Oleh karena itu dalam pembuatan laporan keuangan diperlukan sumber daya manusia untuk pengoperasian sistem yang ada. Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan sistem pengendalian internal yang baik. Partisipasi tersebut harus didasarkan pada kemampuan sumber daya manusia dan pengendalian internal yang digunakan pemerintah untuk mampu menghasilkan laporan keuangan yang andal dan tepat waktu.
Sistem pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap keandalan pelaporan keuangan pemerintah daerah, kualitas personel, dan penggunaan teknologi. Pengaruh sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap keandalan dan ketepatan waktu nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah dengan variabel intervening pengendalian internal akuntansi. Menunjukkan dampak positif penggunaan sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk pelaporan keuangan terhadap keandalan akuntansi pengendalian internal.
Dita Ismariza (2009) Pengaruh kualitas sumber daya manusia dan pengendalian internal terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah. Irfan Fathony (2000) Kontribusi unsur struktur pengendalian intern pada bidang audit akuntan publik di kota semarang. Elemen struktur pengendalian internal turut berperan dalam menentukan ruang lingkup audit akuntan publik di kota semarang.
Penelitian ini dibatasi pada pengaruh kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pada Pemerintah Daerah Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilakukan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di Pemerintah Daerah Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Jenis Data dan Sumber Data
Metode Pengumpulan Data
Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden
Distribusi Frekuensi Usia Responden
Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa sebagian besar responden yang bekerja sebagai pejabat di Pemerintah Daerah Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Musi Banyuasin berusia antara 25 sampai 30 tahun. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang berusia antara 25 dan 30 tahun sebanyak 35 orang dengan pangsa sebesar 58,33%, disusul responden berusia di atas 30 tahun sebanyak 25 orang dengan pangsa sebesar 41,67%. Sebab, pada usia tersebut, pejabat pemerintah di Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir cenderung sangat produktif dan sukses, terutama di bidang keuangan dan anggaran.
Distribusi Frekuensi Lamanya Bekerja Responden
Banyuasin yang dijadikan responden penelitian adalah mereka yang telah bekerja lebih dari 5 tahun sebanyak 30 orang atau 50%, bekerja antara 3 tahun sampai 5 tahun sebanyak 15 orang atau 25%, bekerja antara 1 tahun sampai 3 tahun sebanyak 10 orang atau 16,67% dan sisanya 5 orang atau 8,33% merupakan pegawai yang telah bekerja sampai dengan 1 tahun.
Distribusi Frekuensi Pendidikan Terakhir Responden
Uji Validitas Data Kapasitas Sumber Daya Manusia
Hasil uji validitas menggunakan korelasi bivariat pada item variabel kapasitas sumber daya manusia dapat dilihat pada Tabel 8 berikut. Hasil uji validitas yang disajikan pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa hasil uji validitas 29 item pertanyaan/pernyataan variabel kapasitas sumber daya manusia valid pada taraf nyata (α) = 5%. Dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan/pernyataan pada instrumen dapat digunakan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya.
Uji Validitas Data Pengendalian Intern (X 2 )
Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 4.6 terlihat hasil uji validitas 37 item pertanyaan/pernyataan variabel pengendalian internal valid pada taraf nyata (α) = 5%. Disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan/pernyataan dalam instrumen dapat digunakan sebagai instrumen pengukuran yang valid dalam analisis lebih lanjut.
Uji Validitas Nilai Informasi Pelaporan Keuangan (Y)
Uji Reliabilitas Data Variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X 1 )
Hasil uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha untuk item variabel human capacity dapat dilihat pada Tabel 11 di bawah ini. Berdasarkan Tabel 11 di atas terlihat bahwa seluruh item variabel kapasitas sumber daya manusia reliabel jika dibandingkan dengan nilai Cronbach’s Alpha-nya, sehingga item-item tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur dalam analisis selanjutnya.
Uji Reliabilitas Variabel Pengendalian Intern (X 2 )
Berdasarkan Tabel 12 di atas terlihat bahwa seluruh item variabel pengendalian internal dapat diandalkan jika dibandingkan dengan nilai Cronbach’s Alpha-nya, sehingga item-item tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang andal dalam analisis nantinya.
Uji Reliabilitas Variabel Nilai Informasi Pelaporan Keuangan (Y)
Hasil perhitungan pada Tabel 15 menunjukkan bahwa nilai toleransi pada variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) sebesar 0,991 dan Pengendalian Internal (X2) sebesar 0,983, sedangkan nilai VIF pada variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) sebesar 1,009 dan Pengendalian Internal variabel (X2) sebesar 1,017. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, besar kecilnya pengaruh parsial kapasitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah dijelaskan melalui parameter koefisien regresi (β1). Untuk variabel kapasitas sumber daya manusia (X1) sebesar 0,858 karena nilai β1 positif maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara kapasitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah.
Dengan demikian, setiap kali kapasitas sumber daya manusia ditingkatkan (diperbaiki), maka akan berdampak pada peningkatan nilai informasi akuntansi. Artinya kapasitas sumber daya manusia secara parsial berpengaruh terhadap nilai informasi akuntansi kota. Artinya pengendalian internal secara parsial berpengaruh terhadap nilai informasi akuntansi kota.
Artinya kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pada Pemerintah Daerah Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Musi Banyuasin. Sedangkan berdasarkan parameter koefisien regresi (β) masing-masing variabel independen yaitu variabel kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal mempunyai pengaruh secara parsial sebesar 0,850 dan 0,375. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh linier yang positif antara kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah, sehingga setiap kali terjadi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal maka nilai informasi pelaporan keuangan pegawai pemerintah daerah meningkat. kinerja akan meningkatkan kualitas.
Semakin tinggi kualitas kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal maka semakin baik pula kualitas nilai informasi pelaporan keuangan. Tanpa didukung kemampuan sumber daya manusia yang handal dan pengendalian internal yang optimal maka nilai informasi pelaporan keuangan yang diperoleh akan sangat rendah kualitasnya. Pengujian secara simultan pengaruh kapasitas sumber daya manusia (X1) dan pengendalian internal (X2) terhadap nilai informasi pelaporan keuangan (Y).
Artinya hipotesis yang menyatakan secara simultan kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah diterima. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal secara bersama-sama memberikan dampak terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah. Artinya jika kualitas variabel kapasitas sumber daya manusia meningkat maka kualitas informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah juga akan semakin baik.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian internal merupakan faktor yang sangat mendasar untuk mencapai nilai informasi pelaporan keuangan yang baik dan optimal. Tanpa didukung kapasitas sumber daya manusia yang baik, pengendalian internal yang memadai maka nilai informasi pelaporan keuangan tidak akan baik (optimal).