• Tidak ada hasil yang ditemukan

penetapan hak asuh anak pada ibu yang sakit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penetapan hak asuh anak pada ibu yang sakit"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penegakan hak asuh anak dalam kasus perceraian karena pernikahan dini (Studi kasus di Desa Kotagajah Timur Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah). Hak asuh anak adalah milik pihak perempuan dan suami wajib memberikan nafkah serta anak dibantu oleh orang tua pihak perempuan dalam mengurus anak tersebut. Hak asuh anak hasil pernikahan dini, sedangkan penulis mempunyai hak asuh anak dari ibu yang sakit.

37Ahmad Zaenal Fanani, Reformasi Hukum Sengketa Hak Asuh Anak di Indonesia (Perspektif Keadilan Gender), (Yogyakarta: UUI Press, 2015), hal.

Penelitian Terdahulu

Metode Penelitian

Sumber data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber asli yang memuat informasi terkait dengan permasalahan pokok yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Ringkasan Hukum Islam (KHI) dan Keputusan No. Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh di luar sumber data primer, yaitu yang dapat memberikan penjelasan mengenai sumber data primer yang berupa buku, serta hasil penelitian dan karya ilmiah dari kalangan hukum, seperti: berita dari jurnal dan surat kabar, tesis, tesis dan jurnal yang relevan dengan fokus penelitian. Untuk memperoleh data yang akurat, untuk menunjang penelitian ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu Metode Dokumentasi.

Berdasarkan data yang diperoleh untuk menyusun dan menganalisis data yang terkumpul, maka metode yang digunakan peneliti adalah metode analisis deskriptif.

Sistematika Penulisan

Dengan demikian peneliti akan menguraikan permohonan hak asuh anak oleh ayah karena ibu sakit dan kewenangan hakim dalam Putusan No. Bab ketiga dalam skripsi ini akan membahas tentang konsep keadilan dalam putusan hakim dan memberikan gambaran mengenai Putusan No. Bab keempat dalam skripsi ini merupakan hasil penelitian yang membahas tentang permohonan hak asuh anak oleh ayah karena ibu sakit dan kewenangan hakim dalam Putusan No.

Bab kelima dalam disertasi ini merupakan kesimpulan sebagai hasil akhir penelitian dan sekaligus penutup rangkaian skripsi beserta kesimpulan dan saran.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Hadhanah
  • Dasar Hukum Hadhanah
  • Syarat-Syarat Hadhanah
  • Pihak-Pihak yang Berhak dalam Hadhanah
  • Masa Berlakunya Hadhanah
  • Maqashid Syari’ah
    • Pengertian Maqashid Syari’ah
    • Tingkatan Maqashid Syari’ah
    • Cara Istinbat Maqashid Syari’ah

Secara linguistik, maqashid berasal dari gabungan kata majemuk yang terdiri dari maqashid dan al syari'ah. Makna maqashid al syari'ah terdiri dari dua kata, yaitu maqashid dan syari'ah. Konsep umum ini identik dengan pengertian istilah maqashid syari'ah (niat Allah menurunkan hukum, atau niat Rosulluh mengeluarkan hadis).

Wahbah Al-Zuhaili mendefinisikan maqashid syari'ah sebagai makna dan tujuan yang dipertahankan syara' dalam seluruh hukumnya atau sebagian besar hukumnya, atau sebagai tujuan akhir syariah dan kerahasiaan. 33 Abdi Wijaya, Bagaimana Memahami Maqasdid al-syari'ah, Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alaudin Makassar, Vol. Teori maqashid syariah atau dikenal juga dengan teori kemurahan hati menekankan bahwa hukum Islam ditetapkan untuk mewujudkan dan menjaga kemaslahatan umat manusia.

Memahami makashid syariah wajib dilakukan untuk memahami permasalahan hukum apapun yang ditetapkan oleh Allah SWT. Memahami kaidah hukum yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis merupakan cara lain untuk menemukan makashid syariah, selain melalui analisis lafad. Langkah selanjutnya dalam memahami maqashid syari'ah dalam perkembangan hukum Islam adalah memahami permasalahan hukum yang tidak disebutkan al-syar'i.

51Abdi Wijaya, Cara Memahami Maqasdid al-syari'ah, Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alaudin Makassar, Vol. 52Abdi Wijaya, Cara Memahami Maqasdid al-syari'ah, Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alaudin Makassar, Vol.

PENETAPAN HAK ASUH ANAK DALAM PUTUSAN

Identitas Para Pihak

Identitas para pihak dalam perkara pengadilan hak asuh anak ini adalah pemohon berinisial MIF, tanggal lahir, 7 Juni 1985, agama Islam, pendidikan S1, pekerjaan PNS, tempat tinggal kota Bengkulu, berdasarkan surat kuasa yang didaftarkan. dengan Panitera Pengadilan Agama. Tais dengan nomor registrasi kuasa 14/kuasa/III/2020/PA.Tas, tanggal 25 Maret 2020, memberikan kuasa kepada Advokat yang berdomisili secara sah di kantor advokat (konsultan hukum) yang beralamat di Kota Bengkulu sebagai Penggugat. 53. Selanjutnya tergugat berinisial Y, kelahiran 24 Oktober 1995, beragama Islam, pendidikan S1, bekerja sebagai ibu rumah tangga, berdomisili di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, sebagai Terdakwa.54.

Duduk Perkara

Bahwa penggugat dan tergugat merupakan mantan suami istri yang menikah pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 di hadapan petugas pencatatan nikah Kantor Urusan Agama Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu dan tercatat dalam ekstrak akta nikah nomor: NOAKTN tanggal 06 November 2019. Terdakwa menderita suatu penyakit. kejang parah atau epilepsi, dan tergugat juga menunjukkan kepada penggugat surat rujukan untuk berobat atau pemeriksaan rutin BPJS An. Terdakwa (MRI kepala dalam batas normal, intraparenkim tidak terlihat, perdarahan mastoid baik) dan berdasarkan hasil pemeriksaan EEG sebelumnya dokter menyimpulkan bahwa terdakwa memang menderita kejang atau epilepsi.

Turut menyaksikan dan mendampingi pada saat penyitaan adalah ibu penggugat dan saudara laki-laki tergugat yang baru saja bepergian dan tinggal bersama orang tua penggugat. Terdakwa terus mengalami kejang-kejang hingga dokter mengatakan bahwa dokter tidak menganjurkan hal tersebut karena terdakwa memiliki riwayat kejang atau epilepsi. Mampukah tersangka mencapai semua itu karena penyakit yang dideritanya, sedangkan tersangka tidak bisa mengurus dirinya sendiri atau bahkan meminta bantuan orang lain?

Dan anak-anak terdakwa banyak yang diasuh oleh orang tua terdakwa, sedangkan orang tua terdakwa juga merawat dan mengawasi terdakwa apabila sewaktu-waktu penyakit terdakwa kambuh. Karena epilepsi disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak, kejang dapat memengaruhi aktivitas apa pun yang dikoordinasikan otak. Penderita epilepsi juga mengeluarkan suara atau jeritan saat mengalami kejang. g) Penderita epilepsi juga mengeluarkan banyak air liur atau busa di sekitar mulut.

Sama halnya dengan kelompok 3/b, lingkungan juga mendukung dalam membesarkan anak dalam arti lingkungan kondusif, meliputi perhatian, perawatan, pengasuhan, dan pengasuhan anak, karena penggugat dalam keadaan sehat, baik lahir maupun batin, dan keduanya. kapasitas hukum dan penggugat (ayah) dapat memberikan kenyamanan kepada anak di sini. 26) Bahwa karena adanya orang tua (tergugat) yang mengidap penyakit epilepsi, maka faktor keturunan turut berperan dalam mewariskan atau mewariskan gen penyakit tersebut kepada anak penggugat dan tergugat menderita epilepsi, oleh karena itu penggugat wajib dan mampu melakukan pemeriksaan dan tes kesehatan pada anak, sehingga secepatnya dapat mengetahui kondisi anak dan apakah ada indikasi anak tersebut menderita penyakit bawaan yang dicurigai (epilepsi), dapat dilakukan pencegahan dan pengobatan. Oleh karena itu, hal ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga kesehatan anak dapat dijaga seminimal mungkin sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas dan kemungkinan penyakit yang diderita Tergugat tidak dapat disembuhkan, maka sudah selayaknya hak asuh anak dan tunjangan anak dialihkan kepada Penggugat.

Pertimbangan Hukum

Menimbang bahwa pada bukti P.1 (fotokopi akta kelahiran anak bernama Muhammad Arsya Fahriza) yang merupakan akta otentik dan bermaterai cukup serta sesuai dengan aslinya, maka isi bukti tersebut menjelaskan bahwa anak tersebut bernama Muhammad Arsya Fahriza, lahir 16 September 2018 merupakan anak sah dari Mohamad Irwan Fadilah, SE (Penggugat) sebagai ayah kandung dan Yoshinta Okty, S.Pd. Terdakwa) sebagai ibu kandungnya, keterangan tersebut memenuhi syarat formil dan materiil, sehingga dapat diterima sebagai alat bukti dan dapat dipertimbangkan lebih lanjut. Menimbang bahwa pada bukti T.3 (fotokopi Surat Keputusan pengangkatan Tergugat sebagai guru honorer SDN 104 Seluma) yang merupakan akta otentik dan bermaterai cukup serta sesuai dengan aslinya, maka isi alat bukti tersebut menjelaskan bahwa Tergugat mempunyai pekerjaan serta mampu mengasuh dan mendidik anak didiknya, Bukti tersebut telah memenuhi syarat formil dan materiil, oleh karena itu dapat diterima sebagai alat bukti dan dapat dipertimbangkan lebih lanjut. Menimbang bahwa sehubungan dengan barang bukti T.7 (fotokopi Surat Keterangan Serah Terima Kuasa atas dua bidang kebun dari orang tua Tergugat kepada Tergugat dan nota penjualan hasil kebun tersebut) yang merupakan akta otentik dan bermaterai cukup. ada dan sesuai dengan aslinya, isi alat bukti menjelaskan bahwa Terdakwa mempunyai penghasilan lain-lain, alat bukti tersebut memenuhi syarat formil dan substantif, sehingga dapat diterima sebagai alat bukti dan dapat dipertimbangkan lebih lanjut.

lima juta rupiah) per bulan, yang dianggap lebih mampu menghidupi seorang anak bernama Muhammad Arsya Fahriza; Menimbang bahwa berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang diajukan tergugat, ternyata anak bernama Muhammad Arsya Fahriza tersebut dipelihara sejak lahir dan selalu dalam keadaan sehat meskipun tanpa bimbingan penggugat dan tanpa biaya pemeliharaan apapun dari penggugat. selaku ayah kandung dari anak tersebut bernama Muhammad Arsya Fahriza, sehingga disebutkan tersangka merupakan ibu yang baik, bertanggung jawab dalam mengasuh, mengasuh, dan membesarkan anak tersebut. Menimbang bahwa berdasarkan empat peraturan di atas yang mengatur tentang hak asuh anak dan hak-hak anak, maka majelis hakim berkesimpulan bahwa landasan utama dalam menentukan siapa yang mempunyai hak asuh anak (hadhanah), adalah kepentingan yang terbaik. Menimbang bahwa meskipun hak asuh anak penggugat dan tergugat adalah milik tergugat, namun hal tersebut tidak mengurangi hak penggugat sebagai ayah kandung untuk berkomunikasi, bertemu, mengajak berjalan-jalan, perlindungan untuk menawarkan dan menuangkan. meluapkan rasa cintanya pada anak itu.

Tersangka tidak mempunyai hak mutlak sehingga dapat menghalangi anak bernama Muhammad Arsya Fahriza, laki-laki kelahiran 16 September 2018 itu, untuk bertemu dengan ayah kandungnya. Menimbang bahwa meskipun gugatan penggugat ditolak, bukan berarti penggugat tidak lagi mempunyai hak dan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya kepada anak. Artinya komunikasi antara penggugat dan tergugat dalam menentukan jadwal pertemuan penggugat dengan anak harus terjalin dengan baik, berusaha mengesampingkan ego masing-masing, dan landasan utamanya adalah apa yang terbaik bagi anak, bukan apa yang menjadi kepentingan anak. yang terbaik untuk anak itu. penggugat dan tergugat.

Menyatakan terdakwa cakap secara hukum dan bertekad menjadi pemegang hak hadhanah dan nafkah seorang anak bernama Muhammad Arsya Fahriza bin Mohamad Irwan Fadilah, SE, laki-laki, lahir pada tanggal 16 September 2018. Menetapkan nama anak tersebut adalah Muhammad Arsya Fahriza bin Mohamad Irwan Fadilah, SE, laki-laki, kelahiran 16 September 2018, dikenakan Hadhanah terdakwa (Yoshinta Okty, S.Pd. binti Naslian, S.Pd). Memerintahkan penggugat (Mohamad Irwan Fadilah, SE bin Moh. Toyib) untuk membayar tunjangan anak bernama Muhammad Arsya Fahriza bin Mohamad Irwan Fadilah, SE, laki-laki, lahir pada tanggal 16 September 2018 sebesar Rp.

Toyib) menemui seorang anak bernama Muhammad Arsya Fahriza bin Mohamad Irwan Fadilah, SE, laki-laki kelahiran 16 September 2018, untuk menunjukkan kecintaannya terhadap sang anak.

Amar Penetapan

PEMBERIAN HAK ASUH ANAK DALAM

Penetapan Hak Asuh Anak Pada Ibu Yang Sakit

Referensi

Dokumen terkait

'.Die ~nfdaffuug ehicr !BioHotlel \ft Jier ie1Jr fdJ\\Jierig, ba beutfdJe \IDerfe nidt 0u laJcn f!nb, unb lmrd 6ubf triµtionen feine tiortftiinblgen \IDerfe 0tt befommcn flnb,

2 STATEMENT OF APPROVED BUDGET, UTILIZATIONS, DISBURSEMENTS AND BALANCES As of December 31, 2017 Department: State Universities and Colleges SUCs Agency: Leyte Normal University