PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap perilaku siswa kelas XI.A MAN Baraka.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga
- Pengertian Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Keluarga
- Pengertian Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga
- Dasar Pendidikan Agama Islam
- Tujuan Pendidikan Agama Islam
- Metode Mendidik Anak
Pada bagian ini hanya disajikan sedikit definisi sebagai landasan untuk merumuskan pengertian “Psikologi Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam merupakan upaya membentuk perilaku individu berdasarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi atau kehidupan sosial dan kehidupannya. dalam mengubah lingkungannya melalui proses pendidikan.14.Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan jasmani-rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam yang mengarah pada pembentukan kepribadian primer menurut standar Islam.15.
Berdasarkan definisi di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu agar sesuai dengan kaidah-kaidah yang tertuang dalam agama Islam guna mencapai pencerahan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa tujuan pendidikan agama dalam keluarga merupakan upaya orang tua sebagai manusia. Sedangkan penyelenggaraan pendidikan agama Islam formal di setiap negara biasanya diatur berdasarkan undang-undang dasar yang berlaku di negara tersebut.
Jarang sekali masyarakat menyadari bahwa kunci pendidikan terletak pada pendidikan agama di sekolah, dan kunci pendidikan agama di sekolah terletak pada pendidikan agama di rumah. Ketiga aspek pendidikan agama di atas merupakan suatu bentuk kesatuan antara satu sama lain dan saling berkaitan serta tidak dapat dipisahkan. Pendidikan agama Islam dalam keluarga merupakan pendidikan yang berjiwa keagamaan, seiring dengan perkembangan kognisi, emosi dan bahasa anak, untuk membantu berkembangnya kesadaran beragama maka orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: . satu).
Berbicara mengenai tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan agama pada anaknya, tidak ada alasan untuk meragukan bahwa orang tua mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam mengenalkan agama kepada anaknya.
Pengertian Perilaku Siswa
Yaitu cara membesarkan anak dengan cara mengajarkan anak untuk mengambil setiap hikmah dan hikmah dari setiap peristiwa yang dialaminya, sehingga anak dapat menyerap makna dari situ. F). Jadi metode ini adalah metode mengajar anak dengan cara memberitahukan kepada anak tentang akibat dari perbuatannya, baik positif maupun negatif.37. Misalnya: Bpk. Amin cuek dengan persoalan keluarganya. Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu tindakan atau tingkah laku sebagai respon atau tanggapan terhadap suatu rangsangan, yang disertai dengan sikap dan/atau perasaan seseorang. .
Ditinjau dari segi kebahasaan (etimologinya), kata akhlak (Arab) merupakan bentuk jamak dari kata khuluq. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sifat-sifat yang dimiliki manusia sejak lahir dan tertanam dalam jiwanya serta selalu ada dalam dirinya. Sifat tersebut dapat lahir dalam bentuk perbuatan baik yang disebut akhlak mulia, atau perbuatan buruk yang disebut akhlak tercela.
Demikian pula sikap seseorang terhadap suatu hal atau rangsangan yang sama mungkin tidak selalu sama. Oleh karena itu, perilaku siswa adalah segala perbuatan atau perbuatan yang dilakukan siswa di lingkungan sekolah.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Objek Penelitian
- Fokus Penelitian
- Deskripsi Fokus Penelitian
- Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Berdasarkan penjelasan di atas, maka penelitian ini berfokus pada penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap perilaku siswa kelas XI di MAN.Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. 1. Belum maksimalnya pelaksanaan pembelajaran agama Islam di keluarga disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua siswa, sehingga orang tua harus membimbing dan memperhatikan anaknya di sekolah. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah pemilihan sampel, kemudian hasil wawancara kepada keluarga dan siswa MAN.Baraka mengenai implementasi pendidikan agama Islam di keluarga tentang perilaku siswa XI. kelas MAN.Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.
Sumber data disini dilakukan dengan mencari data tertulis atau bukti nyata mengenai penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap perilaku siswa kelas XI di MAN.Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Bentuk penerapan pendidikan agama islam dalam keluarga adalah memberikan keteladanan kepada anak dalam mengamalkan ajaran agama dengan benar, namun saya sebagai orang tua siswa belum maksimal dalam mendidik anak tentang agama karena kami sebagai orang tua siswa sering kali terlibat perselisihan keluarga. keluarga. Sebaliknya bagi keluarga yang kurang membesarkan anaknya dengan baik, terdapat pengaruh negatif antara pendidikan agama dalam keluarga terhadap perilaku siswa.
Majid, Abdul dan Dian, Andiyani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, cet.III (Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2006). Atas izin Allah SWT, dan atas kerja keras, pengorbanan dan kesabaran, penulis menyelesaikan masa studi sarjananya pada tahun 2017 dengan judul skripsi “Penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap perilaku siswa kelas XI.A MAN Baraka, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang".
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Sekolah MAN. Baraka
- Sejarah Berdirinya MAN. Baraka
- Kepemimpinan Kepala Sekolah
- Riwayat Singkat MAN. Baraka
- Visi Misi MAN. Baraka
- Keadaan Guru dan Staf …
- Keadaan Siswa
- Persentase Kelulusan Siswa 4 tahun Terakhir
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar di MAN.Baraka dapat dikategorikan lancar. Dari ungkapan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar di MAN.Baraka sudah lancar, walaupun ada beberapa kendala tidak mempengaruhi karena hanya teknis pengelolaan kelas saja sudah sesuai. dengan hasil pengamatan penulis terhadap objek yang diteliti. Bentuk-bentuk implementasi pendidikan agama Islam pada keluarga peserta didik Implementasi pendidikan agama Islam merupakan salah satu cara orang tua memberikan dorongan yang kuat kepada anaknya untuk menerima pendidikan agama, sehingga dalam keluarga sangat penting untuk menjaga dan membiasakan sikap hormat. diberikan kepada seluruh anggota keluarga.
Pola asuh keluarga yang baik adalah yang mau memberikan semangat yang kuat kepada anaknya untuk menerima pendidikan agama. Salah satu bentuk implementasi Pendidikan Agama Islam dalam keluarga adalah mendidik anak dengan akhlak yang baik, namun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya sebagai orang tua saya sibuk mencari nafkah yang pada dasarnya hanya menjadi tanggung jawab seorang ayah (kepala rumah tangga). adalah. Karena kebutuhan hidup yang semakin sulit, para ibu pun ikut serta dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kesibukan saya menyita banyak waktu, akibatnya waktu yang tersisa untuk memberikan pendidikan khususnya pendidikan agama Islam kepada anak sangat sedikit.53.
Pendidikan yang terpenting dalam keluarga adalah yang meliputi pendidikan kerohanian anak atau pendidikan agama untuk meningkatkan kerohanian anak agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. tugas saya sebagai orang tua dalam mendidik anak. kurang maksimal karena kurangnya pengetahuan, saya sebagai orang tua berbicara tentang agama dan kurangnya perhatian saya terhadap anak-anak saya karena saya sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga saya jarang punya waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan saya tidak punya waktu untuk saya memperhatikan perkembangan anak saya. 54. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga adalah dengan memberikan pendidikan spiritual pada anak atau Pendidikan Keagamaan, untuk meningkatkan kerohanian anak agar menjadi manusia yang beriman, beriman. didedikasikan untuk Tuhan xh.sh. dan berakhlak mulia, namun pembinaan keagamaan dalam keluarga kurang optimal karena kurang mendapat perhatian akibat kurangnya waktu yang diberikan orang tua kepada anaknya, serta terbatasnya pengetahuan orang tua mengenai agama.
Perilaku Siswa di MAN. Baraka Kelas XI. A
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa selain karena kurangnya waktu, perhatian dan kurangnya pengetahuan orang tua mengenai agama, hal ini juga disebabkan oleh seringnya orang tua siswa terlibat pertengkaran dalam keluarga sehingga anak menjadi korban. . permasalahannya yang dapat mempengaruhi perilaku siswa. Oleh karena itu, orang tua hendaknya dapat mengalokasikan waktu dan perhatiannya kepada anaknya, dan hendaknya orang tua memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya, dan kedua orang tua hendaknya berusaha menghindari pertengkaran dalam keluarga, karena keluarga mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam tumbuh kembang anak. kepribadiannya, karena sebagian kehidupan anak berada di tengah-tengah keluarganya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam yang diajarkan kepada anak belum terlaksana dengan baik, hal ini terlihat dari masih rendahnya kesadaran peserta didik tentang shalat berjamaah pada saat masuk waktu shalat.
Hal ini menggambarkan kurangnya pendidikan agama yang dilakukan orang tua dan kurangnya perhatian terhadap anak. Oleh karena itu, hendaknya anak selalu diberikan bimbingan dan bimbingan, terutama dalam bimbingan atau pendidikan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kurangnya pendidikan orang tua di rumah dapat mempengaruhi kemalasan siswa dalam menjalankan tugasnya di sekolah. Oleh karena itu orang tua sangat berperan aktif dalam memajukan agama anak dan dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran, ketertiban nilai-nilai agama, agar perilaku hidupnya selalu sesuai dengan norma-norma agama.
Akibat sering begadang nonton TV, saya terkadang tertidur saat proses belajar mengajar, akibatnya saya dihukum oleh guru untuk mengulangi penjelasan materi ajar yang telah dijelaskan tetapi saya tidak bisa. Sebab sebaiknya orang tua membatasi waktu bermain anaknya, juga membatasi waktu menonton TV, atau melarang anaknya menonton TV sambil belajar.
Penerapan Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan sikap sosial pada anak terbentuk dimulai dari keluarga. Tanpa dukungan positif dari lingkungan sekolah dan masyarakat, tujuan utama dalam pendidikan anak tidak akan tercapai dengan sempurna. Dari seluruh kajian teori di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua yang berperan dalam pendidikan agama yang baik pada anaknya mempunyai pengaruh yang positif antara pendidikan agama dalam keluarga dengan perilaku siswa.
Wujud pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal sederhana namun merupakan bagian dari ilmu agama, seperti memberikan contoh akhlak terpuji, mengajari anak shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an, orang tua menaati dan menghormati, membimbing mereka agar mempunyai akhlak yang baik, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan nilai-nilai agama. Penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga sangat penting bagi perilaku peserta didik, orang tua yang mendidik anaknya dengan baik dengan Pendidikan Agama Islam maka anak akan mempunyai akhlak yang mulia, jujur, berkata-kata yang baik dan benar, berperilaku baik terhadap keluarga dan hal-hal yang berkaitan. . dengan nilai-nilai, agama. Bagi orang tua sebagai pendidik harus selalu memberikan motivasi dan perhatian kepada anak agar lebih giat belajar serta terus memberikan bimbingan dan pendidikan agama Islam kepada anak agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.
Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di MTs Negeri Baraka, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang dan tamat pada tahun 2009. Dan pada tahun 2013, penulis terdaftar di Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, program strata 1 (S1).
PENUTUP
Ksimpulan
Saran
Hendaknya ia dapat memperhatikan nilai-nilai agama agar tidak menyimpang dari kaidah agama Islam, sehingga terhindar dari interaksi lingkungan dan pesta pora sehingga membentuk akhlak yang baik dan mencapai apa yang dicita-citakannya. Diharapkan kepada penyelenggara pendidikan (pemerintah daerah) memberikan bantuan kepada masyarakat baik materiil maupun moril untuk meningkatkan pendidikan dan perilaku peserta didik di Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Pasal 1 ayat 1) Dasar-dasar Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers. 2013).
Penulis memulai pendidikan formalnya pada tahun 2000 di MI Guppi Rumbia Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang dan lulus pada tahun 2006.