“Pengaruh era Digital
Terhadap Biaya Produksi,
Tingkat Penjualan, dan Laba pada UMKM Tasty Treats di era Digital”
Muhammad Naoval Fachrezi Muhamad Kevin Abhi Rahman Daniel Febrian
Muhammad Ani Rohmani
Tasty Treats adalah UMKM yang berada di Tangerang, Binong Permai, Curug, Kab. Tangerang. UMKM ini bergerak di bidang kuliner dan hanya menyajikan dessert seperti Fruit Sandwich, Towel Cake, dan Fudgy Brownies.
Tasty Treats membedakan diri dengan fokus pada kualitas bahan-bahan terbaik yang digunakan. Setiap buah, setiap cokelat, dan setiap bahan lainnya dipilih secara cermat untuk memastikan setiap gigitan memberikan kenikmatan yang tak terlupakan. Tim kami juga terus berinovasi dalam menciptakan resep-resep baru yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern yang unik.
Selain mengutamakan kualitas, tasty treats juga menekankan pelayanan pelanggan yang ramah dan profesional. Kami percaya bahwa setiap pelanggan adalah bagian penting dari perjalanan usaha, dan berusaha untuk memastikan setiap kunjungan ke Tasty Treats adalah pengalaman yang mengesankan.
Profil Usaha
Dalam era digital yang gebrakan, dinamika bisnis khususnya pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mengalami transformasi yang signifikan.
UMKM, seperti Tasty Treats, yang berfokus pada produk makanan atau makanan ringan, telah merasakan dampak perubahan tersebut. Dalam konteks ini, analisis biaya produksi, tingkat penjualan, dan laba menjadi esensial dalam memahami dan merespons perubahan lingkungan bisnis yang cepat.
Perubahan Pola Konsumen, Era digital telah mengubah perilaku konsumen dalam mencari, memesan, dan membayar produk makanan. Aplikasi pesan-antar makanan dan situs web e-commerce telah menjadi sarana utama dalam memesan produk makanan. Oleh karena itu, Tasty Treats harus memahami dan mengikuti perubahan ini. Kenaikan Biaya Produksi, Biaya produksi mungkin meningkat karena fluktuasi harga bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya. Dalam era digital, teknologi dan sistem yang diperlukan untuk mengelola pesanan online dan pengiriman juga dapat menambah biaya.
Latar Belakang
Peningkatan Tingkat Penjualan, Di sisi positif, era digital juga membuka peluang baru untuk meningkatkan tingkat penjualan melalui promosi online, program loyalitas pelanggan, dan pemasaran digital yang tepat sasaran.
Pemahaman terhadap Tingkat Penjualan dan Laba, Dalam konteks ini, perlu juga menganalisis tingkat penjualan historis dan tren penjualan di masa lalu serta mengidentifikasi peluang untuk peningkatan penjualan.
Ini juga melibatkan pemahaman terhadap pelanggan dan preferensi mereka dalam era digital. Keberlanjutan dan Pertumbuhan, Analisis laba membantu UMKM seperti Tasty Treats untuk menilai keberlanjutan usaha dan potensi pertumbuhan. Ini membantu dalam mengidentifikasi bagian bisnis yang mungkin perlu ditingkatkan atau dioptimalkan. Adaptasi dan Inovasi, Analisis ini akan membantu Tasty Treats dalam mengevaluasi apakah diperlukan perubahan dalam proses produksi, strategi pemasaran, atau diversifikasi produk untuk tetap bersaing dalam era digital yang terus berkembang.
Latar Belakang
Dalam menghadapi perubahan ini, Tasty Treats dan UMKM serupa perlu menggabungkan analisis biaya produksi, tingkat penjualan, dan laba sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat, merencanakan strategi bisnis yang efektif, dan memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan dalam era digital yang berubah dengan cepat. Dengan demikian, analisis ini menjadi elemen penting dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM Tasty Treats dalam era digital.
Latar Belakang
Masalah
Masalah penjualan pada UMKM bisa bervariasi, tetapi beberapa masalah umum meliputi:
1. Keterbatasan pemasaran: UMKM sering kali memiliki anggaran pemasaran yang terbatas, sehingga sulit untuk mencapai target pasar yang lebih luas.
2. Kurangnya kehadiran online: Dalam era digital, kehadiran online sangat penting. UMKM yang tidak memiliki situs web atau keberadaan media sosial yang kuat dapat kehilangan peluang penjualan.
3. Manajemen stok yang buruk: Mengelola stok dengan baik penting agar produk selalu tersedia untuk pelanggan. Stok berlebih atau kekurangan dapat mengganggu penjualan.
4. Persaingan yang sengit: UMKM sering bersaing dengan bisnis besar dan sesama UMKM. Persaingan yang sengit dapat mengurangi pangsa pasar.
5. Kurangnya pemahaman tentang pelanggan: UMKM perlu memahami preferensi dan kebutuhan pelanggan mereka agar dapat menyediakan produk atau layanan yang sesuai.
6. Perizinan dan regulasi: Beberapa UMKM mungkin menghadapi hambatan dalam hal perizinan dan regulasi yang berbeda-beda di setiap daerah.
7. Akses ke modal: Keterbatasan akses ke modal untuk ekspansi atau investasi dalam pemasaran dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan penjualan.Solusi untuk masalah ini dapat melibatkan strategi pemasaran yang lebih efektif, kehadiran online yang kuat, manajemen stok yang cermat, pemahaman pelanggan yang lebih baik, serta upaya untuk memperbaiki perizinan dan mendapatkan akses ke modal tambahan jika diperlukan.
Masalah
Permasalahan UMKM Juga Lahir dari Banyaknya Pelaku UMKM yang Masih Gagap TeknologiFamiliar dengan istilah gagap teknologi atau yang sering disingkat dengan gaptek? Ya, istilah ini merupakan sebutan bagi individu yang tidak tahu-menahu tentang kemajuan teknologi serta tidak bisa mengoperasikannya. Kondisi gagap teknologi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi ekonomi, kondisi lingkungan, lokasi wilayah, dan lain
sebagainya.Lalu, apa kaitannya antara gagap teknologi dengan permasalahan UMKM? Perkembangan teknologi yang terjadi sekarang ini melahirkan geliat ekonomi digital yang justru membawa banyak manfaat bagi pelaku UMKM, tidak hanya dalam memasarkan produknya tetapi juga memudahkan proses produktivitas para pelaku UMKM. Kehadiran saluran marketplace dan media sosial membuka peluang bagi pelaku UMKM dalam mengenalkan produk mereka ke ranah yang lebih luas. Selain itu, produktivitas pegiat UMKM semakin lebih mudah dan efisien berkat adanya
perkembangan teknologi, mulai dari melakukan pembukuan secara digital, membayar pajak melalui sistem aplikasi, dan lain-lain.Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu faktor yang menjadi kendala adalah tidak meratanya
penyebaran informasi di Tanah Air yang menyebabkan munculnya virus gaptek ini. Selain itu, generation gap antara pelaku UMKM yang diwakilkan oleh generasi X dan pelaku UMKM dari generasi milenial melahirkan jarak soal
permasalahan UMKM ini.Ada baiknya pelaku UMKM di usia muda turut mengajarkan atau memberikan penyuluhan terkait teknologi terkini terhadap pelaku UMKM di usia senior. Mereka yang lebih tua juga diharapkan tidak segan untuk bertanya mengenai update terkini di dunia bisnis.
Jurnal ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, Sugiono (2012: 9) mengemukakan pendapat mengenai metode kualitatif yakni suatu penelitian yang berdasarkan filsafat postpositivisme, yang mana digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah, disini posisi peneliti sebagai instrument kunci, kemudian teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisa data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian menekankan pada makna dibandingkan generalisasi.
Dalam penelitian ini, instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Sampel
Menurut Sugiono (2016:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah biaya produksi, tingkat penjulan, dan laba dalam penjualan tasty treats di era digital.
2. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan langsung di lokasi penelitian
3. Wawancara
Menurut Sugiyono (2014), wawancara merupakan proses untuk memperoleh data penelitian dengan cara melakukan tanya jawab dengan bertatap muka secara langsung antara penanya dan narasumber.
Metodologi Penelitian
4. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2014), dokumentasi merupakan metode pencarian dan pengumpulan data mengeni catatan, buku-buku, majalah, laporan, dokumentasi dan sebagainya.
Teknik analisa data dilakukan dengan mengumpulkan data dari objek penelitian yang
berhubungan erat dengan objek penelitian, kemudian melakukan observasi, wawancara, dan pendokumentasian. Kemudian mengidentifikasi biaya produksi, tingkat penjulan, dan laba pada UMKM Tasty Treats.
Metodologi Penelitian
Tabel Biaya Produksi
Tahun Penjualan Biaya Produksi Laba
2023 340 Rp 1.425.000 Rp 2.742.000
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel data Biaya Produksi UMKM Tasty Treats di era Digital adalah pada tahun 2023 dengan penjualan 340 buah serta biaya produksi Rp 1.425.000 dengan hasil laba adalah Rp 2.742.000.
Tabel Data Penjualan
No. Bulan Jumlah (Rp)
1. Juni 42
2. Juli 90
3. Agustus 50
4. September 60
5. Oktober 45
Jumlah 287
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel, data Tingkat Penjualan pada UMKM Tasty Treats dapat dilihat
adanya penurunan penjualan dimana penjualan pada bulan Juni 2023 adalah 42 buah, lalu mengalami
kenaikan pada bulan Juli 2023 sebanyak 90 buah, pada bulan Agustus 2023 mengalami penurunan kembali
menjadi 50 buah, kemudian mengalami kenaikan kembali pada bulan September 2023 sebanyak 60 buah, dan
penjualan kembali menurun di bulan Oktober 2023 sebanyak 45 buah. Sehingga jika penjualan ditotal dari
bulan Juni hingga Oktober adalah sebanyak 287 buah.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, and includes icons by Flaticon and infographics & images by Freepik