• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh beban kerja, lingkungan kerja, dan produktivitas

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh beban kerja, lingkungan kerja, dan produktivitas"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, lingkungan kerja dan produktivitas kerja terhadap pencapaian tujuan kinerja auditor selama pelaksanaan home working. Terhadap Pencapaian Tujuan Kinerja Auditor Pada Pelaksanaan Pekerjaan Rumahan (Survey Terhadap 4 KAP di Jakarta Selatan)”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemahaman dan pengetahuan dalam ilmu Akuntansi Keperilakuan khususnya yang berkaitan dengan beban kerja, lingkungan kerja dan produktivitas kerja, dengan menggunakan teori kinerja Payaman Simanjuntak tahun 2005 1943 sebagai acuan teori dalam penelitian ini. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan informasi lebih banyak kepada pembaca penelitian ini dan memperkaya pemahaman dan penelitian komparatif untuk penelitian lebih lanjut tentang pengaruh.

Manfaat Praktik

Landasan Teori 1 Teori Kinerja 1 Teori Kinerja

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan kecakapan, pengalaman, kesungguhan dan waktu (Hasibuan, 2006). Timple (1999) juga menjelaskan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara sah, tanpa melanggar hukum, sesuai dengan moral dan etika.

Variabel Penelitian 1 Beban Kerja 1 Beban Kerja

  • Lingkungan Kerja
  • Produktivitas Kerja
  • Kinerja

Beban kerja yang baik mempengaruhi kinerja yang baik, lingkungan kerja yang baik mempengaruhi kinerja yang baik dan produktivitas kerja yang baik mempengaruhi kinerja yang baik. Berdasarkan penjelasan di atas, variabel beban kerja ini mengacu pada penelitian Suprapta dan Setiawan (2017).

Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis Hipotesis

  • Penelitian Terdahulu
  • Kerangka Teoritis
  • Pengembangan Hipotesis
    • Beban Kerja berpengaruh terhadap Pencapaian Target Kinerja selama
    • Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Pencapaian Target Kinerja
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data

Hasil penelitian menyebutkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, artinya semakin baik lingkungan kerja seorang auditor maka kinerja auditor akan semakin tinggi. Beban kerja berpengaruh terhadap pencapaian target kinerja selama pencapaian target kinerja selama penerapan Work From Home. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap pencapaian target kinerja selama penerapan Work From Home.

Robbins (2002) menyatakan bahwa karyawan sangat memperhatikan lingkungan kerjanya, baik dari segi kenyamanan pribadi maupun kemudahan dalam melakukan pekerjaan dengan baik. Lingkungan kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penelitian Darmayanti (2019) berpendapat bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor, artinya lingkungan kerja auditor meningkat maka kinerja yang dicapai meningkat dan sebaliknya.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Santi (2010) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, artinya semakin baik lingkungan kerja seorang auditor maka kinerja auditor akan meningkat. Dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor beban kerja, lingkungan kerja dan produktivitas kerja auditor dalam mencapai tujuan kinerja selama.

Gambar 2.1  Kerangka Teoritis
Gambar 2.1 Kerangka Teoritis

Populasi dan Sampel

  • Uji Validitas

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Proportional Stratified Random Sampling yaitu jenis pengambilan sampel dimana populasinya memiliki anggota/elemen yang tidak homogen dan bertingkat secara proporsional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling digunakan dengan tujuan untuk memperoleh sampel yang representatif dengan melihat populasi akuntan yang bekerja di 4 KAP Jakarta Selatan yang bertingkat, terdiri dari beberapa kelas yang heterogen (Junior, Senior, Supervisor dan Manager). Maka peneliti mengambil sampel dari KAP PwC Indonesia, EY Indonesia, KPMG Indonesia dan Crowe Indonesia sebagai sampel dalam penelitian ini.

Validitas adalah cara pengujian suatu instrumen yang memiliki konsep langkah-langkah tertentu yang ditujukan untuk mengukur variabel tertentu. Data yang valid adalah data yang tidak terdapat perbedaan antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada subjek penelitian. Jika r-hitung lebih besar dari r-tabel pada taraf signifikansi 5%, maka alat ukur atau instrumen yang digunakan valid.

Jika r-hitung lebih kecil dari r-tabel, maka alat ukur atau instrumen yang digunakan tidak valid. Peneliti menggunakan uji Cronbach's alpha karena teknik ini merupakan teknik yang paling umum digunakan untuk menguji reliabilitas suatu kuesioner dan dengan melakukan uji Cronbach's alpha akan terdeteksi indikator yang tidak konsisten.

Definisi Operasional Variabel Penelitian

  • Variabel Dependen
  • Variabel Independen

Variabel ini disebut variabel dependen karena dipengaruhi dan diikat oleh variabel independen (Sekaran dan Bougie, 2013:69). Torang (2014) menyatakan bahwa kinerja adalah kuantitas atau kualitas kerja yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang berpedoman pada norma, praktik standar, kriteria dan ukuran yang ditetapkan atau berlaku dalam organisasi. Variabel bebas atau variabel bebas adalah variabel yang secara positif atau negatif mempengaruhi variabel terikat atau variabel terikat (Sekaran dan Bougie, 2016).

Tekanan kerja merupakan aspek yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan karena tekanan kerja merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Setiap pekerjaan yang dilakukan seseorang merupakan beban kerja baginya, beban tersebut bergantung pada cara kerja orang tersebut. Dari segi ergonomis, setiap beban kerja yang diberikan kepada seseorang harus sesuai dan seimbang, baik dari segi kemampuan fisik, kemampuan kognitif maupun keterbatasan orang yang menerima beban tersebut (Munandar, 2001).

Isyandi (2004) juga menyatakan bahwa lingkungan kerja adalah sesuatu yang berada di lingkungan sekitar pekerja yang mempengaruhi pekerja dalam menjalankan tugasnya seperti temperatur atau suhu ruangan, kelembaban, ventilasi, penerangan ruangan, kebisingan, kebersihan tempat kerja dan layak tidaknya peralatan kerja.

Metode Analisis Data

  • Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas
  • Uji Asumsi Klasik 1.Uji Normalitas 1.Uji Normalitas
    • Uji Multikolinearitas
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Koefisien Determinasi
  • Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda digunakan Analisis regresi berganda digunakan
    • Uji Kelayakan Model (Uji F)
  • Gambaran Umum Responden

Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen dalam model regresi yang kuat (Ghozali, 2018). Jika nilai koefisien determinasi (R2) mendekati satu, berarti variabel independen mempunyai pengaruh yang besar terhadap variabel dependen. Analisis regresi linier berganda digunakan Analisis regresi berganda digunakan Analisis regresi berganda digunakan Analisis regresi berganda digunakan ketika lebih dari satu variabel independen diasumsikan memiliki pengaruh terhadap satu variabel dependen (Sekaran dan Bougie, 2017).

Uji-t dilakukan untuk menguji hipotesis sebagian untuk menunjukkan pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Kantor akuntan publik adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan memperoleh izin usaha berdasarkan undang-undang. Penulis melakukan penelitian pada sebuah Kantor Akuntan Publik yang berlokasi di kota Jakarta Selatan, terdapat 4 Kantor Akuntan Publik.

Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik di Jakarta Selatan. Survei responden dimungkinkan menurut jenis kelamin, usia, jabatan dan masa kerja di kantor akuntan publik, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Tabel 4.2 menggambarkan jenis kelamin  responden. 68 responden (68%) berjenis kelamin  wanita dan 32 orang (32%) berjenis kelamin pria
Tabel 4.2 menggambarkan jenis kelamin responden. 68 responden (68%) berjenis kelamin wanita dan 32 orang (32%) berjenis kelamin pria

Penyajian Hasil Pengujian Data 1 Statistik Deskriptif 1 Statistik Deskriptif

  • Hasil Uji Validitas
  • Hasil Uji Reliabilitas
  • Hasil Uji Reliabilitas
  • Hasil Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas
    • Uji Multikolinearitas
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Pengujian Hipotesis
    • Pengujian Hipotesis Secara Parsial
    • Uji Kelayakan Model (Uji F)
    • Uji Koefisien Determinasi

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi telah menemukan adanya korelasi antar variabel independen (variabel independen) (Ghozali, 2016:154). Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa semua variabel bebas memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

0,332 artinya jika beban kerja dan variabel independen lainnya konstan atau sama dengan nol, maka nilai variabel pencapaian target diprediksi meningkat sebesar 0,332. 0,330 artinya jika variabel lingkungan kerja dan variabel independen lainnya konstan atau sama dengan nol, maka nilai variabel pencapaian target diprediksikan meningkat sebesar 0,330. Hipotesis nol (H0) yang digunakan dalam pengujian ini adalah tidak adanya pengaruh antara variabel independen sekaligus terhadap variabel dependen.

Sedangkan hipotesis alternatif yang digunakan (Ha) adalah terdapat pengaruh antara variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Artinya variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 37,10%, sedangkan sisanya sebesar 62,90% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi dalam penelitian ini.

Tabel  diatas  adalah  hasil  rekapitulasi  tanggapan  responden  mengenai  variabel  lingkungan kerja, dari 100 responden yang sudah  mengisi kuesioner menunjukkan nilai rata – rata  sebesar 3,96 yang artinya bahwa sebagian besar  atau  mayoritas  respond
Tabel diatas adalah hasil rekapitulasi tanggapan responden mengenai variabel lingkungan kerja, dari 100 responden yang sudah mengisi kuesioner menunjukkan nilai rata – rata sebesar 3,96 yang artinya bahwa sebagian besar atau mayoritas respond

Analisis Hasil Penelitian

  • Lingkungan Kerja Berpengaruh Positif Signifikan Terhadap
  • Produktivitas Kerja Berpengaruh Positif Signifikan Terhadap

Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pencapaian tujuan kinerja saat bekerja dari rumah. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja seorang auditor dapat mempengaruhi pencapaian kinerjanya karena lingkungan yang baik akan membantu auditor menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang telah ditentukan selama kebijakan work from home diberlakukan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya Darmayanti (2019) dan Santi (2010) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor, artinya semakin baik lingkungan kerja auditor maka kinerja auditor akan semakin baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, lingkungan kerja dan produktivitas kerja dengan penerapan kebijakan work from home terhadap pencapaian tujuan kinerja. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap pencapaian tujuan kinerja selama kebijakan work from home di Indonesia. Pencapaian objektif kinerja auditor dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek lingkungan kerja di tengah pandemi Covid-19, dengan adanya kebijakan work from home, auditor harus bekerja di rumah dan hanya dapat berkomunikasi dengan klien atau tim secara online.

Produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pencapaian tujuan kinerja selama kebijakan bekerja dari rumah di Indonesia. Konsekuensi dari hal tersebut tentunya adalah meningkatnya tekanan terhadap auditor dalam bekerja, sehingga produktivitas kerjanya dapat menurun dan akan mempengaruhi pencapaian tujuan kinerja auditor.

Keterbatasan Penelitian

Hal ini tentunya akan menghambat kinerja auditor, sebelum adanya pandemi Covid-19 semua kebutuhan auditor untuk mendukung pekerjaannya diperoleh dengan sangat cepat, baik itu dokumen atau data dari klien, percakapan tatap muka dengan tim, yang semakin memudahkan auditor dalam menjalankan tugas, termasuk melakukan pemeriksaan lapangan. Karena penelitian dilakukan pada saat pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka peneliti tidak dapat langsung mendatangi lokasi penelitian yaitu kantor akuntan publik di kota Jakarta Selatan. Hal tersebut menghalangi peneliti untuk mengumpulkan informasi dari auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik di Jakarta Selatan, dan semua kegiatan pengumpulan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini dilakukan secara online atau daring.

Saran

Pengaruh Pengembangan Karir dan Kompetensi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Wilayah Kerja Sumatera Selatan. 2018) Pengaruh Stres Kerja, Faktor Lingkungan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Auditor Independen (Survei Auditor Independen Kantor Akuntan Publik di Surabaya). Determinan Minat Mahasiswa Akuntansi Berkarir Sebagai Akuntan Publik (Studi Pada Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Di Kota Malang).

Pengaruh bekerja dari rumah (beban kerja) dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja PNS Kota Bekasi di masa pandemi. 2018) Pengaruh konflik pekerjaan, beban kerja dan komitmen afektif terhadap kinerja auditor yang dimediasi oleh kepuasan kerja (studi kasus pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang). Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Akuntan (Studi Empiris Kantor Akuntan Publik di Semarang). Saya membutuhkan responden dengan kriteria pegawai (auditor) yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Kota Jakarta Selatan.

Semua data dalam penelitian ini bersifat rahasia dan hanya akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan penelitian. Terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan waktu untuk menjawab setiap pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian ini.

DIMENSI BEBAN KERJA

DIMENSI LINGKUNGAN KERJA

DIMENSI PRODUKTIVITAS KERJA

DIMENSI PENCAPAIAN TARGET KINERJA

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Teoritis
Tabel 3.1  Skala Pengukuran  Sumber: Data Primer yang sudah diolah  Tabel 3.2
Tabel 4.2 menggambarkan jenis kelamin  responden. 68 responden (68%) berjenis kelamin  wanita dan 32 orang (32%) berjenis kelamin pria
Tabel  4.4  menunjukkan  bahwa  terdapat  35  auditor  yang  memiliki  posisi  sebagai  junior  auditor  atau  sebesar  35%  dari  total  responden  penelitian,  47  auditor  yang  memiliki  posisi  sebagai  senior  Auditor  atau  sebesar  47%  dari  total
+6

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengertian produktivitas kerja menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa produktivitas kerja karyawan adalah output (hasil kerja) dengan input (sumber