Analisis Pengaruh Interaksi Teknologi Digital : Gaya Hidup Hedonisme Remaja Modern
Defira Syawalianata (03020221042) [email protected]
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak interaksi teknologi digital pada gaya hidup hedonisme remaja modern. Gaya hidup remaja saat ini cenderung dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital yang memberikan akses yang mudah terhadap berbagai konten hiburan dan interaksi sosial melalui platform online. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan korelasional untuk mengeksplorasi sejauh mana remaja modern terpengaruh oleh teknologi digital dalam mengadopsi gaya hidup hedonistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan intensif dengan teknologi digital, seperti penggunaan media sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan antara interaksi teknologi digital dan gaya hidup hedonisme remaja, seperti faktor sosial dan budaya.
Kata Kunci : Teknologi Digital, Hedonism, Remaja, Social Media Abstract
The aim of this research is to evaluate the impact of digital technology interactions on the hedonistic lifestyle of modern teenagers. Today's teenage lifestyle tends to be influenced by advances in digital technology which provides easy access to various entertainment content and social interactions via online platforms. This research uses descriptive and correlational analysis methods to explore the extent to which modern teenagers are influenced by digital technology in adopting a hedonistic lifestyle. The results of the research show that intensive involvement with digital technology, such as the use of social media. This research also identifies factors that moderate the relationship between digital technology interactions and teenagers' hedonistic lifestyles, such as social and cultural factors.
Keywords : Digital Technology, Hedonism, Teenagers, Social Media
PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi digital, remaja modern menghadapi tantangan yang unik dalam proses pembentukan identitas dan penentuan gaya hidup mereka. Fenomena ini mencakup perkembangan teknologi digital seperti media sosial, game online, dan berbagai konten digital lainnya, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian remaja. Keterlibatan yang semakin meningkat dalam interaksi dengan teknologi digital memiliki potensi besar untuk memengaruhi arah dan pola hidup remaja. Salah satu dampak yang signifikan adalah adopsi gaya hidup hedonisme, di mana remaja cenderung mengejar kepuasan dan kesenangan segera, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Fenomena ini mencerminkan dinamika kompleks antara perkembangan teknologi dan perubahan perilaku remaja, yang perlu dipahami lebih dalam untuk merancang pendekatan yang mendukung perkembangan positif dan kesejahteraan mereka.
Dalam konteks ini, analisis mengenai pengaruh interaksi teknologi digital terhadap gaya hidup hedonisme remaja menjadi relevan dan krusial untuk dipahami lebih dalam. Peran teknologi digital tidak hanya terbatas sebagai alat komunikasi atau sarana hiburan semata, melainkan juga memiliki dampak signifikan dalam membentuk nilai-nilai, preferensi, dan perilaku remaja.
Terlebih lagi, teknologi digital menjadi kurator utama pengalaman remaja sehari-hari, meresap ke dalam setiap aspek kehidupan mereka. Penting untuk disadari bahwa gaya hidup hedonisme tidak terbatas pada semata-mata pencarian kesenangan materi atau hedonisme konsumtif. Lebih dari itu, gaya hidup ini melibatkan dimensi-dimensi yang lebih luas, seperti eksplorasi identitas, kebebasan berekspresi, dan pengalaman sensorik.
Salah satu dimensi gaya hidup hedonisme yang akan dieksplorasi dalam penelitian ini adalah eksplorasi identitas. Teknologi digital memberikan remaja akses ke beragam platform yang memungkinkan mereka untuk merancang dan mengkomunikasikan identitas mereka, baik melalui konten yang mereka bagikan di media sosial, permainan daring yang mereka mainkan, atau bahkan dalam cara mereka berinteraksi secara virtual. Keterlibatan dalam dunia digital dapat menjadi wadah untuk eksplorasi diri, di mana remaja dapat mencari dan mengartikulasikan identitas mereka.
Melalui analisis yang mendalam terhadap dinamika interaksi antara remaja dan teknologi digital, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang
bagaimana teknologi digital secara khusus membentuk gaya hidup remaja modern, dengan fokus pada dimensi hedonistik. Dalam kerangka ini, penelitian ini akan memetakan dengan seksama bagaimana aspek-aspek tertentu dari teknologi digital—seperti media sosial, game online, dan konten digital lainnya—berperan dalam merangsang dan memenuhi kebutuhan hedonistik remaja.
Dengan demikian, penelitian ini akan memperluas wawasan tentang bagaimana teknologi digital tidak hanya berdampak pada aspek konsumtif gaya hidup remaja, tetapi juga menjadi sarana untuk eksplorasi identitas, kebebasan berekspresi, dan pengalaman sensorik yang mendalam.
Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih komprehensif untuk mengembangkan strategi pendekatan yang seimbang dan mendukung pertumbuhan positif remaja di era digital ini.
Gaya Hidup Hedonisme Pada Remaja Modern
Salah satu model gaya hidup yang banyak diadopsi oleh remaja pada masa kini adalah gaya hidup hedonis. Gaya hidup ini mencerminkan cara seseorang mengorganisir kehidupan pribadi, interaksi di masyarakat, perilaku di hadapan publik, serta usahanya untuk membedakan statusnya dari orang lain melalui simbol-simbol sosial. Menurut Suprana, gaya hidup hedonis merupakan pola hidup yang mengarahkan aktivitasnya untuk mengejar kepuasan hidup, seperti menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, aktif berpartisipasi dalam kegiatan hiburan, menikmati keramaian perkotaan, seringkali membeli barang-barang mahal semata-mata untuk memuaskan diri, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Seiring waktu, kepuasan tersebut dapat menjadi tujuan utama dari setiap Tindakan.
Amstrong menyatakan bahwa gaya hidup hedonis adalah pola hidup yang menitikberatkan pada kegiatan mencari kepuasan hidup, seperti menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, aktif dalam kehidupan sosial, senang membeli barang-barang mahal yang disenangi, dan selalu berkeinginan untuk menjadi pusat perhatian. Gaya hidup hedonis termanifestasi melalui perilaku yang dapat dikenali dari aktivitas, minat, dan pendapat yang selalu menekankan pada kepuasan hidup. Gaya hidup hedonis menggambarkan dorongan individu untuk berperilaku sesuai dengan prinsip kepuasan, dan perbedaan dalam gaya hidup antarindividu mencerminkan variasi dalam
cara mengorganisir kehidupan pribadi, berinteraksi di masyarakat, dan menunjukkan status melalui simbol-simbol social. 1
ada seorang ilmuan yang bernama Wells dan Tigert mengembangkan teknik pengukuran gaya hidup melalui pengembangan sistem AIO (Activity, Interest, and Opinion), yaitu:
A. Kegiatan (Activity) Tindakan nyata seperti banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak membeli barang-barang yang kurang diperlukan, pergi ke pusat perbelanjaan dan kafe. Walaupun tindakan ini dapat dipahami, tetapi kegiatan ini tidak dapat diukur secara langsung.
B. Minat (Interest) Seperti hal dalam fashion, makanan, benda-benda mewah, tempat kumpul, dan selalu ingin jadi pusat perhatian.
C. Opini (Opinion) Adalah “jawaban” secara lisan atau tertulis yang diberikan sebagi respon terhadap stimulus yang dimunculkan berupa “pertanyaan”. Opini digunakan untuk mendeskripsikan pemikiran, harapan, dan evaluasi dalam sebuah tindakan.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek gaya hidup menurut Wells dan Tigert adalah aspek aktivitas yaitu tindakan nyata yang dapat diamati, aspek minat, dan aspek opini. Ada beberapa factor yang mempengaruhi individu seorang remaja yaitu factor internal dan juga eksternal. Faktor Internal berasal dari dalam diri sendiri, yang mana setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup mereka. Faktor lainnya adalah adanya rasa ketidakpuasan manusia yang tidak akan pernah ada ujungnya. Dari hal inilah yang kemudian menjadikan manusia sebagai mahluk yang egois, serakah, dan cenderung memiliki sifat materialistik.
Faktor Eksternal berasal dari lingkungan serta pergaulan yang sangat luas. Faktor ini merupakan faktor utama yang membentuk manusia menjadi berkarakter hedonis. Segala informasi tentang contemporary life style yang berasal dari internet baik berupa news maupun sosial media ikut menjadi trend bagi remaja saat ini. Contohnya saja di lingkungan kampus, terdapat teman yang menonjol dalam berbusana, mulai baju, sepatu, tas dan aksesoris yang branded, maka bukan hal yang salah jika gaya tersebut menjadi motivasi bagi seseorang untuk
1 Mufidatul Munawaroh, “Hedonisme Remaja Sosialita(Life Styleremaja Sosialita Kalangan Mahasiswadi Pedesaan Lamongan)”, TA’LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam, Vol.5 No.2Juli 2022.
mengikuti gaya hidup dari temannya tersebut dengan melakukan berbagai cara baik yang positif maupun yang negatif. 2
Dan yang paling terpenting yaitu pengaruh social media. Interaksi sosial media juga memberikan tekanan sosial terhadap remaja untuk selalu tampil dan terlibat dalam aktivitas yang dapat meningkatkan status sosial mereka. Dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan dari teman sebaya dan masyarakat daring, remaja seringkali terdorong untuk memperlihatkan gaya hidup hedonis melalui unggahan foto, cerita, atau aktivitas yang mencerminkan kesenangan dan kemewahan. Hal ini dapat menciptakan norma sosial yang memandang sikap hedonis sebagai sesuatu yang diinginkan atau diidamkan dalam usaha mendapatkan validasi sosial.
Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya hidup hedonis dipengaruhi oleh faktor internal individu dan faktor eksternal dari lingkungan sekitar yang memiliki potensi memengaruhi sikap individu. Sebagai hasilnya, pola kehidupan yang terbentuk akan mencerminkan variasi yang diciptakan oleh individu untuk dirinya sendiri. Dan pengaruh sosial media terhadap sikap hedonis remaja tidak hanya bersifat negatif. Sosial media juga berperan sebagai sarana komunikasi dan ekspresi diri yang dapat digunakan untuk menginspirasi dan mendukung pertumbuhan positif remaja. Pentingnya literasi media dan pendekatan yang seimbang dalam penggunaan sosial media menjadi kunci untuk membantu remaja memahami dampaknya, memfilter informasi, serta mengembangkan kritisitas terhadap representasi kehidupan yang seringkali sangat terkondisi di dunia maya.3
Pengaruh Interaksi Teknologi Digital
Interaksi teknologi digital telah memainkan peran yang mendasar dalam membentuk cara remaja berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. Keterlibatan yang intensif dengan teknologi digital, seperti media sosial, aplikasi permainan, dan konten online, telah mengubah dinamika hubungan sosial remaja. Pengaruhnya terlihat dalam cara remaja membangun dan memelihara hubungan sosial, mengonsumsi informasi, dan bahkan membentuk identitas mereka. Sebagai contoh, media sosial memberikan platform bagi remaja untuk berbagi pengalaman, menyajikan citra diri, dan mengukur popularitas mereka berdasarkan jumlah "like" atau pengikut.
2 Susanto, B.A. “Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis”, Jakarta: Kompas. 2001.
3 Putri, Wilga Secsio Ratsja , R. Nunung Nurwati, & Meilanny Budiarti S. “Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja”. PROSIDING KS: RISET & PKM Volume: 3, Nomor: 1 Hal: 1 – 154. ISSN: 2442-4480, 2016.
Sosial media dan interaksi teknologi digital memiliki pengaruh yang besar terhadap sikap hedonis remaja modern. Media sosial, sebagai salah satu bentuk utama interaksi teknologi digital, memfasilitasi akses remaja terhadap konten-konten yang menonjolkan gaya hidup hedonis.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat menyediakan panggung virtual bagi remaja untuk memamerkan momen-momen kepuasan dan kesenangan segera dalam kehidupan mereka.
Dalam upaya mendapatkan validasi sosial, remaja sering kali berusaha menampilkan kehidupan yang penuh kenikmatan, dari konsumsi barang mewah hingga pengalaman hiburan yang ekstravaganza.
Penting untuk diakui bahwa sosial media juga dapat menciptakan tekanan sosial pada remaja untuk terus bersaing dalam menciptakan citra hedonis. Anggapan bahwa gaya hidup hedonis adalah tanda keberhasilan dan popularitas dapat merangsang remaja untuk mengejar pengalaman-pengalaman yang dapat dipertunjukkan secara online, meskipun tidak selalu mencerminkan keadaan sebenarnya. Oleh karena itu, terdapat risiko idealisasi gaya hidup hedonis dan munculnya ekspektasi tidak realistis di antara remaja. 4
Interaksi teknologi digital juga memberikan sarana bagi remaja untuk mencari kepuasan segera. Aplikasi permainan online, konten streaming, dan platform hiburan digital lainnya menawarkan pengalaman hiburan yang siap dinikmati kapan pun. Ketersediaan konten yang memanjakan diri ini dapat merangsang perilaku konsumtif dan kecenderungan untuk mencari kepuasan instan di luar batas keseimbangan. 5
Dalam kesimpulannya, sosial media dan interaksi teknologi digital membentuk dan memperkuat sikap hedonis remaja modern. Pendidikan literasi digital yang membekali remaja dengan pemahaman tentang representasi online dan dampak psikologis dari kehidupan digital dapat menjadi langkah positif dalam membantu mereka mengembangkan sikap yang seimbang terhadap kehidupan dan nilai-nilai yang sesungguhnya. meskipun media sosial dapat membawa dampak negatif, penting untuk mengakui bahwa platform ini juga menyediakan manfaat positif yang signifikan. Konektivitas global, akses informasi, dukungan sosial, dan peluang berkarir adalah beberapa aspek positif yang dapat ditemukan dalam interaksi dengan media sosial. Oleh
4 Eka Sari Setianingsih,” Wabah Gaya Hidup Hedonisme Mengancam Moral Anak”, MALIH PEDDAS, Volume 8 Nomor 2 Desember 2018
5 Rahardjo, W., Silalahi, Y.B.”Perilaku Hedonisme Pada Pria Metroseksual Serta Pendekatan Dan Strategi Yang Digunakan Untuk Mempengaruhinya”.Pesat Volume 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.2007
karena itu, pemahaman yang seimbang tentang peran media sosial dapat membantu individu memanfaatkannya secara positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.6
KESIMPULAN
Dalam mengevaluasi gaya hidup hedonis pada remaja modern, dapat disimpulkan bahwa fenomena ini kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Gaya hidup hedonis muncul sebagai hasil dari interaksi internal individu, seperti dorongan untuk mencari kepuasan hidup, serta pengaruh eksternal dari lingkungan dan pergaulan sekitar. Pengukuran gaya hidup oleh Wells dan Tigert melalui sistem AIO (Activity, Interest, and Opinion) memperlihatkan bahwa aspek aktivitas, minat, dan opini membentuk gambaran yang jelas tentang gaya hidup seseorang. Dalam konteks pengaruh sosial media, terlihat bahwa media sosial bukan hanya merupakan pemicu gaya hidup hedonis, tetapi juga sebagai alat untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan memobilisasi dukungan sosial. Namun, tekanan sosial yang dihasilkan oleh media sosial dapat mendorong remaja untuk menunjukkan gaya hidup hedonis demi mendapatkan validasi sosial.
Interaksi teknologi digital, termasuk media sosial, juga memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap hedonis remaja. Keterlibatan intensif dengan teknologi digital membentuk cara remaja berinteraksi, mencari kepuasan instan, dan mengejar gaya hidup hedonis. Kendati demikian, literasi digital dan pemahaman yang mendalam terhadap dampak psikososial teknologi digital menjadi kunci untuk membantu remaja menghadapi tantangan ini. Dalam rangka menjaga keseimbangan dan mengoptimalkan manfaat positif, perlu adanya pendekatan yang seimbang dalam penggunaan media sosial dan teknologi digital. Pendidikan dan pemahaman yang lebih baik terkait dampaknya dapat membantu remaja mengembangkan sikap yang sehat terhadap kehidupan, memahami nilai-nilai yang sebenarnya, dan menjalani kehidupan digital dengan bijak.
DAFTAR PUSTAKA
Mufidatul Munawaroh, “Hedonisme Remaja Sosialita(Life Styleremaja Sosialita Kalangan Mahasiswadi Pedesaan Lamongan)”, TA’LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam, Vol.5 No.2Juli 2022.
6 Kusumanugraha, C. “Fenomena Gaya Hidup Hedonis pada Remaja”. Semarang: Fakultas Psiko logi UNIKA.2003
Susanto, B.A. “Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis”, Jakarta: Kompas. 2001.
Putri, Wilga Secsio Ratsja , R. Nunung Nurwati, & Meilanny Budiarti S. “Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja”. PROSIDING KS: RISET & PKM Volume: 3, Nomor: 1 Hal: 1 – 154. ISSN: 2442-4480, 2016.
Eka Sari Setianingsih,” Wabah Gaya Hidup Hedonisme Mengancam Moral Anak”, MALIH PEDDAS, Volume 8 Nomor 2 Desember 2018
Rahardjo, W., Silalahi, Y.B.”Perilaku Hedonisme Pada Pria Metroseksual Serta Pendekatan Dan Strategi Yang Digunakan Untuk Mempengaruhinya”.Pesat Volume 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.2007
Kusumanugraha, C. “Fenomena Gaya Hidup Hedonis pada Remaja”. Semarang: Fakultas Psiko logi UNIKA.2003