• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen di Yayasan Forkis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen di Yayasan Forkis"

Copied!
157
0
0

Teks penuh

Seluruh pengurus Yayasan FORKIS khususnya Bapak Bambang membantu penulis dalam penyusunan disertasi ini. Berdasarkan hasil penelitian, sistem pengendalian manajemen telah diterapkan dengan cukup baik di Yayasan FORKIS.

DAFTAR LAMPIRAN

PENDAHULUAN

  • Masalah Penelitian
    • Perumusan Masalah Penelitian
    • Pembatasan Masalah Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Apakah sistem pengendalian manajemen pada Yayasan FORKIS sudah diterapkan sesuai dengan konsep sistem pengendalian manajemen yayasan? Untuk mengetahui apakah sistem pengendalian manajemen yang diterapkan pada Yayasan FORKIS sudah sesuai dengan konsep sistem pengendalian manajemen yayasan atau belum.

LANDASAN TEORI

METODE PENELITIAN

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

Struktur Sistem Pengendalian Manajemen

Pusat biaya merupakan pusat tanggung jawab, dimana kinerja manajer diukur berdasarkan biaya (nilai input). Pusat biaya kebijakan merupakan pusat pertanggungjawaban yang masukannya sebagian besar tidak berhubungan dengan keluaran.

Proses Sistem Pengendalian Manajemen

  • Penyusunan Anggaran (Budgeting)
  • Pelaksanaan dan Pengukuran (operating and measurement)
  • Pelaporan Data Analisis (reporting and analysis)

Proses perencanaan strategis formal memaksa manajer meluangkan waktu untuk memikirkan isu-isu penting jangka panjang. Kedua, organisasi dapat membentuk departemen perencanaan strategis yang besar dan mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada staf departemen tersebut, sehingga mengabaikan masukan dari manajemen lini serta manfaat pendidikan dari proses tersebut.

Organisasi Nirlaba

  • Karateristik Organisasi Nirlaba
  • Jenis Organisasi Nirlaba
  • Sistem Pengendalian Manajemen Organisasi Nirlaba

Menurut Anthony (2005), organisasi nirlaba adalah organisasi yang tidak dapat mendistribusikan aset atau keuntungannya kepada anggota, pejabat, atau direkturnya. Transaksi pembagian keuntungan, seperti pembagian dividen, terjadi pada korporasi, namun tidak pada organisasi nirlaba.

Gambar 2.2  Jenis Organisasi Nirlaba
Gambar 2.2 Jenis Organisasi Nirlaba

Yayasan

  • Peraturan Yayasan
  • Sistem Pengendalian Manajemen Yayasan
    • Struktur Sistem Pengendalian Manajemen di Yayasan
    • Proses Sistem Pengendalian Manajemen di Yayasan

Selain itu, rata-rata efisiensi organisasi nirlaba dapat diukur dengan menggunakan rumus berikut (Jones, 1996). Dalam kebanyakan situasi, kinerja keuangan yang diharapkan dari sebuah yayasan sebagai organisasi nirlaba adalah laba atas kinerja.

Penelitian Terdahulu

Insentif psikologis dan sosial mencakup kemungkinan promosi, tanggung jawab tambahan dan pengakuan (piala, sertifikat, dan sejenisnya). Dalam organisasi keagamaan nirlaba Gereja Surabaya telah disusun tata cara yang ada untuk mencapai misi dan tujuan organisasi. Namun karena manfaat yang diperoleh tidak lebih besar atau sama dengan biaya yang dikeluarkan, hal ini menunjukkan bahwa prosedur dirancang dengan kurang memperhatikan unsur efisiensi.

Akibatnya beban pengeluaran organisasi bertambah, sedangkan manfaat yang diperoleh bisa disebut kecil. Penilaian efisiensi organisasi nirlaba tidak lepas dari efektivitas organisasi dalam mencapai misi dan tujuannya. Pada organisasi gereja keagamaan nirlaba di Indonesia, khususnya di Surabaya, terdapat bukti bahwa semakin efektif organisasi dalam menjalankan misi dan tujuannya, maka cenderung kurang efisien organisasi tersebut dan sebaliknya.

Namun karena sebagian besar pengeluaran digunakan oleh departemen-departemen utama yang dapat menunjang misi organisasi, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi cukup efektif namun kurang efisien.

Kerangka Pemikiran

Berdasarkan penjelasan diatas, penulis melakukan penelitian untuk melihat implementasi sistem pengendalian manajemen yang diterapkan pada Yayasan Forkis. Apakah sistem pengendalian manajemen yang diterapkan sudah tepat untuk menjamin kegiatan sehari-hari dapat berjalan efektif, intinya harus sesuai dengan tujuan utama yayasan. Tujuan dari penelitian ini adalah sistem pengendalian manajemen yang diterapkan oleh organisasi nirlaba yaitu yayasan.

Penelitian analisis deskriptif merupakan suatu metode yang mencoba menggambarkan kondisi-kondisi yang ada pada suatu organisasi berdasarkan fakta-fakta nyata dalam situasi yang diselidiki, disertai dengan analisis dan proses lebih lanjut berdasarkan landasan teori yang telah dipelajari. Penelitian ini dilakukan hanya pada satu landasan dan permasalahan yang diteliti bersifat spesifik, sehingga penulis tidak membandingkannya dengan landasan lain yang sejenis. Studi kasus adalah penelitian untuk mengeksplorasi suatu fenomena (kasus) tertentu pada waktu dan kegiatan tertentu (program, lembaga atau kelompok) dan untuk mengumpulkan informasi rinci dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dalam jangka waktu tertentu (Hermawan, 2005).

Metode Pengumpulan Data .1 Data Yang Dihimpun .1 Data Yang Dihimpun

  • Metode Pengumpulan Data

Dokumentasi yaitu pengumpulan dan pencatatan data-data yang diperlukan untuk penelitian Pengumpulan data primer berupa informasi yang diperoleh dari dokumen internal Yayasan FORKIS terkait SPM dengan pencatatan data-data yang diperlukan. Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab untuk memperoleh informasi mengenai masalah yang diteliti dengan orang yang berwenang. Kuesioner yaitu daftar pertanyaan yang disusun dalam bentuk pertanyaan yang disusun dalam bentuk pengajuan tertulis.

Kuesioner ini ditujukan bagi seluruh manajer lini dari atas hingga bawah untuk melengkapi informasi yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini. Dalam studi literatur ini, penulis mengumpulkan dan mempelajari berbagai teori dan konsep dasar yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Survei literatur dilakukan untuk mencari sumber data sekunder yang dapat menunjang penelitian dengan mengumpulkan seluruh data teoritis baik dari materi perkuliahan maupun literatur lainnya.

Metode Analisis Data

Pengesahan dilakukan pada tanggal 11 Juni 1991 Nomor 12 di kantor Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Bagijo SH, Bekasi, dengan nama “Yayasan ForKIS”. Ketika didirikan pada tahun 1991, kegiatan amal sosial FORKIS adalah Bakti Fardhu Kifayah dan Santunan Anak Yatim. Kepemilikan Yayasan FORKIS pada tahun pertama berdirinya Yayasan yaitu pada tahun 1989 hanya terdiri dari 1 (satu) unit kendaraan pengangkut ambulans operasional.

Bambang memutuskan untuk menambah 1 (satu) unit semi truk yang akan digunakan untuk meningkatkan usaha penyewaan tenda dan kursi. Yayasan FORKIS merupakan yayasan yang tumbuh di lingkungan perumahan, sehingga sangat sulit untuk dikenal di luar wilayah kecamatan Kota Baru. Sejak tahun 2000, Yayasan FORKIS mendapat penghargaan sebagai yayasan yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan anak yatim dan dhuafa di kabupaten Kota Baru.

Pada tahun 2004, Yayasan FORKIS kembali mendapatkan penghargaan sebagai yayasan yang aktif membantu masjid-masjid di kawasan Kota Baru. Dua penghargaan di atas membuktikan bahwa Yayasan FORKIS sangat diakui masyarakat.

Struktur Organisasi FORKIS

Mengamankan dan mempertanggungjawabkan aset FORKIS di bagian dana kepada bendahara dalam jangka waktu tertentu. Membuat ringkasan laporan hasil Infaq berdasarkan area kutipan yang harus ditandatangani oleh bendahara, kemudian dilaporkan/diserahkan kepada ketua FORKIS dengan disertai bukti dan data yang lengkap.

Visi dan Misi Yayasan FORKIS Visi Yayasan FORKIS Visi Yayasan FORKIS

Pengaktifan dakwah Islam dan amar ma'ruf nahi munkar termasuk promosi kegiatan ta'lim di masjid dan musala khususnya di kecamatan Kotabaru. Ketua yayasan memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk menyampaikan saran dan pendapat dalam rangka perumusan kebijakan, baik diminta maupun tidak diminta.

Prosedur Yayasan FORKIS

Tanda tangan faktur oleh sekretariat. b.. d) Pemenuhan biaya rutin oleh kepala sekretariat. e) Kecuali kas kecil, harus mendapat izin dari Ketua/Wakil Ketua f) Pengambilan uang setiap hari Sabtu. h) Apabila saldo sekretariat melebihi Rp. maka harus disetor ke kasir (jangan tunggu uang diterima hari Sabtu). i) Laporan keuangan dilaporkan kepada RW (11 rangkap untuk 10 RT) dan program kerja keagamaan/masjid/masjid (Pokja) terkait setiap 3 (tiga) bulan sekali untuk dapat direkonsiliasi dalam laporan RW. j) Laporan anggota diterima oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). k) Laporan individu dilaporkan kepada anggota setiap semester. Kalau dipakai tengah malam hanya bisa ditandatangani oleh pemegang kunci lalu dilaporkan ke ketua. d) Biaya penggunaan ambulans a). a) Apabila fasilitas tersebut tidak digunakan pada saat anggota meninggal dunia (misalnya dirawat di rumah sakit dan segera dibawa ke luar kota), maka haknya berupa uang tunai diberikan kepada ahli warisnya (keluarga).

Kota : H. Ragil, Sulaeman, Yono b) Dalam kota : Yono, Sulaeman, Yudha c) Luar kota lebih dari 400 KM, dibutuhkan 2 (dua) orang driver. d) Jasa driver di luar lokasi, disepakati bahwa hasil bersih (pendapatan anggota dan non anggota) akan diambil sebesar . bensin, tol, dll. sesuai kesepakatan, maka hanya diambil 30% dalam kelipatan Rp. 5.000.. a) Petugas pengumpul infaq akan bertanggung jawab pada 3 RW.

Proses Sistem Pengendalian Manajemen Yayasan FORKIS .1 Pemrograman (programming) .1 Pemrograman (programming)

  • Pelaksanaan dan Pengukuran (operating and measurement)
  • Pelaporan dan analisis (reporting and analysis)

Pengawasan yang dilakukan Yayasan FORKIS berlangsung melalui pemantauan langsung ke setiap sekolah anak didik yang dilatihnya. Yayasan FORKIS merayakan hari besar Islam bekerjasama dengan masjid-masjid di wilayah Kecamatan Kota Baru. Yayasan FORKIS menyelesaikan perbaikan di kantor sekretariat, sebenarnya lebih cepat dari rencana manajemen sebelumnya.

Ini semua menjadi bukti bahwa Yayasan FORKIS ikut serta dalam perayaan hari besar Islam. Semakin banyak pelayanan yang diberikan Yayasan FORKIS kepada masyarakat sekitar maka semakin baik pula kinerja yayasan tersebut. Kedua, jika jumlah anak yatim dan dhuafa yang dibina oleh Yayasan FORKIS meningkat maka kinerjanya dapat dikatakan baik.

Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan agar masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan Yayasan FORKIS. Setiap kegiatan dan program yang dilakukan Yayasan FORKIS selalu tercatat secara detail dan tepat waktu.

Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen di Yayasan FORKIS Analisis penerapan sistem pengendalian manajemen di Yayasan FORKIS

Visi dan misi yang telah dibuat dapat membantu pengurus, pengawas dan pengawas untuk menciptakan keselarasan tujuan di Yayasan FORKIS. Sistem pendelegasian wewenang dan tanggung jawab di Yayasan FORKIS selama ini dilakukan oleh pejabat tinggi masing-masing departemen. Kebijakan yang ada di FORKIS Fonden terdiri dari kebijakan organisasi, kebijakan keuangan dan kebijakan kegiatan.

Program-program di Yayasan FORKIS disusun setelah melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah diselesaikan pada periode sebelumnya. Berdasarkan jawaban 13 responden pada tabel 4.13 terbukti tidak adanya penyusunan anggaran tahunan di Yayasan FORKIS. Hal ini membuktikan bahwa keharusan membuat anggaran untuk satu periode belum dilaksanakan oleh Yayasan FORKIS.

Sistem pelaporan di Yayasan FORKIS hanya terbatas pada dokumen tertulis dari pengelola program yang dilaksanakan. Secara umum penerapan struktur sistem pengendalian manajemen pada Yayasan FORKIS telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan teori. Kebijakan dan prosedur yang ditetapkan Yayasan FORKIS sangat membantu manajemen mencapai visi dan misinya.

Saran

KUESIONER

Petunjuk Pengisian

Identitas Responden

23.Apakah program yang dibuat dikomunikasikan kepada seluruh staf, dari yang paling senior hingga yang terendah? 30. Apakah rencana kerja dan anggaran selalu direvisi jika terjadi kesalahan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran? 31. Apakah pejabat yang berwenang melakukan penilaian terhadap revisi rencana kerja dan anggaran serta mengeluarkan pendapat setuju atau tidak setuju?

32. Apakah biaya aktual untuk melaksanakan rencana kerja selalu dilacak dan dianalisis untuk mengidentifikasi adanya penyimpangan? 35. Apakah prosedur operasional yang ada benar-benar membantu kelancaran pelaksanaan aktivitas yang berada di bawah kendali Anda? 42. Apakah terdapat sistem pelaporan berlapis dari pejabat terendah hingga pejabat tertinggi, tergantung jabatan dan tanggung jawabnya?

45. Apakah setiap PNS perlu membuat laporan berkala hasil pekerjaannya kepada atasan PNS? 48. Apakah setiap hasil pemeriksaan selalu dilaporkan dan didiskusikan dengan pegawai yang diperiksa?

Gambar

Gambar 2.2  Jenis Organisasi Nirlaba

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian analisa pengendalian intern akuntansi persediaan dalam upaya mengamankan harta perusahaan studi kasus Yayasan Penerbit Kalam Hidup adalah aplikasi dari

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul “Sistem Pengendalian Internal Pada Organisasi Nirlaba Studi Kasus Yayasan Lembaga Pengembangan Teknologi

Mahasiswa dapat menjelaskan dengan menjawab soal studi kasus dari dosen penerapan pengendalian atas organisasi multinasional, penerapan harga transfer dan nilai

Pada pukul 10.00 WIB P datang ke kantor Yayasan Solopeduli untuk bertemu dengan Bapak Lutfi Hidayat, setelahnya bertemu dengan pengurus selaku Manager program

Sumber daya manusia dalam judul skripsi ini adalah pengurus, hal ini tidak terlepas dari yayasan sebagai lembaga dakwah, karena manajemen sumber daya manusia akan membantu

Rokan Hulu telah didukung oleh penerapan sistem pengendalian intern yang sangat efektif, dapat dilihat berdasarkan hasil jawaban kuesioner maka diperoleh persentase

Pada divisi marketing PT.X yang menjadi objek skripsi ini juga mengalami masalah terkait control problems dimana sistem yang telah dibuat oleh PT.X kurang

Sistem pengendalian internal yang diterapkan Yakkestra belum sepenuhnya sesuai dengan sistem pengendalian internal berdasarkan teori COSO, masih ada beberapa komponen dalam