• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 36 TENTANG AKUNTANSI KONRAK ASURANSI JIWA PADA PT. ASURANSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 36 TENTANG AKUNTANSI KONRAK ASURANSI JIWA PADA PT. ASURANSI "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 36 TENTANG AKUNTANSI KONRAK ASURANSI JIWA PADA PT. ASURANSI

JIWASRAYA (Persero) MAKASSAR

Lismanela1

, Arsyad Paweroi

2

, Tamsil

3

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1

[email protected],

2

[email protected],

3

[email protected]

ABSTRACT

This research aims at finding out the application of Indonesian Financial Accounting Standarts (IFAS or PSAK) Number 36 at PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar. Data were collected by observation, interview and documentation. Data were analyzed by descriptive analysis. The result showed that PT. Auransi Jiwasraya (Persero) Makassar has applied the Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS or PSAK) Number 36, but the researcher considers that there is stil a confention that is not appropriate namely expanses because accoarding to Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS or PSAK) Number 36, the expanses:

claims that have been approved, claims that are in the process of settlement and claims that have occurred but have not been reported while those expanses at PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar covers ransom.

Expiration and claims (death) therefore PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar still needs to improve the application of Indonesian financial accounting standards (IFAS or PSAK) in order to havea quality financial reports and high competitiveness.

Keywords: Indonesian financial accounting standards, Life Insurance.

PENDAHULUAN

Asuransi merupakan salah satu perusahaan yang memiliki peran penting di Indonesia, karena kegiatannya berperan dalam perlindungan resiko, menghimpun dana dari masyarakat melalui penerimaan premi.

Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang mempunyai karakteristik berbeda dengan perusahaan lainnya, karena perusahaan asuransi mengambil alih berbagai resiko dari perusahaan lain sehingga perusahaan asuransi lebih banyak resiko dibanding dengan perusahaan lainnya apabila tidak di kelola dengan baik. Perkembangan usaha dalam dunia perasuransian saat ini semakin pesat dan kompleks.Semakin banyak industri perasuransian yang bermunculan, sehingga persaingan tersebut akan semakin bertamba ketat. Kondisi ini menuntut adanya sistim akuntansi dan pelaporan keuangan pada setiap perusahaan untuk seragam dan dapat diterima secara umum sehingga perusahaan perlu menyusun laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku secara umum agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan dan andal. Standar akuntansi

menetapkan aturan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan, sehingga memungkinkan pembaca untuk dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan yang berbeda.

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar merupakan satu-satunya badan usaha milik Negara yang bergerak di bidang asuransi jiwa.

Dimana dengan keberadaannya sebagai BUMN maka ini adalah milik kita sebagai masyarakat Makassar minimal memiliki 1 polis asuransi jiwa dari PT.Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar. Selain bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena kematian, juga memiliki salah satu manfaat sebagai BUMN yaitu menghimpun dana bagi kas negara, yang selanjutnya dipergunakan untuk memajukan dan mengembangkan perekonomian negara.

Dari latar belakang yang telah diuraikah diatas, maka masalah dalam penelitian ini adalah:

Apakah penerapan akuntansi kontrak asuransi jiwa pada PT. Asuransi Jiwasraya Makassar

(2)

telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36?

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 36 pada PT.

Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar.

TINJUAN PUSTAKA Akuntansi

Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut (Idam Mannaga, 2015:02)

Menurut Tangkere, Ilat, dan Wokas (2017:1361) Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan transaksi keuangan, yaitu perjanjian antara dua pihak dimana salah satu pihak menjual barang atau jasa dan pihak lain membeli barang atau jasa tersebut.

Asuransi

Asuransi merupakan pertanggung jawaban atau perjanjian antara dua bela pihak, dimana pihak satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberiakn jaminan

sepenuhnya kepada pembayar

iuaran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa piahak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat. Ruang lingkup usaha asuransi yaitu memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap timbulnya kerugian karena suatu kemungkinan peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang (Hasanuddin dan Manggala, 2014)

Menurut Hasbullah Thabrany 2015, Asuransi adalah manajemen resiko, dimana seseorang atau kelompok orang yang disebut pemegang polis atau peserta melakukan transfer risiko yang dihadapinya kepada pihak asuraur (atau BPJS) dengan membayar premi/iuran.

Asuransi jiwa

Dalam asuransi jiwa yang dipertanggungkan ialah yang disebabkan oleh kematian (death).

Kematian tersebut mengakibatkan hilang

pendapatan seseorang atau suatau keluarga tertentu. Risiko yang mungkin timbul pada asuransi jiwa terutama terletak pada unsure waktu (time).Oleh karena itu, sulit untuk mengetahui kapan sesorang meninggal dunia.Untuk memperkeccil resiko tersebut, sebaiknya diadakan pertanggungan jiwa.Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian financial tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama. Di sini terlukis bahwa dalam asuransi jiwa risiko yang dihadapi adalah:

a. Risiko kematian, dan

b. Hidup seseorang terlalu lama.

Jenis Kontrak Polis Asuransi Jiwa

Dalam mempelajari asuransi jiwa sebelumnya dapat kita bagi atas:

a. Tern of life insurance (Eka Waktu) b. Whole life insurance (Seumur Hidup) c. Endowment of life insuransce (Dwi

Guna)

d. Annuity (Anuitas) Tujuan Asuransi Jiwa

Tujuan asuransi jiwa adalah sebagai berikut:

a. Asuransi jiwa menjamin hidup anak atau keluarga yang ditinggalkan apabila sewaktu-waktu pemegang polis tiba-tiba meninggal, dan

b. Asuransi jiwa bisa memenuhi kebutuhan hidup apabila pemegang polis masih hidup sesudah masa kontrak berakhir.

Laporan Keuangan

Pada umumnya yang di maksud laporan keuangan adalah suatu daftar keuangan yang dibuat pada akhir periode tertentu yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Saldo Laba, Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan Modal. Laporan keuangan atau financial statements (biasanya dalam bentuk neraca dan perhitungan rugi laba) berisi informasi tentang prestasi perusahaan dimasa lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang. Laporan tahunan merupakan dokumen yang memberikan informasi kepada para pemegang saham dan di susun menurut aturan-

(3)

aturan tertentu dari prinsip-prinsip akuntansi Indonesia. Laporan keuangan yang dioerlukan untuk securities and Hxchange commission di AS (di Indonesia, Bapepam) harus mengikuti pedoman yang lebih spesifik. Laporan keuangan untuk kepentingan perpajakan disesuaikan dengan peraturan-peraturan perpajakan yang berlaku dan diserahkan ke kantor inspeksi pajak pemerintah daerah.

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja seta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi

Tujuan umum yaitu menyajikan laporan keuangan, hasil dari usaha dan perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima, sedangkan tujuan khusus yaitu memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersi, proyeksi laba, perubahan kekayaan dan kewajiban serta informasi yang relevan. (Sofyan Syafri Harahap.(MC.Ac 1993:17)

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36

Pengakuan Pendapatan

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktifitas normal perusahaan selama satu periodebila arus kas masuk itumengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal, (Neng Indriyani). Pendapatan dalam perusahaan asuransi diakui berdasarkan kontrak dimana, pemegang polis berkewajiban membayar premi kepada perusahaan asuransi.

Winarso (2014:81) menyatakan bahwa premi asuransi merupakan suatu jumlah nilai uang yang merupakan kewajiban tertanggung karena telah mengadakan pertanggungan kepada perusahaan asuransi yang harus di bayar oleh tertanggung. Macam-macam premi asuransi antara lain:

1. Original Of Premium, yaitu suatu tariff premi asuransi yang sama dan berlaku bagi seluruh maskapai asuransi yang menjadi anggota Dewan Asuransi Indonesia.

2. Special Rate Of Premium, yaitu suatu original of premium yang dikurangi sejumlah persentase tertentu (reduction).

3. Spreading of premium, yaitu jumlah uang yang ditagih oleh perusahaan asuransi (maskapai asuransi) yang kemudian diperinci sebagian untuk perusahaan asuransi, sebagian untuk bank (retourpremi) atau lembaga keuangan lainnya.

4. Total sum insured, yaitu apabila barang yang diasuransikan merupakan barang jaminan yang diserahkan kepada bank atau lembaga keuangan lainnya dalam kaitannya dengan pinjaman serta nilainya jauh lebih besar dari kredit yang diperoleh bank atas barang tersebut seluruhnya dipertanggungkan.

Undang-undang No. 2 Tahun 1992 menyatakan bahwa klaim adalah suatu tuntutan ganti rugi dari penanggung (perusahaan asuransi) pada tertanggung apabilah terjadi accident atas barang/objek pertanggungan. Jenis klaim ada 2 macam yaitu:

1. Klaim total loss yaitu klaim yang jumlahnya sama dengan jumlah pertanggungan.

2. Klaim partial loss yaitu klaim yang jumlahnya kecil dari pertanggungan Standar Akuntansi Keuangan dalam PSAK No. 36 tentang Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa (IAI 2015:36.2), premi yang merupakan pendapatan dalam kontrak asuransi jiwa terdiri dari:

a. Premi Kontrak Asuransi Jangka Pendek.

Premi kontrak asuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan dalam periode kontrak sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan.Jika periode risiko berbeda secara signifikan dengan periode kontrak, maka premi diakui pendapatan selama periode risiko sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan.

b. Premi Selain Kontrak Asuransi Jangka Pendek.

Premi selain kontrak asuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan pada saat jatutempo dari pemegang polis.Kewajiban untuk biaya yang diharapkan timbul sehubungan dengan kontrak tersebut diakui selama periode

(4)

sekarang dan periode diperbaharuinya kontrak.

c. Pendapatan Lain.

Komisi reasuransi dan komisi keuntungan reasuransi diakui sebagai penadapatan lain.

Pengakuan Beban

Standar Akuntansi Keuangan dalam PSAK No. 36 tentang Kontrak Asuransi Jiwa (AIA,2015:36.2), beban klaim terdiri dari:

a. Klaim meliputi klaim yang tela disetujui, klaim dalam proses penyelesaian, dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan.

b. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, ditentukan berdasarkan estimasi liabilitas klaim tersebut. Perubahan dalam jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui sebagai penambahan atau pengurang beban dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan.

Pengakuan Dan Pengukuran Liabilitas Standar Akuntansi Keuangan dalam PSAK No. 36 tentang Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa (IAI,2015:36.2-3), liabilitasterdiri dari:

a. Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan.

Liabilitas manfaat polis masa depan diakui dalam laporan posisi keuangan berdasarkan perhitungan aktuaria.

Liabilitas tersebut mencerminkan nilai kini estimasi pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk seluruh opsi yang disediakan, nilai kini estimasi seluruh biaya yang akan dikeluarkan dan juga mempertimbangkan penerimaan premi dimasa depan. Liabilitas tersebut diakui sejak timbulnya kewajiban sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak asuransi jiwa.Premi yang belum merupakan pendapatan atas kontrak asuransi jangka pendek ditentukan dengan duacara yaitu secara gabungan dan individual.

b. Estimasi Liabilitas Klaim

Estimasi liabilitas klaim atas kontrak asuransi diukur sebesar jumlah estimasi berdasarkan perhitungan teknis asuransi.

c. Tes Kecukupan Liabilitas

Liabilitas asuransi yang diakui, baik manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan maupun estimasi estimasi liabilitas klaim, dilakukan tes kecukupan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam PSAK No.

62. Kontrak Asuransi Tingkat Diskonto yang digunakan dalam tes kecukupan liabilitas tersebut merupakan estimasi terbaik tingkat diskonto yang mencerminkan kondisi terkini dan risiko yang melekat pada liabiltas tersebut.

Pengungkapan

Menurut PSAK No. 36 hal-hal berikut diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan:

a. Kebijakan akuntansi mengenai: pengakuan pendapatan premi dan penentuan liabilitas manfaat polis masa depan serta premi yang belum merupakan pendapatan, transaksi reasuransi termasuk sifat, tujuan dan dampak transaksi reasuransi tersebut terhadap operasi entitas, dan pengakuan beban klaim dalam penentuan liabilitas estimasi klaim tanggungan sendiri serta kebijakan akuntansi lain yang penting sebagaimana ditentukan dalam SAK yang relevan

b. Pendapatan premi bruto: pendapatan premi tahun pertama dan premi tahun lanjutan secara terperinci berdasarkan kelompok perorangan dan kumpulan, serta jenis asuransi.

c. Klaim dan manfaat: jenis, jumlah, dan penyebab kenaikan klaim dan manfaat dan manfaat signifikan.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, adapun pengertian dari metode deskriptif analisis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Dengan kata lain peneliti deskriptif analisis mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah sebagaimana adanya saat penelitian

(5)

dilaksanakan, hasil penelitian kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya.

Penelitian ini dilakukan di PT.

Asuransi Jiwasraya (Persero) Jl. Dr. Ratulangi No. 9, Makassar.Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2 bulan yaitu dari bulan juli 2019 hingga September 2019

Adapun data yang digunakan adalah data kuantitatif seperti laporan keuangan dan kualitatif berupah sejarah dan profil perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengakuan Pendapatan

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha asuransi jiwa. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar memilki kebijakan pengakuan pendapatan perusahaan berdasarkan metode akrual basis (acrual basis), dimana pendapatan diakui pada saat Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ) di setujui oleh pihak perusahaan. Setelah SPAJ disetujui, tertanggung harus membayar premi pertama kepada penanggung dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Dari contoh polis diatas PT. Asuransi jiwasraya mengakui pendapatan sebagai berikut:

Tabel 1

Perhitungan PendapatanTahun 2010-2015

Tahun Perhitungan Jumlah pendapatan

Keterangan

2010 3 bln x Rp.

259.105

Rp.777.315 Asuransi ini dimulai bulan oktober sehingga 2010 hanya dihitung 3 bulan.

2011 s/d 2014

48 bln x 259.105

Rp.12.437.0 46

Pendapatan premi per tahun Rp.3.109.260 selama 4 tahun.

2015 9 bln x 259.105

Rp.331.945 Pendapatan premi untuk 5 tahun

pertamahanya s/d bulan 01 oktober 2015.

Jumlah Rp.15.546.3

00

Sumber: PT. Asuransi Jiwasraya

Perhitungan diatas menjelaskan bahwa pendapatan yang diakui pada PT. Asuransi Jiwasraya dari 01/10/2010 s/d 01/10 2015, sebagaimana telah disepkati di dalam polis bahwa besar uang premi yang harus dibayarkanoleh tertanggung (pemegang polis) kepada perusahaan selama 5 tahun pertama adalah senilai Rp.3.109.260 per tahun.

Tabel 2

Perhitungan Pendapatan Tahun 2015-2028

Tahun Perhitungan Jumlah pendapatan

Keterangan

2015 3 bln x Rp.246.767

Rp.740.301 Pendapatan 3 bulan terakhir pada tahun 2015 2016

s/d 2027

144blnx Rp.246.767

Rp.35.534.4 48

Pendapatan premi per tahun Rp.2.961.200 selama 12 tahun.

2028 9 bln x Rp.246.767

Rp.2.220.90 3

Pendapatan premi untuk 13 tahun terakhir sampai bulan o1 oktober 2028.

Sumber: PT.Asuransi Jiwasraya

Perhitungan diatas menjelaskan bahwa pendapatan yang diakui pada PT.Asuransi Jiwasraya dari 01/10/2015 s/d 01/10/20128,sebagaimana yang telah disepakati di dalam polis bahwa uang premi yang harus dibayarkan oleh tertanggung (pemegang polis) kepada perusahaan selama 13 tahun terakhir adalah senilai Rp.2.961.200 per tahun.

B. Pengakuan Beban

Proses pencatatan beban pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar dicatat berdasarkan metode akrual basis (acrual basis), yaitu proses pencatatan dimana pada saat tertanggung melaporkan klaim yang

(6)

dialaminya pada perusahaan, perusahaan melakukan transaksi asuransi yang mengakibatkan timbulnya beban klaim. Pada saat itu juga perusahaan akan mengakui adanya beban klaim. Setalah itu perusahaan melakukan survei di lapangan dan melihat apakah peristiwa tersebut benar terjadi dan kemudian selanjutnya perusahaan akan melakukan pembayaran klaim dari jumlah yang tertera di nota desisi.

Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar mengakui ada 3 beban, antara lain sebagai berikut:

1. Tebus

Apabila pemegang polis tidak dapat atau tidak ingin melanjutkan perjanjian asuransinya maka atas permintaan tertulis dari pemegang polis perusahaan dapat menebus polis dengan ketentuan yang berlaku. Besarnya nilai tebus akan diakui sebagai beban oleh perusahaan sebesar nilai yang ada pada perjanjian polis sebelumnya.

misalnya:

Apabila terjadi tebus di tahun 2010 bulan desember perhitungan sebagai berikut:

2010 desember = Rp.966.000/12 = Rp.80.500

3bln x Rp.80.500 = Rp. 241.500 Jadi biaya yang diakui perusahaan jika terjadi tebus pada bulan desember 2010 adalah senilaiRp. 241.500 2. Biaya Expirasi

Jika perjanjian asuransi selesai sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Tahap I = Rp. 4.000.000 (Tgl 01/10/2016)

II = Rp. 8.000.000 (Tgl 01/10/2022)

III = Rp. 12.000.000 ( Tgl 01/10/2025)

IV = Rp. 20.000.000 (Tgl 01/10/2028)

Ditambah dengan biayabeasiswa perbulan sebesar 1/60 x 40.000.000 = 666.666 untuktahun 2028-2033

3. Klaim (meninggaldunia)

a. Jika tejadi klaim pada 5 tahun terakhir perusahaan akan mengakui beban senilai Rp.40.000.000

b. Jika terjadi klaim di tahun 2016 perusahaan akan mengakui beban

klaim senilai Rp.

40.000.000+Rp.4.000.000

c. Jika terjadi klaim di tahun 2022 perusahaan akan mengakui beban

klaim senilai Rp.

40.000.000+Rp.8.000.000

d. Jika terjai klaim di tahun 2025 perusahaan akan mengakui beban

klaim senilai

Rp.40.000.000+Rp.12.000.000

e. Jika terjadi klaim di tahun 2028 perusahaan akan mengakui beban

klaim senilai

Rp.40.000.000+20.000.000

f. Jika tejadi klaim di tahun 2028-2033 perusahaan aka mengakui klaim Rp.40.000.000+666.666 (setiap bulan) C. Pengakuan dan Pengukuran Liabilitas Proses pencatatan liabilitas/kewajiban pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar yaitu diakui sebesar jumlah uang asuransi yang telah disepakati di dalam polis, sebagaimana yang kita ketahui bahwa uang asuransi adalah sejumlah uang yang tercantum dalam polis yang merupakan hak pemegang polis atau penerima faedah sesuai dengan yang diperjanjikan. Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persro) Makassar liabilitas kepada pemegang polis meliputi liabilitas manfaat polis masa depan, cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan, estimasi liabilitas klaim dan utang klaim.

1. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar tidak melakukan pencatatan dan perhitungan terhadap liabilitas manfaat polis masa depan di dalam laporan keuangan perusahaan. Liabilitas manfaat polis masa depan yang terjadi hanya dilakukan pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Kantor Pusat untuk dihitung dan diestimasi. Hasil dari perhitungan dari kantor pusat kemudian dikirim kembali ke PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar namun hanya berupa informasi sehingga tidak dilaporkan dalam laporan keuangan, akan tetapi dilaporkan secara keseluruhan oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) kantor pusat dalam laporan keuangan tahunan.

2. Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan merupakan porsi cadangan atas premi yang menjadi pendapatan dari kontrak asuransi.

(7)

Misalnya:

Dari polis di atas disepakati bahwa masa asuransi polis tersebut selama 18 tahun.

Selama 5 tahun jumlah yang dibayarkan Rp.3.109.260 = Rp.15.546.300

Ditahun 2010 pendapatan yang diakui senilai Rp. 777.315

Dan yang di akui sebagai cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan adalah Rp.15.546.300 – Rp.777.315 = Rp.14.768.985

3. Utang Klaim merupakan klaim yang sudah jatu tempo dan telah diajukan, dihitung dan disetujui,namun belum dibayarkan sampai denga akhir periode pelaporan.

Misalnya:

Tertanggung sudah mengajukan klaim kepada perusahaan tanggal 25 desember 2010, pihak perusahaan sudah menerimah kemudian memproses namun sampai akhir periode belum dibayarkan maka di dalam laporan keuanga diakui senilai Rp.40.000.000

Pengungkapan

a. Pengungkapan Pendapatan

Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar mengungkapkan pendapatan premi maupun pendapatan lainnya dalam laporan laba rugi, Serta mengungkapkan kebijakan akuntansinya secara jelas mengenai pengakuan pendapatan dalam catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

b. Pengungkapan Beban

Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar beban serta estimasi klaim diungkapkan dalam laporan laba rugi dan kebijakan akuntansinya diungkap dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

c. Pengungkapan Liabilitas

Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar liabilitas kepada pemegang polis semua diungkapkan dalam laporan posisi keuangan (Neraca). Sedangkan mengenai kebijakan akuntansinya diungkapkandalam catatan atas laporan keuangan (CALK).

Pembahasan

Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36 menyatakan bahwa yang diakui sebagai pendapatan dalam perusahaan asuransi jiwa yaitu pendapatan dari premi kontrak asuransi jangka pendek, premi

selain kontrak asuransi jangka pendek dan pendapatan lain, Sedangkan pendapatan pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar terdiri dari pendapatan premi dan pendapatan lain. Pendapatan premi menurut PSAK No 36 dibagi menjadi 2 bagian dan di PT. Asurasi Jiwasraya (Persero) Makassar tidak dibagi melainkan digabung menjadi satu yaitu pendapatan premi saja, namun sebenarnya pengakuan pendapatan antara PSAK No. 36 dengan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar sama. Semua pendapatan Pada PT.

Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar mengungkapkan pendapatan premi maupun pendapatan lainnya dalam laporan laba rugi, Serta mengungkapkan kebijakan akuntansinya secara jelas mengenai pengakuan pendapatan dalam catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36 menyatakan bahwa yang diakui sebagai beban adalah klaim yang telah disetujui, klaim dalam proses penyelesaian dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, namun beban yang diakui pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar terdiri dari tebus, biaya expirasi dan klaim (meninggal dunia). Namun jika melihat pengertian dari tebus, biaya expirasi dan klaim sebenarnya biaya-biaya ini sudah termasuk dalam klaim yang telah disetujui dan klaim dalam proses penyelesaian. Jadi sebenarnya pengakuan beban antara PSAK No. 36 dan PT.

Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar sama, namun yang membedakan hanya istilah di yang digunakan dalam perusahaan. Pada PT.

Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar beban serta estimasi klaim diungkapkan dalam laporan laba rugi dan kebijakan akuntansinya diungkap dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36 yang diakui sebagai liabilitas meliputi: liabilitas manfaat polis masa depan, estimasi liabilitas klaim dan premi yang belum merupakan pendapatan. Liabilitas pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar yaitu liabilitas manfaat polis masa depan, estimasi liabilitas klaim, premi yang belum merupakan pendapatan. Jadi tidak ada perbedaan antara pengakuan liabilitas menurut PSAK No. 36 dengan yang diterapkan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar. Pada PT.

Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar

(8)

liabilitas kepada pemegang polis semua diungkapkan dalam laporan posisi keuangan (Neraca). Sedangkan mengenai kebijakan akuntansinya diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan (CALK).

(9)

278 Lismanela, Arsyad Paweroi, Tamsil PENUTUP

Simpulan

Dari hasil dan pembahasan yang telah diuraikan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:

a. PT. Asuransi Jiwasraya

(Persero) makassar sudah menerapkan akuntansi kontrak asuransi jiwa sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengenai pengakuan dan pengungkapan pendapatan .

b. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) makassar sudah menerapkan akuntansi kontrak asuransi jiwa sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengenai pengakuan dan pengungkapan beban.

c. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) makassar sudah menerapkan akuntansi kontrak asuransi jiwa sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengenai pengakuan pengukuran dan pengungkapan liabilitas.

Saran

Adapun saran bagi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar antara lain:

a. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar sebaiknya pengakuan pendapatan preminya dibagi kedalam 2 bagian yaitu premi kontrak asuransi jangka pendak dan premi selain kontrak asuransi jangka pendek agar pendapatan lebih jelas dan terperinci serta sesuai dengan PSAK No. 36

b. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar sebaiknya tidak lagi menggunakan istilah tebus maupun biaya expirasi karena dalam pernyataan standar akuntansi keuagan (PSAK) No. 36 sudah

ditetapkan bahwa beban klaim tediri dari klaim yang telah disetujui, klaim dalam proses penyelesaian dan klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.

c. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Makassar sebaiknya pengakuan, pengukuran dan pengungkapan liabilitas terus di terapkan karena sudah sesuai dengan pernyataan standar akuntasi keuangan (PSAK) No. 36.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Ali, A. Hasymi. (2002). Pengantar Asuransi.

Jakarta: PT. Bumi Aksara

Eprints.polsri.ac.id/pengertianpendapatan,beb andanliabilitas diakses pada tanggal 16 desember 2019 pada pukul 22.15 WITA Haryati, L.R.R. (2010). Evaluasi Penyajian

Pengelompokan Item- Item Laporan Keuangan Perusahaan Asuransi Jiwa Berdasarkan PSAK No. 36 Tentang Akuntansi Asuransi Jiwa. Yogyakarta:

PT. Panin Life, Tbk. Jakarta

Hery, (2016).Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta: PT. Grasindo, Jalan Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270.

Horman, I.T., & Morasa, J. (2016).Analisis Penerapan PSAK No. 36 Tentang Akuntansi Kontarak Asuransi Jiwa.

Manado: PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Cabang Manado

Http://jiwasraya.co.id/laporankeuangan diakses pada tanggal 15 juni 2019 pada pukul 16:25 PM WITA

IAI.(2014). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa. Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Iakatan Akuntansi Indonesia Kusnadi, (2000).Pengantar Akuntansi

Keuangan 1 (Prinsip, Prosedur, Dan Metode). Malang-Jawa Timur:

Mannaga, I. (2015). Pengantar akuntansi dasar. Makassar: Lembaga Lading Kata Martani, D., & Veronica, S., & Wardhani, R.,

& Farahmita, A., & Tanujaya,

E. (2014).Akuntansi Keuangan Menengah Bersasis PSAK.Jakarat:

Penerbit Salemba Empat

Nurwita, D.R., & Pamungkas, B.

(2014).Evaluasi Penerapan Akuntansi

Kontrak Asuransi Jiwa Dalam Kaitannya Dengan PSAK No.36. Bogor:

PT. Taspen (Persero) Cabang Bogor.

Neng Indriyani. Penerapan Anggaran Sebagai Alat Bantu Manajemen Pada PT. Pos Indonesiakantor Area X Makassar.

Diakses melalui https://e- jurnal.stienobel-

indonesia.ac.id/index.php/akmen/articel/

view/483/479

Permatasari, A.,Tjandrakirana, R.,&

Meirawati, E. (2018).

AnalisisPenerapan PSAK No. 36 Tentang Kontrak Asuransi Jiwa. Jambi:

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Cabang Jambi

Rahayu, D.P. (2018). Penerapan PSAK No. 36 Terhadap Asuransi Kematian Pension Pegawai Negeri Sipil. Bandar Lampung:

PT. Taspen (Persero) Cabang Bandar Lampung.

Romoatn, Y. (2016). Implementasi PSAK No.

62 Mengenai Kontrak Asuransi Dan PSAK No. 28 (Revisi 2012) Mengenai Akuntansi Asuransi Kerugian.

Pontianak: PT. Asauransi bina dana arta,TBK

Salim, A. Abbas (2003). Asuransi dan Manajemen Resiko. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Thabrany, H. (2015). Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta: Rajawali Pers

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor

40 Tahun 2014 Tentang

Perasuransian.Http://www.ojk.go.id diakses pada tanggal 27 september 2019 Yulianto, H. (2019). Pedoman Penulisan Proposal Skripsi, Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar Yosafat, (2016).Analisis Laporan Keuangan

Untuk Menilai Kinerja Perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

dari 2 diperoleh besar premi tunggal bersih/tahunan asuransi kesehatan kumpulan dengan uang pertanggungan dibayar di akhir tahun polis adalah : 3 Jika uang pertanggungan dibayar

Production of planting material, livestock, poultry, fisheries breeds, mushroom spawn etc.. Total material produced under each category variety/breed/implement 10