VITAMIN A, D, E, K
SHAVA NEISYA RIFADHA J1A122303
VITAMIN A
• Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak yang memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh, seperti membantu sel bereproduksi secara normal yang disebut juga dengan diferensiasi selular, vitamin yang baik untuk penglihatan, dan bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan embrio dan janin secara normal.
• Vitamin A berasal dari dua sumber. Satu kelompok, yang disebut retinoid, berasal dari sumber hewan dan termasuk retinol. Kelompok lain, yang disebut karotenoid, berasal dari tanaman dan termasuk beta-karoten. Tubuh mengubah beta-karoten menjadi vitamin A. karotenoid utama, termasuk lycopene, lutein, dan zeaxantuin, memiliki sifat biologis yang penting, termasuk antioksidan dan kegiatan photoprotective.
Definisi
• Vitamin A diperlukan oleh tubuh untuk menyokong pertumbuhan dan kesehatan, terutama diperlukan untuk penglihatan, sekresi mukus, pemeliharaan jaringan epitel dan reproduksi.
• Menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh
• Pertumbuhan tubuh yang sehat
• Pembentukan tulang
• Kesehatan Reproduksi
• Penyembuhan luka.
Fungsi
Anak-anak
• Bayi, lahir sampai 6 bulan: 400 mcg
• Bayi, 7 sampai 12 bulan: 500 mcg
• Anak, 1 sampai 3 tahun: 300 mcg
• Anak-anak, 4 sampai 8 tahun: 400 mcg
• Anak-anak, 9 sampai 13 tahun: 600 mcg
• Bujang, 14 sampai 18 tahun: 900 mcg
• Gadis, 14 sampai 18 tahun: 700 mcg
Kebutuhan
Dewasa
• Pria, 19 tahun ke atas: 900 mcg
• Perempuan, 19 tahun dan ke atas: 700 mcg
• Wanita hamil, 14 sampai 18 tahun: 750 mcg
• wanita hamil, 19 tahun dan ke atas: 770 mcg
• Wanita menyusui, 14 sampai 18 tahun: 1.200 mcg
• Wanita menyusui, 19 tahun dan ke atas: 1.300 mcg
Dampak kelebihan vitamin A meliputi:
• Sakit kepala
• Kelelahan
• Nyeri otot dan sendi
• Kulit kering dan bibir
• Kering atau teriritasi
• Mual atau diare
• Rambut rontok
Kelebihan
Efek kekurangan vitamin A lebih lanjut akan menyebabkan:
• Mata kering
• Buta ayam
• Diare
• masalah kulit
Kekurangan
• Dalam sumber makanan vitamin A terdapat dalam bentuk karoten, alkohol vitamin A dan ester vitamin A.
• Vitamin A diabsorbsi sempurna melalui saluran cerna dan kadarnya dalam plasma mencapai puncak setelah 4 jam.
• Setelah seseorang makan, vitamin A yang sudah terbentuk dan karotenoid dilepaskan oleh kerja pepsin dalam lambung dan oleh berbagai enzim proteolitik dalam saluran usus bagian atas.
• Dalam dinding usus sebagian ß karoten diabsorbsi melalui pembuluh limfe intestinal dan sebagian lagi terpecah menjadi 2 molekul retinol.
• Kemudian dalam sel mukosa ini, retinol akan mengalami proses esterisasi dengan asam palmitat menjadi retinil palmitat yang akan disimpan di hati sebagai cadangan vitamin A.
• Diperkirakan 90-95% persediaan vitamin A dalam tubuh terdapat dalam bentuk retinil ester dalam hati ( 95% dalam sel parenkim, dan sisanya di sel kuffer), dan dalam jumlah kecil ditemukan di ginjal, adrenal, paru, lemak intra peritoneal dan retina.
Sumber Metabolisme
VITAMIN D
Definisi
• Vitamin D adalah vitamin yang dapat larut dalam lemak. Artinya, vitamin D bisa disimpan dalam tubuh untuk waktu yang lama. Ada dua jenis utama vitamin D, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D2 (ergocalciferol) berasal dari tumbuhan, bisa ditemukan pada beberapa jenis jamur.
Sementara, vitamin D3 (cholecalciferol) ditemukan pada ikan, minyak ikan, kuning telur, dan sinar matahari. Vitamin D dapat terbentuk secara alami ketika kulit terpapar sinar matahari secara langsung.
• Vitamin D adalah nutrisi yang diperlukan untuk membantu penyerapan
kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Vitamin ini berperan dalam menjaga
kesehatan tulang dan gigi, serta sistem imunitas.
Fungsi
• Memelihara Kesehatan Tulang dan Gigi
• Meningkatkan Kekebalan Tubuh
• Menjaga Fungsi Paru dan Jantung
• Mencegah Kanker
• Mengatasi Depresi
• Menurunkan Risiko Diabetes
Kebutuhan
• Usia 0-10 bulan : 10 mcg (400 IU)
• Usia 1–64 Tahun : 15 mcg (600 IU)
• Usia ≥65 Tahun : 20 mcg (800 IU)
• Ibu hamil dan menyusui : 15 mcg (600 IU)
Kelebihan • Hiperkalsemia
• Dehidrasi
• Tekanan darah tinggi
• Gangguan pada tulang
• Kerusakan ginjal
• Gangguan sistem pencernaan
• Gangguan kesehatan mental
Kekurangan • Gangguan pertumbuhan pada tinggi badan
• Rakitis, yaitu kondisi yang menyebabkan anak mengalami nyeri pada tulang kaki, nyeri otot, dan kelemahan otot.
Gangguan ini menyebabkan bentuk kaki anak bermasalah, misalnya kaki O atau kaki X.
• Mood dan emosi yang tidak stabil.
• Keterlambatan pertumbuhan gigi.
• Kelemahan pada otot jantung, termasuk infeksi pada
sistem pernapasan.
Sumber Metabolisme
sumber-sumber metabolisme vitamin D:
• Sinar Matahari
• Makanan: ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel.
Setelah sinar matahari atau makanan menghasilkan prekursor vitamin D3, langkah-langkah metabolisme berikut terjadi:
1. Di hati, prekursor vitamin D3 (kolekalsiferol) diubah menjadi 25-hidroksikolekalsiferol (kalsidiol) melalui reaksi hidroksilasi. Kalsidiol kemudian dilepaskan ke dalam sirkulasi darah dan diangkut oleh protein pengikat, terutama vitamin D-binding protein (VDBP).
2. Di ginjal, kalsidiol mengalami reaksi hidroksilasi tambahan menjadi bentuk aktif vitamin D yang disebut 1,25-dihidroksikolekalsiferol (kalsitriol). Tahap ini memerlukan hormon paratiroid (PTH) dan regulasi hormon kalsitriol oleh kelenjar paratiroid.
3. Kalsitriol berikatan dengan reseptor vitamin D di berbagai sel tubuh, termasuk usus, tulang, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh. Aktivasi reseptor ini mengatur ekspresi gen dan berbagai fungsi biologis terkait dengan vitamin D, seperti penyerapan kalsium dan fosfat di usus, pengaturan keseimbangan kalsium dalam tubuh, dan pengaruh pada sistem kekebalan tubuh.
• Adalah suatu antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh terhadap kerusakan oleh senyawa kimia reaktif yang dikenal sebagai radikal bebas.
• Vitamin E adalah vitamin larut lemak yang penting untuk menjaga kesehatan kulit, mata, otak, dan organ reproduksi.
• Vitamin ini memiliki efek antioksidan sehingga mampu menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Selain dari makanan, asupan vitamin E juga dapat diperoleh dari suplemen.
VITAMIN E
Definisi
• Vitamin E berperan sebagai antioksidan dalam tubuh yang bisa menangkal berbagai paparan radikal bebas yang memicu gangguan kesehatan, termasuk penyakit kanker. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin E, tubuh lebih optimal dalam mencegah perkembangan sel abnormal dalam tubuh yang memicu penyakit kanker.
Fungsi
• Bayi 0 – 5 bulan: 4 mikrogram
• Bayi 6 – 11 bulan: 5 mikrogram
• Anak-anak 1 – 9 tahun: 6 – 8 mikrogram
• Anak laki-laki 10 – 12 tahun: 11 mikrogram
• Remaja laki-laki 13 – 18 tahun: 15 mikrogram
• Laki-laki ≥ 19 tahun: 15 mikrogram
• Perempuan ≥ 10 tahun: 15 mikrogram
• Perempuan di atas 65 tahun: 20 mikrogram
Kebutuhan
• vitamin E dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan, termasuk perdarahan di dalam otak, yang menyebabkan stroke, terutama pada orang-orang yang juga mengkonsumsi obat anti pembekuan darah (terutama warfarin). Adakalanya, orang-orang yang mengkonsumsi vitamin E dalam dosis sangat tinggi bisa mengalami kelemahan pada otot, kelelahan, mual, dan diare.
Kelebihan
• Kekurangan vitamin E bisa menyebabkan anemia akibat pecahnya sel-sel darah merah (hemolitik). Bayi-bayi prematur yang mengalami kekurangan vitamin E berisiko untuk terkena gangguan ini.
• Pada bayi-bayi prematur, juga dapat terjadi perdarahan pada otak, dan gangguan pertumbuhan pembuluh darah di mata (ROP-Retinopathy of Prematurity). Masalah pada mata (retinopati) dan perdarahan otak pada bayi prematur juga bisa diakibatkan oleh pemaparan kadar oksigen yang tinggi dalam inkubator. Bayi-bayi baru lahir yang mengalami kekurangan vitamin E juga memiliki kelemahan pada otot.
Kekurangan
Ada beberapa sumber vit E seperti
• Minyak Nabat
• Biji-bijian dan Kacang-Kacangan
• Sayuran Hijau Tua seperti bayam, kangkung, dan brokoli
• Buah-buahan seperti alpukat, kiwi, dan mangga
• Kacang-kacangan dan Biji-Bijian
• Makanan Hewan seperti ikan salmon, ikan trout, dan daging sapi
Sumber Metabolisme
Proses singkatnya, vitamin E diserap di usus halus, bergabung dengan kilomikron, dan kemudian berpindah ke lipoprotein plasma. Di hati, ia bergabung dengan VLDL dan kemudian disekresikan kembali. Vitamin E terdistribusi melalui LDL dan HDL dalam plasma, dan di dalam sel, vitamin E terutama terdapat pada membran sel dan dapat dimobilisasi.
• Vitamin K adalah sekelompok senyawa yang bersatu untuk mensintesis protein yang berperan untuk membekukan darah. Yang paling penting dari senyawa ini adalah vitamin K1 dan K2.
• Sumber vitamin K1 dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau dan beberapa sayuran lainnya.
Sementara vitamin K2 adalah kelompok senyawa lain yang berasal dari daging, keju, bakteri yang disintesis, dan telur.
VITAMIN K
Definisi
• Fungsi vitamin K dalam hal ini adalah membantu proses pengubahan protrombin menjadi trombin, yaitu salah satu protein yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Tanpa adanya asupan vitamin K yang cukup, proses pembekuan darah menjadi terhambat
• Kesehatan Tulang
• berperan dalam regulasi metabolisme kalsium.
• Vitamin K memiliki peran dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan mencegah pengapuran arteri. Protein matriks Gla yang diaktifkan oleh vitamin K membantu menghambat penumpukan kalsium dalam dinding arteri, yang dapat mengurangi risiko pembentukan plak arteri dan penyakit kardiovaskular.
Fungsi
Kebutuhan
Kelebihan
Kekurangan
• Kelebihan vitamin K jangka panjang dapat menimbulkan gejala seperti: sulit menelan, nafsu makan berkurang, sesak napasm sakit kepala, ruam pada kulit, keringat berlebih, gangguan cemas hingga kaku otot.
• Perdarahan hebat
• Osteoporosis
• Penyakit jantung
• Selain tiga kondisi di atas, kekurangan vitamin K pada bayi bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan di tubuh, seperti pada otak dan saluran cerna.
Kondisi ini juga bisa menyebabkan hambatan tumbuh kembang dan gangguan pertumbuhan tulang bayi.