• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Konsep Livable Street

N/A
N/A
novita indrayani

Academic year: 2023

Membagikan "Penerapan Konsep Livable Street"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

4.6.6 Penerapan Konsep Livable Street

Penerapan konsep livable street yang matang dengan mengaitkan dengan pedoman atau peraturan Menteri tentang jalan yang ada akan menciptakan desain yang dapat memenuhi kebutuhan penggunanya. Pencapaian konsep livabel street disajikan pada Tabel 28.

Tabel 28. Penerapan Konsep Livable Street

No Livable Street Pencapaian Desain

1 Aman a. Desain jalur pejalan kaki aman dari terobosan pengendara motor.

b. Marka dan rambu yang lengkap membuat aman bagi pengendara

c. Pemilihan dan pengaturan jenis tanaman pada median membuat aman bagi pengendara.

d. Pemilihan material yang memiliki durabilitas tinggi

2 Nyaman a. Ubin pengarah untuk pejalan kaki yang memiliki kebutuhan khusus yaitu tuna netra yang terganggu dalam penglihatan.

b. Desain walkability untuk jalur pejalan kaki.

c. Jarak Penempatan lampu PJU dipasang seragam untuk pemerataan cahaya.

d. Street furniture untuk menunjang berbagai aktivitas guna memberikan pelayanan demi kelancaran.

e. Desain ramp yang sesuai untuk mempermudah akses keluar masuk pertokoan dan untuk mempermudah akses penyandang disabilitas.

3 Sehat dan Hijau a. Desain jalur hijau sebagai peneduh tapak b. Pemilihan tanaman yang sesuai fungsinya 4 Estetika a. Desain jalur pejalan kaki dengan motih kain

prada Bali ntuk menarik minat dan pengalaman pejalan kaki

b. Patung tarian Oleg Tamulilingan pada median untuk memberi identitas agar dapat diingat orang.

c. Transformasi motif ukiran bali untuk dijadikan ornament dibeberapa desain seperti lampu PJU dan Pembatas Jembatan.

(2)

5 Efektifitas dalam mendukung lanskap Jalan Pahlawan Tabanan

a. Mengimplementasikan peraturan yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan tapak.

(3)

4.3 Sintesis

Berdasarkan hasil inventarisasi dan analisispada tapak, telah diketahui beberapa permasalahan dan potensi yang dimiliki pada tapak penelitian. Tahap sintesisi ini berupa pemikiran konsep pemecahan masalah yang ingin diaplikasikan dalam tapak. Hasil analisisi disajikan pada Tabel 20.

Tabel 20. Hasil Analisis dan Sintesis

Aspek Analisis Sintesis

Potensi Kendala

Iklim, Jenis Tanah dan Topografi

Jenis tanah pada tapak ini adalah latosol coklat kekuningan,

memiliki tingkat kesuburan yang cukup. Jenis tanah ini dapat dijadikan media tanam yang baik karena telah banyak digunakan pada lahan pertanian dan perkebunan.

Kondisi eksisting kurang sejuk dikarenakan minimnya tanaman sebagai peneduh, terutama pada area pejalan kaki.

Perencanaan tata hijau pada tapak dengan

menyesuaikan kondisi pada tapak.

Hidrologi dan Drainase

Stabilisasi kondisi air dan saluran berfungsi dengan baik.

Pada area tertentu terdapat kerusakan

kecil pada

konstruksi

Mempertahankan kondisi saluran drainase agar selalu berfungsi baik dan melakukan perbaikan saluran agar kerusakan tidak semakin berat.

Median Jalan

Terdapat pilihan jenis tanaman untuk untuk median dan

Pemilihan dan fungsi tanaman kurang optimal.

Banyaknnya pohon

Penambahan atau penggantian tanaman dengan fungsi keamanan,

(4)

terdapat area tanam yang cukup banyak.

kelapa yang memiliki buah cukup banyak sehingga

mengurangi rasa keamanan bagi pengguna.

kenyamanan dan estetika.

Terdapat peraturan yang dapat dijadikan acuan sebagai solusi penanaman yang benar

Penataan dan fungsi tanaman kurang optimal pada tepi jalan dan median terbuka untuk belokan masih kurang sesuai sehingga tanaman pada belokan

menghalangi pandangan pengendara.

Ketinggian

perdu/semak pada median terbuka untuk belokan 0,5 m dan harus diatur 2,5 m sebelum bukaan median untuk keamanan dan kenyamanan

pengguna.

Terdapat ornament yang mengangkat nilai kesenian yang bisa dijadikan penciri median.

Warna pada

ornament yang mengangkat nilai kesenian tersebut sudah memudar

bahkan ada

beberapa yang warnanya sudah hilang.

Mengecat ulang patung-patung yang ada pada median jalan.

Traffic Island

Terdapat area tanam yang cukup banyak.

Pemilihan dan fungsi tanaman kurang optimal dan penataan tanaman

Penambahan dan penataan tanaman dengan fungsi estetika.

(5)

kurang memiliki nilai estetika.

Jalur Pejalan

Kaki

Penambahan jalur pejalan kaki.

Jalur pejalan kaki terputus

(pemasangan paving yang tidak merata).

Menghubungkan jalur pejalan kaki ke tujuan tanpa hambatan.

Terdapat jalur pejalan kaki yang dilengkapi jalur disabilitas.

Terjadinya

kerusakan paving dan jalur disabilitas pada trotoar di beberapa titik.

Melakukan

perbaikan pada jalur pejalan kaki yang mengalami

kerusakan dan membuat desain yang sesuai dengan kondisi pada tapak.

Terdapat motif ukiran bali pada kain prada yang dipakai sebagai kostum dari tarian Oleg Tamulilingan yang bisa ditransformasi sebagai desain jalur pejalan kaki.

Pemasangan

paving pada jalur pejalan kaki belum merata dan belum seragam.

Transformasi ukiran kain prada sebagai desain jalur pejalan kaki.

Street Furniture

Terdapat area halte. Halte kurang memadai sehingga mengurangi rasa kenyamanan bagi pengguna.

Mendesain halte sesuai kebutuhan beserta

kelengkapannya.

Terdapat motif ukiran bali yang bisa ditransformasi

Bentuk tiang PJU belum memiliki nilai estetika dan jarak pemasangan

Transformasi ukiran Bali sebagai desain PJU dan jarak

(6)

sebagai desain tiang PJU.

tiang PJU tidak sesuai sehingga pencahayaan kurang merata.

pemasangan tiang PJU sesuai SNI.

Marka jalan pada tapak sudah cukup lengkap.

Marka jalan pada tapak banyak yang memudar sehingga fungsi dari marka tersebut kurang optimal dan dapat membahayakan pengguna.

Mengganti beberapa marka yang sudah

memudar dan

mengecat ulang zebra cross.

Tanaman Masih tersedia lahan yang cukup untuk ditanamai.

Fungsi tanaman pada tapak kurang optimal karena tanaman tidak sesuai dengan peraturan yang ada dan tanaman kurang memiliki nilai estetika.

Penambahan atau penggantian tanaman sesuai peraturan dan fungsnya.

Terdapat jenis tanaman yang dapat mencerminkan nilai lokal.

Tanaman pohon existing kurang mencerminkan nilai lokal.

Penambahan

tanaman pohon tradisional Bali yang dapat digunakan sebagai tanaman lanskap jalan

(7)

Pemilihan dan penataan tanaman pada median disesuaikan dengan lebar median, median jalan yang berukuran 3 m dapat ditanamani pohon, perdu atau semak dan tanaman berbunga, dengan ketentuan tidak ada bagian dari cabang tanaman yang menghalangi badan jalan, pada median terbuka untuk belokan ketinggian perdu atau semak harus diatur pada 0,5 m dan harus diatur 2,5 m sebelum bukaan. Rekomendasi tanaman pada median disajikan pada Tabel 24.

Tabel 24. Rekomendasi Tanaman Median Jalan

No Nama

Tanaman Nama Latin Kelompok

Tanaman

Gambar Tanaman

1. Palm Putri Veitchia merillii Pohon

2. Pucuk Merah Syzigium oleana Semak

2. Asoka Ixora javanica Semak

3. Miana Coleus scutellarioides Semak

4. Kacang Hias

Pintoi Arachis pintoii Ground

Cover 5. Bromelia Amaranthus tricolor L Terna

6.

Bunga Tunjung / Teratai

Nymphaea Tanaman Air

7. Rumput Gajah Mini

Pennisetum purperium schamach

Ground Cover

(8)

Rencana penanaman pada median dimulai dari segmen 2 sampai 3. Pada segmen 2 dan 3 terdapat patung tarian Oleg Tamulilingan yang berfungsi sebagai ciri khas dari Jalan Pahlawan. Pemilihan tanaman, bentuk dan warna tanaman telah disesuaikan dengan konsep tata hijau.

Veitchia merillii memiliki kemampuan adaptasi yang cukup hebat, kerena mampu hidup diberbagai kawasan. Tanaman ini juga perawatannya cukup mudah. Keindahan pohon ini dapat meningkatkan nilai estetika pada suatu tapak. Tanaman palem putri ini memeiliki karakteristik perakaran yang sangat rapat dan padat, sehingga mampu menopang batang palem yang tumbuh tinggi. Akarnya lahir dari pangkal batang berbentuk silinder, tidak serabut, tidak tunggang dan tidak terlalu bercabang. Pohon palem berfungsi sebagai penyerap polutan dan dapat meningkatkan kelembaban udara.

Syzigium oleana, Ixora javanica berfungsi sebagai penyerap polusi dan sebagai tanaman penghalang sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan. Coleus scutellarioides, Arachis pintoii, Amaranthus tricolor L, Nymphaea diletakan untuk meningkatkan nilai estetika pada tapak dan berfungsi sebagai penyerap polusi. Pemilihan tanaman ini beberapa tetap mengikuti existing dan beberapa tanaman tambahan baru sebagai pelengkap nilai-nilai lainnya. Gambar rencana penanaman median disajikan pada Gambar 44, 45 dan 46.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menjalin hubungan dengan kota yang akan menjadi sister city , ada beberapa prinsip yang dijadikan acuan meskipun antara satu kota dengan kota lainnya prinsip

Nilai fitness adalah nilai yang menyatakan baik tidaknya suatu solusi (individu). Nilai fitness ini yang dijadikan acuan dalam mencapai nilai optimal dalam Algoritma

Jumlah siswa yang menjawab benar untuk setiap butir soal ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menjelaskan pencapaian siswa terhadap materi ajar setelah melakukan