• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Akhlak

Dalam dokumen penerapan pendidikan karakter terhadap (Halaman 35-40)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Akhlakul Karimah

1. Pengertian Akhlak

Akhlakul karimah dalam pengertian luasnya ialah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan, siapa saja yang berhasil menjadikan akhlakul karimah sebagai karakter dalam dirinya tentu ia akan menjadi orang yang paling beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.

Perkataan ini bersumber dari kalimat yang tercantum dalam al Qur’an surah Al-Qalam (68) ayat 4 yakni:











24

Terjemahnya :

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

(Kementrian Agama RI :2005 :565).

Prof. Dr. Ahmad Amin dalam bukunya “Al Akhlaq” merumuskan pengertian Akhlaq sebagai berikut:

“Akhlaq ialah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusya dilakukan oleh setengah manusia kepada lainnya menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk nelakukan apa yang harus diperbuat”.

Adapun Drs. H. Ahmad Daeroby, M. Ag, menulis tentang pengertian akhlaq dalam sebuah artikelnya di majalah Risalah:

“Yang dimaksud dengan akhlaq dalam pemakaian kata sehari-hari adalah ‘akhlaq yang baik’ (al Akhlaqul Karimah). Misalnya dikatakan

‘orang itu berakhlaq baik’ artinya orang itu mempunyai akhlaq yang baik,

‘orang itu tidak berakhlak’ artinya orang itu tidak mempunyai akhlaq yang baik. Sebenarnya di samping akhlaq yang baik adapula akhlaq yang buruk akhlaq as Sayi’ah atau akhlaq radzilah)”. Selanjutnya beliau menulis: “Secara etimologi, “Akhlaq” adalah kata bahasa ‘Arab yang merupakan bentuk jamak dari “khuluq” yang artinya perangai atau tabiat. Dapat dibedakan antara khuluq dan kholqun. Hakikat makna khuluq yaitu gambaran batin manusia yang sebenarnya (yaitu jiwa dan sifat-sifatnya), sedang kholqun yaitu gambaran bentuk luarnya/

dzahirnya (raut muka, warna kulit, tinggi atau pendeknya, dan sebagainya). (Ibnu Katsier, An Nihayah 2:70).

Sedangkan dalam istilah, akhlaq dapat disimpulkan sebagai suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang paling dalam, yang darinya timbul perbuatan- perbuatan yang mudah, tidak memerlukan pertimbangan terlebih dahulu.

Akhlak adalah merupakan sistem moral atau akhlak yang berdasarkan Islam, yakni bertititk tolak dari aqidah yang diwahyukan Allah kepada Nabi atau Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya (M.Yatimin Abdullah 2007:22). Ada yang berpendapat bahwa pendidikan akhlak dalam islam dapat dimaknai sebagai latihan mental dan fisik. Latihan tersebut dapat menghasilkan manusia yang berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas kewajiban dan juga rasa tanggung jawab selaku hamba Allah. Dengan demikian, dasar atau sumber pokok daripada akhlak adalah Alqur'an dan Alhadis (as-Sunnah) yang merupakan sumber utama dari agama itu sendiri. Seperti yang terdapat pada hadis Rasulullah SAW yakni :

ُﻞَﻤْﻛَأ )) َﻢﱠﻠَﺳَو ِﮫْﯿَﻠَﻋ ُ ﷲا ﱠﻰﻠَﺻ ِﷲا ُلْﻮُﺳَر َلﺎَﻗ :َلﺎَﻗ ُﮫْﻨَﻋ ُ ﷲا َﻰِﺿَر َةَﺮْﯾَﺮُھ ﻰِﺑَأ ْﻦَﻋ

ِﺪَﺣ :َلﺎَﻗَو ّىِﺬِﻣْﺮِّﺘﻟا ُهاَوَر ((ْﻢِﮭِﺋﺎَﺴِﻨِﻟ ْﻢُﻛُرﺎَﯿِﺧ ْﻢُﻛُرﺎَﯿِﺧَو ﺎًﻘُﻠُﺧ ْﻢُﮭُﻨَﺴْﺣَأ ﺎًﻧﺎَﻤْﯾِإ َﻦْﯿِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟا ٌﺚْﯾ

ِﺤَﺻ ٌﻦَﺴَﺣ . ٌﺢْﯿ

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah Saw. Telah bersabda: orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”.(H.R. Al-Tirmidzi, ia berkata : Hadis Hasan Shahih)

Dari pendapat-pendapat tersebut di katakan bahwa akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan perbuatan- perbuatan baik atau buruk secara spontan tanpa memerlukan pikiran dan

26

dorongan dari luar. Dari situlah timbul berbagai macam perbuatan dengan cara spontan tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pikiran.hal ini sesuai dengan QS Asy-syams (91) : 8-10





























Terjemahnya:

Maka Dia mengilhamkan Kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya , sungguh beruntung orang yang menyucikannya(jiwa itu) dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (Kementrian Agama RI 2011:595)

Akhlak merupakan fondasi dasar sebuah karakter diri. Sehingga pribadi yang berakhlak baik nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat yang baik pula. Menurut Ahmad Syafi’i Ma’arif (2005) Akhlak dalam Islam juga memiliki nilai yang mutlak karena persepsi antara akhlak baik dan buruk memiliki nilai yang dapat di terapkan pada kondisi apapun.

2. Ruang Lingkup Akhlak

Konsep akhlak al-karimah merupakan konsep hidup yang mengantar hubungan antar manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitarnya dan

manusia dengan manusia itu sendiri. Keseluruhan konsep-konsep akhlak tersebut diatur dalam sebuah ruang lingkup akhlak.

Menurut Muhammad Abdullah Darraz (1973:687-771)) konsep ruang lingkup akhlak sangat luas karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari hubungan manusia kepada Allah maupun hubungan manusia kepada sesamanya. Darraz membaginya menjadi lima bagian;

pertama, akhlak pribadi (al-ahlaq al-fardiyah) yang mencakup akhlak yang diperintahkan, yang dilarang dan yang dibolehkan serta akhlak yang dilakukan dalam keadaan darurat. Kedua, akhlak berkeluarga (al-akhlak al- usariyah) yang mencakup tentang kewajiban antara orangtua dan anak, kewajiban antara suami istri dan kewajiban terhadap keluarga dan kerabat.

Ketiga, akhlak bermasyarakat (al-akhlaq al-ijtim’iyah) yang mencakup akhlak yang dilarang dan yang dibolehkan dalam bermuamalah serta kaidah-kaidah adab. Keempat, akhlak bernegara (al-akhlak al-daulah)yang mencakup akhlak di antara pemimpin dan rakyatnya serta akhlak terhadap negara lain.

Kelima, akhlak beragama (al-akhlak al-diniyah) yang mencakup tentang kewajiban terhadap allah subhanahu wa ta’ala.

Dari kelima ruang lingkup di atas, Yunahar Ilyas (2005:6) membaginya lagi menjadi enam, yaitu akhlak kepada Allah, akhlak kepada rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, akhlak pribadi, akhlak dalam keluarga, akhlak bermasyarakat, dan akhlak bernegara.

28

3. Macam-Macam Akhlak

Secara garis besar di kenal dua macam akhlak: yaitu akhlaqul al- karimah (akhlak terpuji), akhlak yang baik dan benar menurut syariat islam, dan akhlaq al- madzmumah (akhlak tercela), akhlak yang tidak baik dan benar menurut syariat islam. Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat-sifat yang baik pula, demikian sebaliknya akhlak yang buruk terlahir dari sifat-sifat yang buruk. Akhlakul karimah merupakan sikap yang melekat pada seseorang berupa ketaatan pada aturan dan ajaran syariat islam yang tercermin dalam berbagai amal, baik amal batin seperti zikir, berdoa, maupun amalan lahir seperti kepatuhan pelaksanaan ibadah dan sikap tata karma berinteraksi dengan orang lain.

Dalam dokumen penerapan pendidikan karakter terhadap (Halaman 35-40)

Dokumen terkait