PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Kinerja Karyawan
- Beban Kerja
- Tinjauan Empiris
- Kerangka Pikir
- Hipotesis
Beban kerja merupakan tugas yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, sedangkan menurut (Safitri & Astutik, 2019) beban kerja merupakan selisih antara kapasitas atau kemampuan kerja dengan tuntutan pekerjaan yang perlu diperhatikan. 12/2008 menyatakan bahwa beban kerja adalah besarnya pekerjaan yang harus ditanggung oleh suatu fungsi/satuan organisasi dan merupakan hasil kali volume pekerjaan dan standar waktu. Beban kerja yang dibebankan kepada pegawai dibedakan menjadi tiga kondisi, yaitu beban kerja yang memenuhi standar, beban kerja yang terlalu tinggi (overcapacity), dan beban kerja yang terlalu rendah (undercapacity).
Jadi dapat disimpulkan bahwa beban kerja adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk menyelesaikan tugas suatu pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Kesan yang dimiliki seseorang terhadap pekerjaannya, misalnya perasaan yang timbul terhadap beban pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Kepuasan kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan dan stres kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan bagian penjualan konsumen PT Bank Negara Indonesia.
Beban kerja yang diberikan BRI Syariah KCP Metro mempengaruhi kinerja pegawai karena masuk dalam penilaian. Pengaruh tekanan kerja terhadap stres kerja dan dampaknya terhadap kinerja karyawan PT Apie Indo Karunia.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu
- Definisi Operasi Variabel
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Untuk menguji hubungan masing-masing variabel antara variabel independen, dependen dan moderasi digunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan analisis regresi sederhana. b = Koefisien regresi X = Beban kerja e = Standard error b. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial untuk menunjukkan pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas, variabel beban kerja (X) mempunyai nilai toleransi 1000 > 0,10 dan nilai VIF 1000 < 10. Berdasarkan tabel 4.2 terlihat nilai signifikansi beban kerja sebesar 0,604 karena nilai signifikan > 0,05 sehingga dapat disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pada persamaan (Y Dan nilai koefisiennya sebesar 0,667 yang berarti setiap terjadi kenaikan beban kerja sebesar 1% maka kinerja pegawai akan meningkat dengan variabel pengganda yaitu 0,667 dengan ketentuan bahwa variabel independen lainnya dianggap konstan. Variabel beban kerja mempunyai nilai koefisien sebesar 0,667 yang berarti beban kerja mempunyai hubungan positif dengan kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil analisis dan pengujian yang dilakukan diperoleh nilai koefisien regresi variabel beban kerja bernilai positif sebesar 0,667 dan mempunyai t hitung beban kerja. sebesar 5,846 > 2,039 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif signifikan variabel beban kerja terhadap kinerja pegawai. Selain itu tekanan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, karena pada Y Setiap karyawan pasti mempunyai beban kerja masing-masing yang ditentukan oleh perusahaan atau manajer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan insentif memperkuat pengaruh tekanan kerja terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linier sederhana dan mengacu pada pembahasan pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi III dapat disimpulkan bahwa variabel beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai. pertunjukan. pertunjukan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap kinerja pegawai.
Hal ini diusulkan untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif dan akurat mengenai pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Besar Penyelenggaraan Penyedia Perumahan Sulawesi III. Pengaruh kepuasan kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan dan stres kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan divisi penjualan konsumen. Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus Pada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi III”).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
Seiring berkembangnya manusia pada era pertanian, manusia memerlukan rumah sebagai tempat istirahat di sela-sela pekerjaan di sawah, selain itu juga sebagai tempat berlindung dari hujan, angin, panas atau dingin, serta sebagai tempat berlindung dari binatang buas. Ketika masyarakat mulai menetap, masyarakat menjadikan rumah sebagai tempat mengembangkan kehidupan, berkeluarga, membesarkan anak, tempat berkembang dan aktualisasi nilai-nilai kehidupan. Beralih ke konsep hidup nusantara yang sudah dikenal sejak lama, bahkan pada era sebelum kedatangan Belanda.
Secara kelembagaan, urusan perumahan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya Direktorat Jenderal Perumahan. Oleh karena itu, sebagai pemangku kepentingan dalam kegiatan perumahan di Indonesia, kita harus mengedukasi masyarakat tentang sejarah perumahan di Indonesia dari berbagai era. Sejak tahun 1924, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Peraturan Perumahan Pegawai Negara atau Burgelijk Woning Regeling atau dikenal dengan BWR.
Peraturan ini mendorong penyediaan perumahan bagi pegawai negeri sipil oleh pemerintah Hindia Belanda, dan pada tahun 1925-1930 pemerintah Hindia Belanda mulai lebih serius dalam merencanakan kota menjadi lebih modern, mengacu pada model kota-kota Eropa. untuk memberikan layanan yang layak. perumahan bagi orang Belanda dan Eropa. semakin banyak orang yang datang ke Hindia Belanda. 1934-2016 pemerintah banyak mengambil kebijakan dan peraturan terkait undang-undang perumahan. Hingga tahun 2019 telah ditunjuk Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) diresmikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di gedung Kementerian PUPR. Mewujudkan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang andal untuk mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.
Karakteristik Responden
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Berdasarkan interval tingkat pendidikan yang telah ditentukan, maka dari 33 responden, 7 responden berada pada interval tingkat pendidikan SMA, 17 responden berada pada interval tingkat pendidikan S1, dan 9 responden berada pada interval tingkat pendidikan magister. selang.
Hasil Uji Kualitas Data
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan mempunyai total korelasi terkoreksi r-hitung > r-tabel dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan n = 33. Artinya seluruh item dalam penelitian ini dinyatakan valid karena lebih besar maka nilai r tabelnya adalah 0,344 sehingga seluruh item pernyataan kuesioner ini dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya. 2. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau reliabel apabila jawaban seseorang terhadap pernyataan tersebut konsisten atau stabil sepanjang periode. waktu.
Uji reliabilitas data dilakukan dengan menggunakan metode Cronbach Alpha, yaitu suatu instrumen dikatakan reliabel apabila mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,60 atau lebih. Dari tabel 4.9 terlihat bahwa seluruh variabel dinyatakan reliabel karena telah melewati batas koefisien reliabilitas yaitu nilai Cronbach’s alpha seluruh variabel > 0,60 sehingga untuk selanjutnya setiap item pada setiap konsep variabel layak digunakan sebagai alat ukur.
Hasil Uji Asumsi Klasik
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa nilai Kolmogorov-Smimov pada penelitian ini adalah sebesar 0,828 dan signifikansi pada 0,500 merupakan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Tujuan dari uji multikolinearitas ini adalah untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam model regresi. Jika suatu model regresi memiliki nilai toleransi < 0,10 atau nilai VIF > 10, maka telah terjadi multikolinearitas.
Sebaliknya jika suatu model regresi mempunyai nilai toleransi > 0,10 dengan nilai VIF < 10 maka terjadi multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketimpangan pada model regresi dari residu atau observasi ke observasi lainnya. Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas pada penelitian ini maka dilakukan uji Glejser pada model regresi dimana tidak terjadi heteroskedastisitas dan harus memenuhi syarat sebagai berikut.
Uji autokorelasi merupakan pengujian asumsi dalam regresi dimana variabel terikat tidak berkorelasi dengan dirinya sendiri.
Hasil Uji Hipotesis
Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dan juga untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas. Analisis terdahulu menunjukkan bahwa penelitian ini dinilai baik karena memenuhi syarat uji penerimaan klasik. Uji parsial digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh suatu variabel independen secara individual dalam menjelaskan variabel dependen.
Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh suatu variabel independen secara individual terhadap variabel dependen, dengan kriteria berdasarkan nilai signifikansi variabel dependen dan sebaliknya. Jika nilai signifikan > 0,05 maka variabel independen tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Artinya setiap kenaikan variabel independen sebesar satu satuan maka akan meningkatkan variabel dependen sebesar 0,667 satuan.
Pembahasan
Menurut Vanchapo (2020), “beban kerja adalah suatu aktivitas atau aktivitas yang harus diselesaikan oleh seorang karyawan dalam waktu yang ditentukan.” Hal ini juga sejalan dengan penelitian Annisa Putri Ana Phalis, 2020. Pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Pantoloan dengan insentif sebagai variabel moderasi. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis sangat berharap bagi peneliti selanjutnya untuk lebih menyempurnakan hasil penelitian sebelumnya. Saran yang dapat diberikan melalui tahap analisis penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.
Pegawai diharapkan dapat lebih mengoptimalkan kinerjanya karena hanya akan menambah beban kerja. Oleh karena itu, saya informasikan kepada Anda dan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Kondisi karyawan dan produktivitas di perusahaan manufaktur dalam konteks Afrika sub-Sahara: Kasus Somalia. Penelitian Pendidikan Penelitian Pendidikan Internasional Penelitian Pendidikan Internasional Penelitian Pendidikan Internasional Penelitian Pendidikan Internasional ISSN-L. Oleh karena itu saya mohon bantuan anda untuk menjawab pernyataan berikut ini sesuai dengan keadaan anda saat ini. Kuesioner ini digunakan untuk tujuan penelitian saja dan tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan. Saya melakukan pekerjaan saya dengan mengutamakan hasil kerja yang berkualitas dan sesuai dengan peraturan yang ada.