• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan metode kisah untuk meningkatkan hasil

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan metode kisah untuk meningkatkan hasil"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

PENERAPAN METODE CERITA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN AQIDAH SISWA KELAS VIII MTs. Penerapan Metode Cerita untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas VIII di MTs. PENERAPAN METODE CERITA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PELAJARAN AQIDAH SISWA KELAS VIII MTS.

Sasaran Tindakan

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Proses pembelajaran akhlak Akkaid menggunakan metode cerita pada II. siklus, aktivitas siswa terhadap materi pembelajaran menjadi 77,27%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode cerita dalam proses pembelajaran akhlak aqaida dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah menggunakan metode cerita dalam proses pembelajaran aqidah akhlak terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A MT.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Metode Kisah

Menurut Abuddin Nata, metode cerita merupakan metode yang memiliki daya tarik yang menyentuh perasaan anak. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode cerita adalah menceritakan atau menyampaikan cerita secara lisan kepada siswa agar pesan yang baik dapat tersampaikan dengan cerita tersebut. Dalam proses belajar mengajar, metode cerita merupakan metode yang digunakan guru untuk menyampaikan pesan atau materi pelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa.

Tujuan dan Fungsi Metode Kisah

Sedangkan menurut Moeslichatoen R, yaitu tujuan metode cerita: .. salah satu cara yang digunakan guru untuk memberikan pengalaman belajar, agar anak lebih menguasai isi cerita yang disampaikan. Bercerita yang sarat dengan informasi atau nilai-nilai dapat dihayati oleh anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.14 Dalam kegiatan bercerita, anak dibimbing untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan cerita yang diceritakan oleh guru, metode bercerita disajikan dengan jelas kepada siswa agar mereka memahami, mengamalkan dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kecintaan anak-anak kepada Allah, Rasul dan Al-Qur'an. Melalui metode mendongeng ini, hal-hal baik dapat diajarkan kepada siswa sedikit demi sedikit, berupa kisah para rasul atau orang-orang terdahulu yang memiliki ketaatan dan keteladanan.

Aspek-Aspek dan Teknik-Teknik Metode Kisah

Dalam pemilihan tema cerita yang baik, aspek religi ini tidak dapat diabaikan, karena tema cerita yang dipilih merupakan sarana pembinaan moral. Sekarang upaya untuk menenggelamkan pengaruh cerita dengan tema buruk dan dapat merusak iman dan moral anak 19 2) Aspek Pedagogik (Pendidikan). Guru mendongeng memerankan tokoh-tokoh dalam cerita yang disukai anak-anak dan memiliki daya tarik universal.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Kisah

Langkah-langkah penerapan metode kisah

HASIL BELAJAR

  • Pengertian Hasil Belajar
  • Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Kelas dibuat dalam kelompok besar, berbentuk lingkaran dimana guru MTs Qur’aniyah Batukuta Narmada Lombok Barat berperan sebagai pendongeng sedangkan peneliti berperan sebagai pengamat kegiatan anak selama proses pembelajaran. e) menyusun LOS (lembar observasi siswa). Qur’aniyah Batu-Kuta hanya 9 siswa yang merespon perhatian dalam proses pembelajaran, sedangkan tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran hanya 10. Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti dan guru melakukan analisis terhadap proses pembelajaran dan peningkatan aktivitas siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar pra siklus rata-rata kelas adalah 64,14, kemudian setelah diterapkan metode cerita pada proses pembelajaran aqidah akhlak pada siklus I nilai rata-rata kelas menjadi 68,41, dan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 78,64 . Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode cerita dalam proses pembelajaran akhlak aqidah dapat meningkatkan aktivitas siswa sebesar 70,00%. Qur’aniyah Batu-kuta, hasil observasi pada tahap pra siklus atau sebelum menerapkan metode cerita pada proses pembelajaran akhlak aqidah diperoleh nilai rata-rata kelas 64,14 dan termasuk dalam kategori kurang.

Pada siklus I, setelah penerapan metode cerita pada proses pembelajaran akhlak akidah, nilai rata-rata kelas meningkat sebesar 68,41 dan termasuk dalam kategori baik, namun hasilnya masih dibawah nilai KKM yaitu 70. . siklus II, tetap menggunakan metode bercerita dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 78,64. Pada tahap pra siklus nilai rata-rata kelas adalah 64,14, sedangkan pada siklus I setelah penerapan metode cerita pada proses pembelajaran akhlak aqidah, hasil belajar siswa mencapai rata-rata kelas sebesar 68,41. , dan pada siklus II penerapan metode cerita terhadap proses pembelajaran akhlak akidah siswa hasil belajar menjadi 78,64.

Peneliti : Jadi pak, selama ini kami jarang menggunakan metode bercerita dalam proses pembelajaran kami.

Pembelajaran Akidah Akhlak

  • Pengertian Pembelajaran Akidah Akhlak
  • Dasar-Dasar Pembelajaran Akidah Akhlak
  • Tujuan Pembelajaran Akidah Akhlak
  • Materi Pelajaran Akidah Akhlak

METODE PENELITIAN

  • Sasaran Penelitian
  • Rencana Tindakan
  • Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya
  • Pelaksanaan Tindakan
  • Cara Pengamatan (monitoring)
  • Analisis Data dan Refleksi

Seperti yang direncanakan, buat garis besar proses pembelajaran seperti yang disebutkan di atas. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa setelah penerapan metode cerita dalam proses pembelajaran akhlak aqidah, tingkat perhatian dan keaktifan siswa meningkat, sehingga hasil belajar siswa juga meningkat, namun hasilnya tidak. . sudah memuaskan, nilai rata-rata siswa 68,14 yang berarti hasil belajar siswa sudah tergolong baik, namun masih terdapat nilai yang dibawah KKM yaitu 15 siswa sedangkan KKM 70. Analisis ini dilakukan oleh peneliti dan guru kelas dengan cara berdiskusi dan mengevaluasi proses pembelajaran serta melihat kekurangan yang ada.

Peneliti dibantu mitra kerjasama berhasil meningkatkan aktivitas dan perhatian serta konsentrasi anak dalam proses pembelajaran. Qur'aniyah Batu-Kuta mengalami peningkatan sebesar 86,36% atau 19 anak dari 22 anak, sedangkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77,27%, dilihat dari hasil belajar siswa MTs. Qur’aniyah Batu-kuta, pada tahap pra siklus atau keadaan awal perhatian siswa pada proses pembelajaran sebelum penerapan metode cerita, jumlah perhatian siswa adalah 19 siswa, sedangkan pada siklus I pembelajaran berlangsung proses aqidah akhlak dengan penerapan metode cerita, besarnya perhatian siswa terhadap proses pembelajaran sebanyak 15 siswa.

Qur’aniyah Batu-Kuta, pada tahap pra siklus atau keadaan keaktifan siswa pada proses pembelajaran sebelum penerapan pembelajaran dengan metode cerita persentase keaktifan siswa pada proses pembelajaran sebesar 45,45%, sedangkan pada siklus I dimana proses pembelajaran aqidah akhlak menggunakan metode cerita, persentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menjadi 60,61% atau meningkat sebesar 33,33% setelah penerapan metode cerita dalam pembelajaran aqidah akhlak. Narmada pada tahun pelajaran 2016/2017, pada saat proses pembelajaran Aqidah Akhlak tahap pra siklus terdapat 9 siswa dengan tingkat keaktifan 45,45%, sedangkan pada Siklus I setelah diterapkan metode cerita pada proses pembelajaran PAI , pada materi akhlak terpuji, perhatian siswa menjadi sebanyak 15 siswa dengan tingkat keaktifan 60,61%, dan pada siklus II dilaksanakan dengan tetap menerapkan metode cerita pada proses pembelajaran PAI materi akhlak terpuji mendapat perhatian. siswa menjadi 19 siswa dengan tingkat aktivitas 77,27. Sebaiknya guru kelas mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku cerita/cerita yang menarik, menyenangkan dan bervariasi agar siswa tertarik dan antusias dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan catatan di atas tentang proses pembelajaran dan minat anak, dapat disimpulkan bahwa anak belum mengenal metode bercerita dalam proses pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PRASIKLUS

Hasil observasi dilakukan untuk mengetahui keadaan awal aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa Depkes. Hasil observasi perhatian dan aktivitas siswa disajikan secara lengkap dalam lampiran hasil observasi perhatian dan aktivitas siswa. Qur’aniyah BAtu-Kuta kurang memuaskan, nilai rata-rata kelas 64,14 yang berarti hasil belajar siswa masih cukup baik, dan masih terdapat hasil siswa dibawah KKM yaitu 15 siswa, sedangkan KKM adalah 70.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, peneliti dan guru merasa perlu meningkatkan perhatian dan keaktifan agar hasil belajar siswa tercapai.

SIKLUS I

Siapa tokoh dalam cerita, dan tokoh dalam cerita. Sesuai rencana, tindakan pada siklus I dimulai pada hari Senin tanggal 8 Mei 2017. Setelah memberikan penjelasan di kelas, guru mengkondisikan tempat duduk anak menjadi lingkaran besar dimana guru menjadi pusat lingkaran.

Dalam Surat Al-Fath Ayat 4 dikatakan bahwa bala tentara di langit dan di bumi adalah milik Allah. Dalam kegiatan ini guru dan peneliti dapat melihat kreativitas anak dalam sikap kreatifnya. Pada setiap pertemuan peneliti dan guru sepakat untuk memberikan variasi agar anak tidak merasa bosan dan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan.

Hasil observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa kelas VIII A Kemendikbud. Selain itu, guru dan peneliti juga berpedoman pada hasil observasi pertumbuhan hasil belajar anak melalui pedoman observasi.

SIKLUS II

Setelah berdiskusi, akhirnya peneliti dan guru kelas menyepakati beberapa hal yang harus dilakukan dalam meningkatkan aktivitas siswa menggunakan metode storytelling dengan cara bercerita. Secara umum prosedur pembelajaran pada siklus II seperti yang telah disebutkan di atas sama dengan proses pembelajaran pada siklus I, setiap pertemuan pada siklus II juga diberikan sedikit variasi agar anak tidak mengalami kebosanan dan suasana menjadi lebih menyenangkan. . Pada pertemuan kedua, guru menggunakan media buku Akide Akhlak dengan topik “Perilaku yang Mencerminkan Iman Kepada Rasul Allah”.

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa tingkat perhatian pada siklus II mengalami peningkatan dan sudah berada pada kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas dan kreativitas siswa pada mata pelajaran akhlak akidah mengalami peningkatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil tindakan kelas dengan menggunakan metode cerita dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak siswa kelas VIII A MTs.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode cerita dalam pembelajaran akhlak Akkaid dapat meningkatkan perhatian siswa. Jika nanti proses pembelajarannya ditambah dengan metode dongeng, bukankah hal ini akan mengganggu proses pembelajaran yang selama ini kita gunakan dan membuat anak semakin cerewet. Melalui cerita, saya berharap anak-anak lebih fokus dalam belajar, selain itu anak-anak mendapatkan hal-hal baru dari cerita yang diceritakan, dan anak-anak lebih aktif dan kreatif selama proses pembelajaran.

Table 1  Perhatian
Table 1 Perhatian

PEMBAHASAN

PENUTUP

SARAN

Sekolah harus mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang memadai dengan memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang ditampilkan dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran berbasis cerita, seperti penyediaan media, buku cerita dan perangkat pembelajaran lainnya. Sebaiknya guru kelas memberikan materi kepada siswa sesuai dengan konteks kehidupan anak, cerita/dongeng yang menarik bila perlu disertai gambar yang menarik, dengan kata-kata yang sederhana, penyampaian yang jelas sehingga akan merangsang anak untuk ikut dalam cerita tersebut. . Sejauh yang kami tahu, kami diharapkan untuk memberikan yang terbaik untuk memberikan yang terbaik bagi siswa kami.

Peneliti : Tidak pak, justru kecemasan anak yang awalnya membuat anak berfikir dan mengasosiasikan ide yang nantinya bisa digunakan untuk membaca, karena dengan mendengarkan cerita anak belajar membaca dari simbol seperti gambar jadi kita tetap tidak meninggalkan pembelajaran . model yang kami lakukan selama ini Pembelajaran kami lebih variatif dan semangat belajar anak meningkat, saya memilih buku bergambar, selama ini anak hanya belajar membaca dan berhitung. Peneliti : Tapi nanti saya akan minta bantuan guru kelas selama proses pembelajaran lewat cerita.

Gambar

Table 1  Perhatian
Table 2  Keaktifan
Table 3  Hasil brlajar

Referensi

Dokumen terkait

To limit the scope of the study, this research only focuses on aspect multisensory learning and assessment rubric for the young learner English which is suitable for