KARYA ILMIAH TERAPAN
PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT BERADA DI ALUR PELAYARAN
SEMPIT DI KM. TANTO ABADI
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III
DWIVAYANA RAHMANDHANI NIT. 03.15.010.1.41/N AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III
POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2018
PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT BERADA DI ALUR PELAYARAN
SEMPIT DI KM. TANTO ABADI
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III
DWIVAYANA RAHMANDHANI NIT. 03.15.010.1.41/N AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III
POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2018
PERNYATAAN KEASLIAN Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : DWIVAYANA RAHMANDHANI
NIT : 03.15.010.1.41/N
Program Diklat : Diklat Pelaut Tingkat III Diploma III Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :
PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT BERADA DI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI KM. TANTO ABADI
Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.
Jika pernyataan di atas tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.
SURABAYA, ………...2018
DWIVAYANA RAHMANDHANI NIT. 03.15.010.1.41/N
PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN
Judul : PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA
NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT
BERADA DI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI KM.
TANTO ABADI
Nama Taruna : DWIVAYANA RAHMANDHANI
NIT : 03.15.010.1.41/N
Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III
Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan.
SURABAYA,………..2018
Menyetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
Capt. Hadi Setiawan,M.T.,M.Mar Sutoyo,S.SiT.,M.Pd Pembina (IV/a) Penata (III/c)
NIP.19751224 199808 1 001 NIP.19751119 2010121 001 Mengetahui:
Ketua Jurusan Nautika
Capt. Damoyanto Purba,S.SiT.,M.Pd Penata(III/c)
NIP. 197309192 01012 1 001
Penguji I
Capt.Damoyanto Purba,S.SiT.,M.Pd Penata(III/c)
NIP. 197309192010121 001
Penguji III
Sutoyo,S.SiT.,M.Pd Penata (III/c)
NIP.19751119 2010121 001 PENGESAHAN
KARYA ILMIAH TERAPAN
PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT BERADA DI ALUR PELAYARAN SEMPIT
DI KM. TANTO ABADI Disusun dan Diajukan Oleh:
DWIVAYANA RAHMANDHANI NIT. 03.15.010.1.41/N AHLI NAUTIKA TINGKAT III
Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Pada tanggal:……….2018
Menyetujui:
Mengetahui : Ketua Jurusan Nautika
Capt. Damoyanto Purba,S.SiT.,M.Pd Penata(III/c)
NIP. 197309192010121 001 Penguji II
Capt. Hadi Setiawan,M.T.,M.Mar Pembina (IV/a)
NIP.19751224 199808 1 001
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Terapan yang berjudul “PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT BERADA DI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI KM.TANTO ABADI” dengan tepat waktu tanpa adanya hal-hal yang tidak di inginkan.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta memberikan arahan, bimbingan, petunjuk dalam segala hal yang sangat berarti dan menunjang dalam penyelesaian proposal penelitian ini.
Perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya Bapak Capt. Heru Susanto, M.M 2. Ketua Jurusan Nautika Bapak Capt. Damoyanto purba,S.SiT.,M.Pd 3. Pembimbing I Bapak Capt. Hadi Setiawan, M.T.,M.Mar
4. Pembimbing II Bapak Sutoyo,S.SiT.,M.Pd
5. Bapak/Ibu dosen Politeknik Pelayaran Surabaya, khususnya lingkungan program studi Nautika Politeknik Pelayaran Surabaya.
6. Kedua orang tua saya atas segala dukungannya dan doanya.
7. Serta rekan – rekan kelas Nautika A Diploma yang telah membantu dalam proses penulisan Karya Ilmiah Terapan ini.
Semoga kelak penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya bagi pengembangan pengetahuan taruna – taruni Politeknik Pelayaran Surabaya, serta bermanfaat bagi dunia pelayaran pada umumnya.Penulis menyadari bahwa
bermanfaat bagi dunia pelayaran pada umumnya.Penulis menyadari bahwa penulisan Karya Ilmiah Terapan ini masih jauh dari sempurna dan masih terdapat kekurangan dari segi isi maupun teknik penulisan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan.
Surabaya, ………..…………2018 Penulis
DWIVAYANA RAHMANDHANI NIT. 03.15.010.1.41/N
ABSTRAK
DWIVAYANA RAHMANDHANI, Penerapan Pelaksanaan Tugas Jaga Navigasi Di Anjungan Kapal Saat Berada Di Alur Pelayaran Sempit Di KM.TANTO ABADI. Dibimbing oleh Bapak Hadi Setiawan dan Bapak Sutoyo
Penerapan Pelaksanaan Tugas Jaga Navigasi Di Anjungan Kapal Saat Berada Di Alur Pelayaran Sempit.Salah satu penyebab terjadinya musibah diatas kapal adalah kurangnya kedisiplinan dan keterampilan perwira jaga dalam melaksanakan tugas jaga yang baik khususnya dalam bernavigasi.Terutama pada saat kapal melewati alur pelayaran sempit. Meskipun terkadang sudah berada dalam kendali pandu, namun perwira jaga di anjungan harus tetap membantu jalannya dinas jaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi di anjungan kapal saat berada di alur pelayaran sempit.
Penelitian ini dilaksanakan pada saat praktek laut (Prala) di atas kapal KM.
TANTO ABADI, penulis menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Salah satu tekhnik pengumpulan data tersebut dengan cara mengamati, meninjau dan menganalisa obyek ataupun permasalahan yang diteliti langsung sehingga dapat diketahui bagaimana penerapan tugas jaga navigasi di anjungan kapal, aturan-aturan bernavigasi seorang perwira jaga dan bagaimana menjaga kualitas perwira jaga navigasi saat bertugas di atas kapal KM.
TANTO ABADI.
Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis menemukan ada beberapa faktor penyebab terjadinya musibah saat di alur pelayaran sempit yaitu pelaksanaan prosedur jaga yang tidak sesuai, aturan-aturan jaga yang tidak diperhatikan sebagaimana mestinya saat bernavigasi dan ketidakpeduliannya perwira jaga navigasi akan jam istirahatnya. Dari faktor penyebab terjadinya musibah di alur pelayaran sempit tersebut maka upaya meminimalisir serta mencegah musibah adalah dengan menerapkan tugas jaga navigasi sesuai dengan prosedur dan aturan jaga yang sesuai serta memberikan jam istirahat yang cukup kepada perwira jaga navigasi pada saat di alur pelayaran sempit.
Kata kunci : alur pelayaran sempit , prosedur jaga
ABSTRACT
DWIVAYANA RAHMANDHANI, Application of implement the navigational watch duties on the bridge while in the narrow channel MV. TANTO ABADI. Supervised by Mr. Hadi setiawan and Mr. Sutoyo
Application of implement the navigational watch duties on the bridge while in the narrow channel.One of the causes of unfortunate aboard is the lack of discipline and skill of the officer on duty in performing good guard duties especially in navigating. Especially when the ship passes through a narrow channel. Although sometimes it is within the control of the pilot, but the officers on the platform must continue to assist the watchkeeping. The purpose of this study is to determine the application of implement the navigational watch duties on the bridge while in the narrow channel.
This study was conducted at the time of marine practice (Prala) on board KM. TANTO ABADI, the author uses observation techniques, interviews, documentation and literature study. One of the data collection techniques is by observing, reviewing and analyzing the objects or problems that are examined directly so that it can be known how the implementation of navigation guard duty on the bridge of the ship, the rules of navigating an officer and how to maintain the quality of navigation officer while on duty on board KM. TANTO ABADI.
The results of the research conducted by the authors found there are several factors causing the occurrence of calamities when in the narrow channel that is the implementation of unattended guard procedures, guard rules that are not properly considered when navigating and ignorance the navigation officer with the hours of rest. From the factors causing the calamity in the narrow channel is the effort to minimize and prevent the disaster is to apply the duty of navigation in accordance with the appropriate procedures and guard rules and provide adequate hours of rest to the navigation officer at the time in the narrow channel.
Keyword : Narrow channel , watchkeeping procedure
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ii
HALAMAN PERSETUJUAN SEMINAR iii
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL iv
KATA PENGANTAR v
ABSTRAK vii
ABSTRACT viii
DAFTAR ISI ix
DAFTAR GAMBAR xii
DAFTAR TABEL xiii
DAFTAR LAMPIRAN xiv
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 3
C. Batasan Masalah 3
D.Tujuan Penelitian 3
E. Manfaat Penelitian 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Review Penelitian Sebelumnya 5
B. Landasan Teori 7
1. Alur Pelayaran Sempit 7
2. Menjaga Kualitas Perwira Jaga Navigasi Bertugas . 12
C. Kerangka Pemikiran 16
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian 17
B. Lokasi dan Waktu Penelitian 18
C. Jenis Dan Sumber Data 19
D. Pemilihan Informan 21
E. Tekhnik Analisis Data 22
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Gambaran Umum Lokasi Penelitian 24
1. Tempat Penelitian 24
2. Awak Kapal 26
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan 26
1. Penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi di Alur pelayaran
sempit 26
2. Kualitas perwira jaga navigasi 31
BAB V. PENUTUP
A.Kesimpulan 35
B.Saran 35
DAFTAR PUSTAKA 36
LAMPIRAN-LAMPIRAN 37
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
2.1 Kerangka Pemikiran 16
4.1 Peta alur pelayaran masuk sungai Barito 33
4.2 Peta mendekati pelabuhan 33
4.3 Keadaan sekitar Sungai Barito 34
4.4 Anjungan tempat mengemudikan kapal 34
4.5 Pengamatan Keliling 35
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
2.1 Tabel Review Penelitian Sebelumnya 5
2.2 Tabel Daftar Dinas Jaga Di Atas Kapal 9
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Halaman
Lampiran 1. Pedoman wawancara 37
Lampiran 2. Hasil wawancara 38
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Melihat keadaan teritorial Negara Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dan tersebar menjadi beberapa daerah, tidak menghalangi atau mengurangi tingkat perekonomian atau pun kerjasama antar daerah. Tetapi faktor yang harus perhatikan yaitu bahwat tidak semua daerah di Indonesia memiliki penghubung langsung dengan lautan, setiap daerah pun memiliki tingkat kedangkalan dasar laut yang berbeda-beda dan tidak semua kapal bisa memasuki daerah sungai yang dimiliki Indonesia.
Dalam menunjang setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia di bagian kelautan, pemerintah Indonesia telah memiliki dan membangun setiap perusahaan pelayaran maupun berbagai macam kapal niaga seperti kapal tanker ship, general cargo, container ship, passangger ship dan lain-lain,sebagai bentuk sarana dan fasilitas distribusi barang dari tempat yang satu ketempat yang lain maka sangatlah diperlukan akses masuk pelabuhan yang melewati alur masuk/chanel masuk ke pelabuhan. Adapun berbagai jenis dan ukuran kapal yag tidak mampu untuk memasuki sebuah alur pelayaran sempit seperti sungai dan letak dermaga yang memiliki kedangkalan yang rendah.
Namun dalam operasionalnya Nakhoda di bantu oleh para Mualim dan Anak Buah Kapal yang lainnya. Peran Nahkoda sangat sentral sekali sehingga apabila terjadi sesuatu atau kendala dalam menjalankan tugas atau dinas jaga
kapal maka wajib hukumnya mualim untuk memberitahu kepada Nakhoda.
Pada tanggal 23 Oktober 2017 sore sekitar pukul 18.00 di perairan sungai Mantuil Banjarmasin Selatan KM.Berkat jurusan Austral bina ujung pandang – Halinau kandas. Maksud dan tujuan dilaksanakan tugas jaga adalah menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban kapal, muatan, penumpang dan lingkungannya..
Para perwira dan rating yang melaksanakan tugas jaga navigasi atau jaga kamar mesin, atau anak buah kapal lainnya yang diberi tugas berkaitan dengan keselamatan, pencegahan polusi, dan keamanan harus diberikan periode istirahat, sebagai berikut:Minimum 10 jam istirahat dalam periode waktu 24 jam .77 jam istirahat dalam 7 hari periode. Jam istirahat dapat dibagi menjadi tidak lebih dari 2 periode, yang mana salah satunya harus berdurasi sedikitnya selama 6 jam dan interval waktu antara periode yang berlangsung secara terus menerus tidak boleh melampui 14 jam. Pengurangan jam istirahat menjadi 70 jam istirahat dalam periode 7 hari diperbolehkan untuk waktu yang tidak melampaui 2 minggu berturut-turut.
Dengan semakin meningkatnya perekonomian dunia maka penggunaan transportasi laut semakin padat, khususnya pada daerah sempit, seperti selat dan kanal, ataupun daerah yang terkonsentrasi seperti pelabuhan dan persilangan lintasan lalu lintas pelayaran yang dapat menimbulkan resiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan pelayaran, baik berupa tabrakan sesama kapal ataupun bahaya pelayaran lainnya seperti bangkai kapal atau kandas di kedalaman yang dangkal. Kemampuan perwira dalam bernavigasi sangatlah diperlukan dalam sebuah pelayaran. Hal ini bertujuan agar kapal selalu berada
di alur pelayaran yang aman sampai ke tempat tujuan. Maka dari itu, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan tugas jaga navigasi tersebut, khususnya saat melintasi perairan-perairan sempit. Dimana sekali salah dalam memilih alur, resiko kapal kandas atau menabrak karang sangatlah tinggi.
Dari latar belakang diatas maka saya memutuskan untuk membuat penelitian dengan mengangkat tema yang berjudul “PENERAPAN PELAKSANAAN TUGAS JAGA NAVIGASI DI ANJUNGAN KAPAL SAAT BERADA DI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI KM. TANTO ABADI”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi saat berada di alur pelayaran sempit Banjarmasin?
2. Bagaimana menjaga kebugaran perwira jaga navigasi saat bertugas di alur pelayaran sempit?
C. Batasan Masalah
Batasan masalah yang diambil dari penelitian ini adalah : Penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi saat berada di alur pelayaran sempit di alur pelayaran Banjarmasin
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang penulis buat adalah:
1. Untuk mengetahui penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi di anjungan kapal saat berada di alur pelayaran sempit di alur Banjarmasin.
2. Untuk mengetahui cara menjaga kebugaran perwira jaga navigasi saat bertugas di alur pelayaran sempit
E. Manfaat Penelitian
Adapun hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat secara teoritis dan praktis antara lain:
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan terhadap dunia pelayaran tentang penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi di anjungan kapal saat berada di alur pelayaran sempit di Banjarmasin.
2. Secara praktis, penelitian diharapkan dapat memberikan konstribusi pada pihak perusahaan dan lembaga pendidikan dan pelatihan akan pentingnya meningkatkan kedisiplinan melaksanakan tugas jaga dengan baik, dan menjadi masukan bagi para seluruh awak kapal untuk lebih meningkatkan kewaspadaan pada saat berdinas jaga saat kapal layar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Review Penelitian Sebelumnya
Literature review merupakan sebuah sintesis dari berbagai macam hasil penelitian terdahulu sehingga dalam sebuah literature review harus ada banyak kajian dari riset sebelumnya (Mubah 2015). Pengertian dari literatur review diperkuat oleh artikel yang ditulis oleh Laura Roselle dan Sharon Spray dengan judul Scholarly Literature and The Literature Review. Roselle dan Spray mendefinisikan literature review sebagai sebuah proses membaca dan mengulas publikasi dari beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti atau sarjana terdahulu. Sedangkan istilah menulis literature reviewdiartikan sebagai proses penulisan rangkuman dari beberapa hasil riset para peneliti terdahulu (Roselle & Spray 2008, 18).
Penggunaan dari literature review pada dasarnya penting untuk dilakukan dalam mengawali sebuah penelitian, mengingat sangat memungkinkan bidang yang akan kita kaji memiliki kedekatan atau kesamaan dengan bidang lain yang tengah diteliti sebelumnya. Dalam sebuah penelitian seringkali ditemukan kerancuan makna antara literature review dengan kerangka teoritis. Jika dilihat dari pengertian literature review tersebut, maka dapat dikatakan literature review berbeda dengan kerangka teoritis. Berpijak pada penjelasan yang diberikan oleh Manheim dan Rich bahwa kerangka teoritis merupakan proses pengelompokan antara teori dan fakta yang ada untuk mencari relasi di antara keduanya (Manheim & Rich 1995, 21).
Berdasarkan literature review yang sudah dibaca dan dikaji oleh penulis bahwa penelitian yang dibuat oleh penulis memiliki kesamaan dalam segi alur pelayaran, namun berbeda dalam segi keseluruhan dari judul, masalah, isi dan penyajiannya.
Tabel 2.1 Review Penelitian Sebelumnya
Sumber :http://www.google.co.id/https://repository.ugm.ac.id/88286
No. Penulis Judul Penelitian Masalah Hasil
1. Capt. Sutini Analisis olah gerak kapal pada saat memasuki alur pelayaran sempit dan dangkal
Bagaimana olah gerak kapal pada saat memasuki alur pelayaran sempit?
Pada saat memasuki alur pelayaran sempit
diperlukan persiapan khusus untuk olah gerak kapal diantaranya peralatan navigasi, komunikasi dll .
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan jika penelitian Capt. Sutini (2015), meneliti tentang Analisis olah gerak kapal pada saat memasuki alur pelayaran sempit dan dangkal. Sedangkan Penulis meneliti tentang Penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi di anjungan kapal saat berada di alur pelayaran sempit di KM. TANTO ABADI.
B. Landasan Teori
1. Alur Pelayaran Sempit.
Berdasarkan Kepmenhub 68 tahun 2011 mendefinisikan Alur Pelayaran di Laut adalah perairan yang dari segi kedalaman, lebar dan bebas hambatan pelayaran lainnya dianggap aman dan selamat untuk dilayari kapal angkutan laut. Alur pelayaran bertujuan untuk mengarahkan kapal-kapal yang akan keluar masuk ke pelabuhan sehingga pelabuhan bisa lebih teratur. Alur pelayaran harus memiliki kedalaman dan lebar yang cukup agar bisa dilalui kapal-kapal yang direncanakan akan berlabuh.
Alur pelayaran di dalam pelabuhan bertujuan sebagai penghubung antara daerah tempat kapal melempar sauh (kapal menunggu biasanya di luar breakwater apabila ada) dengan daerah perairan dekat dermaga (biasanya di dalam breakwater, kolam pelabuhan). Keberadaan alur pelayaran di pelabuhan salah satunya ditandai dengan adanya SBNP atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, yang berfungsi sebagai penanda batas dari alur pelayaran yang akan memudahkan perwira jaga saat berdinas jaga di anjungan.
Dalam melaksanakan dinas jaga navigasi terdapat hal-hal yang harus mendapatkan perhatian khusus demi terlaksananya pekerjaan yang bertanggung jawab, demi keselamatan pelayaran (manusia, kapal dan seluruh barang yang berada di dalamnya). Segala sesuatu yang berkenaan dengan tugas / dinas jaga telah diatur oleh ketentuan-ketentuan yang termuat di dalam Standard of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW 1978 Amandemen 1995).
Berikut merupakan prosedur jaga dek yang secara khusus dirinci dalam bentuk-bentuk perilaku sebagai berikut :
a. Memahami ketentuan mengenai spesifikasi lampu-lampu navigasi serta sosok benda.
b. Memahami arti dari situasi yang membahayakan pelayaran.
c. Memahami prinsip-prinsip jaga dek.
d. Menerapkan prosedur jaga dek.
Dari hasil penelitian pada para korban akibat kecelakaan di laut seperti tubrukan, kandas dan sebagainya sering terungkap bahwa faktor penyebab utamanya adalah kegagalan untuk memelihara kewaspadaan yang baik dan kelemahan pada organisasi anjungan (termasuk di dalamnya organisasi Dinas jaga). Berbagai peraturan dan penyelesaian yang disetujui oleh para wakil dari Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) dimaksudkan untuk membantu para pelaut dalam memenuhi tugas-tugas jaga mereka dengan seksama.
Dalam satu hari (selama 24 jam), tugas/dinas jaga dibagi menjadi 3 regu dengan masing-masing regu bertugas selama 4 jam siang dan 4 jam malam, sehingga tiap regu bertugas 8 jam per hari. Bagian dek dan bagian mesin sama-sama menggunakan pembagian waktu jaga tersebut. Petugas jaga adalah para perwira-perwira dek/mualim dan ahli mesin kapal (engineers) serta anak buah (juru mudi), juru minyak (oiler).
Tabel 2.2 Daftar Dinas Jaga Di Atas Kapal
Regu Jam Jaga Petugas Dek Petugas Kamar Mesin 1
04.00-08.00 16.00-20.00
Mualim I dan Juru Mudi
Masinis II dan Juru Minyak 2
08.00-12.00 20.00-24.00
Mualim III dan Juru Mudi
Masinis IV dan Juru Minyak 3
12.00-16.00 00.00-04.00
Mualim II dan Juru Mudi
Masinis III dan Juru Minyak
Sumber: KM.Tanto Abadi
Tugas jaga navigasi dilaksanakan oleh awak kapal yang memiliki pengetahuan tentang ilmu navigasi, tempat pelaksanaan jaga adalah di ruang anjungan (bridge). Anjungan sering disebut sebagai ruang kemudi yaitu suatu ruangan dimana terdapat peralatan kemudi serta segala peralatan lainnya yang berkenaan dengan mekanisme melayarkan kapal.
Dalam melaksanakan jaga navigasi petugas jaga harus melakukan pengamatan keliling dengan seksama, bila terjadi keadaan yang istimewa haruslah dilaporkan kepada Perwira jaga.
Pelaksanaan tugas jaga navigasi meliputi diantaranya : a. Kewajiban-kewajiban perwira jaga navigasi
1) Tidak diperkenankan meninggalkan anjungan sebelum diganti.
2) Tetap melaksanakan tanggung jawab walaupun Nakhoda berada di anjungan kecuali Nakhoda mengambil alih.
3) Jika ragu-ragu apa yang dilakukan, segera memberi tahu Nakhoda.
4) Selalu memeriksa haluan, posisi, kecepatan dengan menggunakan setiap peralatan yang sesuai.
5) Menggunakan peralatan navigasi seefektif mungkin.
6) Mengetahui sifat olah gerak kapal, termasuk lingkaran putar dan jarak henti, serta menyadari bahwa kapal-kapal lain mempunyai sifat yang berbeda-beda.
b. Perwira tugas jaga navigasi harus selalu mematuhi SOLAS 1974 : 1) Mempertimbangkan untuk menempatkan seseorang untuk
mengganti kemudi otomatis dengan kemudi tangan dalam saat yang tepat untuk mencegah bahaya yang akan timbul.
2) Pada waktu menggunakan kemudi otomatis tidak boleh membiarkan situasi berkembang sampai pada tingkat berbahaya sedangkan bantuan tidak dapat segera datang ke anjungan.
2. Menjaga Kualitas Perwira Jaga Navigasi Saat Bertugas.
Untuk menjadi awak kapal dan menjalankan tugasnya di atas kapal, sesuai dengan aturan IMO mengenai STCW code tahun 1978 yang mengatur tentang standar minimum yang harus dipenuhi oleh ABK, berkaitan dengan pelatihan ABK, sertifikasi dan perwira jaga untuk pelaut
yang sesuai dengan aturan flag state pada kapal tersebut. Untuk mengetahui isi dari STCW convention 1978 beserta amandemen terbarunya pada Manila amandement 2010 akan dibahas lebih lanjut pada karya ilmiah terapan ini.
Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab dari setiap ABK terutama para perwira dan Nakhoda. Banyak kecelakaan yang terjadi di laut salah satunya disebabkan oleh kelalaian manusia dalam berdinas jaga yang diakibatkan oleh kelelahan dari perwira jaga saat bernavigasi. Sehingga pengamatan dan tingkat kewaspadaan yang berkurang dan mengakibatkan kecelakaan terjadi. Oleh sebab itu, dibuatlah aturan untuk menjaga kesehatan dari ABK dalam STCW BAB VIII section-A tentang standar tugas jaga untuk Fitness (Kebugaran) untuk menjalankan tugas yaitu :
a. Semua orang yang di tunjuk untuk menjalankan tugas sebagai perwira yang melaksanakan suatu tugas jaga atau sebagai bawahan yang ambil bagian dalam suatu tugas jaga, harus di beri waktu istirahat paling sedikit 10 jam setiap periode 24 jam.
b. Jam-jam istirahat ini hanya boleh di bagi paling banyak menjadi 2 periode istirahat yang salah satunya tidak kurang dari 6 jam.
c. Syarat untuk periode istirahat yang di uraikan pada bagian a dan b di atas, tidak harus di ikuti jika berada dalam situasi keadaan darurat, situasi latihan atau kondisi-kondisi baik mendesak.
d. Meskipun adanya ketentuan dalam bagian a dan b di atas, tetapi metode minumum 10 jam tersebut dapat dikurangi menjadi paling
sedikit 6 jam berturut-turut, asalkan pengurangan seperti ini tidak lebih dari 2 hari, dan paling sedikit 70 jam istirahat selama periode 7 hari.
e. Pemerintah yang bersangkutan harus menetapkan agar jadwal-jadwal jaga di tempatkan pada tempat-tempat yang mudah di lihat.
STCW ada untuk diberlakukan. Isu yang paling menarik tentang amandemen baru adalah bahwa SCTW amandemen 2010 akan diimplementasikan lebih jauh dari MLC ILO. Amandemen baru menggabungkan periode fase 5 tahun untuk pelaut yang sudah ada sekarang dan pada saat yang sama mewajibkan adanya semua perubahan nyata seperti Jam Kerja & Istirahat untuk diterapkan pada 1 Januari 2012.
ILO MLC 2006 memodernisasi standar-standar ini untuk:
a. Konsolidasi dan memperbarui lebih dari 60 Konvensi ILO dan Rekomendasi-rekomendasinya yang telah pernah dibuat sebelumnya.
b. Menetapkan persyaratan minimum bagi pelaut untuk bekerja pada sebuah kapal.
c. Menangani kondisi kerja, akomodasi, fasilitas rekreasi, makanan dan katering, perlindungan kesehatan, perawatan medis, perlindungan kesejahteraan dan jaminan sosial.
d. Mempromosikan kepatuhan bagi operator dan pemilik kapal dengan memberikan fleksibilitas yang cukup pada pemerintah untuk menerapkan persyaratan dalam cara yang terbaik disesuaikan dengan undang-undang nasional masing-masing negara.
e. Memperkuat mekanisme penegakan/pelaksanaan pada semua tingkatan, termasuk ketentuan untuk prosedur keluhan yang tersedia bagi pelaut, pengawasan yang dilakukan oleh para pemilik kapal dan nakhoda terhadap kondisi kapal-kapal mereka, yurisdiksi negara bendera dan kontrol atas kapal mereka, dan inspeksi negara pelabuhan pada kapal asing.
C. Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Latar Belakang :
Masih ditemukannya kecelakaan pelayaran seperti tabrakan, kandasnya kapal di perairan sempit
Batasan Masalah :
Bagaimana penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi saat berada di alur pelayaran sempit di alur pelayaran Banjarmasin
Pengumpulan Data
Observasi
Analisa & Pembahasan
Kesimpulan & Saran
Wawancara Dokumentasi
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya. Bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Karenanya, melakukan penelitian kualitatif dengan baik dan benar berarti telah memiliki jendela untuk memahami dunia psikologi dan realitas sosial.
Dalam penelitian kualitatif adalah instrumen kunci, oleh karena itu penelitian harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas sehingga bisa bertanya, menganalisis dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai.Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas untuk mengetahui makna yang tersembunyi agar dapat memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data dan meneliti sejarah perkembangan.
Menurut Herdiansyah (2010:9) penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.
B. Lokasi Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada saat kita akan melaksanakan praktek layar selama 12 bulan dikapal.
2. Tempat Penelitian
Dilaksanakan diatas kapal pada saat kita akan melaksanakan prala/praktek layar dikapal.
C. Jenis Data dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang diperlukan dan dipergunakan dalam penyusunan karya ilmiah penelitian ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan informasi yang diperoleh penulis melalui buku yang berkaitan dengan penelitian ini.
Adapun data yang diperoleh dari sumber-sumber ini sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya, melalui narasumber yang tepat dan yang dijadikan responden dalam penelitian penulis. Yaitu hasil observasi langsung terhadap upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan anak buah kapal dalam pelaksanakan navigasi di alur pelayaran sempit.Dalam melengkapi pengamatan juga dilakukan wawancara-wawancara dengan Pandu di Banjarmasin dan Mualim 2 KM. Tanto Abadi sebagai mualim jaga yang bertugas pada saat dilaksanakan penelitian.Kadang-kadang pengamatan harus bervariasi atau dikombinasikan dengan wawancara, disesuaikan dengan situasi saat pengamatan dan kondisi yang ada.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Data sekunder diperoleh dari buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas, yang diperlukan sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi serta informasi lain yang didapat.
Data merupakan suatu pemaparan kejadian yang dialami secara langsung atau dapat dikatakan sebagai pencapaian suatu keputusan dari kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan fakta-fakta yang didapat. Adapun data dalam penelitian ini adalah diperoleh dari hasil wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi.
Wawancara adalah upaya yang dilakukan seseorang atau suatu pihak untuk mendapatkan keterangan, pendapat mengenai suatu hal yang siperlukannya untuk tujuan tertentu, dari seseorang atau pihak lain dengan cara tanya jawab.
Observasi adalah laporan yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu hasil dari pengamatan (observasi).Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.
Studi Pustaka, menurut M. Nazir dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian” mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan: “Studi Kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaah terhadap buku-buku, literature-literatur, catatan-catatan dan laporan-
laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan.”
(Nazir,1998:111).
Menurut Ardila (2011:10), dokumentasi adalah kumpulan dari dokumen- dokumen yang dapat memberikan keterangan atau bukti yang berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan dokumen yang berbentuk barang, gambar ataupun tulisan sebagai bukti dan dapat memberikan keterangan yang penting secara sistematis serta menyebarluaskan kepada pemakai informasi tersebut.
D. Pemilihan Informan
Menurut Sugiyono (2005:50) sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden melainkan informan kunci, narasumber, partisipan, teman atau guru dalam penelitian. Sugiyono (2005:54) menyatakan bahwa penentuan informan kunci dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung yaitu memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang diperlukan dan selanjutnya berdasarkan data atau informasi kunci yang lainnya yang diharapkan dapat memberikan data yang lebih lengkap, sehingga informan dalam penelitian ini ialah perwira yang berada di atas anjungan meliputi Pandu dan Mualim jaga dalam hal ini sebagai Mualim 2, karena peneliti sendiri berasal dari jurusan Nautika Pelayaran sehingga akan lebih banyak berada di anjungan kapal bersama orang-orang Deck Departement.akan meneliti penerapan pelaksanaan tugas jaga navigasi di alur pelayaran sempit.
E. Teknik Analisis Data
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.
Menurut Patton (Moleong, 2001:103), analisis data adalah “proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan uraian dasar”. Definisi tersebut memberikan gambaran tentang betapa pentingnya kedudukan analisis data dilihat dari segi tujuan penelitian. Prinsip pokok penelitian kualitatif adalah menemukan teori dari data.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Burhan Bungin (2003:70), yaitu sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data (Data Collection)
Pengumpulan data merupakan bagian integral dari kegiatan analisis data. Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan studi dokumentasi.
2. Reduksi Data (Data Reduction)
Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data/informasi yang tidak relevan.
3. Display Data
Display data adalah pendeskripsiansekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif. Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel dan bagan.
Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya melalui metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.
DAFTAR PUSTAKA
Aminudin, P. (Ed.). (1990). Pengembangan Penelitian Kualitatif.Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
Darmono, Niar. (2017). Prosedur Kerja Dari Kelompok Kerja Dek, (Online), http://niarnkpi.blogspot.com/2017. Diakses pada tanggal 21 April 2018 jam 15.00.
Dr. Ridwan, M.B.A, M.Pd. (1999) Proposal Penelitian. Bandung:ALFABETA.
Hamid Patilima (1999) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:ALFABETA.
Kobayashi, H. (2008). Mariner’s Function For Safe Navigation.
Tokyo:TokyoUniversity of Maritime Science and Technology.
Lutfiyah Fitwi (2011). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif), (Online), http://wordpress.com/teknologi-pendidikan/metode- penelitian-kualitatif-sistematika-penelitian-kualitatif. Diakses pada tanggal 6 Mei 2016 jam 09.00.
Mubah, M.Safril (2015). Literature Review. Surabaya :Universitas Airlangga.
Muhammad, Marwan. 2011. “Route Alur Masuk muara Sungai Barito – Banjarmasin”, http://marwanmohamad.blogspot.co.id/2011/05/route-alur- masuk-muara-barito.html. Diakses pada tanggal 20 November 2017
Politeknik Pelayaran Surabaya (2014) P2TL & Dinas Jaga. Surabaya:Politeknik Pelayaran Surabaya.
Politeknik Pelayaran Surabaya (2014) PeralatanNavigasi.Surabaya:Politeknik Pelayaran Surabaya.
Politeknik Pelayaran Surabaya (2018).Bridge Resources Management.Surabaya : Politeknik Pelayaran Surabaya.
Prof. DR. HJ. Sedarmayanti,M.Pd (2001) Metodologi Penelitian. Mandar Maju,Bandung.
Roselle, Laura dan Sharon Spray, (2008).Scholarly Literature and The Literature Review, New York : Pearson Longman.
Setiawan, Stefanus. (2014). “Alur Pelayaran Pelabuhan”, https://anakkelautan.wordpress.com/2014/02/10/alur-pelayaran-pelabuhan/.
Diakses pada tanggal 21 April 2018 jam 15.30.
STCW including 2010 Manila amandement. (2011) :International Maritime Organization.
Sutini, Capt. (2015). “Analisis Olah Gerak Pada Saat Memasuki Alur Pelayaran Sempit”,http://jurnal.stimartamni.ac.id/index.php/JSTM/article/viewFile/50/
15. Diakses pada tanggal 16 November 2017 jam 10.00.