• Tidak ada hasil yang ditemukan

penentuan profil minyak atsiri batang kemangi - SIMAKIP

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penentuan profil minyak atsiri batang kemangi - SIMAKIP"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Kemangi (Ocimum basilicum L.) dan ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) adalah dua spesies tumbuhan dari genus Ocimum suku Lamiaceae, salah satu komponen kimianya adalah minyak atsiri. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan untuk kemangi dan ruku-ruku adalah daunnya, namun batangnya sering terbuang dan tidak dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendemonstrasikan perbedaan profil minyak atsiri batang dua tanaman dari genus yang sama yaitu kemangi dan ruku-ruku, serta menguji aktivitas antioksidan dari keduanya.

Profil minyak atsiri sebagai parameter mutu spesifik akan dianalisis menggunakan metode kromatografi gas-spektroskopi massa (GC-MS). Studi aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) untuk mendapatkan nilai penghambatan radikal bebas 50% atau konsentrasi penghambatan 50% (IC50). Hasil analisis GC-MS menunjukkan profil minyak atsiri batang kemangi mengandung 13 komponen dengan 3 komponen utama yaitu metil eugenol (52,60%), caryophyllene (18,75%) dan germacren D (9,19%).

Sedangkan profil minyak atsiri batang ruku ruku mengandung 11 komponen kimia dengan 3 komponen utama yaitu caryophyllene (17,28%), germacren D (9,29%) dan methyl eugenol (56,72%). Hasil uji aktivitas antioksidan minyak atsiri dengan metode DPPH menghasilkan nilai IC50 minyak atsiri kemangi sebesar 17,50 µg/mL, sedangkan minyak atsiri ruku-ruku nilai IC50 sebesar 14,17 µg/mL wash. Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh informasi mengenai profil metabolit minyak atsiri batang kemangi dan ruku-ruku yang berperan dalam aktivitas antioksidan keduanya sehingga diperoleh minyak atsiri berkualitas dengan sifat antioksidan.

PENDAHULUAN

Metil eugenol merupakan salah satu senyawa fenolik penyusun minyak atsiri yang dilaporkan memiliki efek biologis, termasuk antioksidan (Durgaprasad et al. 2011). Minyak atsiri tanaman kemangi dan ruku-ruku telah dilaporkan mengandung senyawa metil eugenol (Sulianti 2008; Kothari 2014). Berdasarkan apa yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk mengetahui profil minyak atsiri tanaman kemangi dan ruku-ruku dari batangnya.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan profil minyak atsiri batang kedua tumbuhan tersebut dan mempelajari aktivitas antioksidannya. Berdasarkan apa yang telah dipaparkan di latar belakang, peneliti merasa perlu untuk mengetahui profil minyak atsiri bagian batang selasih dan ruku-ruku serta mempelajari aktivitas antioksidannya. Oleh karena itu diharapkan melalui penelitian ini akan diperoleh minyak atsiri berkualitas dengan sifat antioksidan.

Minyak atsiri pada kemangi mengandung komponen seperti kamper, citral, geraniol, limonene dan linalool (Hadipoentyanti dan Wahyuni ​​2008). Minyak atsiri berbentuk cairan bening tidak berwarna, tetapi selama penyimpanan mengental dan berwarna kecoklatan. Terdapat kelenjar minyak atsiri yang terdapat pada organ tumbuhan (kelenjar dalam) dan pada organ luar tumbuhan (kelenjar luar) (Koensomardiyah 2010).

Minyak atsiri yang berhasil diperoleh didehidrasi dengan menambahkan 0,1 M Na2SO4 hingga diperoleh minyak atsiri murni (Nurhadi 2015). Pembuatan kurva kalibrasi dilakukan dengan cara: menempatkan larutan minyak atsiri masing-masing konsentrasi dalam tabung reaksi. Hasil Ekstraksi Sampel Minyak Atsiri Kemangi dan Ruku Berat Basah (Kg) Minyak Atsiri (ml) Batang Kemangi.

Berdasarkan hasil kajian karakterisasi mutu minyak atsiri batang kemangi dan ruku-ruku pada Tabel 2, dapat disimpulkan bahwa beberapa parameter minyak atsiri yang diperoleh tidak memenuhi standar EOA (Ocimum basilicum). . . Hasil Analisis GC-MS Minyak Atsiri Kemangi dan Ruku-ruku Hasil analisis profil minyak atsiri berupa kromatogram. Hasil identifikasi komponen kimia minyak atsiri batang kemangi dan ruku-ruku dapat dilihat pada Tabel 3.

Senyawa dengan puncak tertinggi pada penelitian ini baik pada minyak atsiri galur kemangi maupun ruku-ruku adalah senyawa dengan waktu retensi 47,126 µ. Spektrum massa metil eugenol dengan waktu retensi 47,126 menit dalam minyak atsiri ruku-ruku. Ruku-ruku dan vitamin E Diuji dengan Metode DPPH sampel minyak atsiri nilai IC50 Aktivitas antioksidan.

Berdasarkan nilai IC50 yang tertera pada Tabel 5, nilai IC50 minyak atsiri strain basil dan ruku-ruku serta vitamin E, sebagai perbandingan, dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat (<50 µg/mL).

Gambar 1. Skema road map penelitian
Gambar 1. Skema road map penelitian

KAJIAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN

Alat yang digunakan adalah seperangkat alat distilasi uap dan air, instrumen GC-MS (Agilen Technologies 7890B - 5975C), spektrometer UV-Vis (Shimadzu), refraktometer (Amtast WAY-2S), neraca analitik (Mettler) . Toledo) dan alat lainnya, barang pecah belah yang biasa ditemukan di laboratorium. Karakterisasi kualitas minyak atsiri meliputi: organoleptik, penentuan rendemen, penentuan indeks bias, penentuan berat jenis dan kelarutan dalam etanol. Pemisahan dilakukan dengan menggunakan kolom kutub HP Innowax dengan diameter 0,25 m, panjang 30 m, diameter dalam 0,25 mm dan ketebalan film 0,25 µm.

Interpretasi spektra massa dilakukan dengan bantuan komputer untuk membandingkan pola spektral massa suatu senyawa dengan pola spektral massa di WILEY Mass Spectral Library Collection yang memiliki koleksi pola spektral massa lebih dari 62.000 model. Pengujian aktivitas dilakukan dengan urutan sebagai berikut: pembuatan larutan DPPH 0,1 mM, penentuan panjang gelombang serapan maksimum DPPH, pembuatan larutan standar vitamin E 1000 µg/mL (sebagai pembanding), penentuan panjang gelombang panjang gelombang serapan maksimum vitamin E, penyiapan larutan kurva kalibrasi, penyiapan sampel minyak atsiri utama larutan 1000 µg/mL, penentuan panjang gelombang serapan maksimum sampel minyak atsiri. Kemudian ditambahkan 0,5 mL larutan DPPH 0,1 mM dan 1,5 mL etanol p.a. diinkubasi dalam tabung gelap selama 30 menit.

Kriteria identifikasi senyawa utama terpilih dapat didefinisikan sebagai senyawa yang terdeteksi pada kromatogram GC-MS dengan persentase kuantitatif 5%. Pencocokan spektrum massa pada instrumen GC-MS dilakukan dengan menentukan kesamaan spektrum yang ditunjukkan oleh nilai kualifikasi. Data atenuasi persen (%) kemudian diubah menjadi kurva konsentrasi (µg/mL) versus persen atenuasi untuk mendapatkan persamaan regresi linier y = bx ± a.

Gambar 2. Skema fishbond penelitian
Gambar 2. Skema fishbond penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan komponen minyak atsiri yang dominan terdapat dalam sampel dan dapat mewakili jumlah senyawa dalam minyak atsiri tersebut. Hasil penentuan panjang gelombang maksimum (λmax) menggunakan spektrofotometer UV-Vis memberikan absorbansi maksimum DPPH pada panjang gelombang 516 nm. Berdasarkan hasil pada Tabel 4 terlihat bahwa semakin tinggi konsentrasi sampel maka aktivitas antioksidannya semakin besar.

Parameter yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas antioksidan adalah nilai Inhibition Concentration (IC50), yaitu konsentrasi suatu zat antioksidan yang dapat menyebabkan 50% DPPH kehilangan sifat radikal atau konsentrasi suatu zat.

Gambar 3. Kromatogram Minyak Atsiri Batang Kemangi
Gambar 3. Kromatogram Minyak Atsiri Batang Kemangi

KESIMPULAN DAN SARAN

LUARAN YANG DICAPAI

Profil komponen volatil minyak atsiri kayu putih dari berbagai daerah dan pengaruhnya terhadap profil rasa permen kayu putih. Uji Aktivitas Antioksidan dan Penentuan Kandungan Total Fenolik dan Flavonoid Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume).

Gambar

Gambar 1. Skema road map penelitian
Gambar 2. Skema fishbond penelitian
Gambar 4. Kromatogram Minyak Atsiri Batang Ruku-ruku
Gambar 3. Kromatogram Minyak Atsiri Batang Kemangi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi minyak atsiri kemangi dengan antibiotik tetrasiklin dan sefalotin terhadap bakteri Salmonella thypi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kemangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi dengan diameter zona hambat sebesar 11 ± 7 mm.. Kombinasi

Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode disk difusi, dengan cara menjejerkan disk antibiotik dengan disk minyak atsiri kemangi murni dengan jarak 24,5 mm (kombinasi minyak

Akan tetapi penelitian terhadap komponen minyak atsiri tanaman kemangi masih dijumpai pada daunnya saja, berdasarkan hal tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan

Dari hasil perhitungan rendemen minyak atsiri daun kemangi maka diperoleh, presentase rendemen minyak atsiri yang besar adalah pada B3 atau pada waktu penyulingan

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam minyak atsiri kemangi dan mengetahui potensi minyak atsiri kemangi sebagai

Uji sifat fisik lilin aromaterapi pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu ekstraksi optimum untuk menghasilkan minyak atsiri dari tanaman kemangi jenis lemon basil