• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh biaya modal dan struktur modal untuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh biaya modal dan struktur modal untuk"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH BIAYA MODAL DAN STRUKTUR MODAL UNTUK MENINGKATKAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TAHUN 2016-2019

PADA PT. MUTIARA TEKNIK SINERGI DI MAKASSAR

Syamsuddin1, Helmy Syamsuri2, Muh. Ihsan HM. Baso3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]..

ABSTRACT

This study aims to determine and analyze the effect of capital costs and capital structure on increasing company profitability in 2016-2019 at PT. Mutiara Synergy Engineering Makassar. To apply these objectives, data collection techniques through observation and interviews are used. Meanwhile, the data analysis used capital cost analysis, capital structure analysis and profitability analysis. The results of the study found that the weighted average cost of capital at PT. Mutiara Teknik Sinergi in Makassar for the 2016-2019 period has not been able to increase profitability. This can be seen from the increasing growth of WACC during 2019, but in fact the profitability (ROA) decreased in 2019. The capital structure and profitability of the company during 2016-2019 shows that the capital structure (DER) has increased in 2019. Where with an increase in structure capital (DER) had an impact with a decrease in profitability (ROA) during 2019.

Keywords: cost of capital, capital structure and profitability.

PENDAHULUAN

Saat ini kondisi persaingan semakin tajam dalam dunia usaha, sehingga menuntut para pelaku ekonomi untuk membuat dan melaksanakan strategi agar dapat memper- tahankan kelangsungan hidup mereka, baik secara individual maupun dalam koorporasi.

Banyaknya perusahaan dalam industri, ditambah kondisi perekonomian yang semakin sulit, menciptakan suatu persaingan yang ketat antar perusahaan.

Untuk mengantisipasi persaingan antar perusahaan maka salah satu fungsi penting dalam kegiatan perusahaan adalah mengelola fungsi keuangan, yakni seberapa besar perusahaan mampu memenuhi kebutuhan dana yang digunakan untuk beroperasi dan mengembangkan usahanya. Untuk pemenuhan kebutuhan dana ini perusahaan dapat memperoleh dari dalam perusahaan (modal sendiri) atau dari luar perusahaan (modal asing). Didalam memenuhi modal yang dibutuhkan tersebut perusahaan dapat menerbitkan dan menjual surat berharga berupa obligasi (modal pinjaman) dan saham (modal sendiri). Surat berharga tersebut dijual

kepada para investor yang menginginkannya.

Apabila perusahaan menjual surat berharga kepada investor, maka perusahaan berkewajiban memberikan hasil (return) yang diharapkan atau dikehendaki oleh investor tersebut. Hasil yang diharapkan oleh investor tersebut, bagi perusahaan merupakan biaya modal. Purnamawati (2018) mengemukakan bahwa biaya modal adalah merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang digunakan untuk investasi agar perusahaan bisa meningkatkan keuntungan atau profitabilitas. Profitabilitas adalah merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan per periode.

Ada tiga alasan pentingnya melakukan perhitungan biaya modal. Pertama, untuk memaksimalkan nilai perusahaan, biaya-biaya harus diminimalkan, termasuk biaya modal.

Kedua, estimasi biaya modal diperlukan dalam pengambilan keputusan untuk menganggarkan modal. Ketiga, keputusan seperti leasing dan modal kerja juga membutuhkan estimasi biaya modal. Biaya modal erat hubungannya dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan (required

(2)

rate of return). Biaya modal biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu dengan membandingkan rate of return dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya.

Konsep biaya modal penting dalam pembelanjaan perusahaan, karena dapat dipakai untuk menentukan besarnya biaya yang secara rill harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh modal dari berbagai sumber. Konsep perhitungan biaya modal dapat dilakukan dengan mengunakan konsep rata-rata tertimbang (WACC atau weighted average cost of capital) dari keseluruhan modal yang digunakan di dalam perusahaan (Riyanto, 2014). Selain biaya modal maka struktur modal perlu pula diperhatikan untuk meningkatkan profitabilitas, masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap perusahaan, karena baik buruknya struktur modal perusahaan akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi finansialnya. Hal ini sangat mempengaruhi dimana modal sangat dibutuhkan dalam membangun dan menjamin kelangsungan perusahaan, di samping sumber daya, mesin dan material sebagai faktor pendukung. Suatu perusahaan pasti membutuhkan modal untuk melakukan ekspansi. Dengan adanya struktur modal yang optimal maka perusahaan yang mempunyai struktur modal optimal akan menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal pula sehingga bukan hanya perusahaan yang memperoleh keuntungan (profitabilitas), tetapi para pemegang saham pun ikut memperoleh keuntungan tersebut.

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar, dimana dalam menjalankan aktivitas usahanya sebagai usaha kontraktor maka perusahaan perlu memperhatikan tingkat profitabilitas atau keuntungan yang dicapai oleh perusahaan, karena permasalahan yang terjadi selama ini bahwa profitabilitas perusahaan dari tahun 2016 - 2019 mengalami fluktuasi, keadaan ini menggambarkan bahwa profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan belum optimal. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan maka perlunya perusahaan memperhatikan biaya modal dan struktur modal karena kedua faktor ini sangat

berpengaruh terhadap penggunaan finansial perusahaan.

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, maka dapat dikemukakan rumusan masalah yaitu apakah biaya modal dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pada PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar, Apakah struktur modal dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pada PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar.

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh biaya modal terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pada PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar, serta untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur modal terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pada PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar.

TINJAUAN LITERATUR

Untuk mengetahui profitabilitas perusahaan maka perlu dilihat dari laporan keuangan perusahaan, dimana laporan keuangan merupakan ikhtisar yang menggambarkan keadaan harta, kewajiban dan modal suatu perusahaan pada waktu tertentu serta memberi informasi tentang hasil usaha perusahaan selama periode tertentu (suatu periode akuntansi). Laporan keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan. Hery (2016) mendefinisikan bahwa laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Munawir (2015) mengatakan bahwa pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan perubahan ekuitas. Neraca menunjukkan/ menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Berdasarkan pengertian dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan untuk perusahaan terdiri dari laporan-laporan yang melaporkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu, yang dilaporkan dalam neraca dan perhitungan laba-rugi serta

(3)

laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana neraca menunjukkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan. Laporan laba-rugi menunjukkan hasil operasi perusahaan selama periode tertentu.

Laporan keuangan neraca sisi kredit, dapat dilihat susunan atau struktur modal yang ada pada suatu perusahaan. Bagian dari struktur modal ini disebut komponen modal.

Jadi pos-pos yang berada pada sisi kanan neraca yang terdiri berbagai jenis hutang, saham preferen dan ekuitas saham biasa disebut komponen modal. Komponen modal adalah salah satu jenis modal yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan dana.

Sutrisno (2017) mengemukakan bahwa modal adalah salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan. Peranan modal bagi perusahaan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dana dalam menjalankan aktivitasnya. Masa perputaran modal yakni sejak kas ditanamkan pada elemen-elemen modal hingga menjadi kas lagi, adalah kurang dari satu tahun atau berjangka pendek.

Tampubolon (2013) memengemukakan bahwa modal secara kolektif mencakup aktiva dan pasiva lancar dalam jangka pendek. Yang modal kerja netto menggambarkan perbedaan antara aktiva lancar dan passiva lancar dari suatu korporasi. Dengan demikian dalam manajemen modal kerja sangat berkaitan dengan manajemen investasi dalam aktiva lancar, serta kebijakan dalam passiva lancar.

Hasil yang diharapkan oleh investor tersebut, bagi perusahaan merupakan biaya yang disebut biaya modal seperti biaya bunga, biaya penurunan nilai surat berharga dan biaya lain yang berkaitan dengan perolehan modal tersebut. Biaya modal pinjaman tidak hanya bunga yang harus dibayar, tetapi juga biaya notaris, biaya provisi dan meterai.

Menurut Hanafi (2016), Biaya modal bisa di definisikan sebagai tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh suatu investasi agar nilai perusahaan tidak turun. Menurut Purnamawati (2018) biaya modal adalah merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang digunakan untuk investasi perusahaan. Menurut Musthafa (2017), Biaya modal adalah biaya yang harus dikeluarkan atau dibayarkan untuk mendapatkan modal, baik yang berasal dari utang, saham perferen, saham biasa maupun laba ditahan untuk biaya investasi perusahaan.

Dari beberapa pengertian biaya modal dapat simpulkan bahwa biaya modal adalah merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar agar perusahaan bisa meningkatkan keuntungan investasi agar nilai perusahaan atau keuntunggan tetap bertahan. Menurut Harjito dan Martono (2015) biaya modal biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya yang dimaksud biaya modal di sini adalah biaya modal yang menyeluruh (overall of capital).

Struktur modal bertujuan memberikan landasan berpikir untuk mengetahui struktur modal yang optimal. Suatu struktur modal dikatakan optimal apabila dengan tingkat risiko tertentu dapat memberikan nilai perusahaan yang maksimal. Tujuan utama perusahaan meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan pemilik atau pemegang saham. Sumber pendanaan di dalam perusahaan dibagi menjadi dua kategori, yaitu sumber pendanaan internal dan sumber pendanaan eksternal. Sumber pendanaan internal dapat diperoleh dari laba ditahan dan depresiasi aktiva tetap sedangkan sumber pendanaan eksternal dapat diperoleh dari para kreditur yang disebut dengan hutang.

Menurut Riyanto (2014) Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Sedangkan menurut Sartono (2015), Struktur modal merupakan perimbangan jumlah hutang jangka pendek yang bersifat permanen, hutang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Fahmi (2016) menyatakan bahwa struktur modal adalah sebagai berikut : “Struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang (long-term liabilities) dan modal sendiri (shareholders’ equity) yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan”.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur modal adalah bagian dari struktur keuangan yang merupakan perbandingan antara utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa yang diguna-kan oleh perusahaan. Sedangkan menurut Riyanto (2014) ada beberapa faktor

(4)

yang mempengaruhi struktur modal, yaitu tingkat bunga, stabilisasi dari earnings, susunan dari aset, kadar risiko dari aset, besarnya jumlah modal yang dibutuhkan, keadaan pasar modal, sifat manajemen, dan besarnya suatu perusahaan

Menurut Halim (2015) terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal, yaitu: Resiko bisnis adalah keadaan yang berdampak negatif pada operasi atau profitabilitas suatu perusahaan.

Posisi perpajakan perusahaan. salah satu alasan menggunakan utang yang tinggi adalah bunganya yang dapat menjadi pengurang pajak. Fleksibilitas keuangan atau kemampuan manajemen dalam memperoleh utang dengan persyaratan yang wajar. Konservatisme keagresifan menajemen. Sebagian manajer lebih agresif dari yang lainnya, sehingga beberapa perusahan cenderung menggunakan utang sebagai usaha untuk mendorong profit.

Struktur asset. Perusahaan yang assetnya cocok sebagai jaminan atas utang cendering lebih banyak menggunakan utang. Stabilitas penjualan. Perusahaan yang penjualannya relatif stabil dapat dengan mudah mengambil lebih banyak utang. Tingkat pertumbuhan.

Perusahaan yang tumbuh dengan cepat harus lebih banyak mengandalkan diri pada modal eksternal.

Pada perusahaan yang bersifat profit oriented tentunya akan berusaha menggunakan setiap asset yang dimilikinya untuk menghasil- kan laba. Pengukuran terhadap profitabilitas akan memungkinkan bagi perusahaan, dalam hal ini manajemen untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya dengan volume penjualan, jumlah aktiva dan investasi tertentu dari pemilik perusahaan. Profitabilitas dinilai sangat penting karena untuk kelangsungan hidup perusahaan, haruslah dalam keadaan yang menguntungkan.

Harahap (2015), mendefinisikan bahwa

profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua

kemampuan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karya- wan, jumlah cabang, dan sebagainya.

Sedangkan, definisi profitabilitas menurut Brigham dan Houston (2014) adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan. Profitabilitas dapat ditetapkan dengan menghitung berbagai tolak ukur yang relevan. Salah satu tolak ukur tersebut adalah dengan rasio keuangan sebagai salah satu

analisa dalam menganalisa kondisi keuangan, hasil operasi dan tingkat profitabilitas suatu perusahaan”.

Rasio profitabilitas dikenal juga sebagai rasio rentabilitas. Rasio profitabilitas atau rasio rentabilitas dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat efektivitas kinerja manajemen. Kinerja yang baik akan ditunjukkan lewat keberhasilan manajemen dalam menghasilkan laba yang maksimal bagi perusahaan (Hery, 2016).

Perhitungan rasio profitabilitas memberikan banyak manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan di perusahaan.

Berikut ini beberapa tujuan dan manfaat menggunakan rasio profitabilitas menurut Kasmir (2016), diantaranya adalah : untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu; untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang;

Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu;4.untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri; untuk mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri; untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri.

Selain itu, tujuan dan manfaat rasio profitabilitas secara keseluruhan menurut Hery (2016) yaitu: untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang, untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu serta untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total asset, untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total ekuitas, untuk mengukur marjin laba kotor atas penjualan bersih, untuk mengukur marjin laba operasional atas penjualan bersih, serta untuk mengukur marjin laba bersih atas penjualan bersih.

Hasil penelitian sebelumnya yang menjadi acuan dalam penulisan skripsi ini adalah Marusya (2016) berjudul Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Tobacco Manufacturers Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2015. Hasil pengujian hipotesis

(5)

pertama diperoleh nilai DAR sebesar 2,021.

Hasil pengujian hipotesis kedua diperoleh nilai DER sebesar 2.101. Masing-masing variable menyatakan bahwa DAR dan DER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA.

Purwitasari, et all (2013) Analisis pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel LTD tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan variabel STD dan TDA memiliki hubungan negative terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2011.

Violita, et all (2017) Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Perusahaan Food and Baverages Yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2016), hasil penelitian menyimpulkan struktur modal yang diukur oleh Debt Ratio (DR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE).

Kake (2017) Analisis Pengaruh Struktur Modal dan Biaya Modal Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Food and Beverages yang Go Public di BEI. Hasil penelitian bahwa DER mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ROA. WACC berpengaruh signifikan terhadap ROA

Berdasarkan penelitian terdahulu, maka peneliti merumuskan hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari penelitian yaitu :

H1: Biaya modal yang digunakan oleh perusahaan belum dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pada PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar.

H2: Struktur modal yang digunakan oleh perusahaan belum dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pada PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar.

PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar adalah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor, sebagai perusahaan kontraktor maka perlunya diperhatikan mengenai profitabilitas atau kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba. Untuk menghasilkan keuntungan atau laba yang diharapkan maka perlunya diperhatikan mengenai masalah biaya modal dan struktur modal. Biaya modal menurut

Harjito dan Martono (2015) biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menetukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya yang dimaksud biaya modal di sini adalah biaya modal yang menyeluruh (overall of capital). Sedangkan struktur modal menurut Ernisulindawati (2017) adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah utang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan pernyataan kepemilikan perusahaan. Kedua faktor ini yakni biaya modal dan struktur modal sangat berpengaruh terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan.Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian dan kerangka teori yang telah dikemukakan maka model penelitian ini dapat dilihat melalui gambar dibawah ini :

Model Penelitian

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Menurut Sugiyono (2016), metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang teliti melalui data atau

PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar Bergerak dibidang

Kontraktor

Biaya Modal Struktur Modal

Profitabilitas

Rekomendasi

(6)

sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali tentang analisis biaya modal dan struktur modal untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan Tahun 2016-2019 pda PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar.

Lokasi penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT. Mutiara Teknik Sinergi Makassar yang berlokasi di Jalan Pa’baeng- Baeng, Kecamatan. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90223. Penelitian ini dilakukan kurang lebih tiga bulan Jenis dan sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari : Data kualitatif yaitu data yang diperoleh berupa keterangan baik secara lisan maupun secara tertulis mengenai gambaran umum perusahaan, struktur organisasi serta uraian tugas masing-masing bagian dalam perusahaan, serta data kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka dan dapat dihitung misalnya neraca dan laporan laba rugi, biaya modal, data laba (profit perusahaan selama tahun 2016-2019) serta data lainnya yang menunjang penelitian ini.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Observasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengunjungi secara langsung objek penelitian untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Wawancara yaitu penelitian yang dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak yang berkepentingan dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, sehingga dapat mendukung penelitian ini.

Untuk mendapatkan data maka digunakan teknik pengumpulan data melalui observasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengunjungi secara langsung objek penelitian untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, serta wawancara yaitu penelitian yang dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak yang berkepentingan dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, sehingga dapat mendukung penelitian ini.

Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah : Analisis biaya modal, adapun rumus biaya modal perusahaan Weight Average Cost of Capital (WACC) (Sudana,

2013) sebagai berikut :

BSWACC (Ko) = Kd (---) + Ke (--- )B + S B + S

Dimana :

WACC (Ko) = Biaya modal rata-rata tertimbang (Ko) Ke = Biaya modal dari hutang S = Modal pinjaman

B = Modal sendiri Kd = Biaya modal sendiri

Analisis struktur modal dihitung dengan menggunakan debt to equity ratio (DER) dengan rumus sebagai berikut (Fahmi, 2016)

Total Hutang DER =

Total Equity

Analisis profitabilitas Alat ukur profitabilitas dari penelitian ini adalah return on asset (ROA), Hanafi dan Halim (2015) dengan menggunakan rumus dibawah ini.

EAT (ROA)

Total Aset

HASIL DAN PEMBAHASAN

Biaya modal (cost of capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana, baik yang berasal dari hutang atau modal guna mendanai suatu investasi. Sehingga dalam perusahaan PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar maka akan dilakukan analisis biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital atau WACC). Biaya modal rata-rata tertimbang adalah rata-rata tertimbang dari seluruh komponen modal. Adapun data biaya modal sendiri (Ke) dan biaya modal pinjaman (Kd) selama tahun 2016-2019 disajikan pada data berikut ini :

Tabel 1. Biaya Modal Sendiri (Ke) dan Biaya Modal Pinjaman (Kd) Tahun 2016-

2019

Tahu n

Dividen Modal sendiri

(Rp) Ke (%)

Beban Bunga

Modal Pinjaman

(Rp) Kd (%) 2016 75.000.00

0

700.000.0 00

10,7 1

41.197.1 10

391.235.6 50

10,5 3 2017 100.000.0

00

700.000.0 00

14,2 9

43.856.1 50

416.092.5 00

10,5 4 2018 125.000.0

00

825.000.0 00

15,1 5

47.600.9 80

416.092.5 00

11,4 4 2019 125.000.0

00

825.000.0 00

15,1 5

75.911.6 20

596.789.5 00

12,7 2

Sumber : Data Diolah (2020)

Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan menunjukkan bahwa biaya modal sendiri dan biaya modal pinjaman selama

(7)

tahun 2016-2019 setiap tahun mengalami peningkatan dari tahun ketahun, hal ini disebabkan karena penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman dari tahun ke tahun meningkat dalam pencapaian usaha khususnya pada perusahaan PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar yaitu tahun 2016- 2019.

Setelah dilakukan biaya modal sendiri dan biaya modal pinjaman tahun 2016-2019 maka akan dilakukan perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital) khususnya pada PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar, seperti terlihat pada data berikut ini :

Tabel 2. Hasil Perhitungan Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC) Tahun

2016-2019

Tahun Biaya Modal Rata- rata Tertimbang

(%)

Pertumbuhan (%)

2016 10,65 % -

2017 12,89 % 2,24

2018 13,91 % 1,02

2019 14,13 % 0,22

Sumber : Data Diolah (2020)

Berdasarkan hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang khususnya pada perusahaan PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar untuk tahun 2016-2019 terlihat bahwa untuk setiap tahun mengalami penurunan, adanya penurunan dari tahun ketahun karena penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman meningkat selama tahun 2016 s/d 2019.

Struktur modal adalah perimbangan atau

perbandingan antara modal pinjaman dengan modal sendiri dalam pengelolaan usaha.

Sehingga dalam menganalisis struktur modal maka digunakan analisis debt equity ratio (DER) yaitu suatu rasio keuangan dengan membandingkan jumlah utang dengan ekuitas, melalui data berikut ini :

Tabel 3. Hasil Perhitungan Debt Equity Ratio Tahun 2016-2019

Tahun Total Ekuitas DER

Hutang (%)

2016 742.027.385 1.033.544.015 71,79 2017 832.419.765 1.243.834.435 66,92 2018 914.062.895 1.416.100.355 64,55 2019 1.035.001.240 1.454.019.060 71,18

Sumber : Data Diolah (2020)

Dari hasil analisis yang dilakukan maka diperoleh nilai DER untuk tahun 2016 sebesar

71,79%, tahun 2017 nilai DER menurun sebesar 66,92%, tahun 2018 nilai DER menurun sebesar 64,55%, serta tahun 2019 nilai DER mengalami peningkatan sebesar 71,18%. Adanya peningkatan rasio DER karena adanya peningkatan total utang khususnya pada PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar.

Analisis profitabilitas adalah suatu rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profitabilitas dalam suatu ukuran dalam persentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Sehingga dalam menganalisis profitabilitas dengan rasio ROA. Analisis return on asset (ROA) yaitu suatu analisis yang menunjukkan persentase keuntungan (net margin) yang diperoleh perusahaan sehubungan dengan keseluruhan sumber daya atau rata-rata jumlah aset, dengan

membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan total asset.

Tabel 4. Hasil Perhitungan Profitabilitas (ROA) Tahun 2016-2019

Tahun EAT Total Aset

ROA (%) 2016 262.461.665 1.775.571.400 14,78 2017 310.290.420 2.076.254.200 14,94 2018 172.265.920 2.330.163.250 7,39 2019 162.918.705 2.489.020.300 6,55

Sumber : Data Diolah, (2020)

Dari hasil analisis perhitungan profitabilitas (ROA) dari tahun 2016-2019 dimana rasio profitabilitas (ROA) pada perusahaan terlihat meningkat di tahun 2016 dan 2017, namun pada tahun 2018 dan 2019 mengalami penurunan. Adanya penurunan rasio ROA pada perusahaan disebabkan karena terjadinya penurunan laba bersih (EAT).

Dimana adanya penurunan laba bersih sebab adanya penurunan pendapatan usaha pada PT.

Mutiara Teknik Sinergi di Makassar yaitu pada tahun 2016-2019.

Dari hasil analisis biaya modal, struktur modal dan profitabilitas perusahaan maka selanjutnya akan disajikan perbandingan WACC, DER dan ROA tahun 2016-2019, dimana dari hasil perhitungan tersebut bahwa hubungan WACC dengan ROA, dimana WACC untuk tahun 2017 meningkat sebesar 2,24 mengakibatkan ROA meningkat sebesar 0,16. Hal ini diakibatkan oleh adanya peningkatan utang disertai oleh kenaikan laba usaha persuahaan. Begitupun dengan WACC tahun 2018 naik sebesar 1,02 memberikan

(8)

dampak terhadap menurunnya ROA sebesar 7,55, karena adanya kenaikan penggunaan biaya operasional perusahaan seperti biaya proyek dan biaya administrasi proyek.

Selanjutnya WACC tahun 2019 sebesar 0,22 dan ROA menurun sebesar 0,84. Sedangkan DER dengan ROA, dimana hubungan DER dengan ROA yaitu untuk tahun 2017 DER turun sebesar 4,87% sehingga ROA meningkat sebesar 0,16. Namun DER untuk tahun 2018 dan 2019 menurun, namun ROA untuk 2 tahun terakhir (2018-2019) juga mengalami penurunan. Adanya penurunan ROA selama 2 tahun terakhir sebab pendapatan operasional menurun dalam kurun waktu 2018-2019.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan yakni mengenai analisis biaya modal dan struktur modal untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan, maka dapat diberikan pembahasan dari hasil analisis yaitu sebagai berikut :

Dari hasil perhitungan biaya modal yakni biaya modal sendiri dan modal pinjaman pada PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar, terlihat bahwa biaya modal sendiri untuk tahun 2016 sebesar 10,71%, 2017 sebesar 14,29%, tahun 2018 dan 2019 meningkat sebesar 15,15%. Sedangkan biaya modal pinjaman tahun 2016 sebesar 10,53%, tahun 2017 sebesar 10,54%, tahun 2018 sebesar 11,44%

dan tahun 2019 sebesar 12,72%. Konsep perhitungan biaya modal dapat dilakukan dengan menggunakan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Semakin tinggi WACC (biaya modal sendiri dan modal pinjaman) maka akan berpengaruh terhadap ROA, hal ini dapat dilihat bahwa tahun 2017 WACC meningkat sebesar 2,24 mengakibatkan ROA menurun sebesar 0,16. Terjadinya peningkatan ROA karena adanya peningkatan utang disertai oleh kenaikan laba usaha perusahaan.

Begitupun dengan WACC tahun 2018 naik sebesar 1,02 memberikan dampak terhadap menurunnya ROA sebesar 7,55, karena adanya kenaikan penggunaan biaya operasional perusahaan seperti biaya proyek dan biaya administrasi proyek. Selanjutnya WACC tahun 2019 sebesar 0,22 dan ROA menurun sebesar 0,84.

Menurut Hanafi (2016) bahwa biaya modal bisa didefinisikan sebagai tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh suatu investasi agar nilai perusahaan tidak turun. Hal ini sejalan dengan penelitian Purnamawati (2018) bahwa biaya modal

adalah merupakan baiya yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang digunakan untuk investasi perusahaan. Begitu pula dengan pendapat Musthafa (2017) bahwa biaya modal adalah biaya yang harus dikeluarkan atau dibayarkan untuk mendapatkan modal, baik yang berasal dari utang, saham perferen, saham biasa maupun laba ditahan untuk biaya investasi perusahaan.

Berdasarkan hasil perhitungan struktur modal pada PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar, dimana dari hasil analisis yang dilakukan terlihat bahwa struktur modal perusahaan senantiasa berfluktuasi, dimana pada tahun 2017 hubungan DER dengan ROA turun sebesar 4,87% sehingga ROA meningkat sebesar 0,16. Namun DER untuk tahun 2018 dan 2019 menurun, namun ROA untuk 2 tahun terakhir (2018-2019) juga mengalami penurunan. Semakin tinggi DER maka ROA mengalami penurunan. Terjadinya penurunan DER disebabkan karena adanya penurunan ROA selama 2 tahun terakhir sebab pendapatan operasional menurun dalam kurun waktu tahun 2018-2019.

Struktur modal menurut Riyanto (2010) adalah perimbangan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri.

Buruknya struktur modal akan mempunyai dampak langsung terhadap posisi finansial perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Porsi modal dan hutang (ekuitas) ditentukan oleh perusahaan sesuai dengan posisi keuangan dan kemampuan untuk meningkatkan modal tersebut (Boutilda, 2015). Keputusan pendanaan ini sangat penting karena akan mempengaruhi laba bersih dan juga menambah tingkat kemakmuran pemilik.

Penelitian Violita (2017), Kake (2017) menemukan bahwa struktur modal (DER) berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA).

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis maka kesimpulan dalam penelitian ini bahwa : 1) biaya modal rata-rata tertimbang pada perusahaan PT. Mutiara Teknik Sinergi di Makassar khususnya periode 2016-2019 belum dapat meningkatkan profitabilitas. Hal ini dilihat dari pertumbuhan WACC selama tahun 2019 meningkat, namun kenyataannya profitabilitas (ROA) menurun tahun 2019. 2)

(9)

Struktur modal dan profitabilitas perusahaan selama tahun 2016-2019 yang menunjukkan bahwa struktur modal (DER) mengalami kenaikan dalam tahun 2019.

Dimana dengan adanya peningkatan struktur modal (DER) memberikan dampak dengan penurunan profitabilitas (ROA) selama tahun 2019. Sehingga dari hasil kesimpulan maka disarankan : 1) agar perusahaan perlu mengurangi pengunaan dana utang guna biaya modal dapat berkurang sehingga profitabilitas perusahaan meningkat, 2) disarankan pula agar perusahaan perlu meningkatkan profitabilitas perusahaan yaitu dengan meningkatkan pendapatan usaha perusahaan dan selain itu menimalisir penggunaan biaya secara efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, R., & Herni, A. (2014). Manajemen Keuangan. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Brigham, H. (2014). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Fahmi, I. (2016). Pengantar Manajemen Keuangan. Bandung : ALFABETA.

Hanafi, M. M. (2016), Manajemen Keuangan, edisi revisi, Yogyakarta: BPFE

Harahap, S. S. (2015). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi 1-10. Jakarta:

Rajawali Pers.

Hery. 2016. Analisis Laporan Keuangan Integrated and Comprehensive Edition.

Jakarta: PT Grasindo.

Kake, F. (2017). Analisis Pengaruh Struktur Modal dan Biaya Modal Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Food and Beverages yang Go Public di BEI. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia.

Kasmir. 2016. Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada

Munawir, S. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Musthafa. (2017). Manajemen Keuangan.

Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Nugrahani, S. M. (2012). Analisis Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan dan Manajerial Ownership Terhadap Struktur Modal Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Purwitasari. (2013). Analisis pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang

Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009 - 2011) Skripsi Universitas Diponegoro Semarang

Resi, Y. V. (2017). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Perusahaan Food and Baverages Yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2016) Richky, P. (2019). Analisis Pengaruh Struktur

Modal, dan Likuiditas terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Sektor Otomotif di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis, Vol 10, N0.1 Januari 2019. P-ISSN 2089-1989E-ISSN 2614- 1523.

Riyanto, B. (2014). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:

BPFE.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & B. Bandung:

Alfabeta.

Sulindawati, N.L.G., & Erni, G.A. (2017), Manajemen Keuangan. Jakarta: Andi.

Yuniarta, I., & Purnamawati, G.A. (2017).

Manajemen Keuangan : Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis. Depok : Rajawali Pers.

Sutrisno. (2017). Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Edisi revisi kedua, Yogyakarta: Ekonisia

Tampubolon, M. P. (2013). Manajemen Keuangan (Finance Manajemen), Cetakan Pertama, Jakarta: Mitra Wacana

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk membuktikan mengenai suatu pengaruh dari profitabilitas, ukuran perusahaan dan struktur aktiva terhadap struktur modal pada perusahaan

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO AKTIVITAS, RASIO PROFITABILITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR