Skripsi ini adalah bagian dari ibadah saya kepada Allah SWT, karena kepada-Nya kita beribadah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Kualitas Kerja Karyawan PT. PLN (Persero) SulSelRaBar Wilayah Makassar Jl. Letjen Hertasning Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu terhadap kualitas kerja pegawai PT PLN (Persero) wilayah SulSelRaBar Makassar secara parsial.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah yang senantiasa diberikan kepada hamba-hamba-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak.
Latar Belakang
Suatu perusahaan harus mampu mengelola dan memelihara sumber daya manusianya, dan hal ini harus dikembangkan secara terus menerus agar tercapai kualitas kerja sumber daya manusia dalam arti yang sebenarnya. Salah satu aktivitas terpenting dalam suatu perusahaan, manajemen sumber daya manusia, adalah aktivitas mendapatkan orang-orang dan karakteristik individu yang tepat. Sopiah (2010:13) menyatakan karakteristik individu adalah ciri biografi, kepribadian, persepsi dan sikap yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai.
Walaupun didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya finansial yang berlebihan, namun tanpa beragam sumber daya manusia yang kompetitif maka kegiatan organisasi perusahaan tidak akan terselesaikan dengan baik.Hal ini menunjukkan bahwa keberagaman sumber daya manusia menjadi kunci utama yang harus diperhatikan dalam segala kebutuhannya, karena akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi perusahaan. Berdasarkan uraian di atas, maka judul penelitian ini adalah: “Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Kualitas Kerja Pegawai PT. PLN (Persero) SulSelRaBar Wilayah Makassar.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Pengertian Sumber Daya Manusia
- Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
- Pengertian Karakteristik Individu
- Pengertian Kualitas Kerja
- Penelitian Terdahulu
- Kerangka Pikir
- Hipotesis
Menurut Marcana (200:21), mutu kerja mempunyai arti : “Kualitas kerja adalah bentuk tingkah laku atau kegiatan yang dilakukan. Menurut (Ivancevich dkk, Setyo Budiari 2018), kualitas kerja adalah pandangan manajemen terhadap orang, pekerja, dan organisasi. Mutu pekerjaan seorang pegawai adalah pegawai yang memenuhi syarat-syarat kualitatif yang diperlukan oleh pekerjaannya, sehingga pekerjaan itu benar-benar terlaksana.”
Ada banyak cara untuk menciptakan kualitas kerja yang kompetitif agar keterlibatan pegawai dalam organisasi setinggi-tingginya. Sesuai dengan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, hipotesis yang diajukan adalah karakteristik individu berpengaruh terhadap kualitas kerja karyawan PT.
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Skala Pengukuran
- Jenis dan Sumber Data
- Definisi Operasional Variabel
- Teknik Analisis Data
Sampel dalam penelitian ini terdiri dari pegawai yang bekerja sebagai PNS di PT PLN (Persero) SulSelRaBar Wilayah Makassar, tidak termasuk security dan office boy (OB). Dengan demikian, sampel minimal yang diambil untuk penelitian ini adalah 33 karyawan dari 50 karyawan PT.PLN (Persero) wilayah Sulawesi Selatan. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk melakukan observasi langsung terhadap objek yang diteliti pada PT.PLN (Persero) di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan, Makassar.
Data yang diperoleh berupa informasi tertulis dan dokumentasi serta laporan di PT PLN (Persero) SulSelRaBar Wilayah Makassar. Dimana kualitas kerja merupakan variabel terikat atau variabel terikat yang dipengaruhi dan merupakan akibat dari adanya variabel bebas tersebut. Dengan demikian dapat kita artikan bahwa mereka adalah pegawai-pegawai yang tingkat pendidikannya lebih dominan di PT. PLN (Persero) SulSelRaBar Wilayah Makassar, pegawainya berpendidikan ijazah (S1), sehingga ilmu yang dimiliki pegawai dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap Kualitas Kerja terletak pada interval keempat yaitu tinggi. Artinya responden setuju dengan pernyataan pada kuesioner mengenai kualitas kerja. Analisis regresi sederhana merupakan hubungan linier antara variabel independen (X) karakteristik individu dengan variabel (Y) kualitas kerja.
Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel terikat Kualitas kerja dan variabel bebas yaitu karakteristik individu. Dari hasil pengujian hipotesis terbukti bahwa “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara karakteristik individu terhadap kualitas kerja di PT. Dengan demikian dari hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terbukti bahwa “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara karakteristik individu terhadap kualitas kerja di PT.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
- Sejarah Singkat Perusahaan
- Visi, Misi dan Motto
- Struktur Organisasi Perusahaan
- Job Description
Melihat kondisi geografis dan potensi sumber daya alam, maka pasokan listrik yang dapat dikembangkan sangat beragam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, jenis pusat listrik yang dimiliki PLN untuk wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat saat ini antara lain pembangkit listrik tenaga air (termasuk Minhydro). PLTU dan PLTG Sementara untuk keperluan operasional dan pelayanan PLN di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat membawahi sembilan unit wilayah (Makassar, Pare-pare, Watanpone, Pinrang, Bulukumba, Palopo, Kendari, Bau-Bau dan Mamuju), 3 unit pada bidang produksi (Tello, Bakarudan Kendari), satuan 1 satuan luas dan distribusi beban (AP2B).
Dalam melaksanakan tugasnya, PLN wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat berupaya menjamin pembangkitan dan pendistribusian tenaga listrik serta mendorong peningkatan kegiatan perekonomian, mencari keuntungan untuk membiayai pengembangannya serta merintis kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. energi yang belum bisa diterapkan oleh pihak swasta dan koperasi di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. PLN (Persero) Wilayah VIII menjadi unit usaha strategis/pusat investasi dan sebagai kelanjutan sesuai keputusan PT. Menyusun Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL) dan Rencana Kerja Perusahaan (RKAP) beserta fungsi terkait.
Menyusun prakiraan beban (load Forecast) travo gardu distribusi, penyulang 20 KV dan rencana kebutuhan listrik APJ. Mengelola dan mengevaluasi penggunaan aplikasi sistem teknologi informasi untuk menyusun rencana pengembangan sistem teknologi informasi. m. Mengelola dan memantau pengoperasian sarana distribusi tenaga listrik secara efisien dan efektif untuk menjaga kelangsungan dan menjamin mutu penyaluran tenaga listrik.
Mengelola dan memantau pelaksanaan pemeriksaan dan pengukuran jaringan untuk perencanaan/pemeliharaan/pengoperasian fasilitas distribusi tenaga listrik. Melaksanakan koordinasi dengan fungsi terkait dalam pelaksanaan P2TL dan menyimpan dokumen serta bukti penyalahgunaan tenaga listrik. Mengembangkan standar penerapan dan pengujian peralatan pembangkitan, transmisi dan distribusi serta standar pengoperasian dan pemeliharaan sistem jaringan pembangkit, transmisi dan distribusi.
Hasil Penelitian
- Karakteristik Responden
- Penentuan Range
- Deskripsi Variabel Karakteristik Individu
- Deskripsi Variabel Kualitas Kerja
- Analisis Deskriptif
- Uji Kualitas Data
- Uji Analisis Regresi Sederhana
Dari kuesioner yang saya bagikan kepada responden, sebanyak 33 orang telah mengembalikan kuesioner yang diisi dengan benar dan sesuai petunjuk pada kuesioner ini. Dari tabel 4.2 karakteristik responden berdasarkan masa kerja sebanyak 18 orang responden 1-10 dengan persentase 55%, 9 orang dengan masa kerja 11-20 tahun dengan persentase 27%, sedangkan 6 orang mempunyai satu pekerjaan. . jangka waktu di atas 20 tahun dengan persentase sebesar 18%, sehingga berarti masih banyak responden yang mempunyai masa kerja kurang dari 10 tahun. Dari tabel 4.3 karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang dikumpulkan merupakan hasil jawaban dari beberapa jenjang pendidikan dan didominasi oleh tingkat universitas (S1) dengan persentase sebesar 45%. .
Untuk melihat tanggapan responden terhadap indikator dan juga untuk menghitung skor, variabel karakteristik individu diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari 6 item pernyataan dengan indikator. Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap Karakteristik Individu berada pada rentang keempat yaitu tinggi. Artinya responden setuju dengan pernyataan yang terdapat dalam kuesioner terkait karakteristik individu.
Pada tabel statistik deskriptif di atas terlihat nilai maksimum variabel Karakteristik Individu adalah sebesar 65. Jika r hitung > dari tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator variabel penelitian tersebut valid. . Jika nilai Cronbach alpha hitung >0,60 maka reliabilitasnya dapat diterima atau dengan kata lain tes tersebut reliabel.
Analisis ini harus menentukan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, apakah positif atau negatif, dan memprediksi nilai variabel terikat jika nilai variabel terikat bertambah atau berkurang. Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil tesnya adalah sebagai berikut. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan variabel dependen.
Pembahasan
Tabel diatas menjelaskan besarnya nilai R korelasi/asosiasi sebesar 0,023, dari hasil tersebut efisiensi penentuan sebesar 0,001. Jadi dapat diartikan bahwa variabel independen (X) hanya mempunyai kontribusi pengaruh sebesar 1% terhadap variabel dependen (Y). Karakteristik individu diukur dengan angket yang terdiri dari 6 item dengan indikator kemampuan dan keterampilan, pendidikan, pengalaman kerja, sikap, emosi/reaksi dan usia. Kualitas kerja Marcana (2000:21) mengatakan kualitas kerja mempunyai arti sebagai berikut: “Kualitas kerja adalah suatu bentuk perilaku atau kegiatan yang dilakukan sesuai dengan harapan dan kebutuhan atau tujuan yang harus dicapai secara efektif dan efisien” .
Sedangkan menurut (Cascio, 1998:18, Oleh, Setyo Budiari 2018), kualitas kerja dapat diartikan dalam dua pandangan, pandangan pertama mengatakan bahwa kualitas kerja adalah seperangkat kondisi dan praktik tujuan organisasi, misalnya kebijakan promosi secara internal , partisipasi karyawan dan kondisi kerja yang aman. Sedangkan perspektif kedua mendefinisikan kualitas kerja sebagai persepsi pegawai bahwa pegawai merasa aman, relatif puas, dan mempunyai peluang untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia. Kualitas kerja diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 4 butir pernyataan dengan indikator kualitas kerja, potensi diri dan hasil kerja, proses kerja, semangat.
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan di atas, maka dalam menentukan persamaan analisis regresi sederhana terlebih dahulu dilakukan uji validitas yaitu seluruh angket penjelasan variabel. Kemudian dari output diatas diketahui nilai signifikan dari hasil subtest. (uji-t) lebih besar dari kriteria signifikan. Sedangkan dari hasil analisis diketahui bahwa 33 responden menghasilkan nilai korelasi yang sangat kecil, sehingga dari data yang dihasilkan dapat diartikan bahwa variabel X dan variabel Y mempunyai hubungan yang sangat lemah.
Dan analisis yang dilakukan juga menjelaskan bahwa tidak terdapat pengaruh karakteristik individu karena nilai koefisien regresinya bernilai. Karena pengaruh Variabel Artinya karakteristik seseorang pada instansi tidak mempunyai faktor internal dan tidak mempengaruhi kualitas kerja, karena perusahaan selalu memantau evaluasi standar kinerja dari sistem yang telah ditentukan, sehingga karakteristik seseorang mempunyai hasil kerja yang sama di PT.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran