• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PHYTAGORAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PHYTAGORAS"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Hal ini membuat peneliti ingin melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan penjelasan di atas diharapkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dalam proses pembelajaran akan meningkatkan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka peneliti telah melakukan penelitian pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada mata pelajaran matematika bertajuk.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis
  • Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
  • Hasil Belajar Matematika a. Hasil Belajar
  • Ranah Kognitf
  • Materi Phytagoras

Model pembelajaran yang memusatkan pembelajar pada saat pembelajaran berlangsung adalah model pembelajaran. Menurut (Damayanti et al., 2020) model Learning Cycle 5E merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Temuan Penelitian yang Terdahulu

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model Learning Cycle 5E sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 15 Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa model Learning Cycle 5E dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Kerangka Konseptual

Oleh karena itu, perlu diterapkan suatu model pengajaran yang menjadikan dan menjadikan siswa lebih aktif serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Dengan mendukung penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E diharapkan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa dapat berubah menjadi lebih baik.

Hipotesis Tindakan

Lokasi Penelitian

Waktu Penelitian

Objek Penelitian

Prosedur Penelitian

  • Perencanaan Tindakan
  • Pelaksanaan Tindakan
  • Pengamatan Tindakan
  • Refleksi

Dalam penelitian tindakan kelas ada beberapa model yang dijelaskan dalam model PTK seperti model Kurt Lewin (1946) yang pertama kali memperkenalkan penelitian tindakan. Dinyatakan bahwa dalam siklus Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari empat tahap, yaitu (1) perencanaan; (2) tindakan (aksi); (3) observasi (pengamatan); dan (4) refleksi (refleksi). Dan Model John Elliot (1991) dimana model Penelitian Tindakan Kelas John Elliot lebih detail jika dibandingkan dengan model Kurt Lewin dan Model Kemmis & Mc.

Setiap siklus dalam model Penelitian Tindakan Kelas yang dikemukakan oleh John Elliot terdiri atas beberapa tindakan yaitu tiga sampai lima tindakan (action). Berdasarkan ketiga model tersebut, secara umum model dasar model Penelitian Tindakan Kelas meliputi empat tahap, yaitu: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan (acting); (3) observasi (pengamatan); dan (4) refleksi (refleksi). Dalam setiap siklusnya, baik siklus I maupun siklus II mempunyai 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Pada siklus II tahapannya sama dengan siklus I yaitu meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan tindakan pada siklus II disusun berdasarkan refleksi hasil observasi pada siklus I, dengan pelaksanaan ini terfokus pada sesuatu yang belum dilaksanakan dengan baik pada saat pelaksanaan tindakan pada siklus I.

Instrumen Penelitian

Lembar Observasi Aktivitas Guru

Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Teknik Analisis Data

Rata-rata Kelas

Menghitung Hasil Observasi Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Menghitung Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa (Individual)

Selanjutnya dapat dibaca juga apakah sudah tercapai ketuntasan belajar klasikal dengan memperhatikan persentase siswa yang tuntas proses belajarnya, yang dirumuskan sebagai berikut. Dan suatu kelas dikatakan selesai proses pembelajaran bila dalam kelas tersebut ≥ 70% siswanya telah menyelesaikan proses pembelajaran.

Indikator Keberhasilan

Deskripsi Tahap Awal

Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi terhadap siswa dan kondisi awal pembelajaran di kelas, yang nantinya akan diberikan tindakan. Dalam hal ini tujuannya adalah untuk mengumpulkan data dari kondisi awal kelas dan mengetahui apakah kelas tersebut harus dilakukan tindakan yang sesuai dengan yang peneliti selidiki, yaitu apakah model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat meningkatkan hasil belajar. siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 57 Medan pada materi Pythagoras. Pada tahap awal peneliti melakukan tes awal yang bertujuan untuk melihat kemampuan awal siswa.

Selain itu, tujuan diadakannya tes awal juga untuk menggambarkan identifikasi masalah siswa dalam menyelesaikan soal Pythagoras. Dengan demikian, hasil belajar siswa entry level dapat dikategorikan masih cukup rendah hingga mencapai nilai KKM yang ditetapkan sebesar 70. Diagram 4.1 yang dapat menjelaskan tingkat ketuntasan hasil belajar siswa entry level adalah sebagai berikut.

Terlihat bahwa berdasarkan hasil tes awal yang diperoleh, peneliti ingin melakukan tindakan dengan menerapkan metode pengajaran yang berbeda yaitu menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pythagoras. Tindakan ini terdiri dari dua siklus yang dilakukan peneliti sesuai dengan tahapan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Deskripsi Siklus I

Guru melakukan observasi dengan melakukan tanya jawab tentang materi untuk meningkatkan minat belajar siswa. Sebagai langkah awal dalam memperkenalkan materi, guru memberikan gambaran permasalahan kehidupan nyata dan meminta siswa mengamati permasalahan tersebut. Diskusikan siswa secara berkelompok untuk mengerjakan LKS mengenai materi Pythagoras dan Triple Pythagoras yaitu mengidentifikasi permasalahan yang ada, kemudian meminta siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS tersebut.

Materi yang akan disampaikan pada pertemuan pertama Siklus I adalah Teorema Pythagoras bangun datar dan bangun datar. Siswa berdiskusi secara kelompok untuk mengerjakan LKS mengenai penerapan teorema Pythagoras pada bangun datar dan bangun datar, yaitu mengidentifikasi permasalahan yang ada, kemudian meminta siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS. Hasil belajar siswa dirancang dan dilaksanakan oleh peneliti pada Siklus I dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang disampaikan.

Berdasarkan data yang diperoleh hasil belajar siswa pada Tabel 4.3 di atas diketahui bahwa aktivitas pembelajaran Siklus I dengan menggunakan model learning cycle 5E mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil entry level. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan kembali perbaikan pembelajaran dalam memaksimalkan hasil belajar siswa dengan menerapkan langkah II. siklus.

Deskripsi Siklus II

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan yang terdiri dari 3 (tiga) tahap pelaksanaan yaitu kegiatan pembukaan (Tahap Pelibatan), kegiatan utama (Tahap Eksploitasi, Tahap Penjelasan, Tahap Pengolahan) dan kegiatan penutup (Tahap Evaluasi). . Materi yang akan disampaikan pada pertemuan pertama siklus II adalah Teorema Pythagoras bangun datar dan bangun ruang. Observasi pada siklus II dilaksanakan sama seperti observasi pada siklus I, dimana tindakan pada siklus II harus ada perbaikan terhadap hasil pembelajaran sebelumnya.

Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh hasil observasi kegiatan pembelajaran siklus II dengan gambar diagram sebagai berikut. Terlihat dari tabel dan diagram di atas menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa yang dicapai pada siklus II, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil kegiatan observasi menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan hasil 27,48 dan rata-rata 2,748 dapat dimasukkan dalam kategori baik. Hasil belajar siswa dirancang dan dilaksanakan oleh peneliti pada siklus II dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E yang bertujuan untuk mengetahui seberapa baik siswa memahami materi yang disampaikan.

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4.4 di atas diketahui bahwa aktivitas pembelajaran pada siklus I dengan menggunakan model Learning Cycle 5E menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan hasil observasi aktivitas belajar siswa selama pembelajaran pada siklus II. Dimana hasil akhir siklus II mencapai ketuntasan belajar berjumlah 30 siswa atau sekitar 85,71%, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 5E dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teorema Pythagoras meningkat, sehingga tingkat ketuntasan belajar siswa telah tercapai sehingga tidak perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Diagram Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II
Diagram Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II

Pembahasan Hasil Penelitian

Pada data yang diperoleh, tingkat ketuntasan belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berkelanjutan yang dilaksanakan dari tahap ke siklus II. Dimana tingkat ketuntasan belajar siswa pada tahap klasikal awal belum tercapai, masing-masing sebesar 22,85% atau baru 8 siswa yang tuntas dari 35 siswa yang menjalani tes tahap awal. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran 5E Learning Cycle. Pada siklus I ketuntasan belajar klasikal (kelompok) siswa mencapai 51,42% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 18 siswa dari 35 siswa yang mencapai hasil KKM.

Tabel hasil peningkatan ketuntasan belajar klasikal siswa dari tahap awal hingga siklus II adalah sebagai berikut. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa dari Tahap Awal - Siklus II Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti terlihat adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan Learning Cycle 5E - model dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 57 Medan T.A 2022/2023 pada materi Teorema Pythagoras. Hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan hasil belajar yaitu sebagai berikut: (1) Pada tahap awal tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 22,85% atau hanya tuntas sebanyak 8 siswa.

Dan hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai skor rata-rata sebesar 2,247 dengan kategori cukup, dan pada siklus II mencapai skor rata-rata sebesar 2,748 dengan kategori baik. Dengan demikian dari hasil penelitian tindakan kelas kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle 5E berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Teorema Pythagoras di Kelas VIII – A SMP Muhammdiyah 57 Medan.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Pythagoras di kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 57 Medan. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan aktif di kelas untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Pengaruh Penerapan Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Pada Materi Teorema Pythagoras.

Penggunaan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Smpn 15 Kota Bengkulu. Penerapan model pembelajaran learning cycle 5E pada materi kelas fluida statis

Learning Cycle 5E Berbasis Problem Posing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada topik trigonometri. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE KE-5 DENGAN CONCEPTMAP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP KONSEP DAN HASIL YANG MEMBENTUK MASA DEPAN Suatu Bangsa.

Kompetensi Dasar ( KD ) dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

KI - 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam lingkungan pergaulan dan keberadaannya. Setelah menempuh proses pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis dan model pembelajaran Learning Cycle 5E, diharapkan siswa terlibat aktif, penuh tanggung jawab dan disiplin, jujur, percaya diri dan pantang menyerah dalam melakukan kegiatan pembelajaran, serta mampu merumuskan Pythagoras dengan benar. . Teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras, mengamati pola bilangan dengan benar, menentukan panjang sisi segitiga siku-siku dengan teorema Pythagoras, menentukan hubungan panjang sisi pada segitiga siku-siku khusus, menggunakan teorema Pythagoras pada bangun datar dan bangun datar, serta menentukan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras.

Teorema Phytagoras untuk Bangun Datar dan Bangun Ruang

Alat Dan Bahan Pembelajaran

Sumber Belajar

Kegiatan Pembelajaran

Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari yaitu penerapan teorema Pythagoras pada bangun datar dan bangun datar.

Gambar

Diagram Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

Although Nomenclature Nomenclature Bcap SVC capacitive susceptance Bind SVC inductive susceptance Bsh bus shunt susceptance Bsvc SVC susceptance Btotal total bus susceptance Eth

Training on How to Make an Online Store in the Marketplace Conclusion The 2021 Stimulus Community Partnership Program PKM entitled "Increasing Creative Economy through Utilizing