LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANAHAN KABUPATEN MALANG
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
Oleh Arini Kurniawati NPM. 21601081586
UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
MALANG 2020
i
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 2) Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 3) Pengaruh Semangat Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 4) Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 5) Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Semangat Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malng.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti memilih Dinas Pertanahan Kabupaten Malang sebagai studi kasus dengan populasi sejumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan pengukuran menggunakan skala likert. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikoleniaritas, uji heteroskedastisitas, analisis liner berganda, uji hipotesis t dan uji hipotesis f.
Sehingga, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Budaya Organisasi Tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 2) Disiplin Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 3) Semangat kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, 4) Lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang,
Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Semangat Kerja dan Lingkungan Kerja.
ii
This study aims to investigate: 1) The Influence of Organizational Culture to Employees’ Performance at Land Agency of Kabupaten Malang, 2) The Effect of Work Discipline to Employees’ Performance at Land Agency of Kabupaten Malang, 3) The Impact of Work Enthusiasm to Employees’ Performance at Land Agency of Kabupaten Malang, 4) The Impact of Work Environment to Employees’
Performance at Land Agency of Kabupaten Malang, 5) The Influence of Organizational Culture, Work Discipline, Work Enthusiasm, and Work Environment to Employees’ Performance at Land Agency of Kabupaten Malang.
This research used a quantitative method with a descriptive approach. The researcher chooses the Land Agency of Kabupaten Malang as a case study with a population of 40 people. The technique of collecting data used is a questionnaire with measurements using a Likert scale. Then, the techniques of data analysis used are validity test, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, double linear analysis, t hypothesis test, and f hypothesis test.
Therefore, the result of this study shows that: 1) Organizational Culture has no significan effect on the performance of Land Agency of Kabupaten Malang employees, 2) Work Discipline has a significant effect on the performance of Land Agency of Kabupaten Malang employees, 3) Work enthusiasm has no significant on the performance of Land Agency of Kabupaten Malang employees, 4) Work environment has a significant impact on the performance of Land Agency of Kabupaten Malang employees.
Keywords: Employees’ performance, Organizational culture, Work discipline, Work enthusiasm and Work environment.
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pegawai suatu instansi pada dasarnya merupakan satu-satunya sumber utama organisasi yang tidak dapat digantikan oleh sumber daya lainnya, sebab bagaimanapun baiknya suatu organisasi, lengkapnya fasilitas serta sarana tidak akan bermanfaat tanpa adanya pegawai yang bekerja secara maksimal.
Sumber daya manusia sebagai salah satu dari sumber keunggulan kompotitif merupakan aset penting dalam organisasi dan merupakan bagian dari proses perencanaan strategis, organisasi atau instansi sendiri juga beperan dalam mengelola pegawai agar mematuhi segala peraturan, norma yang telah ditetapkan organisasi sehingga para pegawai dapat bekerja dengan disiplin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Pengaruh budaya organisasi dapat dilihat dari sudut pandang pegawai dalam memberi pedoman bagi pegawai akan segala sesuatu yang penting untuk dilakukan. Sejumlah peran penting yang dimainkan oleh budaya instansi adalah membangun rasa memiliki jati diri bagi pegawai, dipakai untuk mengembangkan keterkaitan pribadi dengan organisasi, membantu stabilitas organisasi sebagai suatu sistem sosial, menyajikan prilaku sebagai hasil dari norma perilaku yang dibentuk. Berbagai praktik diatas dapat memperkuat budaya organisasi dan memastikan pegawai yang bekerja sesuai dengan organisasi memberi imbalan sesuai dukungan yang diberikan.
Disiplin kerja merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting, karena semakin baik disiplin kerja pegawai maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya, sedangkan apabila tidak adanya penerapan disiplin kerja yang baik akan sulit bagi instansi untuk mencapai hasil yang optimal hasibuan, (2009:193). Disiplin kerja tidak hanya bermanfaat untuk mencapai tujuan instansi saja, namun juga bagi pegawai karena disiplin kerja dapat mendorong gairah kerja dan semangat kerja pegawai. Menurut Sinambela (2016:332) disiplin juga bermanfaat untuk mendidik pegawai dalam mematuhidan mentaati peraturan, prosedur, serta kebijakan yang ada sehingga meghasilkan kinerja yang baik. Untuk memelihara dan meningkatkan kedisiplinan yang baik merupakan hal yang cukup sulit karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Terkadang kekurangtahuan pegawai tentang peraturan, prosedur, dan kebijakan yang ada merupakan penyebab terbanyak tindakan indisipline. Salah satu cara mengatasi hal tersebut dengan cara memberikan program orientasi kepada pegawai dengan menjelaskan secara rinciperaturan, prosedur, dan kebijakan yang harus dipenuhi serta menjelaskan konsekuensinya.
Pegawai disamping memiliki disiplin kerja yang tinggi dituntut pula untuk selalu mempunyai semangat kerja yang tinggi pula. Agar pegawai dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, maka pegawai harus memiliki semangat kerja yang tinggi.
Seorang pegawai yang memiliki semangat kerja yang baik tentunya akan memberikan sikap positif seperti kesetiaan, kegembiraan, kerjasama, kebanggan dalam dinas dan ketaatan dalam kewajiban. Berbeda dengan
3
pegawai yang memiliki semangat kerja yang rendah, karena pegawai tersebut cenderung menunjukan sikap yang pasif seperti suka membantah, merasa gelisah dalam bekerja dan merasa tidak nyaman.
Untuk menigkatkan usaha pengembangan dan peningkatan ketrampilan pegawai yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang dalam mencapai hasil kinerja yang telah ditetapkan oleh instasnsi salah satunya adalah melalui peningkatan semangat kerja sehingga kelangsungan hidup instansi dapat dipertahankan dan tujuan instansi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Selain pengaruh budaya organisasi, disiplin kerja dan semangat kerja salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah lingkungan kerja, Lingkungan kerja pegawai juga sangat penting dalam mempengaruhi kinerja. Menurut Sedarmayanti (2009) lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok, lingkungan kerja yang baik dapat mendukung pelaksanaan kinerja sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai, semakin baik lingkungan kerjanya, maka semakin meningkat pula kinerja para pegawai. Maka dari itu, perusahaan atau organisasi seharusnya menyediakan lingkungan kerja yang baik, seperti lingkungan fisik maupun non fisik, Joko Purnomo (2008) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, menyimpulkan bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.
Dari beberapa penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh, budaya organisasi, disiplin kerja, semangat kerja dan lingkungan kerja, Untuk menciptakan kinerja yang tinggi, sumber daya manusia perlu diperhatikan agar dapat bekerja secara efisien sehingga dapat mencapai tujuan organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi.
Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Terdapat 40 pegawai, untuk dapat memahami obyek peneliti ini maka penulis akan menguraikan secara singkat mengapa objek perlu diteliti.
1. Dalam upaya menciptakan kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, nampaknya masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi sehingga sulit untuk mencapai tujuan organisasi. Kendala tersebut antara lain :
1) Masih banyak pegawai yang tidak mengikuti apel pagi;
2) Masih terdapat pegawai yang bersantai dan keluar tanpa ijin pada saat jam kerja sehingga waktu terbuang percuma dapat menyebabkan pekerjaan yang dihasilkan tidak maksimal;
3) Masih terdapat pegawai yang pulang kantor lebih awal;
4) Kerapian administrasi yang masih kurang karena penempatan data- data organisasi tidak teratur
5) Tata letak peralatan kantor yang kurang teratur sehingga dapat menyebabkan kejenuhan;
6) Kurangnya pelaksanaan kode etik pada setiap pegawai
5
2. Dalam kaitannya dengan kinerja pegawai, hal tersebut harus segera dibenahi agar tujuan organisasi dapat tercapai. Hal-hal tersebut menyebabkan kinerja pegawai menjadi rendah. Selain itu, aparatur pemerintah dapat menjadi contoh bagi masyarakat Kabupaten Malang.
Para pegawai lebih mengutamakan kepentingan organisasi bukan kepentingan pribadi. Dalam pemerintahan yang dijunjung tinggi adalah kepentingan organisasi dan masyarakat yang dipimpinnya.
Atas dasar latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti mengambil judul “Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Semangat Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”, dengan objek penelitian pada Dinas Pertanahan Kabupaten Malang.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah terdapat pengaruh dari budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang?
2. Apakah terdapat pengaruh dari disiplin kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang?
3. Apakah terdapat pengaruh dari semangat kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten malang?
4. Apakah terdapat pengaruh dari lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang?
5. Apakah terdapat pengaruh dari budaya organisasi, disiplin kerja, semangat kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan
1. Untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang;
2. Untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang;
3. Untuk menganalisis pengaruh semangat kerja terhadapkinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang;
4. Untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang;
5. Untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, disiplin kerja, semangat kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang.
1.3.2 Manfaat Penelitian 1. Bagi Institusi
Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan informasi yang bermanfaat sebagai masukan dan pertimbangan bagi institusi untuk mengetahui bagaimana pengaruh,budaya organisasi, disiplin kerja, semagat kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanahan Kabupaten Malang;
7
2. Bagi Pembaca
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi bagi pihak-pihak yang berkepentingan terutama dalam teori, budaya organisasi, disiplin kerja , semangat kerja dan lingkungan kerja, serta kinerja pegawai.
3. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas dan menganalisis masalah-masalah yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
79 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan
Dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk mengetahui apakah variabel budaya organisasi, disiplin kerja, semangat kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Pengumpulan data melalui kuesioner, pengelolaan data melalui analisi data deskriptif, analisi kuantitatif, uji regresi berganda, uji f, uji t dan koefisien determinasi. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari 40 responden, yaitu pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang dapat ditari sebagai berikut:
a. Budaya Organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang karena budaya organisasi tidak dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan tidak bisa menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan dalam kinerja pegawai
b. Disiplin Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang karena kedisiplinan kerja merupakan suatu keadaan tertentu dimana orang-orang yang tergabung dalam organisasi harus tunduk pada perturan-peratutan sehingga berpengaruh pada kinerja pegawai.
c. Semangat Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang karena apabila pegawai tidak mampu meningkatkan semangat kerja maka instansi akan memperoleh banyak kerugian dalam menyelesaikan pekerjaannya
80
d. Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang karena lingkungan kerja yang nyaman akan mempengaruhi cara bekerja pegawai.
e. Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Semangat Kerja dan Lingkungan Kerja menunjukkan adanya pengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Pertanahan Kabupaten Malang sehingga Hipotesis Kelima diterima. Artinya, jika Instansi lebih memperhatikan Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Semangat Kerja dan Lingkungan Kerja secara rutin kepada pegawai, maka akan berpengaruh pula terhadap peningkatan kinerja pegawai.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan yakni :
a. Priode penelitian yang kurang lama dan dibatasi kehadirannya untuk sering mendatangi instansi yang dikarenakan bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia.
b. Variabel yang diteliti hanya budaya organisasi, disiplin kerja, semangat kerja dan lingkungan kerja, bahwa ada variabel lain yang mempengaruhi kinerja pegawai seperti Gaya kepemimpinan, motivasi dan komunikasi yang diduga mempengaruhi kinerja pegawai Dinas Pertanahan Kabupaten Malang.
81 5.3 Saran
Berdasarkan analisis dan pembahasan dari kesimpulan diatas, saran yang dapat disampaikan adalah:
a. Bagi Dinas Pertanahan Kabupaten Malang
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan atau masukan ataupun sebagai bahan pertimbangan untuk tetap meningkatkan kinerja pegawai, karena dengan meningkatnya kinerja 40 pegawai maka visi, misi, dan tujuan instansi bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
b. Bagi Peneliti Selanjutnya
Untuk peneliti selanjutnya diharap bisa menambahkan jumlah sampel, variabel lain seperti ( gaya kepemimpinan, motivasi, komunikasi) serta menggunakan alat analisis data yang berbeda.
82
DAFTAR PUSTAKA
Alex, S. Nitisemito. 2000. Manajer persoanalia: Manajemen Sumberdaya Manusia. Ghalia Indonesia, Jakarta
Anggy Henly Kumajas, Victor P.K Lengkong .2016.
“Pengaruh Budaya Organisasi, Displin Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan ”. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Vol. 4 No.1200-1208
Badriyah, M (2015). Manajemen Sumberdaya Manusia. Cetakan 1 Bandung: CV Pustaka Setia B. Siswanto sastrohadiwiryo. Dr, 2003, manajemen Tenaga Kerja Indonesia, edisi 2, PT. Bumu
Aksara , Jakarta
Dito Asitia Darma Nasution .2019.
“Pengaruh Remunerasi dan Semangat Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kejaksaan Negeri Medan”
Eka Idham lip K Lewa, Subowo, 2005. Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Fisik dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Pertamina (Persero) Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat, Cirebon
Ghozali, Imam.2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS 19”.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gomes, Faustino Cardoso, 2003. Manajer Sumber Daya Manusia, Edisi kedua Yogyakarta Handoko, T.H 2010. “Manajemen Personalia & Sumberdaya Manusia”. Edisi
kedua. Yogyakarta : BPFE UGM.
Joko Purnomo, 2008, Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabuaten Jepara Kreitner, Robert dan kinicki, Angelo 2003, perilaku Organisasi, terjemahan: Erly Suandy, Edisi
Pertama, Penerbit Salemba Empat. Jakarta
Kusdi. 2011, Budaya Organisasi: Teori, Penelitian, dan Praktik Jakarta: Penerbit Salemba Empat Malayu, H., and S. P. Hasibuan. "Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke-12." (2009).
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2011. “Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan”.Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia” . Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.
83
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2015. “Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan”. Cetakan Kedua Belas. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.
Hasibuan, Malayu S.P. 2010. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta : Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu S.P. 2011. “MANAJEMEN : Dasar, Pengertian, dan Masalah”.
Jakarta : Bumi Aksara.
Kurniawan,Albert.2014. “Metode Riset Untuk Ekonomi dan Bisnis Teori, Konsep, dan Praktik Penelitian Bisnis ( Dilengkapi Perhitungan Data dengan IBM SPSS22,0)”. Bandung : Alfabeta.
Nastasya Primananda Indi Djastuti .20115.
“Pengaruh Disiplin Kerja, Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Sekertariat Daerah Pekalongan”
Nawawi, Haniman, 2006. Kepemimpinan Mengefektifksn Organisasi. Cetakan Pertama.
Penerbit. Gadjah Mada University Press. Yogjakarta
Robbins, Stephen P. dan Judge. Timothy A. 2008. “Perilaku Organisasi” Edisi 12 Buku 1.
Terjemahanoleh Diana Angelica Jakarta: PT. Salemba Empat
Sedarmayanti, M. S. D. M. R. (2009). Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Rafika ADITAMA, Bandung.
Sinambela, L. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia, Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja.
Sugiyono. 2017. “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. Bandung : Alfabeta.
Supriyanto, ahmad Sani dan Masyhuri Machfudz 2010,Metodologi Riset Manajemen Sumberdaya Manusia Malang:UIN Maliki Press
Tohardi ahmad (2012). Pemahaman Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: CV Mandar Maju
Tu’u, T. (2004). Peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa. Jakarta: Grasindo, 82.
Rivai, V. (2016). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan.
Whitmore, 2002. Penelitian dan Pengembangan Karyawan, Universitas Indonesia, Jakarta
84