitas dan Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik
- Teknik Analisis Data
- Uji Hipotesis
Artinya untuk setiap peningkatan validitas suatu satuan, variabel efisiensi pembelajaran (Y1) akan meningkat sebesar 0,782 dengan asumsi variabel bebas lain dari model regresi konstan. Hal ini berimplikasi bahwa setiap kenaikan satu satuan kepatuhan, variabel efisiensi belajar (Y1) akan meningkat sebesar 0,626 dengan asumsi variabel bebas lain dari model regresi konstan. Artinya untuk setiap kenaikan satu satuan realisme, variabel efisiensi belajar (Y1) akan naik sebesar 0,650 dengan asumsi variabel bebas lain dari model regresi konstan.
Artinya setiap kenaikan satu satuan objektivitas, variabel keefektifan belajar (Y1) akan naik sebesar 0,836 dengan asumsi variabel bebas lain dalam model regresi konstan. Artinya untuk setiap kenaikan validitas satu satuan, variabel motivasi belajar (Y2) meningkat sebesar 0,864 dengan asumsi variabel bebas lain dari model regresi konstan. Variabel kesepakatan merupakan variabel dengan nilai koefisien terbesar yang mempengaruhi motivasi belajar (Y2) pada penelitian ini dengan nilai koefisien sebesar 0,872.
Koefisien nilai kesepakatan untuk variabel X2 sebesar 0,872, menunjukkan bahwa kesepakatan memiliki hubungan yang juga searah dengan motivasi belajar. Artinya setiap kenaikan satu satuan kepatuhan, variabel motivasi belajar (Y2) akan naik sebesar 0,872 dengan asumsi variabel bebas lain dalam model regresi konstan. Artinya untuk setiap kenaikan satuan realisme, variabel motivasi belajar (Y2) akan naik sebesar 0,719 dengan asumsi variabel bebas lain dalam model regresi konstan.
Artinya setiap kenaikan satu satuan objektivitas, variabel motivasi belajar (Y2) akan naik sebesar 0,643 dengan asumsi variabel bebas lain dalam model regresi konstan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disiapkan dapat digunakan untuk mengukur dengan tepat apa yang akan diukur. Jadi, jika rhitung < rtabel, maka item pada setiap variabel yang digunakan dalam penelitian dinyatakan valid (Ghozali. Interpretasi, hasil valid berarti pernyataan penelitian dari total 20 item yang digunakan untuk mengukur variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidik dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengukur variabel penelitian X1, X2, X3 dan X4.
Interpretasinya adalah hasil yang valid berarti pernyataan survei 25 item yang digunakan untuk mengukur variabel Efektivitas Belajar dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengukur variabel survei Y1. Interpretasinya adalah hasil yang valid berarti pernyataan survei 20 item yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi belajar dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengukur variabel survei Y2. Dalam penelitian ini, koefisien alpha atau Crobanch's alpha digunakan untuk mengukur konsistensi internal.
Suatu alat ukur dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka item atau item pertanyaan tersebut reliabel. Nilai reliabilitas instrumen variabel validitas lima pernyataan diperoleh nilai cronbach’s alpha sebesar 0,811, instrumen variabel kesepahaman lima pernyataan diperoleh nilai cronbach’s alpha sebesar 0,825, instrumen variabel realisme lima pernyataan diperoleh nilai cronbach’s alpha sebesar 0,843, instrumen variabel objektivitas lima pernyataan memperoleh nilai cronbach's alpha sebesar 0,839, dua puluh lima pernyataan instrumen variabel efektivitas belajar memperoleh nilai cronbach's alpha sebesar 0,749 dan dua puluh lima pernyataan instrumen variabel motivasi belajar memperoleh nilai cronbach's alpha sebesar 0,768. Karena koefisien reliabilitas enam instrumen variabel lebih besar dari skor tester sebesar 0,60 maka hasil uji reliabilitas instrumen variabel tersebut dapat dinyatakan reliabel atau reliabel.
Menafsirkan hasil uji reliabilitas dari enam instrumen variabel, diperoleh hasil yang reliabel artinya pernyataan penelitian yang digunakan sebagai alat ukur dapat didukung untuk mengukur masing-masing variabel.
Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji multikolinearitas dirancang untuk menentukan apakah variabel bebas berhubungan satu sama lain atau tidak. Uji multikolinearitas sebaiknya dilakukan karena jumlah variabel independen dalam penelitian ini lebih dari satu. Hasil uji multikolinearitas pada tabel di bawah ini menunjukkan bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance tidak < 0,1, hal ini berarti tidak ada hubungan antar variabel independen dalam penelitian ini atau tidak ada hubungan satu sama lain, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada pertanyaan tentang multikolinearitas dalam model regresi.
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Artinya jika semua variabel bebas bernilai nol (0), maka nilai variabel terikat (efisiensi belajar) adalah 7,881. Variabel objektivitas merupakan variabel yang memiliki nilai koefisien terbesar yang mempengaruhi efisiensi belajar (Y1) pada penelitian ini dengan nilai koefisien sebesar 0,836. Nilai koefisien objektivitas variabel X4 sebesar 0,836. Hal ini menunjukkan bahwa realisme memiliki hubungan langsung dengan keefektifan belajar.
Hal ini juga menegaskan bahwa semakin obyektif dosen dan unsur FEB UHAMKA membuat regulasi dan kebijakan yang nantinya akan digunakan dalam proses transformasi belajar mengajar bagi mahasiswa, maka akan semakin efektif proses belajar mengajar. Artinya jika semua variabel bebas bernilai nol (0), maka nilai variabel terikat (motivasi belajar) adalah 5,098. Dosen dan unsur-unsur yang ada di FEB UHAMKA hendaknya merumuskan standar pengajaran yang baik dan jelas sehingga menjadi indikasi dan kesepakatan bersama bahwa standar pengajaran seperti ini dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa FEB UHAMKA kedepannya.
Hasil Uji Hipotesis
Uji F (uji simultan) digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara bersamaan. HAMKA tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi belajar dan motivasi belajar mahasiswa yang diukur dengan kecenderungan kapasitas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. dr. Artinya dosen agar lebih memotivasi mahasiswa dalam belajar harus bertindak lebih adil baik dalam perilakunya maupun dalam menilai mahasiswa, sehingga kedua faktor motivasi belajar yang penulis identifikasi sebagai kebutuhan penting yang dapat melemahkan motivasi belajar mahasiswa siswa tersebut dapat diatasi. optimal dan relevan.
Setiap kompetensi inti dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator pencapaian hasil belajar Indikator pencapaian hasil belajar kompetensi inti individu menjadi acuan yang digunakan untuk penilaian.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasi dan kualitatif dengan menggunakan metode SPSS (kuesioner) yang dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. HAMKA tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan pembelajaran dan motivasi belajar mahasiswa yang diukur dengan tren kapasitas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Sesuai dengan data yang diperoleh peneliti, validitas, kesepahaman, realisme, objektivitas, kemampuan Sumber Daya Manusia dosen yang berpengaruh sangat signifikan terhadap efektivitas belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisme memiliki nilai koefisien paling rendah dibandingkan ketiga variabel lainnya. Artinya untuk mencapai keefektifan dalam pembelajaran, pendidik harus membuat standar penilaian yang jauh lebih realistis dan terukur dalam pelaksanaan proses transformasi pembelajaran di kelas, sehingga materi dan model pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran, pembelajaran evaluasi, dan gaya belajar telah dikembangkan, dilaksanakan dapat dilaksanakan dan tidak sia-sia setiap semester. Sesuai dengan data yang diperoleh peneliti, validitas, kesepakatan, realisme, objektivitas merupakan kapasitas Sumber Daya Manusia Dosen yang berpengaruh sangat signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa objektivitas memiliki nilai koefisien paling rendah dibandingkan ketiga variabel lainnya.
Saran
Pada tahap ini dikatakan bahwa individu menerima suatu nilai dan mengembangkannya, serta ingin lebih jauh terlibat dalam nilai tersebut. d) Organisasi: Individu yang secara konsisten dan berhasil menampilkan satu nilai pada suatu saat akan menghadapi situasi di mana lebih dari satu nilai dapat ditampilkan. Ketika hal ini terjadi, individu akan mulai ingin menata nilai-nilai tersebut ke dalam suatu sistem nilai, melihat keterkaitan antar nilai, dan menentukan nilai mana yang paling dominan baginya. e) Praktek: Bertindak secara konsisten sesuai dengan nilai-nilainya. Ini merupakan level tertinggi dari aspek afektif, dimana individu akan bertindak secara konsisten berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya.
Dimulai dengan tahap pertama yaitu menerima suatu nilai, keinginan untuk menanggapi, kepuasan yang diperoleh dalam menanggapi akan bermuara pada penghayatan nilai tersebut, kemudian pengorganisasian nilai menjadi suatu sistem nilai yang sangat personal, dan terakhir perilaku tersebut terus menerus. berdasarkan nilai-nilai yang Anda miliki dan yang Anda yakini.Penghargaan terhadap keragaman, kesadaran akan nilai-nilai persatuan dalam keragaman, berdasarkan nilai-nilai moral, kemanusiaan dan agama, harus benar-benar dikembangkan. Dalam ranah moral, kewajiban moral berkaitan dengan pribadi manusia secara utuh atau utuh, sedangkan nilai-nilai lainnya, (seperti nilai ekonomi, nilai estetika, dan nilai lainnya), hanya terkait dengan salah satu aspek manusia.
Menurut Martin dan Briggs (1986), pengembangan kepribadian manusia (pengembangan diri) sebagai tujuan pendidikan merupakan komponen afektif yang paling inklusif yang meliputi nilai, moral dan etika, motivasi dan kompetensi sosial. Nilai berkaitan dengan penilaian tentang sesuatu yang bernilai atau berharga, sedangkan moral dan etika berkaitan dengan penilaian tentang benar dan salah. Dalam buku mereka yang berjudul "The Affective and Cognitive Domains: Integration for Instruction and Research", Martin dan Briggs menggambarkan hubungan langsung antara sikap dan nilai serta sikap dengan moral dan etika.
Sikap bukanlah inti dari motivasi dan kompetensi sosial seseorang, seperti halnya dalam nilai, moral dan etika. Martin dan Briggs juga menempatkan kompetensi sosial, motivasi, nilai, serta moral dan etika, sebagai syarat pengembangan pribadi seseorang (self development). Martin dan Briggs menjelaskan bahwa emosi seseorang mendasari perkembangan sikap, minat, kompetensi sosial, dan aspek afektif lainnya.