Mashur Razak, SE., MM selaku Rektor STIE Nobel Indonesia yang menyetujui dilakukannya penelitian ini. Si selaku Wakil Kepala Bagian Akademik yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis. Bapak Yuswari Nur, SE., M.Si. Sc selaku Ketua Jurusan Manajemen yang membantu memajukan keabsahan penelitian ini serta pembimbing yang dengan ikhlas meluangkan waktunya untuk memberikan saran, kritik yang membangun, serta nasehat dan bimbingan untuk penyusunan dan penulisan skripsi ini.
Tn. Bapak Indrawan Azis, SE., M.Ac selaku dosen penguji II yang telah banyak memberikan ilmu berupa saran dan kritik serta membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. MS. Fitriani Latief SP., MM selaku Ketua P3M yang telah membantu terselenggaranya penelitian ini.
Para karyawan PT Astra International.Tbk yang banyak membantu dan memberikan informasi tentang skripsi ini.
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori
- Definisi Corporate social responsibility
- Manfaat Corporate social responsibility
- Prinsip-Prinsip Corporate Social Responsibility
- Pendekatan Corporate social responsibility
- Kegiatan Corporate social responsibility
- Kinerja Keuangan
- Definisi Kinerja Keuangan
- Tujuan Penilaian Kinerja Keuangan
- Analisis Rasio Keuangan a) Definisi Rasio Keuangan
Salah satu pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility dalam laporan tahunan perusahaan. Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan sinyal positif yang diberikan perusahaan kepada pihak di luar perusahaan yang akan ditanggapi oleh pemangku kepentingan dan pemegang saham. Perubahan tingkat kesadaran masyarakat ini memunculkan kesadaran baru akan pentingnya melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR).
Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) mulai digunakan sekitar tahun 1970-an, meskipun beberapa aspek tanggung jawab sosial sudah ada hingga akhir abad ke-19, bahkan pada periode sebelumnya (ISO FDIS dalam I Dewa Ketut Yudhadana Ajilaksana 2011). Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan elemen penting dari kerangka keberlanjutan, yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Sehingga pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan yang tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga secara sosial dan lingkungan alam, adalah untuk keberlangsungan perusahaan dan mencegah terjadinya konflik.
Seperti yang dikemukakan Darwin (2004) dalam Eko Adhy Kurniato (2011), Corporate Social Responsibility adalah mekanisme perusahaan untuk mengintegrasikan perhatian sukarela terhadap lingkungan sosial ke dalam aktivitasnya. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) adalah komitmen bisnis untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan, dengan bekerja sama dengan karyawan dan perwakilan mereka, keluarga mereka, komunitas lokal dan masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara yang bermanfaat bagi perusahaan sendiri atau untuk pembangunan. Maka sebagai kesimpulan dari beberapa definisi yang berbeda: Tanggung jawab sosial perusahaan adalah bentuk konseptual yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap masyarakat atau lingkungan.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) seperti: Meningkatkan penjualan dan pangsa pasar, memperkuat brand positioning, meningkatkan citra perusahaan, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor dan analis keuangan. Melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) secara konsisten dalam jangka panjang akan menumbuhkan rasa penerimaan masyarakat terhadap keberadaan perusahaan. Salah satu cara perusahaan untuk menciptakan kondisi yang ramah bagi masyarakat adalah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ada beberapa pendekatan dalam melihat pelaksanaan CSR, hal ini tidak mengherankan mengingat masih adanya perbedaan pandangan tentang CSR. Merupakan level terendah dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial, dimana perusahaan berusaha seminimal mungkin. Organisasi yang akan menggunakan sikap fleksibel ini tidak perlu proaktif mencari peluang untuk melaksanakan program CSR.
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan bentuk nyata kepedulian bisnis terhadap lingkungan sekitar, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan bahkan sosial budaya.
Perhitungan Laba Bersih
Keterkaitan Corporate social responsibility dengan Kinerja Keuangan
Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan tanggung jawab sosial perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan dimana manusia sebagai individu anggota masyarakat merespon kondisi sosial yang ada dan dapat menikmati, memanfaatkan dan memelihara lingkungan termasuk perubahan yang ada. Timbal balik dapat diciptakan agar tidak hanya perusahaan yang senang karena tujuan utamanya yaitu mencari keuntungan tercapai, tetapi masyarakat dan lingkungan juga merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan, sehingga masyarakat dan lingkungan mau menerima eksistensi perusahaan bahkan bekerjasama dalam menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Dengan kata lain, tanggung jawab sosial adalah cara mengelola proses bisnis perusahaan agar berdampak positif bagi masyarakat.
Perusahaan diharapkan tidak hanya mengutamakan manajemen dan kepentingan pribadi atau pemilik modal, tetapi juga karyawan, konsumen, masyarakat dan lingkungan sekitar. Karena saat ini masyarakat lebih cerdas dalam memilih produk yang ingin dikonsumsinya, maka dari itu masyarakat kini memilih produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang lebih peduli terhadap lingkungan atau menjalankan Corporate Social Responsibility. Menurut Dahlia, dkk (2008:14), bahwa: “Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil keuangan, menunjukkan tingkat tanggung jawab perusahaan, meminimalkan risiko, melindungi citra baik perusahaan dan sebagai alat analisis untuk investor bisnis dan kreditor."
Banyak manfaat yang diperoleh perusahaan dengan melakukan Corporate Social Responsibility, seperti produk yang semakin diminati oleh konsumen, dan perusahaan juga diminati oleh sejumlah investor. Tanggung jawab sosial perusahaan juga dapat digunakan sebagai alat pemasaran baru bagi perusahaan jika diterapkan secara berkelanjutan. Corporate Social Responsibility, semakin baik citra perusahaan, sehingga loyalitas konsumen semakin tinggi.
Selain meningkatkan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang, penjualan perusahaan juga akan meningkat dan pada akhirnya dengan penerapan Corporate Social Responsibility diharapkan tingkat rentabilitas dan profitabilitas juga akan meningkat. Sehingga dengan melakukan kegiatan CSR, perusahaan akan dapat memperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap lingkungan sosial sekitar dan menggunakannya sebagai strategi untuk menarik minat konsumen dan juga meningkatkan tingkat penjualan. .
Penelitian Terdahulu
Surianto (2014) melakukan penelitian mengenai pengaruh Corporate Social Responsibility terhdap kinerja keuangan. Dalam penelitian ini, kinerja
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel CSR terhadap kinerja keuangan digunakan metode korelasi product moment. Fausia Syarifuddin (2016) untuk mengetahui pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan terbuka.
Muhammad Idham Chalid, 2017 mencoba mengungkapkan aktivitas CSR terhadap kinerja keuangan perbankan dan nilai perusahaan perbankan yang
- Kerangka Pikir
- Hipotesis
- Metode pengumpulan data
- Populasi dan sampel .1 Populasi
- Sampel
- Jenis dan sumber data .1 Jenis data
- Sumber data
- Metode analisis data
- Pengukuran Variabel
- Gambaran Umum Perusahaan .1 Sejarah
- Visi dan Misi Visi
- Hasil Penelitian .1 Deskriptif Variabel
- Analisis Regresi Sederhana
- Pembahasan
Perusahaan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang baik juga memiliki tingkat pengungkapan yang lebih baik. Keberhasilan program Corporate Social Responsibility dapat dinilai dari kinerja keuangan dengan menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio keuangan. Diduga Corporate Social Responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas PT Astra International.Tbk.
Dalam laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan pada PT Astra International.Tbk adalah. Variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dengan sampel 3 tahun dengan nilai minimal 0,37, maksimal 0,51 dengan mean 0,43 dan standar deviasi 0,07. Karena standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, hal ini berarti variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dikatakan baik.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan. Koefisien regresi sebesar 0,951 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 Corporate Social Responsibility (CSR) akan meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,951, sehingga dapat disimpulkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa R memperoleh nilai korelasi sebesar Rsqure = 0,798 yang berarti korelasi atau hubungan antara Corporate Social.
Kemudian nilai koefisien determinasi atau R squared = 0,795 yang berarti 79,5% pengaruh kinerja keuangan dipengaruhi oleh variabel Corporate Social Responsibility (CSR). Pada hasil statistik deskriptif diperoleh variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dengan sampel 3 tahun dengan nilai minimal 0,37, maksimal 0,51 dengan mean 0,43 dan standar deviasi 0,07. Hasil regresi sederhana diperoleh nilai konstanta alpha sebesar 0,951 yang menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 Corporate Social Responsibility (CSR) akan meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,951, sehingga dapat disimpulkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. .
Nilai korelasinya adalah Rsqure = 0,798 yang artinya hubungan atau keterkaitan antara Corporate Social Responsibility (CSR) berdampak pada kinerja keuangan PT. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Husnan (2013) yang meneliti tentang pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Muhammad Idham Chalid (2017) yang memperoleh hasil Corporate Social Responsibility yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
Salah satu informasi yang wajib diungkapkan oleh perusahaan adalah informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility.
A. Kesimpulan
Saran
Nilai uang dari denda yang signifikan dan jumlah total sanksi non-moneter untuk ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan. Total jumlah dan persentase perjanjian dan kontrak investasi signifikan yang mengandung klausul terkait hak asasi manusia atau 60 HR 1 penyaringan berbasis hak asasi manusia. 62 HR 3 Total Jumlah Insiden Diskriminasi dan Tindakan Perbaikan yang Diambil Aspek : Kebebasan Berserikat dan Perjanjian Kerja Bersama.
Persentase personel keamanan yang terlatih dalam kebijakan atau prosedur hak asasi manusia organisasi yang relevan dengan operasi. Jumlah total kasus pelanggaran hak masyarakat adat dan tindakan yang diambil. Jumlah total dan persentase operasi yang telah menyelesaikan tinjauan atau penilaian dampak hak asasi manusia 68 HR 9.
Dampak negatif signifikan aktual dan potensial terhadap hak asasi manusia 70 HR 11 dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil. Jumlah pengaduan dampak hak asasi manusia yang diajukan, ditangani dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan formal 71 HR 12. Jumlah total dan persentase operasi yang dinilai untuk risiko terkait 74 SO 3 dengan korupsi yang teridentifikasi dan risiko signifikan.
Nilai uang denda yang signifikan dan jumlah total sanksi non-moneter 79 SO 8 untuk ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan. Persentase kategori produk dan jasa yang berdampak signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan 83 PR 1 dinilai untuk perbaikan. Jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan kode sukarela terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan layanan 86 PR 4 berdasarkan hasil.
Jumlah total contoh ketidakpatuhan terhadap aturan dan kode sukarela untuk komunikasi pemasaran, termasuk iklan, promosi, dan sponsor, menurut jenis hasil. Nilai uang dari denda yang signifikan untuk ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan penyediaan dan penggunaan produk layanan 91 PR 9.