• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Kurikulum dan Peranannya dalam Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengantar Kurikulum dan Peranannya dalam Pendidikan"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Metode pengajaran ini diharapkan dapat mempengaruhi kinerja siswa dalam kegiatan menulis, khususnya dalam menulis teks deskriptif. Untuk itu dirumuskan suatu bentuk penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Metode Chain Writing Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Negeri 31 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020”. “Pengaruh Penggunaan Metode Chain Writing Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Negeri 31 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020”.

Bagaimana kemampuan menulis teks deskripsi tanpa menggunakan metode chainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri 31 Medan tahun ajaran 2019/2020. Bagaimana kemampuan menulis teks deskripsi dengan metode chainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri 31 Medan tahun ajaran 2019/2020. Apa pengaruh penggunaan metode chainwriting terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VII SMP Negeri 31 Medan tahun ajaran 2019/2020.

Mengetahui kemampuan menulis teks deskriptif tanpa menggunakan metode chainwriting siswa Kelas VII SMP Negeri 31 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020. Mengetahui kemampuan menulis teks deskriptif dengan metode chainwriting siswa Kelas VII SMP Negeri 31 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020. Mengetahui pengaruh penggunaan metode chainwriting terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VII SMP Negeri 31 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020.

Kami berharap teori dalam penelitian ini dapat menjadi acuan bagi setiap pembaca yang ingin melakukan penelitian terkait dengan aktivitas menulis teks deskriptif atau mempelajari metode chainwriting.

Pengertian Menulis

Berdasarkan penjelasan ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kesanggupan, ketrampilan dan kekuatan seseorang dalam melakukan pekerjaannya.

Fungsi dan Tujuan Menulis

Manfaat Menulis

Berpikir kreatif dan berinisiatif merupakan bagian dari diri penulis untuk memperkuat karya atau tulisannya di mata khalayak atau pembaca. Atas inisiatif penulis dimungkinkan sebuah karya tulis menjadi unik dari karya tulis orang lain meskipun topik yang dibahas sama. Penulis yang baik harus selektif dalam memasukkan hal-hal yang berkaitan dengan tulisannya guna menunjang keselarasan isi tulisan.

Penulis harus berani mengambil risiko ketika menentukan pilihan apa yang akan diterbitkan sebagai sebuah karya tulis. Dalam menulis, isi yang dikemukakan harus jelas arah dan tujuannya (tidak ambigu) agar pembaca memahami maksud penulis, meskipun apa yang benar belum tentu benar bagi orang lain. Berdasarkan pernyataan di atas, seorang penulis hendaknya dapat mengumpulkan banyak informasi sebagai referensi ketika menulis untuk meningkatkan kualitas tulisan bagi pembaca atau pecinta tulisan.

Teks Deskripsi

Ada beberapa bentuk atau jenis paragraf seperti deskriptif, naratif, argumentatif, persuasif dll. Alvasilah dan Suzanna mengatakan: “Deskripsi adalah gambaran lisan tentang orang, benda, penampakan, pemandangan atau peristiwa.” Sedangkan menurut Mariskan (Dalman, 2015: 93), deskripsi adalah lukisan atau karangan yang mengesankan panca indera secara cermat, sehingga yang melihatnya seolah-olah mendengar, melihat, merasakan apa yang dituangkan oleh pengarangnya.

Dengan pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa deskripsi adalah lukisan atau lukisan yang memberikan kesan terhadap suatu benda melalui panca indera.

Ciri-Ciri Karangan Deskripsi

Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Struktur Teks Deskripsi

Langkah-Langkah Menyusun Deskripsi

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis esai deskriptif tidak boleh dilakukan sesuka hati, namun ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar menghasilkan karya tulis yang secara tidak langsung dapat menunjukkan objek yang akan disajikan. bagi pembaca atau pengamat.

Syarat-syarat Karangan Deskripsi

Untuk menyusun atau menulis teks deskriptif, berdasarkan pernyataan di atas, Anda harus memperhatikan beberapa syarat yang disebutkan di atas. Tujuan dimasukkannya syarat-syarat di atas adalah untuk memandu penulis dalam menulis teks deskriptif dan menjaga identitas teks deskriptif itu sendiri.

Metode Pembelajaran Chain Writing

Hakikat Metode Chain Writing

Mackenzie dan Veresov (Fitriyanti dan Widyanti mengatakan: “Metode menulis berantai adalah suatu metode yang digunakan untuk membantu siswa dalam kegiatan belajar mengajar menulis dalam pembelajaran bahasa”. Menurut Nystrand (Dorowati, 2010:69), menulis berantai merupakan suatu kegiatan kerja kelompok. yang terutama ditujukan agar siswa aktif dalam keterampilan menulis, maka berdasarkan pernyataan di atas, Chain Writing merupakan metode pembelajaran yang dilaksanakan secara berkelompok dalam kegiatan pembelajaran menulis.

Kelebihan Metode Chain Writing

Kerangka Konseptual

Metode pembelajaran menulis berantai merupakan model pembelajaran menulis yang dilakukan secara berkelompok atau lebih sering disebut dengan menulis berantai. Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ini, siswa diinstruksikan untuk memusatkan perhatiannya selama proses pembelajaran karena setiap siswa akan diberikan kesempatan untuk memberikan kalimat yang berkaitan dengan fokus topik penulisan. Metode pembelajaran menulis berantai atau chainwriting ini memberikan kontribusi positif langsung terhadap kegiatan pembelajaran khususnya di kelas menulis, karena penggunaannya menimbulkan stres sekaligus menyenangkan bagi siswa.

Tujuan penerapan metode pembelajaran chainwriting pada kemampuan menulis teks deskriptif adalah agar siswa mampu menyeimbangkan isi tulisan suatu objek (kohesi dan koherensi). Hasil belajar siswa yang ingin dibuktikan di atas mungkin dapat diketahui setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Untuk menilai dan mengetahui pengaruh metode chainwriting terhadap kemampuan menulis teks deskriptif, diperlukan waktu untuk membuat dan menguji tes soal pada objek penelitian.

Hasil pengaruh metode chainwriting terhadap kemampuan menulis teks deskriptif dapat diketahui melalui hasil tes yang diberikan kepada siswa. Hasil tes tersebut akan membuktikan pengaruh penggunaan metode chainwriting terhadap kemampuan menulis teks deskriptif dan selanjutnya akan dibandingkan dengan teknik pembelajaran yang biasa digunakan guru dalam proses pembelajaran menulis karangan deskriptif di sekolah.

Hipotesis Penelitian

Oleh karena itu, berikut asumsi sementara permasalahan dalam penelitian ini, berdasarkan bentuk hipotesis penelitian. Hipotesis Alternatif (Ha): Terdapat pengaruh penggunaan Metode Chain Writing terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa Kelas VIII SMP Negeri 31 Medan tahun pelajaran 2019/2020. Hipotesis Awal (Ho) : Tidak terdapat pengaruh penggunaan metode chainwriting terhadap kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Medan tahun pelajaran 2019/2020.

Pendekatan dan Metodologi Penelitian

Pendekatan dalam Penelitian

“Menurut Sugiyono, pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang tepat digunakan dalam penelitian ini karena didukung oleh beberapa alasan yang merujuk pada penelitian ini.” Selain itu penelitian kuantitatif dalam penerapannya pada penelitian ini sudah mempunyai hipotesis yang jelas dan siap diuji kebenarannya. Penelitian kuantitatif merupakan suatu bentuk penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu permasalahan yang telah ditentukan dan mempunyai sampel yang jelas karena sudah ditentukan sejak awal penelitian akan dilakukan.

Metodologi Penelitian

Sugiyono menyatakan, “Metode penelitian eksperimental diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan tertentu terhadap perlakuan lain dalam kondisi tertentu.”

Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi Penelitian

Jadi hal ini merupakan salah satu faktor pendukung dalam kerja kelompok yang akan disesuaikan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan variabel terikat yang digunakan; Sarana yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini tersedia di sekolah binaan, seperti buku pedoman, media (infocus), dan lain-lain.

Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi

Sampel Penelitian

Kaleng yang berisi gulungan kertas tersebut dikocok, kemudian satu gulungan kertas diambil secara acak dari kaleng tersebut.

Defenisi Operasional

Variabel Bebas

Variabel Terikat

Desain Eksperimen

Tujuannya untuk melihat pengaruh variabel bebas yang digunakan terhadap variabel terikat atau perbandingan bila menggunakan metode penulisan berantai.

Instrumen Penelitian

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tugas berupa aktivitas menulis teks deskriptif oleh setiap siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode penulisan berantai terhadap kemampuan menulis teks deskriptif berdasarkan struktur dan syarat menulis deskripsi.

Jalannya Eksperimen

Mengamati

Menanya

Mengasosiasikan

Mengomunikasikan

Guru menempelkan potongan kertas flipchart yang berisi teks deskriptif menggunakan metode yang akan diajarkan di papan tulis.

Menanya

Mengumpulkan Informasi

Mengasosiasikan

Mengomunikasikan

Menghitung Rata-Rata Dan Strandar Deviasi

Menyajikan Tabel Distribusi Frekuansi Kelas

Uji Persyaratan Analisis

  • Uji Normalitas
  • Uji Homogenitas
  • Uji Hipotesis

Berdasarkan sampel, diuji hipotesis normalitas bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, terhadap hipotesis yang hipotesisnya tidak normal.

Gambar

Tabel 3.1  Jadwal Penelitian
Tabel 3.5  Kulifikasi Nilai  Kategori Penilaian  Hasil

Referensi

Dokumen terkait

Progam Kerja utama merupakan program yang direncanakan oleh Tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) Universitas Negeri Yogyakarta

Progam Kerja utama merupakan program yang direncanakan oleh Tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) Universitas Negeri Yogyakarta

Progam Kerja utama merupakan program yang direncanakan oleh Tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) Universitas Negeri Yogyakarta

Progam Kerja utama merupakan program yang direncanakan oleh Tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) Universitas Negeri

Ketika melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Kolese de Britto, saya menemukan bahwa siswa-siswa SMA Kolese de Britto termasuk siswa-siswa yang

Kendala-kendala yang di hadapi oleh Polri Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perdagangan Manusia Melalui Media Online adalah

Selain itu, berdasarkan pengalaman langsung peneliti di lapangan saat melaksanakan PPL (Program Pengalaman Lapangan), penggunaan metode konvensional dinilai kurang

Berdasarkan paparan hasil analisis kebutuhan guru dapat disimpulkan, 1 dari aspek kondisi pembelajaran menulis teks deskripsi, guru sudah siap mengajarkan teks deskripsi, dalam