PENGARUH BOOK TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN JASA PERHOTELAN DAN PARIWISATA YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015 SARY (20121112020)
ABSTRACT
This study aims to find empirical evidence about influence of the book tax differences to earning growth. Independent variables used in this study is temporary differences, permanent differences and book tax differences, while the dependent variable is earning growth one period ahead.
The study uses secondary data obtained from the website IDX. Sample research in the hotel and tourism companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) period 2011-2015. Based on purposive sampling method, the sample obtained a total of 8 companies. This study used multiple linier regression for data analysis.
The result showed that permanent differences aren’t significant negative effect on the earnings growth one period ahead. Temporary differences are significant positive effect on the earnings growth one period ahead. Book tax differences aren’t significant negative effect on the earnings growth one period ahead
Keywords : Book Tax Differences, Permanent Differences, Temporary Differences, Earning Growth.
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Usaha yang baik tercermin dari tersedianya informasi yang dibutuhkan, baik informasi keuangan maupun non keuangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan para pengambil keputusan diperusahaan. Semua informasi baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan diperoleh dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan.
Menurut PSAK no. 1 Paragraf ke 7 (2015), “Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.”
Laporan keuangan umumnya terdiri atas dua macam, yaitu laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Perbedaan laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal, terjadi karena ketentuan dan konsep yang berbeda dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan undang- undang pajak.
Ghozali dan Chariri (2007) menjelaskan bahwa salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba (earning per share). Laba adalah tambahan kemampuan ekonomik (kemakmuran) yang ditandai dengan kenaikan kapital dalam suatu periode akuntansi yang berasal dari operasional produksi perusahaan, dalam arti luas dapat dikonsumsi atau ditarik oleh entitas atau pemilik kapital tanpa mengurangi kemampuan ekonomik kapital awal (Suwardjono, 2005).
Maka pertumbuhan laba dapat didefinisikan sebagai salah satu informasi prediksi yang sangat penting bagi para pengguna laporan keuangan yang menggambarkan prospek hasil usaha dan keadaan keuangan perusahaan di masa yang akan datang (Hanafi, 2007). Laba yang bertumbuh atau pertumbuhan laba
adalah perubahan persentase kenaikan laba yang diperoleh perusahaan (Hapsari, 2007). Perusahaan yang memiliki pertumbuhan laba yang baik akan membuat perusahaannya maju dan menarik para pemakai laporan keuangan.
Laba sendiri dibedakan menjadi dua yaitu laba menurut akuntansi atau yang biasa disebut dengan laba komersial dan laba menurut fiskal. Menurut IAI dalam PSAK No. 46 tahun 2015, laba akuntansi adalah laba bersih selama suatu periode sebelum dikurangi beban pajak. Sedangkan laba fiskal menurut IAI dalam PSAK No. 46 tahun 2015, adalah laba selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan yang menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan.
Perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal menimbulkan rekonsiliasi (koreksi) fiskal merupakan proses penyesuaian atas laba akuntansi yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto atau laba yang sesuai dengan ketentuan perpajakan (Agoes dan Estralita Trisnawati, 2013).
Perbedaan perlakuan pengakuan dalam perhitungan laba menurut akuntansi (book income) dengan laba / penghasilan menurut pajak (taxable income) atau sering disebut dengan istilah book-tax differences. Book tax differences juga merupakan salah satu cara unuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Alasan Book tax differences dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini karena dinilai relevan dalam menyediakan tambahan informasi berupa informasi keuangan mengenai komponen sementara dari laba dan arus kas serta menyediakan informasi mengenai kualitas variabel keuangan (Tang, 2006).
Book tax differences timbul dari perbedaan yang sifatnya sementara (temporary differences) dan sifatnya tetap (permanent differences). Menurut PSAK No. 46 perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau kewajiban dengan Dasar Pengenaan Pajaknya. Menurut Resmi (2014) perbedaan tetap (Permanent Differences) terjadi karena transaksi-transaksi pendapatan dan biaya diakui menurut akuntansi komersial dan tidak diakui menurut fiskal.
Alasan menggunakan book tax differences sebagai indikator yaitu menurut Lev dan Nissim dalam Saputra (2011) adalah (1) Mencerminkan jenis kegiatan manajemen laba, (2) Menunjukkan sejauh mana laba yang dilaporkan manajemen menyimpang dari tingkat konsistensi perusahaan, dan (3) Menangkap perbedaan antara IFRS dan peraturan pajak yang mempunyai implikasi untuk laba di masa yang akan datang, bahkan tanpa adanya manajemen laba atau manajemen pajak.
Keunggulan penelitian yang digunakan saat ini dengan penelitian sebelumnya adalah (1) Penelitian ini menggunakan tahun yang lebih update, (2) Menggunakan perusahaan sampel yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu perusahaan jasa pariwisata dan perhotelan. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH BOOK TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN JASA PERHOTELAN DAN PARIWISATA DI INDONESIA PERIODE 2011-2015 YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA)”
1.2 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganilisis Permanent Differences, Temporary Differences, dan Book Tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Jasa Perhotelan dan Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
II. LANDASAN TEORI 2.1 Teori Keagenan
Teori agensi adalah hubungan atau kontrak antara principal dan agent di mana diasumsikan bahwa tiap – tiap individu semata – mata termotivasi oleh kepentingan
agent (Anthony dan Govindarajan dalam Brolin, 2014). Kepentingan yang diinginkan oleh principal adalah memperoleh keuntungan yang besar sedangkan kepentingan yang diharapkan oleh manajemen adalah mendapatkan reputasi, bonus serta membuat perusahaan terlihat lebih baik.
Hubungan antara teori agensi dengan book tax differences dimana terjadi konflik yang timbul antara pemilik sebagai principal dalam memperoleh keuntungan yang didapat serta tidak memperoleh informasi dan mengawasi pihak agent, sedangkan manajemen sebagai agent dimana para manejemen melakukan manipulasi laba agar perusahaan terlihat lebih baik untuk menarik para investor agar menanamkan modalnya dan mendapatkan reputasi yang baik serta bonus yang besar karena hasil laba yang manipulasi. Apabila angka laba diduga oleh publik sebagai hasil rekayasa manajemen, maka angka laba tersebut dinilai mempunyai kualitas laba yang rendah dan kurang persisten (Hanlon dalam Brolin, 2014).
2.2 Laporan Keuangan
Perusahaan yang baik dan berkualitas dikarenakan tersedianya informasi yang dibutuhkan, baik informasi keuangan maupun informasi non-keuangan bagi pihak- pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan diperusahaan. Semua informasi keuangan dan informasi non-keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan. Informasi non keuangan merupakan informasi yang tidak terdapat dalam laporan keuangan seperti persentase penawaran saham, umur perusahaan, kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, kebijakan pemerintah dan reputasi perusahaan (Sharralisa, 2012). Sedangkan Informasi keuangan terdiri dari laporan keuangan, berdasarkan PSAK No. 1 (2015), laporan keuangan yang lengkap terdiri dari :
a. Laporan posisi keuangan pada akhir periode b. Laporan laba rugi komprehensif selama periode c. Laporan perubahan ekuitas selama periode d. Laporan arus kas selama periode
Menurut PSAK No. 1 Paragraf ke 7 (2015),
“Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan”. Menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) paragraf ke 9 (2015), dinyatakan bahwa pengguna laporan keuangan meliputi investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaga lainnya dan masyarakat.
2.2.1 Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal
Laporan keuangan umumnya terdiri atas dua macam, yaitu laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Menurut Suandy (2011), laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang bersifat netral dan tidak memihak. Sedangkan laporan keuangan fiskal merupakan laporan yang disusun sesuai peraturan perpajakkan dan digunakan untuk keperluan penghitungan pajak. Menurut Resmi (2014), laporan keuangan komersial ditujukan untuk menilai kinerja ekonomi dan keadaan finansial sebuah perusahaan, sedangkan laporan keuangan fiskal lebih ditujukan untuk menghitung pajak. Untuk kepentingan komersial atau bisnis, laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip yang berlaku umum yaitu Standar
Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan untuk kepentingan fiskal, laporan keuangan disusun berdasrkan peraturan perpajakan (UU PPh).
2.3 Rekonsiliasi Fiskal
Sedangkan menurut Muljono dan Baruni Wicaksono (2009) Koreksi fiskal adalah koreksi perhitungan pajak yang diakibatkan oleh adanya perbedaan pengakuan metode, masa manfaat, dan umur dalam menghitung laba secara komersial dengan secara fiskal. Jenis koreksi fiskal dibedakan menjadi dua yaitu koreksi fiskal positif dan koreksi fiskal negatif. Menurut Agoes (2013) Koreksi positif terjadi apabila laba menurut fiskal bertambah, sedangkan Koreksi negatif terjadi apabila laba menurut fiskal berkurang.
2.4 Laba
Ghozali dan Chariri (2007) menjelaskan bahwa salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba. Laba merupakan salah satu informasi akuntansi yang sangat penting bagi para pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan. Hal pertama yang dilihat para pengguna laporan keuangan yaitu adalah laba yang dihasilkan perusahaan. Laba adalah hasil dari suatu periode yang telah dicapai oleh perusahaan sebagaimana disebutkan dalam Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) nomor 1.
2.4.1 Laba Akuntansi
Menurut IAI dalam PSAK No. 46 tahun 2015, laba akuntansi adalah laba bersih selama suatu periode sebelum dikurangi beban pajak. Laba menurut akuntansi, Harahap (2001) berpendapat bahwa accounting income adalah perbedaan realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu.
2.4.2 Laba Fiskal
Penghasilan kena pajak atau laba fiskal merupakan terminologi pada perpajakan yaitu laba atau rugi selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan menjadi dasar penghitungan pajak penghasilan. Untuk menentukan besarnya pajak yang harus disetor kepada negara, wajib pajak harus terlebih dahulu menghitung besarnya laba fiskal (Persada, 2010). Menurut IAI dalam PSAK No. 46 tahun 2015, laba fiskal adalah laba selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan yang menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan.
2.5 Pertumbuhan Laba
Pertumbuhan laba adalah salah satu informasi yang memprediksi yang sangat penting bagi para pengguna laporan keuangan yang menggambarkan prospek hasil usaha dan keadaan keuangan perusahaan di masa yang akan datang (Hanafi, 2007). Pertumbuhan laba merupakan prosentase kenaikan laba yang diperoleh perusahaan (Saputro, 2011). Laba yang bertumbuh atau pertumbuhan laba adalah perubahan persentase kenaikan laba yang diperoleh perusahaan (Hapsari, 2007). Pertumbuhan laba yang baik, mengisyaratkan bahwa perusahaan tersebut memiliki keuangan yang baik, dan akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan itu sendiri dimata para investor dan pemerintah (Saputra, 2015).
2.6 Book Tax Differences
Menurut Suandy (2011) adanya perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya antara akuntansi komersial dan fiskal menimbulkan perbedaan dalam menghintung besarnya penghasilkan kena pajak. Perbedaan ini yang biasa disebut dengan Book
Tax Differences. Book Tax Differences merupakan perbedaan jumlah laba yang dihitung berdasarkan akuntansi dengan laba yang dihitung sesuai dengan peraturan perpajakan. Book Tax Differences terjadi dikarenakan terdapat perbedaan perlakuan pengakuan dalam perhitungan laba menurut akuntansi (book income) dengan laba / penghasilan menurut pajak (taxable income) (Brolin, 2014).
Book Tax Differences dinilai relevan karena menyediakan tambahan informasi mengenai komponen sementara dari laba dan arus kas serta menyediakan informasi mengenai kualitas variabel keuangan (Tang, 2006).
2.6.1 Temporary Differences
Suandy (2011) medefinisikan bahwa beda waktu/temporer (Temporary Differences) adalah perbedaan yang disebabkan adanya perbedaan waktu dan metode pengakuan penghasilan dan beban tertentu berdasarkan standar akuntansi dan peraturan perpajakan. Menurut PSAK No. 46 perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau kewajiban dengan Dasar Pengenaan Pajaknya. Perbedaan temporer terjadi karena perbedaan waktu pengakuan dan pendapatan dan biaya dalam menghitung laba.
2.6.2 Permanent Differences
Suandy (2011) mendefinisikan bahwa beda tetap (Permanent Differences) adalah perbedaan yang disebabkan oleh adanya perbedaan pengakuan pendapatan dan beban antara standar akuntansi dan peraturan perpajakan.
Menurut Resmi (2014) perbedaan tetap (Permanent Differences) terjadi karena transaksi-transaksi pendapatan dan biaya diakui menurut akuntansi komersial dan tidak diakui menurut fiskal. Misalnya, bunga deposito diakui sebagai pendapatan dalam laba akuntansi, tetapi tidak diakui sebagai pendapatan dalam laba fiskal..
III. METODOLOGI PENELTIAN 3.1 Objek Penelitian
Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria yang ditetapkan untuk memperoleh sampel sebagai berikut:
1. Perusahaan jasa perhotelan dan pariwisata di Indonesia periode 2011-2015.
2. Data perusahaan jasa perhotelan dan pariwisata terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
3. Perusahaan yang diteliti tidak mengalami delisting maupun relisting pada periode 2011-2015.
4. Perusahaan yang diteliti tidak mengalami kerugian dan selalu memperoleh laba pada periode 2011-2015.
3.2 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data didapat dari Bursa Efek Indonesia (IDX), situs resmi perusahaan perusahaan pariwisata & perhotelan dan sumber lain yang digunakan untuk penelitian. Data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan.
3.3 Operasional Variabel 3.3.1 Variabel Dependen
Pertumbuhan laba bersih/ net income (ΔNI) dalam penelitian ini merupakan penghasilan / laba sebelum pos luar biasa yang diperoleh dari laporan laba rugi perusahaan (Jackson dalam Saputro, 2011). Pertumbuhan laba dirumuskan sebagai berikut (Lestari, 2011):
Dimana:
3.3.2 Variabel Independen
1. Beda Tetap (Permanent Differences) dalam penelitian ini diperoleh dari jumlah perbedaan permanen yang terdapat pada laporan keuangan kemudian dibagi dengan total aset (Lestari, 2011)
2. Beda Sementara (Temporary Differences) dalam penelitian ini diperoleh dari jumlah perbedaan sementara yang terdapat pada laporan keuangan kemudian dibagi dengan total aset (Lestari, 2011)
3. Book Tax Differences dihitung dalam penelitian ini sebagai perbedaan antara penghasilan kena pajak dan laba bersih dengan skala total aset. Book Tax Differences diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan prosedur menurut Weber dalam Saputro (2011).
3.3.3 Variabel Kontrol 1. Return On Asset (ROA)
Return On Asset (ROA) adalah rasio untuk mengukur kemampuan manajemen dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan aset (Kasmir, 2008). Besarnya ROA diproyeksikan sebagai laba setelah pajak dibagi dengan total aktiva (Sholiha, 2014).
2. Operating Cash Flow (OCF)
Menurut PSAK No. 2, Operating Cash Flow (OCF) adalah rasio yang mengukur jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi dan aliran yang keluar digunakan untuk aktivitas operasi. Besarnya jumlah arus kas operasi dapat dilihat pada laporan arus kas yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan diskala dengan total aktiva (Saputro, 2011).
3.4 Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data
Data yang akan diteliti pada penelitian ini menggunakan metode data panel adalah gabungan antara data runtun waktu dan data seksi silang (Winarno, 2011).
Dalam penelitian ini menggunakan model Ordinary Least Square (OLS). Berikut analisis regresi liner berganda menurut Saputro (2011) dalam penelitian ini:
Model 1
Model 2
Keterangan:
: Konstanta
: Konstanta
: Perubahan laba bersih perusahaan i pada tahun t : Perbedaan temporer perusahaan i pada tahun t : Perbedaan permanen perusahaan i pada tahun t : Book Tax Differencesi pada tahun t
: Return On Asseti pada tahun t : Operating Cash Flowi pada tahun t : error (Kesalahan Penganggu)
Menurut Winarno (2011), untuk memilih model terbaik digunakan 3 (tiga pendekatan) dalam analisis data panel, yaitu dengan Pendekatan Estimasi Common Effect, Pendekatan Estimasi Fixed Effect dan Pendekatan Estimasi Random Effect. Winarno (2011) juga menyampaikan, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan untuk menentukan model mana yang akan digunakan Uji Chow dan Uji Housman.
IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Obyek dalam penelitian ini merupakan perusahaan perhotelan dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode lima tahun terakhir yaitu tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Pada penelitian ini menggunakan EViews 7 sebagai alat untuk mengolah data. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dimana perusahaan yang memenuhi kriteria dalam purposive sampling sebanyak 8 perusahaan dengan jumlah observasi 40.
4.2 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskriptif suatu data yang dilihat dari nilai maksimum, minimum, rata-rata (mean), standar deviasi (Ghozali, 2011).
Tabel 4.1
Hasil Statistik Deskriptif
PERTUMBUHA
N LABA PERMANENT DIFFERENCES
TEMPORARY DIFFERENCE
S BTD
INVERS ROA OCF
Mean 2,955178 -0,005410 -0,001192 149,9629 0,052828 0,076181 Median 0,175925 -0,001905 0,000780 -11,90095 0,029630 0,055990 Maximum 105,3382 0,004540 0,036840 3333,333 0,409110 0,232520 Minimum -0,976010 -0,048920 -0,063850 -406,5041 0,000240 -0,030510 Std. Dev. 16,62968 0,011929 0,015120 640,5003 0,071131 0,064273 Skewness 6,054816 -2,567566 -1,899145 3,780589 3,275041 0,766360 Kurtosis 37,78495 9,255686 10,17692 17,83378 16,78304 2,929404 Jarque-Bera 2261,060 109,1720 109,8921 462,0206 388,1262 3,923693 Probability 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,000000 0,140599 Sum 118,2071 -0,216400 -0,047660 5998,514 2,113100 3,047230 Sum Sq. Dev. 10785,30 0,005550 0,008916 15999386 0,197327 0,161108
Observations 40 40 40 40 40 40
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
4.3 Hasil Pengujian
4.3.1 Penentuan Regresi Data Panel 4.3.1.1 Uji Chow
Uji chow merupakan uji untuk membandingkan model common effect dengan fixed effect (Widarjono, 2009).
Tabel 4.2 Hasil Uji Chow
Persamaan
Effect Test Statistic d.f. Prob
Model 1 Cross-section F 28,922308 (7,28) 0,0000
Cross-section Chi-square 84,314245 7 0,0000
Model 2 Cross- section F 35,771420 (7,29) 0,0000
Cross-section Chi-square 90,613936 7 0,0000
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
Probabilitas chi-square hasil regresi persamaan dengan fixed effect untuk kedua model tersebut sebesar 0,0000. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05.
Dengan demikian H0 ditolak atau dapat dinyatakan tidak diterima, sehingga dikatakan bahwa hasil regresi persamaan untuk dua model dalam penelitian ini dilanjutkan ke uji Hausman.
4.3.1.2 Uji Hausman
Uji hausman merupakan pengujian yang akan menghasilkan penggunaan dalam menentukan model terbaik dengan menggunakan fixed random atau random effect. Statistik uji Hausman ini mengikuti distribusi statistik Chi Square dengan degree of freedom sebanyak k (jumlah variabel bebas).
Tabel 4.3
Hasil Uji Hausman Model 1
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f Prob.
Model 1 Cross-section random 23,631428 4 0,0001
Model 2 Cross-section random 15,619646 3 0,0014
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
Probabilitas chi-square hasil regresi persamaan dengan random effect untuk model satu sebesar 0,0001 dan model dua sebesar 0,0014. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian H0 ditolak atau dapat dinyatakan tidak diterima, sehingga dikatakan bahwa hasil regresi persamaan untuk dua model dalam penelitian ini menggunakan model fixed effect.
4.3.2 Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan pada hasil regresi persamaan dalam penelitian ini. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi persamaan terdistribusi normal atau tidak, karena data yang berdistribusi normal merupakan salah satu syarat untuk melakukan teknik analisi regresi data panel.
0 2 4 6 8 10 12
-20 -15 -10 -5 0 5 10 15
Series: Standardized Residuals Sample 2011 2015 Observations 40 Mean -3.29e-15 Median 4.629150 Maximum 12.98023 Minimum -21.94214 Std. Dev. 10.89499 Skewness -0.668639 Kurtosis 2.147257 Jarque-Bera 4.192475 Probability 0.122918
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
Gambar 4.1
Grafik Uji Normalitas Model 1
0 2 4 6 8 10
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Series: Standardized Residuals Sample 2011 2015
Observations 40 Mean -2.50e-16 Median -0.127939 Maximum 8.508581 Minimum -4.933480 Std. Dev. 2.781492 Skewness 0.664391 Kurtosis 3.848153 Jarque-Bera 4.141708 Probability 0.126078
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
Gambar 4.2
Grafik Uji Normalitas Model 2
Semua variabel telah terdistribusi dengan normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probability yang lebih besar dari 5% yaitu untuk model 1 sebesar 0,122918 dan untuk model 2 sebesar 0,126078. Dengan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa data telah terdistribusi normal yang berarti menerima H0 dan menolak Ha.
4.3.3 Uji Asumsi Klasik 4.3.3.1 Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Syarat untuk menguji multikolinieritas ini adalah dengan melihat koefisien korelasi. Apabila koefisien antar variabel kurang dari 0,85 maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak ada unsur
multikoleniaritas (Gujarati, 2012).
Tabel 4.3
Hasil Uji Multikolinearitas
PERMANENT_
DIFFERENCEs TEMPORARY_
DIFFERENCES ROA OCF
PERMANENT_
DIFFERENCES 1,000000 TEMPORARY_
DIFFERENCES -0,111952 1,000000
ROA -0,276565 0,067412 1,000000
OCF -0,101323 -0,321148 0,169432 1,000000
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
Hasil yang didapat dari correlation matrix untuk model satu yaitu hubungan antara variabel Permanent Differences dengan Temporary Differences sebesar - 0,11952, hubungan antara variabel Permanent Differences dengan variabel ROA sebesar -0,276565, hubungan antara variabel Permanent Differences dengan variabel
OCF sebesar -0,101323, hubungan antara variabel Temporary Differences dengan variabel ROA sebesar 0,067412, hubungan antara variabel Temporary Differences dengan variabel OCF sebesar -0,321148 dan hubungan antara variabel ROA dengan variabel OCF sebesar 0,169432 dimana pada Tabel 4.6 menunjukkan korelasi antar variabel kurang dari 0,85, artinya tidak ada unsur multikoleniaritas di dalam penelitian model 1.
Tabel 4.4
Hasil Uji Multikolinearitas
BTD__INVERS ROA OCF
BTD__INVERS 1.000000
ROA -0,139988 1,000000
OCF -0,130112 0,169432 1,000000
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti.
Hasil yang didapat dari correlation matrix untuk model dua yaitu hubungan antara variabel Book Tax Differences (Invers) dengan ROA sebesar -0,139988, hubungan antara variabel Book Tax Differences (Invers) dengan variabel OCF sebesar -0,130112, hubungan antara variabel ROA dengan variabel OCF sebesar 0,169432 dimana pada Tabel 4.7 menunjukkan korelasi antar variabel kurang dari 0,85, artinya tidak ada unsur multikoleniaritas di dalam penelitian model 2.
4.3.3.2 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu t-1. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson sebagai cara untuk mendeteksi adanya autokorelasi.
Tabel 4.5
Uji Durbin Watson Hasil Regresi Persamaan
Durbin Watson Statistic Prob
Model 1 DW-stat 2,164294
Model 2 DW-stat 2,00731
Sumber: Ouput EViews, diolah peneliti
Hasil regresi persamaan dinyatakan lolos uji autokorelasi apabila nilai DW-stat berada du < dw < 4-du yaitu untuk kedua model penelitian ini menggunakan Tabel statistik DW untuk model satu dengan nilai du yang diperoleh 1,721 < 2,164294 <
2,279 dan untuk model ke dua dengan jumlah observasi 40 memiliki 3 variabel independen ayitu nilai du yang diperoleh 1,659 < 2,00731 < 2,341. Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi pada hasil regresi persamaan untuk kedua model pada Tabel diatas menunjukkan tidak ditemukan adanya masalah autokorelasi.
4.3.3.3 Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas berguna untuk menguji apakah semua variabel bebas memiliki varian kesalahan penganggu yang sama pada model regresi.
Tabel 4.6
Hasil Uji Heterokedastisitas Model 1
Heteroskedasticity Test: Park
Model 1
Variable Coefficient t-statistic Prob.
C 1,601084 2,427212 0,0205
PERMANENT DIFFERENCES -23,82293 -0,682848 0,4992 TEMPORARY DIFFERENCES 28,66745 1,019305 0,3151
ROA 12,56340 2,134232 0,0399
Model 1 (setelah Treatment)
C 1,601084 2,109174 0,0422
PERMANENT DIFFERENCES -23,82293 -1,257386 0,2169 TEMPORARY DIFFERENCES 28,66745 0,535578 0,5956
ROA 12,56340 5,248954 0,0000
OCF 0,507690 0,058579 0,9536
Sumber: Output EViews, diolah peneliti
Tabel 4.7
Hasil Uji Heterokedastisitas Model 2
Heteroskedasticity Test: Park
Model 2
Variable Coefficient t-statistic Prob.
C 1,744030 2,562361 0,0147
BTD INVERS 4,15E-05 0,065360 0,9482
ROA 14,44005 2,512083 0,0166
OCF -1,508300 -0,237414 0,8137 Model 2
(setelah Treatment)
C 1,744030 2,581315 0,0141
BTD INVERS 4,15E-05 0,208198 0,8362
ROA 14,44005 4,952011 0,0000
OCF -1,508300 -0,218839 0,8093
Sumber: Output EViews, diolah peneliti
Hasil Uji Park untuk model 1 menunjukkan bahwa telah terjadi heterokedastisitas di dalam variabel independen yaitu ROA sebesar 0,0399 dan untuk model 2 menunjukkan bahwa telah terjadi heterokedastisitas di dalam variabel independen yaitu ROA sebesar 0,0166, maka digunakan white cross-section untuk menghilangkan heterokedastisitas dengan nilai setelah di treatment sebesar 0,0000 karena hasil dari white cross-section merupakan konstanta maka penelitian model 1 telah terbebas dari masalah heteroskedastisitas.
4.3.4 Hasil Analisis Regresi
Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel, dengan terdiri dari 8 perusahaan dan jumlah sampel selama periode 5 tahun sehingga sampel keseluruhan sebanyak 40 dan setelah dilakukan regresi dengan OLS menggunakan model fixed effect pada kedua persamaan dan model tersebut telah lulus uji asumsi klasik maka persamaan sebagai berikut ini:
Tabel 4.8
Hasil Regresi Persamaan
Variable Independen Coef t-Stat Prob.
MODEL 1
C -13,64417 -9,686672 0,0000
PERMANENT DIFFRENCES -64,38405 -0,988588 0,3313 TEMPORARY DIFFERENCES 86,84218 2,115079 0,0435
ROA 257,5442 30.67886 0,0000
OCF 36,08635 2,710643 0,0113
R-squared 0,976142 Adjusted R-squared 0,966770
F-statistic 104,1475 DW-Stat 2,164294
Prob(F-statistic) 0,000000
MODEL 2
C -12,37839 -10,38625 0,0000
BTD INVERS -0,000115 -0,105470 0,9167
ROA 256,2673 28,76497 0,0000
OCF 23,79715 1,984518 0,0567 R-squared 0,972024 Adjusted R-squared 0,962377
F-statistic 100,7597 DW-Stat 2,007131
Prob(F-statistic) 0,000000
Keterangan:
Dependen Variabel: Pertumbuhan Laba
*siginifikan 5%
Sumber: Output Eviews, diolah peneliti
Model 1Model 2
4.3.5 Pengujian Hipotesis
4.3.5.1 Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa jauh model dalam melihat berapa proporsi variabel independen secara bersama-sama dalam mempengaruhi variabel dependen.
Berdasarkan hasil regresi pada Tabel 4.8, koefisien determinasi dari persamaan penelitian ini (Adjusted R-Squared) adalah sebesar 0,966770 atau 96,6770% untuk model 1. Hal ini menunjukkan bahwa Temporary Differences, Permanent Differences, ROA dan OCF mampu menjelaskan pengaruh kepada Pertumbuhan Laba sebesar 96,6770%. Sisanya yaitu sebesar 3,323% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam model penelitian ini. Sedangkan untuk model 2 pada Tabel 4.8 memiliki koefisien determinasi dari persamaan penelitian ini (Adjusted R-Squared) adalah sebesar 0,962377 atau 96,2377%. Hal ini menunjukkan bahwa Book Tax Differences, ROA dan OCF mampu menjelaskan pengaruh kepada Pertumbuhan Laba sebesar 96,2377%. Sisanya yaitu sebesar 3,7623% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam model penelitian ini.
4.3.5.2 Uji Parsial
Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien regresi dari variabel independen secara individual berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Kesimpulan yang dapat diambil dari uji t persamaan adalah sebagai berikut:
1. Hipotesis 1 (H1) dalam penelitian ini yaitu: Berdasarkan hasil regresi persamaan pada Tabel 4.8, ditemukan nilai probabilitas Permanent Differences sebesar 0,3313 atau lebih besar dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel Permanent Differences menunjukkan nilai -64,38405. Hal tersebut menunjukkan bahwa Permanent Differences berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, sehingga bisa dinyatakan bahwa H1 dalam penelitian ini tidak terbukti.
2. Hipotesis 2 (H2) dalam penelitian ini yaitu: Temporary Differences berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan hasil regresi persamaan pada Tabel 4.8, ditemukan nilai probabilitas Temporary Differences sebesar 0,0435 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel Temporary Differences menunjukkan nilai 86,84218. Hal tersebut menunjukkan bahwa Permanent Differences berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba, sehingga bisa dinyatakan bahwa H1 dalam penelitian ini terbukti.
3. Hipotesis 3 (H3) dalam penelitian ini yaitu: Book Tax Differences berpengaruh
Tabel 4.8, ditemukan nilai probabilitas Book Tax Differences sebesar 0.9167 atau lebih besar dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel Permanent Differences menunjukkan nilai -0,000115. Hal tersebut menunjukkan bahwa Permanent Differences berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, sehingga bisa dinyatakan bahwa H1 dalam penelitian ini tidak terbukti.
4.3.5.3 Uji Simultan
Uji F digunakan untuk menguji apakah secara bersama-sama semua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Untuk pengujian ini, apabila nilai probabilitasnya berada di bawah 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama atau simultan variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.
Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 4.8, nilai Prob (F-statistic) sebesar 0.000000 untuk model 1 dan hasil uji F, nilai Prob (F-statistic) sebesar 0.000000 untuk model 2. Dengan nilai signifikansi sebesar 0.05 maka nilai Prob (F-statistic) lebih kecil dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama), variabel Permanent Differences dan Temporary Differences dengan variabel kontrol ROA dan OCF Berpengaruh Simultan Terhadap Pertumbuhan Laba secara signifikan dan Book Tax Differences dengan variabel kontrol ROA, OCF, Berpengaruh Simultan Terhadap Pertumbuhan Laba secara signifikan.
V. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Variabel permanent differences berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Budi Lestari (2011). Penelitian ini membuktikan bahwa terjadinya koreksi positif yang menyebabkan jumlah pajak terhutang besar maka jumlah pajak terhutang yang dibayarkan besar sehingga dengan asumsi penghasilan yang di dapat tetap, maka pertumbuhan laba akan turun.
2. Variabel temporary differences terhadap pertumbuhan laba menunjukkan hasil positif signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nia Danianti (2013). Penelitian ini membuktikan bahwa temporary differences semakin besar atau terjadi koreksi fiskal negatif yang menyebabkan laba fiskal yang lebih kecil dari laba akuntansi, sehingga beban pajak yang dibayarkan lebih kecil membuat laba bersih semakin besar.
3. Variabel book tax differences terhadap pertumbuhan laba menunjukkan hasil negatif dan tidak siginifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan Nugroho Adi Saputro; Dra. Hj. Zulaikha, M.Si., Akt.(2011). Penelitian ini membuktikan bahwa semakin kecilnya nilai Book Tax Differences maka koreksi fiskal yang terjadi tidak mempengaruhi pertumbuhan laba, dimana koreksi fiskal yang terjadi adalah koreksi fiskal negatif yang membuat laba fiskal menurun, jika laba fiskal menurun maka jumlah beban pajak yang dibayarkan akan semakin kecil sehingga laba yang diperoleh akan menjadi lebih besar. Namun pada kenyataannya laba bersih yang diperoleh kecil karena adanya jumlah perhitungan biaya yang termasuk di dalam laba fiskal juga ikut mengurangi jumlah penghasilan di laba akuntansi.
SARAN
Berdasarkan keterbatasan yang diperoleh dalam penelitian ini, terdapat beberapa saran untuk memperbaiki penelitian serupa dimasa yang akan datang, yakni :
Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan dalam penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan antara lain:
1. Menggunakan perusahaan disektor tertentu sebagai populasi penelitian.
2. Memiliki referensi lebih mengenai jurnal terkait dengan permanent differences, temporary differences dan book tax differences.
3. Mencantumkan data di laporan keuangan sesuai dengan format penyajian yang umum.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno dan Estralita Trisnawati. (2013). “Akuntansi Perpajakan”. Edisi tiga.
Salemba empat: Jakarta.
Anthony dan Govindarajan. (2009). “Management Control System”. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Brolin, Amos Rico dan Abdul Rohman. (2014). “Pengaruh Book Tax Difference terhadap Pertumbuhan Laba”. Vol 3. No. 2. Hal: 1-13. ISSN: 2337-3806.
Daniati, Nia. (2013). “Pengaruh Book-Tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan yang Terdaftar Di Indeks LQ-45”. Vol.2. No. 2. Hal: 75-104.
Universitas Tanjungpura. Jurnal Audit dan Akuntansi.
Fadlilah, Anik (2013). “Pengaruh Temporary And Permanent Difference terhadap Pertumbuhan Laba dengan Small And Large Book Tax Difference sebagai Variabel Moderating”. Universitas Semarang. Jurnal Akuntansi.
Ghozali, I. dan A. Chairiri. (2007). “Teori Akuntansi”. Semarang: Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. (2011). “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19”.
(Ed 5). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, Damodar N. (2012). “Basic Ecometrics”. Edisi ke-5, Edisi Internasional.
Singapore:Mc Graw-Hill
Harahap, Sofyan Syafri. (2011). “Teori Akuntansi” Edisi revisi 2011. RajaGrafindo Persada: Jakarta.
Hari Susanti, Nita dan Siti Rokhmi Fuadati. (2014). “Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba Perusahaan Otomotif di BEI”. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Vol 3. No.5. Surabaya: STIESIA.
Harnanto. (2007). “Akutansi Perpajakan”. Yogyakarta: BPFE.
Hutabarat, Loesiana Maulina. (2013). “Pengaruh Book Tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba”. Universitas Negeri Gorontalo: Sulawesi. Jurnal Akuntansi.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2015). “Standar Akuntansi Indonesia”. Jakarta.
Irfan, Fatkhur Haris. (2013). “Pengaruh Perbedaan Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba dengan Komponen Akural dan Aliran Kas Sebagai Varibel Moderasi”. Semarang: Universitas Dipenogoro. Skripsi Akuntansi.
JAAKFE, Desember 2013
Jackson, Mark. (2011). “Book-Tax Differences and Earning Growth”.
http://korea.ssrn.com/delivery.php?ID=86111811712409812012110406901610 211904106302601604402500712609502907312610606811601811905202410 601605700100009112208308612510603801301103909211708902508711806 4108002083049065074102091064112022026099064&EXT=pdf
Kasmir. (2008). “Analisa Laporan Keuangan”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Kvaal, Erlend dan Christopher Nobes. (2013). "The development of book-tax
differences in seven major countries". BI Norwegian Business School dan Royal Holloway (University of London) and University of Sydney.
Kieso, Donald E, Jerry. Weygandt dan Terry D. Warfield. (2011). “Intermediate Accounting”. 13th ed. USA: John & Sons
Lestari, Budi. (2011). “Analisis pengaruh Book Tax differences terhadap pertumbuhan laba.” Jurnal Akuntansi.
Lev, B. and Nissim, D. (2004). “Taxable income, future earnings, and equity values”. Accounting Review 79 (4), 1039-1074.
Nachrowi, Nachrowi Djalal, & Usman, Hardius. (2006). “Pendekatan Populer dan Praktis untuk Analisa Ekonomi dan Keuangan”. Jakarta: LembagaPenerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, (2006).
Patton, M.Q. (1982). “Qualitative Evaluation Methode”. London: Sagepub.
Phillips J., Pincus, M. and Rego, S. (2003). “Earnings management: New evidence based on deferred tax expense”. Accounting Review 78, 491-521.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 tahun 2015 tentang “Laporan Arus Kas.” Jakarta.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 25 Tahun 2015 tentang “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.” Jakarta.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 (Revisi tahun 2015) tentang
“Penyajian Laporan Keuangan.” Jakarta.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 46 tahun 2015 tentang “Akuntansi Pajak Tangguhan.” Jakarta.
Resmi, S. (2014). “Perpajakan Teori dan Kasus”. Edisi: 8. Jakarta: Salemba Empat.
Rico, Amos dan Abdul Rohman. (2014) “Pengaruh Book Tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba” . Diponegoro Journal of Accounting: Universitas Diponegoro, Semarang.
Rosanti, Nur Aini. (2013). “Pengaruh Book Tax Differences Terhadap Perubahan Laba”. Semarang: Universitas Dipenogoro. Skripsi Akuntansi
Saputro, Nugroho Adi dan Dra. Hj. Zulaikha, M. Si., Akt. (2011). “Pengaruh Book Tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba” (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas). http://www.undip.ac.id
Suandy, Erly. (2011). “Perencanaan Pajak”. Edisi Kelima, Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono (2013) : “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R&D”. Bandung: Alfa-beta
Suwardjono. (2010). Teori Akuntansi: “Pengungkapan dan Sarana Interpretatif. Edisi Ketiga”. BPFE, Yogyakarta.
Syafrizal, Ginting, dan Paham. (2008). “Analisis Data Penelitian”. Medan: USU Press.
Tang, Tanya Y.H. (2006). “Book-Tax Differences, a Proxy for Earnings Management and Tax Management - Empirical Evidence from China”, Working Paper. The Australian National University.
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang “Pajak Penghasilan.”
Van Horne, James C. and John M. Wachowicz. (2006). “Fundamentals of Financial:
Management Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan”.
Weber, D. (2009). “Do analysts and investors fully appreciate the implications of book- tax differences for future earnings?” Contemporary Accounting Research, 26, 1175-1206.
Wijayanti, Handayani Tri. (2006). “Analisis pengaruh perbedaan antara laba akuntansi dan Laba Fisal terhadap persistensi Laba, Akrual, dan Arus Kas”. Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang.
Wild, John J. dan Winston Kwok. (2011). “Financial Accounting : Information for Decisions”. Mc Graw and Hill Education
Winarno, Wing Wahyu. (2011). “Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews, Edisi Ketiga”. Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan (UPP STIM YKPN)1
Lampiran
Model 1 1. Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 28.922308 (7,28) 0.0000
Cross-section Chi-square 84.314245 7 0.0000
2. Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 23.631428 4 0.0001
3. Uji Normalitas
0 2 4 6 8 10 12
-20 -15 -10 -5 0 5 10 15
Series: Standardized Residuals Sample 2011 2015 Observations 40 Mean -3.29e-15 Median 4.629150 Maximum 12.98023 Minimum -21.94214 Std. Dev. 10.89499 Skewness -0.668639 Kurtosis 2.147257 Jarque-Bera 4.192475 Probability 0.122918
4. Uji Multikolinearitas
PERMANENT_DI
FFERENCEs TEMPORARY_DI
FFERENCES ROA OCF
PERMANENT_DI
FFERENCES 1.000000 -0.111952 -0.276565 -0.101323 TEMPORARY_DI
FFERENCES -0.111952 1.000000 0.067412 -0.321148
ROA -0.276565 0.067412 1.000000 0.169432
OCF -0.101323 -0.321148 0.169432 1.000000
5. Uji Heteroskedastisitas
Dependent Variable: LOG(RESID2) Method: Panel Least Squares Date: 08/24/16 Time: 20:01 Sample: 2011 2015 Periods included: 5 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 40
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
PERMANENT_DIFFERENCES -23.82293 34.88763 -0.682848 0.4992
TEMPORARY_DIFFERENCES 28.66745 28.12452 1.019305 0.3151
OCF 0.507690 6.677486 0.076030 0.9398
C 1.601084 0.659639 2.427212 0.0205
R-squared 0.190314 Mean dependent var 2.398178
Adjusted R-squared 0.097778 S.D. dependent var 2.604816
S.E. of regression 2.474193 Akaike info criterion 4.766174
Sum squared resid 214.2571 Schwarz criterion 4.977284
Log likelihood -90.32349 Hannan-Quinn criter. 4.842505
F-statistic 2.056656 Durbin-Watson stat 1.730401
Prob(F-statistic) 0.107666
Uji Heterokedastisitas (Treatment)
Dependent Variable: LOG(RESID2) Method: Panel Least Squares Date: 08/24/16 Time: 20:05 Sample: 2011 2015 Periods included: 5 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 40
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected) WARNING: estimated coefficient covariance matrix is of reduced rank
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
PERMANENT_DIFFERENCES__X -23.82293 18.94640 -1.257386 0.2169
TEMPORARY_DIFFERENCES__X 28.66745 53.52622 0.535578 0.5956
ROA 12.56340 2.393505 5.248954 0.0000
OCF 0.507690 8.666795 0.058579 0.9536
C 1.601084 0.759105 2.109174 0.0422
R-squared 0.190314 Mean dependent var 2.398178
Adjusted R-squared 0.097778 S.D. dependent var 2.604816
S.E. of regression 2.474193 Akaike info criterion 4.766174
Sum squared resid 214.2571 Schwarz criterion 4.977284
Log likelihood -90.32349 Hannan-Quinn criter. 4.842505
F-statistic 2.056656 Durbin-Watson stat 1.730401
Prob(F-statistic) 0.107666
6. Uji Autokorelasi
Dependent Variable: PERTUMBUHAN_LABA Method: Panel Least Squares
Date: 08/24/16 Time: 18:54 Sample: 2011 2015
Periods included: 5 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 40
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
PERMANENT_DIFFERENCES__X -64.38405 65.12726 -0.988588 0.3313 TEMPORARY_DIFFERENCES__X 86.84218 41.05860 2.115079 0.0435
ROA 257.5442 8.394843 30.67886 0.0000
OCF 36.08635 13.31284 2.710643 0.0113
C -13.64417 1.408551 -9.686672 0.0000
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.976142 Mean dependent var 2.955178 Adjusted R-squared 0.966770 S.D. dependent var 16.62968 S.E. of regression 3.031461 Akaike info criterion 5.299292 Sum squared resid 257.3132 Schwarz criterion 5.805955 Log likelihood -93.98583 Hannan-Quinn criter. 5.482485
F-statistic 104.1475 Durbin-Watson stat 2.164294
Prob(F-statistic) 0.000000
MODEL 2 1. Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 35.771420 (7,29) 0.0000
Cross-section Chi-square 90.613936 7 0.0000
2. Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 15.619646 3 0.0014
3. Uji Normalitas
0 2 4 6 8 10
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Series: Standardized Residuals Sample 2011 2015
Observations 40 Mean -2.50e-16 Median -0.127939 Maximum 8.508581 Minimum -4.933480 Std. Dev. 2.781492 Skewness 0.664391 Kurtosis 3.848153 Jarque-Bera 4.141708 Probability 0.126078
4. Uji Multikolinearitas
BTD__INVERS ROA OCF
BTD__INVERS 1.000000 -0.139988 -0.130112 ROA -0.139988 1.000000 0.169432 OCF -0.130112 0.169432 1.000000
5. Uji Heteroskedastisitas
Dependent Variable: LOG(RESID2) Method: Panel Least Squares
Sample: 2011 2015 Periods included: 5 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 40
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
BTD__INVERS 4.15E-05 0.000635 0.065360 0.9482
ROA 14.44005 5.748238 2.512083 0.0166
OCF -1.508300 6.353025 -0.237414 0.8137
C 1.744030 0.680634 2.562361 0.0147
R-squared 0.150980 Mean dependent var 2.398178
Adjusted R-squared 0.080229 S.D. dependent var 2.604816 S.E. of regression 2.498141 Akaike info criterion 4.763610 Sum squared resid 224.6654 Schwarz criterion 4.932498 Log likelihood -91.27220 Hannan-Quinn criter. 4.824674 F-statistic 2.133950 Durbin-Watson stat 1.794763 Prob(F-statistic) 0.112980
Uji Heterokedastisitas (Treatment)
Dependent Variable: LOG(RESID2) Method: Panel Least Squares Date: 08/24/16 Time: 20:12 Sample: 2011 2015
Periods included: 5 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 40
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
BTD__INVERS 4.15E-05 0.000199 0.208198 0.8362
ROA 14.44005 2.915998 4.952011 0.0000
OCF -1.508300 6.205038 -0.243077 0.8093
C 1.744030 0.675636 2.581315 0.0141
R-squared 0.150980 Mean dependent var 2.398178
Adjusted R-squared 0.080229 S.D. dependent var 2.604816 S.E. of regression 2.498141 Akaike info criterion 4.763610 Sum squared resid 224.6654 Schwarz criterion 4.932498 Log likelihood -91.27220 Hannan-Quinn criter. 4.824674 F-statistic 2.133950 Durbin-Watson stat 1.794763 Prob(F-statistic) 0.112980
6. Uji Autokorelasi
Dependent Variable: PERTUMBUHAN_LABA Method: Panel Least Squares
Date: 08/24/16 Time: 19:49 Sample: 2011 2015 Periods included: 5 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 40
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
BTD__INVERS -0.000115 0.001092 -0.105470 0.9167
ROA 256.2673 8.909007 28.76497 0.0000
OCF 23.79715 11.99140 1.984518 0.0567
C -12.37839 1.191805 -10.38625 0.0000
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.972024 Mean dependent var 2.955178
Adjusted R-squared 0.962377 S.D. dependent var 16.62968 S.E. of regression 3.225605 Akaike info criterion 5.408534
Sum squared resid 301.7313 Schwarz criterion 5.872976
Log likelihood -97.17069 Hannan-Quinn criter. 5.576462
F-statistic 100.7597 Durbin-Watson stat 2.007131
Prob(F-statistic) 0.000000
DAFTAR PERUSAHAAN
No Nama Perusahan Kode
Listing Tanggal IPO
1 PT Bayu Buana Tbk BAYU 30 Oktober 1989
2 PT Bukit Uluwatu Villa Tbk BUVA 12 Juli 2010
3 PT Grahamas Citrawisata Tbk GMCW 14 Februari 1995 4 PT Hotel Mandarine Regency Tbk HOME 07 Juli 2008 5 PT Saraswati Griya Lestari Tbk HOTL 10 Januari 2013 6 PT Island Concepts Indonesia ICON 07 Agustus 2005 7 PT Indonesian Paradise Property INPP 12 Januari 2004 8 PT Jakarta International Hotel & Development Tbk JIHD 29 Februari 1984 9 PT Jakarta Setiabudi Internasional JSPT 01 Desember 1998 10 PT MNC Land Tbk
(dh PT Global Land and Development Tbk) KPIG 30 Maret 2000
11 PT Mas Murni Indonesia MAMI 02 September 1994
12 PT Panorama Sentra Wisata Tbk PANR
13 PT Destinasi Tirta Nusantara PDES 07 Agustus 2008 14 PT Pembangunan Graha Lestari Indah PGLI 04 Mei 2000
15 PT Pembangunan Jaya Ancol PJAA 07 Februari 2004
16 PT Pudjiaji and Sons tbk PNSE 01 Mei 1990
17 PT Red Planet Indonesia Tbk
(dh PT Putra Sejahtera Pioneerindo Tbk) PSKT 30 Mei 1994 18 PT Hotel Sahid Jaya Internasional SHID 05 Agustus 1990