• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan pendidikan karakter terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan pendidikan karakter terhadap"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Pendidikan karakter

Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter pada warga sekolah yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. 34;Pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja untuk membantu orang memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti. Pendidikan karakter dapat mempunyai tujuan yang pasti, jika dilandasi oleh nilai-nilai dasar karakter tersebut.

Dasar Pendidikan Karakter

Jika pendidikan karakter berhasil menginternalisasikan kesembilan nilai dasar tersebut pada diri peserta didik, maka menurut Daniel Goleman akan terbentuk pribadi yang berkarakter, pribadi yang berkarakter. Lebih lanjut dikatakannya, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, dikembangkan di lembaga pendidikan sekolah, dan diterapkan secara realistis di masyarakat. Menurutnya, pendidikan nilai atau karakter sangat penting karena menurut hasil penelitiannya, keberhasilan atau keberhasilan hidup seseorang 80% ditentukan oleh karakternya (kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual) dan hanya 20% saja. ditentukan oleh kecerdasan intelektualnya.

Tujuan dan Manfaat Pendidikan karakter

Ada banyak jenis manfaat pendidikan karakter yang dirasakan secara langsung dan tidak langsung. Pendidikan karakter membentuk kepribadian generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang berdaya saing, tangguh dan mempunyai pola pikir pemenang. Selain itu, pendidikan karakter juga mengedepankan etika dan kemasyarakatan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Karakter

Faktor yang sering mempengaruhi antara lain faktor teman sejawat, tenaga kependidikan, materi, sarana dan prasarana serta standar pendidikan lainnya. Pengaruh tingkah laku tetangga dan apapun yang dilihat, didengar dan dialami di masyarakat dapat membentuk karakter khusus seseorang. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang muncul dari dalam diri individu itu sendiri, baik fisik maupun psikis.

Faktor internal yang mempengaruhi perilaku adalah faktor harga diri dan kecerdasan. Faktor internal antara lain sebagai berikut. a.) Kematangan, yaitu berkembangnya sistem saraf sehingga misalnya fungsi indra menjadi lebih sempurna. b.) Pengalaman, yaitu hubungan timbal balik dengan lingkungan. C.). Transmisi sosial, yaitu hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, termasuk melalui kepedulian dan pendidikan dari orang lain. d.) Keseimbangan, yaitu sistem pengaturan internal anak yang mampu menjaga keseimbangan dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Akhlakul Karimah

  • Pengertian Akhlak
  • Manfaat Dan Tujuan Akhlak

Yang dimaksudkan dengan akhlak dalam penggunaan kalimah sehari-hari ialah 'akhlak yang baik' (al Akhlaqul Karimah). Malah, selain akhlak yang baik, terdapat juga akhlak yang buruk iaitu akhlak seperti Sayi'ah atau akhlak radizilah)". Akhlak ialah sistem akhlak atau akhlak yang berlandaskan Islam, yang berlandaskan aqidah yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW. atau Rasul-Nya, yang kemudiannya disampaikan kepada umatnya (M.Yatimin Abdullah 2007:22).

Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) dari kejahatan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikannya (jiwa) dan sesungguhnya rugilah orang yang mengotorinya. Ketiga, akhlak masyarakat (al-akhlaq al-ijtim’iyah), yang meliputi akhlak yang dilarang dan dibolehkan dalam muamalah, serta kaidah-kaidah adab. Keempat, akhlak kebangsaan (al-akhlak al-daulah), yang merangkumi akhlak antara pemimpin dengan rakyatnya, serta akhlak terhadap negara lain.

Kelima, akhlak beragama (al-akhlak al-diniyah), yang meliputi kewajipan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Secara garis besar, dua jenis akhlak dikenali: iaitu akhlak yang terpuji, akhlak yang baik dan benar menurut syarak, dan akhlak al-madzmumah (akhlak yang tercela), akhlak yang buruk dan benar menurut syarak. Akhlak yang baik lahir dari sifat yang baik, sebaliknya akhlak yang buruk lahir dari sifat yang buruk.

Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan kejahatan adalah sesuatu yang bersemayam di dadamu (hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya.

Penerapan Pendidikan Karakter Terhadap Pembentukan

Dalam penelitian ini penulis mengambil populasi (manusia) yaitu siswa sebanyak 2040 orang dan guru SMK Negeri 1 Pallangga tahun 2012/2013 sebanyak 88 orang. Analisis kualitatif yaitu menjelaskan penerapan pendidikan karakter pada pendidikan moral di SMK Negeri 1 Pallangga. Sumber data : Kantor Tata Usaha SMK Negeri 1 Pallangga Tahun 2014 c. Sarana dan prasarana justru mendukung proses belajar mengajar.

Fasilitas yang dimiliki SMK Negeri 1 Pallangga sudah memadai untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan kondusif. Model Penerapan Pendidikan Kelas Bagi Siswa di SMK Negeri 1 Pallangga Model Penerapan Pendidikan Kelas di SMK Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa memberikan contoh yang baik kepada siswa agar siswa dapat mengikuti apa yang dilakukan guru dan membimbing siswa agar disiplin. dan mempunyai rasa tanggung jawab. Untuk mengetahui secara sistematis hasil angket mengenai penerapan pendidikan karakter terhadap pembentukan moral dan etika siswa di SMK Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa, diperoleh hasil penelitian dari 7 item pertanyaan berikut.

Dari data deklarasi siswa diatas secara umum dapat diketahui bahwa siswa SMK Negeri 1 Pallangga mempunyai sikap yang buruk terhadap temannya. Model penerapan pendidikan karakter di SMK Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa adalah memberikan keteladanan yang baik kepada siswa agar siswa dapat mengikuti apa yang dilakukan guru dan membimbing siswa agar disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab. Gambaran tentang semangat juang siswa di SMK Negeri 1 Pallangga yaitu semangat juang siswa sangat sulit diukur oleh siapa pun karena berbeda baik dan buruknya, sehingga guru-guru di sekolah tersebut kesulitan mengenali karakter dari banyak orang. siswa.

Dengan segala kerendahan hati penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang hanya atas nikmat, rahmat dan hidayah-Nya serta kekuatan keimanan-Nya, sehingga lahirlah disertasi yang berjudul Penerapan Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak dan Karimah Siswa dari SMK Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

SMK Negeri 1 Pallanga merupakan sekolah tempat menimba ilmunya para cendekiawan, alumni yang memungkinkan para cendekiawan mudah beradaptasi dan mengenali karakter objek analisis.

Variabel Penelitian

Defenisi Operasional Variabel

Populasi dan Sampel

Tujuan lain dari sampel adalah untuk menemukan secara tepat ciri-ciri umum populasi dan untuk menarik generalisasi dari hasil penyelidikan, kemudian definisi bertujuan untuk memudahkan interpretasi, prediksi dan pengujian hipotesis. Yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan kepala sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proporsional sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan secara langsung terhadap objek analisis penelitian yaitu siswa sebanyak 75 orang, kepala sekolah dan guru sebanyak 10 orang.

Tabel 2 Keadaan sampel
Tabel 2 Keadaan sampel

Instrumen Penelitian…

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

SMK Negeri 1 Pallangga merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Kabupaten Gowa yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional dan menjadi tempat penelitian pengumpulan data terkait penulisan skripsi. Dalam sejarah berdirinya dan berkembangnya SMK Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa banyak mengalami pasang surut seiring berjalannya waktu. SMK Negeri Pallangga 1 juga merupakan SMK pertama yang ada di Kecamatan Pallangga, sehingga pada awal berdirinya masyarakat Kecamatan Pallangga bahkan di luar kecamatan lebih memilih untuk melanjutkan sekolah di SMK Negeri Pallangga. 1.

Jika anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai perkembangan SMK Negeri 1 Pallangga tentunya anda dapat melihat status guru dan siswa serta fasilitas yang dimilikinya. Melihat tabel di atas terlihat bahwa jumlah guru di SMK Negeri 1 Pallangga sudah memadai dengan 38 ruang kelas yang terdiri dari 1 sampai 3. Setiap guru harus bekerja keras dalam proses belajar mengajar agar apa yang kita harapkan tercapai. Melihat tabel di atas, SMK Negeri 1 Pallangga mempunyai ruangan yang cukup dengan peralatan yang lengkap sehingga siswa dapat berkreasi dalam melakukan pembelajaran agama Islam, sedangkan perpustakaannya sendiri memiliki buku yang cukup untuk dibaca.

SMK Negeri 1 Pallangga merupakan SMK yang mempunyai jumlah siswa laki-laki terbanyak dibandingkan siswa perempuan, sehingga tidak sedikit atau tidak banyak yang mempunyai akhlak yang baik. Untuk mengetahui sejauh mana gambaran karakter moral siswa sebenarnya sulit diukur karena adanya perbedaan sikap yang terlihat pada setiap individu anak, hal ini sesuai dengan perkataan guru Pendidikan Agama Islam yang mengatakan : Seperti halnya di SMK Negeri 1 Pallangga sudah diterapkan, peran guru PAI tidak hanya di dalam kelas saja, namun di luar kelas, guru harus menjadi orang tua yang terbaik bagi siswanya agar anak merasa dekat dengan kita. Penerapan pendidikan karakter pada pembentukan akhlak bagi siswa di SMK Negeri 1 Pallangga akan membentuk akhlak siswa, namun pembentukan akhlak tidak sepenuhnya terletak pada diri siswa karena pada dasarnya siswa hanya dapat melihat atau meniru apa yang dilihatnya dalam kehidupan nyata. untuk melihat. sehari-hari.

Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah SMK Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa beserta para guru dan stafnya yang telah memberikan data-data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Identitas kepala sekolah

Kondisi Sekolah

Visi dan Misi

Perkembangan SMK Negeri 1 Pallangga

Terkadang ada 10 orang atau 16% siswa yang menyatakan demikian, namun tidak ada siswa yang menyatakan kurang puas. Siswa yang mengaku sangat senang atau puas terhadap pelajaran pendidikan agama Islam menunjukkan bahwa mereka sudah dewasa dalam melihat fakta atau hal-hal yang terjadi di dunia sekolah, khususnya para guru pendidikan agama Islam, yang tentu saja mempunyai hal-hal yang menghambat perkembangan anak. proses belajar mengajar. 26 atau 87% siswa menyatakan bahwa mereka menikmati ucapan temannya ketika berkomunikasi. siswa menyatakan senang, 3 siswa atau 10% menyatakan tidak senang, dan 1 siswa atau 3% kadang-kadang.

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh siswa menyatakan senang, kurang senang, dan terkadang karena siswa mempunyai pandangan yang berbeda-beda terhadap setiap teman berkomunikasinya. Siswa yang menyatakan senang dengan tingkah laku temannya terdapat 6 orang atau 10% siswa dan diantara siswa yang menyatakan kurang puas terdapat 11 orang atau 19% siswa. dan ada juga siswa yang menyatakan terkadang ada 41 orang atau 67% siswa. Di antara siswa yang menyatakan puas dengan perilaku temannya, siswa tersebut memilih teman yang berperilaku sopan terhadap siswa tersebut.

Pernyataan siswa tentang sifat-sifat temannya yang baik terdapat 16 orang atau 27% siswa menyatakan temannya kurang baik, 6 orang atau 10%, dan terdapat 38 orang atau 63% yang menyatakan teman sekelasnya kadang-kadang baik. . Ada siswa yang mengatakan bahwa temannya tidak baik karena siswa tersebut sering bersikap kasar terhadap temannya sendiri. Pernyataan siswa tentang guru pendidikan agama Islam yang sering memberikan nasehat terdapat 51 orang atau 85% yang menyatakan sering.

6 orang atau 10% siswa menjawab tidak pernah, 3 orang atau 5% menjawab kadang-kadang dan tidak ada yang menjawab tidak pernah. Pernyataan siswa tentang sapaan guru Pendidikan Agama Islam ketika masuk kelas, ada 20 orang atau 34% yang mengatakan sangat sering, 23 orang atau 38% siswa yang mengatakan sering, dan ada 17 orang atau 28% yang kadang-kadang mengucapkan. Secara umum akhlak siswa di SMK Negeri 1 Pallangga mempunyai akhlak yang seimbang karena dilihat dari keseharian siswa, pada saat masuk waktu sholat zuhur, kami sebagai guru memimpin anak-anak untuk sholat di musala yang ada di paroki, namun ada beberapa siswa yang tidak shalat.

Gambar

Tabel 2 Keadaan sampel

Referensi

Dokumen terkait

The effect of acupressure at this SP6 point is to help cervical dilatation so that it can accelerate the progress of childbirth (Mafetoni and Shimo, 2016), while acupressure at