• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan strategi pembelajaran cooperative learning

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan strategi pembelajaran cooperative learning"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS

VII SMPN 2 KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA

Cindrawati, Rina Widiana, Febri Yanti

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI SUMBAR E-Mail: [email protected]

Abstract

This research is motivated by the lack of science learning outcomes of students of class VII in SMPN2 Koto Baru Dharmasraya. The low student learning outcomes are caused by several factors, including the learning process is centered on the teacher, so that students are less active and less motivate to learned, so the teacher implement instructional PQ4R strategy. This study aims to determine the application of cooperative learning instructional PQ4R strategy type (Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review) toward science learning outcomes of students of class VII SMP 2 Koto Baru Dharmasraya. Type of this research is experimental. The population in this study is the second semester of seventh grade students SMPN2 Koto Baru academic year 2014/2015 consisting of 4 classes. Samples in this study, the experimental class is a class VIIA and control class is class VIIB. The instrument used in this study is a test student learning outcomes in the form of an objective of 32 items. Hypothesis test using t-test. From the results of experimental studies it appears that the class has an average value of 77.18 and 69.05 the control class. Based on the results of the data analysis it is known that both classes of normal distribution and homogeneous samples. 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 hypothesis test results obtained at the level of the level of 95% (α = 0.05) were 1.68 and 1.97 mean 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, it can be concluded that the biological science learning outcomes of students who use the PQ4R strategy better learning of the biology of learning outcomes of students who do not use learning strategy in class VII PQ4R SMPN2 Koto Baru Dharmasraya.

Keyword: Cooperative Learning, PQ4R Strategy, Learning outcomes, Experimental.

PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupa- kan bagian kehidupan manusia dari sejak manusia itu mengenal diri dan alam sekitar- nya. IPA merupakan kumpulan dari pengeta- huan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip. IPA diharapkan dapat menjadi tempat/media bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil observasi dan wawan- cara yang penulis lakukan pada tanggal 15 Februari 2014 di SMPN 2 Koto Baru Kabu- paten Dharmasraya dengan guru IPA, dipero- leh gambaran bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Hasil belajar siswa yang rendah dapat dilihat dari rata-rata ulangan harian pada materi ekosis- tem pada semester II tahun pelajaran 2013/

2014 yang masih jauh di bawah standar kri- teria ketuntasan minimal yaitu 75, dengan nilai rata-rata kelas VIIA 70,58, VIIB 66,65,

VIIC 64,56, VIID 61,66, VIII E 60,65.

(Sumber: Guru IPA SMPN 2 Koto Baru).

Rendahnya hasil belajar siswa pada materi ekosistem, karena pada materi ini cakupannya luas, bersifat hapalan, serta siswa sulit memahami jaring-jaring makanan dan siklus materi. Dalam proses pembelajaran diperoleh gambaran bahwa pembelajaran masih didominasi oleh guru, hanya sebagian siswa yang memperhatikan guru saat mene- rangkan pelajaran dan siswa kurang berminat, serta kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Sewaktu membahas tugas yang diberikan guru hanya sebagian siswa yang aktif bertanya dan kebanyakan siswa yang tidak paham dengan materi yang sudah dipelajari. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka guru perlu melakukan variasi metode, strategi serta model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Salah satu strategi yang digunakan adalah strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Ref-

(2)

lect, Recite dan Review).

Menurut Gie (1998:12 dalam Trianto, 2007:146-147) strategi PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi.

Strategi ini digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca dan dapat membantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku. Kegiatan membaca buku bertujuan untuk mempelajari sampai tuntas Bab demi Bab suatu buku pelajaran. Oleh kerena itu keterampilan pokok pertama yang harus dikuasai oleh para siswa adalah membaca buku pelajaran. Aktivitas membaca yang te- rampil akan membukakan pengetahuan yang luas, gerbang kearifan yang dalam, serta ke- ahlian di masa yang akan datang. Membaca dapat dipandang sebagai sebuah proses inte- raktif antara bahasa dan pikiran.

Menurut Suprijono (2009:103-105) me- nyatakan bahwa ada beberapa langkah atau sintaks dari starategi pembelajaran PQ4R, yaitu sebagai berikut:

a. Seperti namanya PQ4R, kegiatan ini diawali dengan “P” yang artinya Preview.

Fokus preview adalah peserta didik mene- mukan ide-ide pokok yang dikembangkan dalam bahan bacaan. Pelacakan ide pokok dilakukan dengan membiasakan peserta didik membaca selintas dan cepat bahan bacaan. Bagian-bagian yang bisa dibaca misal bab pengantar, daftar isi, topik mau- pun sub topik, judul dan sub judul, atau ringkasan pada akhir suatu bab. Penelusu- ran ide pokok dapat juga dilakukan deng- an membaca satu atau dua kalimat setiap halaman dengan cepat. Singkatnya mela- lui preview peserta didik telah mempu- nyai gambaran mengenai hal yang dipela- jarinya.

b. Langkah berikutnya adalah “Q” yang berarti question atau bertanya. Peserta didik melumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk dirinya sendiri. Pertanyaan dapat dikembangkan dari yang sederhana menu- ju pertanyaan yang kompleks. Pertanyaan pertanyaan tersebut dikembangkan kearah Pembentukan pengetahuan deklaratif, struktural, dan pengetahuan prosedural.

c. Setelah pertanyaan-pertanyaan dirumus kan, selanjutnya peserta didik membaca atau “R” yang berarti Read secara detail dari bahan bacaan yang dipelajarinya.

Pada tahap ini peserta didik diarahkan

mencari jawaban terhadap semua perta- nyaan yang telah dirumuskannya.

d. Selama membaca peserta didik harus melakukan refleksi atau “R” berarti Ref- lect. Selama membaca mereka tidak ha- nya cukup mengingat atau menghapal, namun terpenting adalah mereka berdia- log dengan apa yang dibacanya. Mereka mencoba memahami apa yang dibacanya.

Caranya, (1) menghubungkan apa yang sudah dibacanya dengan hal-hal yang te- lah diketahui sebelumnya, (2) mengaitkan sub-subtopik di dalam teks dengan kon- sep-konsep, (3) mengaitkan hal yang di- bacanya dengan kehidupan sehari-hari.

e. “R” yang berarti Recite adalah langkah berikutnya. Pada tahap ini peserta didik diminta merenungkan kembali informasi yang telah dipelajari. Terpenting dalam membawakan kembali apa yang telah dibaca dan dipahami oleh peserta didik adalah mereka mampu merumuskan kon- sep-konsep, menjelaskan hubungan antar- konsep tersebut, dan mengartikulasikan pokok-pokok penting yang telah diba- canya dengan redaksinya sendiri. Akan lebih baik jika peserta didik tidak hanya menyampaikannya secara lisan, namun juga dalam tulisan.

f. Langkah terakhir adalah peserta didik di- minta membuat rangkuman atau meru- muskan inti sari dari bahan yang telah dibacanya. Terpenting pada tahap ini pe- serta didik mampu merumuskan kesim- pulan sebagai jawaban dari pertanyaan- pertanyaan yang telah diajukannya. Lang- kah tersebut dinamakan “R” yang berarti Review.

Penelitian strategi ini sudah pernah dilakukan oleh Yopia Susanti (2006) dengan judul Penerapan Strategi Belajar PQ4R (Preview, Question, Read, Reflek, Recite, Re- view) Pada Materi Sistem Peredaran Darah siswa kelas VIII SMPN 1 Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan menggunakan Strategi PQ4R dapat meningkatkan hasil be- lajar siswa.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka telah dilakukan penelitian yang berjudul Penerapan Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Tipe PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review)

(3)

Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII SMPN 2 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeta- hui pengaruh penerapan strategi pembelaja- ran Cooperative Learning tipe PQ4R (Previ- ew, Question, Read, Reflect, Recite dan Re- view) terhadap hasil belajar IPA biologi sis- wa kelas VII SMPN 2 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.

Manfaat dari penelitian ini sebagai berikut: sebagai pengetahuan dan pengala- man bagi penulis sebagai calon guru dalam mengajar biologi pada masa yang akan da- tang, sebagai masukan bagi guru, bahwa stra- tegi PQ4R dapat digunakan sebagai salah sa- tu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sebagai masukan bagi siswa SMPN 2 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya dalam meningkat kan hasil belajar siswa, sebagai masukan bagi sekolah, bahwa strategi PQ4R dapat diguna kan sebagai salah satu upaya untuk mening katkan hasil belajar siswa.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2015 di SMPN 2 Koto Baru Kabupa ten Dharmasraya semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah peneli- tian eksperimen. Penelitian ini dilakukan ter- hadap dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi pembelajaran dengan strate- gi pembelajaran PQ4R dan kelas kontrol merupakan kelas dengan pembelajaran kon- vensional.

Rancangan penelitian yang digunakan da- lam penelitian ini adalah Randomized Con- trol-Group Posttest Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II SMPN 2 Koto Baru Ka- bupaten Dharmasraya Pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini hanya dilakukan terhadap kelas sampel yang mewakili popu- lasi, dengan teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling yaitu: kelas eksperimen yaitu VIIA dan kelas kontrol yaitu VIIB.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

Berdasarkan penelitian yang telah dilak- sanakan pada kelas VIIA sebagai kelas ekspe- rimen dengan menerapkan strategi pembela- jaran Cooperative Learning tipe PQ4R dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol dengan pem- belajaran konvensional di SMP Negeri 2 Ko-

to Baru Kabupaten Dharmasraya maka dipe- roleh data hasil belajar IPA biologi siswa.

Hasil pengukuran tes hasil belajar kedua kelas tersebut diklasifikasikan berdasarkan data perhitungan tes hasil belajar siswa yang terlihat pada tabel di bawah.

Tabel 1. Nilai Rata-Rata, Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol No Para

meter

Perlakuan Kelas

Kete rang Ekspe an

rimen

Kon trol 1. Nilai

Rata- rata

77,18 69,05 Eks>

Kon 2. Uji

Norma litas

LO= 0,0336 Lt= 0,190

LO= 0,051 43 Lt= 0,190

LO<

Lt

berdis ribusi nor mal 3. Uji

Homo genitas

Ft= 2,16 Fh= 0,74

Fh<Ft

maka data homo gen 4. Uji

Hipote sis

tt = 1,68 th = 1,97

th>tt maka HI diteri ma Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa rata- rata hasil belajar ranah kognitif kelas eksperi- men lebih besar dari pada kelas kontrol, yaitu pada kelas eksperimen 77,18 sedangkan pada kelas kontrol 69,05. Hasil uji normalitas dida- patkan LO < Ltabel maka data berdistribus normal. Hasil uji homogenitas didapatkan Fh< Ft dimana Fh = 0,74 dan Ft = 2,16 yang berarti data homogen, sehingga uji hipotesis- nya dilakukan dengan menggunakan rumus (t). Setelah dilakukan uji hipotesis maka didapatkan hasil th > tt dimana th = 1,97 dan tt = 1,68 maka hipotesis diterima.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai rata-rata hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas kon- trol, dimana nilai rata-rata kelas eksperimen 77,18 dan kelas kontrol 69,05. Tingginya ni-

(4)

lai rata-rata pada kelas eksperimen disebab kan karena siswa bekerja sendiri untuk mencari informasi mengenai materi yang di- pelajarinya, sehingga proses pembelajaran pada kelas eksperimen menjadi lebih aktif, dimana siswa secara berkelompok menentu- kan ide-ide pokok pada buku paket, Kemudi- an siswa membuat pertanyaan dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut secara berke- lompok.

Pada kelas eksperimen siswa mencoba sendiri mengaitkan materi yang dipelajarinya dengan kehidupannya sehari-hari, serta siswa mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Hamzah (2011:10-11) dalam suasana pembelajaran yang aktif tersebut, siswa tidak terbebani secara perseorangan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam belajar, tetapi mereka dapat saling bertanya dan berdiskusi sehingga beban belajar bagi mereka sama sekali tidak terjadi. Dengan pembelajaran yang aktif ini diharapkan akan tumbuh dan berkembang potensi yang mereka miliki sehi- ngga pada akhirnya dapat mengop timalkan hasil belajar mereka. Selain itu, pa da kelas eksperimen digunakan strategi PQ4R strategi PQ4R dapat meningkatkan hasil belajar sis- wa. Menurut Thomas dan Robinson dalam Trianto (2007:147) kelebihan strategi PQ4R yaitu dapat membantu siswa yang daya inga- tannya lemah untuk menghafal konsep- konsep pelajaran, (2) mudah diterapkan pada semua jenjang pendidikan, (3) mampu mem- bantu siswa dalam meningkatkan keterampi- lan proses bertanya dan mengomunikasikan pengetahuannya dan (4) dapat menjangkau materi pelajaran dalam cakupan yang luas.

Pada kelas kontrol tingkat keberhasilan dikatakan kurang, ini disebabkan proses pembelajaran yang berlangsung pada kelas kontrol seperti biasa yaitu menjelaskan materi dengan metode ceramah, di sini terlihat bah- wa siswa pada kelas kontrol cenderung pasif dalam menanggapi pertanyaan, memperhati- kan dan mendengarkan penjelasan dari guru.

Pada kelas kontrol proses pembelajarannya didominasi guru dan gurupun menyampaikan materi dengan metode ceramah, sehingga siswa merasa bosan dan sibuk dengan kegia- tan yang lain tanpa memperhatikan guru menjelaskan materi. Menurut Lufri (2007:34) kekurangan dari metode ceramah yaitu kegia- tan pengajaran menjadi verbalisme (pengerti-

an kata-kata), tidak dapat mencakup berbagai tipe belajar siswa, membosankan bagi siswa bila terlalu lama, sukar mendeteksi atau me- ngontrol sejauh mana pemahaman siswa me- nyebabkan siswa pasif, materi yang mudah juga diceramahkan, siswa kurang bersema- ngat bila guru kurang cakap berbicara, guru cenderung otoriter dan membuat siswa ter- gantung kepada gurunya.

Peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen hanya sedikit diatas KKM yaitu 77,18 sedangkan KKM 75. Pada kelas ekspe- rimen nilai siswa yang di atas KKM ada se- banyak 14 orang siswa dengan persentase ketun tasan 70%, sedangkan nilai siswa yang diba wah KKM ada sebanyak 6 orang siswa deng an persentase 30%, hal ini disebabkan karena strategi PQ4R sudah baik, tapi adanya kesuli tan guru untuk membimbing siswa dalam dis kusi dan merumuskan pertanyaan.

Pada kelas kontrol nilai siswa yang di atas KKM ada sebanyak 7 orang dengan persen- tase ketuntasan yaitu 35%, sedangkan nilai siswa yang diba wah KKM ada sebanyak 13 orang siswa deng an persentase 65%.

Berdasarkan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu 77,18%, hal ini berarti proses pembelajaran di kelas eksperimen termasuk dalam kategori baik sekali, sesuai dengan pendapat Djara- mah dan Zain (2010:107) bahwa apabila se- bagian besar (76%-99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa.

Pada kelas kontrol, ketuntasan hasil belajar- nya yaitu 69,05%, hal ini berarti proses pembelajaran termasuk dalam kategori baik, sesuai dengan pendapat Djamarah dan Zain (2010:107) bahwa tingkatan keberhasilan tersebut dikatakan baik apabila bahan pelaja- ran yang diajarkan hanya 60%-70% saja di- kuasai oleh siswa. Pada kelas eksperimen ha- nya terdapat 6 orang siswa yang tidak tun tas, sedangkan pada kelas kontrol terdapat 13 orang siswa yang tidak tuntas, hal ini mem- buktikan bahwa nilai rata-rata kelas eksperi- men lebih tingggi daripada kelas kontrol.

Dilihat dari peningkatan hasil tes akhir pada kelas eksperimen tidak terlalu tinggi, ini disebabkan karena pada saat siswa mempre- sentasikan hasil diskusinya didepan kelas, ke- banyakan siswa yang lain tidak memperhati- kan siswa yang sedang presentasi, mereka si- buk dengan aktivitasnya masing-masing se- perti mengganggu teman sebelahnya dan ber- bicara dengan teman sekelompoknya, akibat

(5)

nya suasana kelas menjadi ribut, keributan yang terjadi membuat siswa yang lain menja- di terganggu, serta tidak dapat mendengarkan informasi yang disampaikan oleh temannya yang sedang presentasi hasil diskusinya, Se- suai dengan teori Spencer Kagan dalam War- sono, 2012:189) pertukaran informasi memu- ngkinkan terjadinya saling berbagi atau tukar menukar informasi dan gagasan antar tim atau antar siswa dalam kelas secara keseluru- han, manfaatnya untuk melibatkan komunitas pembelajaran dalam pemikiran tingkat tinggi (analisis, sintesis, evaluasi dan prediksi) dan memahami berbagai titik pandang dari teman lain.

Kendala yang dihadapi waktu penelitian yaitu guru kesulitan untuk mengelola kelas pada saat siswa mempresentasikan hasil dis- kusi kelompoknya didepan kelas dan mem- bimbing siswa untuk berdiskusi dengan ang- gota kelompoknya masing-masing.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa stategi pembelajaran Cooperatif Learning tipe PQ4R dapat meningkatkan hasil belajar IPA biologi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksa ra

Djamarah. S & Zain Aswan. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Lufri. 2007. Strategi Pembelajaran Biologi.

Padang: UNP Press.

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivis tik. Jakarta.

Uno, H. B. 2011. Belajar Dengan Pendeka tan. Jakarta: Bumi Aksara.

Warsono, M. S. 2012. Pembelajaran Aktif.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yopia, S. 2006. Penerapan Strategi Belajar PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review) Pada Materi Sistem Peredaran Darah Sis wa Kelas VIII SMPN 1 Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota.

Skripsi. Padang: STKIP PGRI.

Referensi

Dokumen terkait

After conducting research and observations on the data that has been processed from 45 MSMEs entrepreneurs in Pandeglang sub-district, Pandeglang Regency, the following conclusions

ContentslistsavailableatScienceDirect Journal of Systems Architecture journalhomepage:www.elsevier.com/locate/sysarc Enhancing Internet of Things Security using Software-Defined