PENGARUH APLIKASI DRONE DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP EFISIENSI KERJA DI TERMINAL PETIKEMAS MAKASSAR
PT. PELABUHAN INDONESIA REGION IV (PERSERO)
Nur Indah Sya’bani1, A. Syarifuddin2, Nurfaidah3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
These research aim to anlaysis the effect of drone application and service quality toward work efficiency at Makassar Container Terminal Indonesia Port Region IV Ltd, and to analysis the dominant effect between drone application and service quality toward work efficiency at Makassar Container Terminal Indonesia Port Region IV Ltd. This type of research is quantitative designed to answer the problem that have been formulated and the objectives to be achieved and test the hypothesis. Population as amount 322 employees which is in charge of Makassar Container Terminal. The sample size was chosen using the Slovin formulation 5% obtained 178 respondents. Data analysis used descriptive analysis and multiple linier regression analysis. The result of the study found that drone application have positive and significant toward work efficiency. The useful of drone application in controlling of in and out container have applied to monitoring, billing, checking status and setting up containers which contribution toward work effciency Makassar Container Terminal Indonesia Port Region IV Ltd. The service quality have positive and significant toward work efficiency. The implementation of loading service which quality such as the tangible, empathy, reliability, responsiveness and assurance appointment of achieved the work efficiency at Makassar Container Terminal Indonesia Port Region IV Ltd. Theservice quality have dominant effect positive and significant toward work efficiency. The actualization of service quality have contribution toward achieved the work efficiency in process, working capital and efficiency of damage cost on loading tools of container in Makassar Container Terminal Indonesia Port Region IV Ltd.
Keywords: Drone Application, Service Quality and Work Efficiency.
PENDAHULUAN
Terminal Petikemas Makassar atau dikenal dengan sebutan TPM adalah salah satu segmen usaha yang disediakan PT. Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero) kepada pengguna jasa kepelabuhanan khususnya jasa pelayanan petikemas. TPM dideklarasikan untuk menangani kegiatan pelayanan petikemas seiring dengan meningkatnya perkembangan kontenerisasi melalui Pelabuhan Makassar saat ini maupun di masa yang akan datang.
Pelayanan yang diberikan TPM berorientasi kepada efisiensi kerja yang terjabarkan dalam visi dan misi perusahaan di dalam menghadapi persaingan global. Upaya untuk meningkatkan efisiensi kerja melalui kebijakan yang diterapkan yaitu “pelayanan yang cepat waktu, aman dan dapat dipercaya”, serta menerapkan sistem pelayanan yang berstandar internasional. Efisiensi kerja
tersebut diimbangi dengan ketersediaan fasilitas dan peralatan yang modern serta sumber daya manusia yang mampu menangani kegiatan secara cepat, tepat dan aman.
Fenomena efisiensi kerja di TPM menunjukkan efisiensi kerja dilihat dari efisiensi proses belum optimal dalam pemanfaatan jam kerja kegiatan bongkar muat.
Selanjutnya efisiensi modal kerja terlihat belum efektif dalam pengalokasikan dana untuk invenstasi material peralatan bongkar muat. Demikian pula dengan efisiensi peralatan masih harus mengeluarkan biaya yang besar dalam perawatan mesin untuk kegiatan bongkar muat yang dilakukan di TPM PT. Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero).
Belum terwujudnya efisiensi kerja yang ditunjukkan dalam kegiatan bongkar muat di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero) dikarenakan belum maksimalnya kegiatan monitoring kerja melalui aplikasi DRONE dan
masih rendahnya kualitas pelayanan dalam kegiatan bongkar muat.
Penerapan aplikasi DRONE dalam kegiatan bongkar muat dilakukan untuk mewujudkan efisiensi kerja di TPM. Aplikasi ini digunakan untuk memonitoring semua kegiatan yang berkaitan dengan urusan masuk dan keluar dari lapangan kontainer untuk menagih tagihan dari pihak pelayaran, untuk mengecek status semua kontainer untuk semua pihak JPT (pemilik barang), untuk pihak pelayaran mengetahui jumlah dan tujuan kontainer dan pihak loket dan OCC untuk mengatur kontainer. Pihak JPT untuk mengakses aplikasi DRONE ini harus memiliki akun dengan mendaftar sebagai user dan memiliki password, sehingga terdaftar di TPM.
Teori relevan untuk aplikasi DRONE dalam mewujudkan efisiensi kerja yaitu menggunakan teori teknologi terpadu (totality technology theory) dari Norton (2019) efisiensi hasil kerja didukung oleh pemanfaatan teknologi terpadu untuk melakukan pengawasan (monitoring), pembayaran (payment), pengecekan (checking) dan pengaturan (arrangement). Teknologi terpadu berupa aplikasi DRONE membantu dalam efisiensi kerja untuk melakukan monitoring, penagihan, pengecekan status dan pengaturan keluar masuk dan bongkar muat kontainer di TPM.
Selain pemanfaatan aplikasi drone, pihak TPM saat ini berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan kemampuan, potensi, image dan kepercayaan yang ditawarkan kepada pengguna jasa. Sesunggguhnya bagi pengguna jasa pemahaman tentang konsep pekualitas pelayanan hanya berorientasi pada terwujudnya kualitas pelayanan yang tangible, empathy, reliablilty, responsif dan assurance.
Wujud kualitas pelayanan ini berupa layanan yang diterima dari provider (pihak TPM) kepada pengguna jasa (JPT, pelayaran dan loket) adalah kualitas pelayanan bukti fisik (tangible) yaitu fasilitas alat bongkar muat dan armada yang melayani bongkar muat yang terbatas. Kualitas pelayanan empati (empathy) yaitu pengguna jasa menghendaki pihak TPM memahami tuntutan pelanggan, mendengarkan keluhan, menyediakan sarana pengaduan, memberi informasi prosedur dan mekanisme layanan bongkar muat yang cepat.
Kualitas pelayanan kehandalan (reliability) juga sangat diharapkan oleh pengguna jasa untuk cepat melayani, cepat memberikan informasi, pengiriman tepat waktu dan kegiatan bongkar muat yang profesional. Kualitas pelayanan yang responsif (responsiveness) yang dikehendaki pelanggan yaitu merespon inovasi baru, mendorong kerja tim yang kuat, dan mampu mengatasi permasalahan teknis dan tidak membebankan biaya kepada pengguna jasa atas pelayanan bongkar muat. Kualitas pelayanan jaminan (assurance) yang dikehendaki oleh pengguna jasa yaitu menjamin keamanan, kerusakan, kehilangan dan memberikan ganti rugi dalam kegiatan bongkar muat yang tidak sesuai.
Pertimbangan kualitas pelayanan yang diterapkan selama ini TPM PT. Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero) sering diabaikan oleh orientasi efisiensi, penghematan dan keterbatasan anggaran, sehingga pihak TPM hanya mampu memberikan pelayanan bongkar muat seperlunya yang cenderung mempengaruhi efisiensi kerja, sehingga hal ini menjadi pertimbangan yang perlu dibenahi oleh pihak perusahaan. Parasuraman (2018) mengemukakan teori kualitas pelayanan bahwa pelayanan yang berkualitas harus diwujudkan untuk memenuhi kenginan pelanggan dan mewujudkan efisiensi kerja karyawan. Adapun unsur kualitas pelayanan yang dikemukakan Parasuraman terdiri atas kualitas bukti fisik (tangible), kemampupahaman (empathy), kehandalan (reliability), respon (responsiveness) dan jaminan (assurance). Hal ini penting untuk meningkatkan efisiensi kerja di TPM.
TINJAUAN LITERATUR
Pemasaran bukan hanya sekedar penjualan, karena penjualan hanya memindahkan produk atau jasa dari produsen kepada konsumen atau dari pemilik kepada pihak lain. Sedangkan pemasaran merupakan proses bagaimana produk atau jasa itu cocok dan nyaman dikonsumsi, dalam rangka untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen.
Sehingga penjualan dipandang tidak lagi penting, karena perusahaan harus menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan dan mempertahankannya (Yogesh K, 2021)
Agar terlaksana hubungan yang baik antara perusahaan dan konsumen maka perlu
keterampilan dari pihak manajemen yang dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen pemasaran secara optimal. Pemasaran terjadi bilamana setidaknya salah satu pihak dalam pertukaran potensial yang mempertimbangkan sasaran dan sarana untuk memeperoleh tanggapan yang diinginkan oleh pihak lain.
Untuk menanggapi proses petukaran diperlukan berbagai usaha dan keterampilan yang biasanya terjadi dalam pembelian kebutuhan sehari-hari. Menurut Kotler (2019) pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan serta menumbuhkan dengan menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.
Berdasarkan definisi diatas maka pemasaran adalah ilmu dan seni yang mencakup analisis, perencanaan, implementasi dan mengawasi segala kegiatan pemasaran dengan penekanan pada efektivitas dan efisiensi. Efektivitas mengandung arti memaksimalkan hasil yang hendak dicapai sesuai dengan rencana, sedangkan efisiensi adalah meminimumkan pengeluaran atau biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai hasil tersebut.
Pemasaran dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting, karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, melakukan perkembangan terhadap perusahaan dan untuk pencapaian tujuan perusahaan untuk memperoleh laba.
Masyarakat awam pada umumnya seringkali menyamakan pemasaran dengan penjualan.
Pandangan ini terlalu sempit karena penjualan hanya satu dari beberapa aspek yang ada pada pemasaran. Pemasaran berusahan mengidentifikasikan kebutuhan dan keiginan konsumen pasar sasarannya serta bagaimana memuaskan mereka melalui proses pertukaran dengan tetap memperhatikan semua pihak dan tujuan yang terkait dengan kepentingan perusahaan (Asrul, 2020).
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dari individu dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran (nilai) produk dengan pihak lain, dimana hal ini juga diharapkan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen. Pemasaran berisi terminologi kunci yaitu kebutuhan, keinginan dan permintaan: nilai, kepuasan dan kualitas,
pertukaran, transaksi dan hubungan serta pasar. Disamping itu pemasaran merupakan konsep bagaimana sebaiknya pemasaran berhubungan dengan pasar secara menguntungkan. Oleh karena itu agar kegiatan-kegiatan tersebut berdaya dan berhasil guna maka diperlukan perencanaan, koordinasi, implementasi dan pengendalian pemasaran. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang menyangkut dengan manajemen pemasaran.
Berbicara mengenai teknologi aplikasi web tidak terlepas dari penerapan sistem informasi yang merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari manusia, teknologi informasi dan prosedur yang tergorganisasi. Ladjamudin (2018) sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
Hutahaean (2017) sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan menyajikan informasi untuk mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Perkembangan web saat ini sangat cepat hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya perkembangan infrastruktur yang cukup pesat seperti internet. Kebutuhan para pelaku industri untuk menggunakan web dan internet sebagai layanan tambahan sangat membantu dalam menjalankan bisnis perusahaan, masyarakat yang memandang internet dan web saat ini sebagai kebutuhan dalam segala aspek kehidupan contohnya masyarakat modern yang berada di perkotaan.
Menurut Sidik (2020) web adalah salah satu layanan yang didapat oleh pemakai
komputer yang terhubung ke internet.
Yuhefizar (2019) web adalah sebuah sistem penyebaran informasi melalui internet. Dari pendapat tersebut dimaknai bahwa web adalah salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet dan sistem penyeberan informasi melalui internet.
Dalam mencari informasi dari internet, pengguna akan menuju ke sebuah alamat unik internet yang disebut nama domain dan menemukan informasi berbentuk teks, gambar diam atau bergerak, animasi bergerak, suara ataupun video dalam sebuah media, yang disebut dengan website atau situs. Website ini dibuka melalui sebuah program penjelajah (browser) yang berada di sebuah komputer.
Program penjelajah yang bisa digunakan dalam komputer diantaranya: IE (Internet Explorer), Mozilla, Firefox, Netscape, Opera.
Menurut Sibero (2019) istilah web adalah suatu sistem yang berkaitan dengan dokumen yang digunakan sebagai media untuk menampilkan teks, gambar, multimedia dan lainnya pada jaringan internet. Arief (2018) World Wide Web atau yang biasa disingkat WWW merupakan kumpulan situs web yang dapat diakses di internet yang berisikan semua informasi yang dibutuhkan semua pengguna internet.
Internet pada saat ini sangat membantu dalam menyediakan informasi yang diperlukan oleh setiap penggunanya. Adanya internet kita bisa dengan mudah untuk mengakses web-web yang berisi konten-konten yang memuat berita dan informasi lainnya. Kurniawan (2017) internet merupakan suatu jaringan computer yang terdiri dari LAN maupun WAN, serta Internet untuk akses yang lebih global. Irawan (2019) internet merupakan kependekan dari kata “Internetwork”, yang berarti rangkaian computer terhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol.
Internet merupakan suatu jaringan komputer yang terdiri dari LAN dan WAN yang terhubung secara global atau menyeluruh ke rangkaian komputer yang menggunakan TCP/IP sebagai protokol.
Bisnis jasa, dengan karakteristik yang tidak terwujud (intangibility), bervariasi (variability) dan tidak terpisahkan (inseparability), maka faktor kualitas pelayanan (service quality) menjadi salah satu strategi yang sangat menentukan dalam persaingan. Kualitas pelayanan dalam bisnis jasa hanya dapat diukur melalui ekspektasi
pengguna jasa terhadap kualitas jasa yang diberikan pemberi jasa.
Oliver (2018) menyatakan bahwa konstruksi persepsi pengguna jasa terhadap perusahaan jasa, dipengaruhi oleh pengalamannya dalam mengkonsumsi atau menerima pelayanan pada waktu sebelumnya.
Penilaian terhadap kualitas pelayanan tersebut dilahirkan oleh perbandingan antar apa yang seharusnya dilayani dan siapa yang mendapat pelayanan.
Diterima (expectations) sebagaimana yang pernah dirasakan, dengan kinerja kualitas pelayanan yang diterimanya (performance) dari perbandingan tersebut maka kualitas pelayanan pada prinsipnya adalah derajat atau tingkatan yang membedakan antara pengalaman menerima suatu pelayanan dibandingkan dengan kualitas yang diterima.
Dalam penelitian ini digunakan SERVQUAL Model karena model ini cukup praktis digunakan dan dianggap dapat mewakili berbagai unsur yang ada dalam setiap kualitas pelayanan jasa perbankan.
Model ini juga mampu mengklasifikasi kualitas pelayanan dalam jasa perbankan (meliputi reliability responsiveness, assurance, empathy dan tangibility). Hal ini menjadi pertimbangan dalam menentukan kualitas pelayanan yang diterapkan dalam melihat suatu hubungan antar masing-masing unsur kualitas pelayanan dengan efisiensi kerja.
Setiap perusahaan modern dan maju senantiasa mengedepankan bentuk-bentuk aktualisasi kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan yang dimaksud adalah memberikan bentuk pelayanan yang optimal dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, harapan atas pelayanan. Parasuraman (2018:26) mengemukakan konsep kualitas pelayanan yang berkaitan dengan efisiensi kerja ditentukan oleh lima unsur yang biasa dikenal dengan istilah kualitas pelayanan “TERRA”
(tangible, empathy, reliability, responsiveness, assurance). Konsep kualitas pelayanan TERRA intinya adalah membentuk sikap dan perilaku dari pengembang pelayanan untuk memberikan bentuk pelayanan yang kuat dan mendasar, agar mendapat penilaian sesuai dengan kualitas pelayanan yang diterima.
Efisiensi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengelola sumber keuangan, material, proses, peralatan, tenaga kerja maupun biaya secara efektif (Sadikin,
2018). Efisiensi bisa diartikan sebagai keadaan di mana manfaat yang sebesar-besarnya bisa dicapai dari suatu pengorbanan tertentu, dimana untuk memperoleh suatu manfaat tertentu diperlukan pengorbanan sekecil mungkin (Mubiyarto, 2017).
Efisiensi kerja merupakan suatu kondisi yang dicapai seseorang atau organisasi dalam menjalankan sesuatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Menghasilkan barang atau pelayanan yang sama mungkin memerlukan waktu,tenaga,biaya dan berbagai pengorbanan lain yang berbeda. Seseorang dikatakan lebih efisien dari pada yang lain. Terdapat beberapa pengertian dari para ahli tentang efisiensi kerja. Maulana (2017) efisiensi kerja diartikan sebagai kemampuan suatu unit usaha untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan,efisien selalu dikaitkan dengan tujuan organisasi yang harus dicapai oleh perusahaan.
Hasibuan (2018) efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara input (masukan) dan output (hasil), antara keuntungan dengan biaya (antara hasil pelaksanaan dengan sumber yang digunakan), seperti halnya juga hasil yang optimal yang harus dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas.
Emerson (2018) efisiensi kerja adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil opimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas.
Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan.
Muharam (2019) efisiensi kerja adalah tingkat perbandingan antara masukan (input) dengan hasil (output) yang dicerminkan dalam rasio atau perbandingan diantara keduanya.
Jika output lebih besar dari input maka dapat dikatakan efisien dan sebaliknya jika input lebih besar dari output maka dikatakan tidak efisien. Jadi tinggi rendahnya efisien ditentukan oleh besar kecilnya rasio yang dihasilkan.
Mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan, maka hipotesis dapat diajukan sebagai berikut:
1. Diduga aplikasi drone berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja di Terminal Petikemas Makassar PT.
Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero).
2. Diduga kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi
kerja di Terminal Petikemas Makassar PT.
Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero).
3. Diduga kualitas pelayanan yang paling dominan berpengaruh terhadap efisiensi kerja di Terminal Petikemas Makassar PT.
Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero).
Gambar 1. Model Penelitian
Sumber: Sya’bani (2021).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi.
Metode Analisis 1. Analisis Deskriptif
2. Uji Validitas dan Reliabilitas 3. Analis Regresi Linear Berganda 4. Uji Goodness of Fit
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh Aplikasi Drone terhadap Efisiensi Kerja di TPM PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero)
Hasil analisis statistik dilihat dari penyebaran frekuensi jawaban responden, nilai mean yang ditunjukkan dikategorikan ”baik”, artinya indikator membangun apliaksi drone berupa kemudahan dalam kegiatan monitoring, penagihan/pembayaran, pengecekan dan pengaturan kontainer memberi penguatan bahwa aplikasi drone yang digunakan di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero) memberikan pengaruh terhadap efisiensi kerja pegawai.
Dilihat dari hasil regresi linier berganda menunjukkan aplikasi drone telah diaktualisasikan pada setiap layanan bongkar muat, maka memberikan pengaruh terhadap efisiensi kerja sebesar 70.5%.
Aplikasi drone
Kualitas pelayanna
Efesiesnsi kerja (Y)
H1
H2
H3
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa aplikasi drone memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai. Ini mengindikasikan bahwa pengaruh positif terjadi dikarenakan seluruh indikator aplikasi drone dibutuhkan untuk mewujudkan kemudahan dalam kegiatan pengawasan kontainer. Pengaruh signifikan yang terjadi merupakan hasil dari kontribusi bahwa variabel aplikasi drone menjadi variabel yang mempengaruhi efisiensi kerja pegawai. Atau dengan kata lain bahwa pemanfaatan aplikasi drone menentukan tingkat efisiensi kerja pegawai di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero).
Seperti diketahui bahwa aplikasi drone yang digunakan di TPM sebagai bentuk layanan web yang memberikan efisiensi waktu baik bagi perusahaan maupun bagi pengguna jasa. PT. Pelabuhan Indoensia IV (Persero) memaksimalkan kegiatan bidang bongkar muat di TPM melalui aplikasi drone.
Penerapan aplikasi drone dalam kegiatan bongkar muat dilakukan untuk mewujudkan efisiensi kerja di TPM. Aplikasi ini digunakan untuk memonitoring semua kegiatan yang berkaitan dengan urusan masuk dan keluar dari lapangan kontainer untuk menagih tagihan dari pihak pelayaran, untuk mengecek status semua kontainer untuk semua pihak JPT (pemilik barang), untuk pihak pelayaran mengetahui jumlah dan tujuan kontainer dan pihak loket dan OCC untuk mengatur kontainer. Pihak JPT untuk mengakses aplikasi drone ini harus memiliki akun dengan mendaftar sebagai user dan memiliki password, sehingga terdaftar di TPM.
Uraian per indikator dari variabel aplikasi drone terhadap efisiensi kerja secara rinci dapat disimpulkan bahwa aplikasi drone merupakan aplikasi yang berbasis web bisa diakses kapan dan dimana saja secara online sesuai dengan akun yang terdaftar yang memberi kemudahan baik bagi pengguna jasa maupun pihak perusahaan melakukan monitoring, penagihan/pembayaran, pengecekan barang yang masuk dan keluar serta pengaturannya. Aplikasi drone secara representatif memberikan pengaruh terhadap efisiensi kerja berdasarkan proses waktu kegiatan bongkar muat, pengaruran dana modal kerja yang tepat dan minimalisir biaya perbaikan atas kerusakan peralatan bongkar muat.
Memahami pembahasan dari setiap indikator aplikasi drone yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja, ini didukung oleh beberapa teori antara lain teori transformasi dikemukakan oleh Cushing (2019) bahwa transformasi teknologi menciptakan hasil kerja yang efisien. Teori ini memberikan pencerahan bahwa di era modern ini suatu organisasi yang maju dan berkembang selalu memanfaatkan dan menggunakan transformasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi kernya yang memberikan kemudahan dalam kegiatan monitoring, berorientasi hasil dari kemampuan mengakses data, melakukan pengecekan hasil kerja, mengaplikasikan dan mengatur jejaring yang kuat dalam memperoleh hasil kerja yang optimal. Teori ini relevan dengan hasil penelitian aplikasi drone yang berbasis web membantu pengguna jasa dan pihak TPM melakukan pengawasan bongkar muat kontainer.
Teori efisiensi hasil kerja dari James (2017) bahwa untuk memaksimalkan efisiensi hasil kerja salah satunya sangat ditentukan oleh penggunaan IT yang memudahkan untuk melakukan monitoring dan evaluasi atas hasil kerja yang dicapai. Penggunaan IT merupakan salah satu item akumulasi yang signifikan menentukan pencapaian kerja yang efisien.
Wujud dari IT pada aspek kegiatan bongkar tersebut adalah aplikasi drone yang merupakan aplikasi berbasis web yang memudahkan pengguna jasa dan pihak perusahaan untuk mengakses kontainer yang masuk dan keluar di TPM.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Efisiensi Kerja di TPM PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero)
Berdasarkan hasil analisis statistik dilihat dari penyebaran frekuensi jawaban responden, nilai mean yang ditunjukkan dikategorikan ”baik”, artinya indikator membangun kualitas pelayanan berupa bukti fisik, empati, kehandalan, daya tanggap dan jaminan memberi penguatan bahwa kualitas pelayanan pada TPM PT. Pelindo Region IV (Persero) sudah diterapkan dengan baik dan memberikan pengaruh terhadap efisiensi kerja pegawai.
Dilihat dari hasil regresi linier berganda menunjukkan kualitas pelayanan telah diaktualisasikan sesuai keberadaan bukti fisik, menunjukkan empati, kehandalan, daya
tanggap dan memberikan jaminan pada setiap layanan bongkar muat, maka memberikan pengaruh terhadap efisiensi kerja sebesar 83.3 persen.
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai. Ini mengindikasikan bahwa pengaruh positif terjadi dikarenakan seluruh indikator kualitas pelayanan dibutuhkan untuk mewujudkan kualitas pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa. Pengaruh signifikan yang terjadi merupakan hasil dari kontribusi bahwa variabel kualitas pelayanan menjadi variabel yang mempengaruhi pencapaian efisiensi kerja pegawai. Atau dengan kata lain kualitas pelayanan yang baik sangat menentukan tingkat efisiensi kerja pegawai atas layanan di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero).
Berdasarkan pengaruh kualitas pelayanan yang positif dan signifikan, maka diuraikan sesuai indikator kualitas layanan yang mempengaruhi efisiensi kerja pegawai.
Kualitas pelayanan bukti fisik yang diberikan oleh pihak petugas Pelindo, dalam kenyataannya telah menyediakan berbagai armada dan fasilitas alat bongkar muat di TPM yang memberikan kemudahan kepada pengguna jasa untuk mendapatkan pelayanan kontainer di terminal. Para armada siap membantu dalam kegiatan bongkar muat kontainer dan melengkapi fasilitas untuk kemudahan dalam kegiatan bongkar muat.
Dengan demikian, keberadaan bukti fisik menentukan pelayanan yang berkualitas di TPM yang mempengaruhi efisiensi kerja dalam proses bongkar muat, sesuai optimalisasi modal yang teralokasikan dan meminimalisir terjadinya kerusakan dalam peralatan bongkar muat.
Kualitas pelayanan empati sudah diterapkan dengan baik oleh pegawai kepada setiap pengguna jasa yang berpengaruh terhadap efisiensi kerjanya. Pihak TPM berupaya untuk selalu menginstruksikan kepada setiap armada dalam melakukan kegiatan bongkar muat memiliki sikap empati atau kemampupahaman di dalam melayani kebutuhan, keinginan dan harapan pengguna jasa dengan menunjukkan sikap keramahan melayani dan menunjukkan perilaku sopan santun di dalam menjalankan tupoksinya.
Sikap keramahan melayani dapat ditunjukkan dengan senantiasa bertanya ”apa yang bisa
kami bantu?”, senantiasa menyapa dan tersenyum kepada setiap pengguna jasa dan menunjukkan bentuk perilaku dan perbuatan yang menyenangkan pengguna jasa. Kualitas pelayanan empati ini memberi pengaruh terhadap efisiensi kerja pegawai di TPM PT.
Pelindo Region IV (Persero).
Berdasarkan uraian mengenai pengaruh kualitas pelayanan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai, ini didukung oleh beberapa teori yang relevan antara lain Teori kualitas pelayanan dari Parasuraman (2018:55) bahwa konsep TERRA (tangible, empathy, responsiveness, reliability, assurance) merupakan dimensi kualitas pelayanan yang diterapkan untuk mewujudkan efisiensi kerja pegawai. Teori ini memiliki urgensi dan relevansi dengan hasil penelitian ini bahwa semakin bagus penerapan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak pemberi layanan (provider) menjadi pertimbangan penting dalam mewujudkan efisiensi kerja.
Teori inovasi layanan dari Dunga (2019:17) bahwa inovasi layanan merupakan orientasi dan prospektif layanan yang bertujuan pada efisiensi kerja pegawai. Inovasi layanan yang dimaksud adalah membuat berbagai pengelolaan (management) dan rekayasa (reengineering) layanan yang dapat menciptakan penilaian, manfaat dan tujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja pegawai.
Teori ini memiliki relevansi bahwa kualitas pelayanan yang diterapkan harus memiliki orientasi dan prospektif layanan yang memiliki inovasi tinggi untuk mewujudkan efisiensi kerja pegawai. Sama halnya setiap perusahaan harus mampu menciptakan inovasi layanan yang baik, sehingga timbul berbagai orientasi dan prospektif layanan dalam meningkatkan efisiensi kerja pegawai.
Pengaruh Pengaruh Dominan Kualitas Pelayanan terhadap Efisiensi Kerja di TPM PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero)
Hasil analisis regresi linier berganda menemukan kualitas pelayanan dominan berpengaruh terhadap efisiensi kerja di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero). Ini berarti kualitas pelayanan telah diaktualisasikan sesuai keberadaan bukti fisik, menunjukkan empati, kehandalan, daya tanggap dan memberikan jaminan pada setiap layanan bongkar muat, maka memberikan pengaruh terhadap efisiensi kerja berdasarkan hasil nilai
koefisien regresi 0.833, hasil uji-t sebesar 4.603 dan signifikansi 0.000.
Kenyataan yang terlihat dalam aktivitas bongkar muat di TPM kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada pelanggan telah dilakukan dengan baik, memberikan pelayanan dengan menyediakan bukti fisik untuk memperlancar aktivitas pengiriman, melayani dengan penuh kepedulian, pihak perusahaan berupaya untuk handal melayani tepat waktu, menunjukkan daya tanggap atas respon permintaan layanan yang cepat, dan pihak perusahaan juga memberikan jaminan komitmen keamanan dalam kegiatan bongkar muat.
Hal ini yang menjadikan kualitas pelayanan berpengaruh positif, dan tuntutan kualitas pelayanan yang ditunjukkan pihak perusahaan signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai. Penyebabnya karena pelanggan dalam hal ini pengguna jasa telah melihat kualitas pelayanan sebagai penilaian untuk peningkatan efisiensi kerja, dilihat efisiensi waktu kerja, efisiensi penggunaan modal kerja dan fisiensi pengeluaran biaya. Bagi pengguna jasa kualitas pelayanan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh perusahaan untuk memberikan layanan dalam hal ini kegiatan bongkar muat kontainer di TPM.
Penajaman lain mengenai alasan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi kerja, dikarenakan pengguna jasa di TPM sudah mengetahui dan mengenal Pelindo Region IV, sehingga tetap melakukan bongkar muat di TPM, atau dengan kata lain pengguna jasa sudah sering melakukan aktivitas bongkar muat di lingkungan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap efisiensi kerja pegawai baik dalam proses, pengalokasian anggaran dan minimalisir keuangan.
Uraian di atas menunjukkan bahwa penerapan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh pihak TPM PT. Pelindo Region IV (Persero) telah diaktualisasikan baik berupa kualitas bukti fisik layanan, kualitas empati layanan, kualitas kehandalan melayani, kualitas daya tanggap dan jaminan layanan yang diberikan kepada pengguna jasa bongkar muat barang kontainer, dan wujud dari kualitas pelayanan ini signifikan terhadap efisiensi kerja.
Berdasarkan uraian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap efisiensi kerja yang positif dan signifikan, perlu ada beberapa teori yang mendukung, antara lain Teori
referensi keunggulan dikemukakan oleh Nelson dan Byard (2019:218) semakin banyak referensi keunggulan suatu produk atau jasa maka semakin mempengaruhi perilaku pegawai dalam memberikan pelayanan yang berkualitas guna mewujudkan terlaksanya tugas pokok yang efisien. Referensi keunggulan menjadi pertimbangan penting bagi pengambil keputusan dalam mempengaruhi efisiensi kerja pegawai dengan melakukan perbandingan produk/jasa mana yang menjadi prioritas untuk dijadikan referensi utama dari produk atau jasa lainnya.
Teori ini dapat dijadikan sebagai teori yang mendukung dalam melihat kenyataan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja.
Teori persepsi positif dikemukakan oleh Holmes (2019:351) bahwa kualitas pelayanan yang berorientasi persepsi positif akan memberikan efisiensi kerja bagi individu SDM. Pernyataan teori ini mengarahkan pada setiap individu untuk membangun kualitas pelayanan yang berorientasi pada persepsi positif, di mana persepsi positif tersebut akan mempengaruhi perilaku dan tindakan untuk menentukan sikap terhadap suatu jasa.
Pembahasan penelitian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap efisiensi kerja pegawai, didukung oleh penelitian sebelumnya yang memiliki persamaan dan perbedaan. Penelitian yang dimaksud yaitu Agus & Atik (2017), Wilda & Vera (2019) dan Riskayanti (2019). Persamaannya terletak penelitian Agus & Atik serta Wilda & Vera yaitu pada variabel bebas yang diteliti yaitu kualitas pelayanan yang berpengaruh terhadap efisiensi kerja pegawai. Selain itu juga memiliki persamaan dalam hal metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi yaitu pada penelitian Agus dan Watik serta Riskayanti. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu, yaitu pada penelitian Wilda dan Vera menggunakan analisis SEM PLS, sementara penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Perbedaan lainnya terletak pada obyek/wilayah penelitian, indikator variabel yang diteliti, besar populasi dan sampel serta temuan yang dihasilkan. Keterbaruan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak variabel terikat, dimana penelitian terdahulu variabel tujuan adalah loyalitas, sedangkan penelitian ini
variabel tujuannya efisiensi kerja, sehingga menjadi kebaruan dari penelitian sebelumnya.
PENUTUP
Berdasarkan analisis hasil penelitian serta pembahasan, maka dapat disimpulkan:
1. Aplikasi drone berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja.
Pemanfaatan aplikasi drone dalam pengawasan masuk dan keluar lapangan kontainer telah diterapkan untuk kegiatan monitoring, penagihan, pengecekan status dan pengaturan yang berkontribusi terhadap efisiensi kerja di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero).
2. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja.
Terwujudnya pelayanan bongkar muat yang berkualitas berupa ketersediaan bukti fisik, sikap empati, kehandalan, daya tanggap dan jaminan dalam bongkar muat kontainer menentukan pencapaian efisiensi kerja di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero).
3. Kualitas pelayanan yang dominan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja. Akualisasi kualitas layanan bongkar muat berkontribusi terhadap pencapaian efisiensi kerja dalam hal proses, modal kerja dan efisiensi biaya kerusakan atas peralatan bongkar muat kontainer di TPM PT. Pelindo Region IV (Persero).
Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan tersebut, maka disarankan sebagai berikut:
1. Bagi Terminal Petikemas Makassar PT.
Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero) terus melakukan inovasi dalam teknologi kegiatan bongkar muat, dengan memanfaatkan aplikasi drone yang berbasis web untuk memberikan kemudahan dalam kegiatan pengawasan masuk dan keluarnya barang/kontainer.
2. Terminal Petikemas Makassar PT.
Pelabuhan Indonesia Region IV (Persero) mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kegiatan bongkar muat dengan melengkapi fasilitas pendukung sebagai bukti fisik, menunjukkan kemampupahaman atau empati dalam memberikan pelayanan, handal dalam menjalankan kegiatan bongkar muat, tanggap terhadap permasalahan teknis yang timbul dalam kegiatan bongkar muat serta terus memperhatikan jaminan pelayanan untuk kenyamanan bagi pengguna jasa.
3. Menjadi referensi bagi peneliti lanjutan yang ingin meneliti mengenai aplikasi drone atau aplikasi teknologi dan kualitas pelayanan terhadap efisiensi kerja pada aspek kajian yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Asrul Sani, (2020). Measurement of Readiness and Information Technology based on Organizational Context Among SMEs.
Journal of Computing and Information System. Vol. 16 No. 2. ISSN:2527-0814.
https://doi.org/10.33480/pilar.v16i2.1642.
Emerson, Adam, (2018). Human Resource Management. West Publishing Company, New York.
Hasibuan, S. P Malaju, (2018). Manajemen Efisiensi Kerja. Penerbit Pustaka Jaya, Jakarta.
Hutahean, (2017). Rethinking Tecnology Management: Integrasi Teknologi Informasi dengan Strategi, Penerbit: Amara Books, Yogyakarta.
Irawan, Sandi, (2019). Pelayanan dan Sistem Internet. Tarsito, Bandung
Kotler, Philips, (2019). New Service Marketing Management: Planning, Implementation and Controlling. Journal of Marketing Intelligence & Planning Vol. 7/17, pp. 324- 336.
http://www.marketingintelligence&plannin g.com.id
Kurniawan, (2017). Sistem Teknologi Informasi, Penerbit: BPFE, Yogyakarta.
Ladjamudin, (2018). Teknologi Digital dan Internet, Penerbit: Kencana Pranada, Media Group, Jakarta.
Muharram, Azhar, (2019). Perkembangan Organisasi SDM melalui Efisiensi Kerja.
Penerbit Gramedia Pustaka, Jakarta.
Mubyarto, (2017). Meningkatkan Efisiensi Nasional, BPFE, Yogyakarta
Maulana, Amri, (2017). Efisiensi dan Efektivitas SDM. Pustaka Jaya, Jakarta.
Oliver, Davis, (2018). Service Management System. Prentice Hall Ohio University Press, New York.
Parasuraman, A. Valerie, (2018). Delivering Quality Service. The Free Press, New York.
(Diterjemahkan oleh Sutanto).
Sidik, Efendi, (2020). Pengembangan Aplikasi Berbasis Web, Penerbit: PT Grasindo, Jakarta.
Sadikin, Fransiscus Xaverius, (2018). Tip dan Trik Meningkatkan Efisiensi, Produktivitas, dan Profitabilitas, ANDI, Yogyakarta.
Yogesh K. Dwivedy, (2021). Setting the future of digital and social media marketing research: Perspective and Research Propositions. International Journal of Information Management. Volume 59,
August 2021.
https://doi.org/10.1016/j.ljinfomgt.