• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kecerdasan Intelektual..., Adelya Putri Wulandari, Ak.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Kecerdasan Intelektual..., Adelya Putri Wulandari, Ak."

Copied!
168
0
0

Teks penuh

Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Minat Belajar Memahami Akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2014 di STIE Indonesia Banking School)”. Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar terhadap pemahaman akuntansi.

Gambar 2.1   Kerangka Konseptual  ..................................................................47
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ..................................................................47

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan untuk pemahaman setiap mahasiswa khususnya di bidang akuntansi. Oleh karena itu kami berharap dapat dijadikan sebagai pembayaran bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menyempurnakan sistem yang telah ditetapkan pada suatu jurusan atau program studi akuntansi.

LANDASAN TEORI

Tinjauan Pustaka

  • Teori Belajar Behavioristik
  • Pengertian Akuntansi
    • Tipe Akuntansi
  • Pemahaman Akuntansi
    • Pengertian Pemahaman Akuntansi
    • Pengukuran Pemahaman Akuntansi
  • Kecerdasan Intelektual
    • Pengertian Kecerdasan Intelektual
    • Komponen Kecerdasan Intelektual
    • Pengukuran Kecerdasan Intelektual
  • Kecerdasan Emosional
    • Pengertian Kecerdasan Emosional
    • Komponen Kecerdasan Emosional
    • Pengukuran Kecerdasan Emosional
  • Kecerdasan Spiritual
    • Pengertian Kecerdasan Spiritual
    • Komponen Kecerdasan Spiritual
    • Pengukuran Kecerdasan Spiritual
  • Minat Belajar
    • Pengertian Minat Belajar
    • Komponen Minat Belajar
    • Pengukuran Minat Belajar

Indikator Pengantar Akuntansi I. a) Kemampuan mengenali dan mencatat transaksi yang berkaitan dengan aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban dan dividen b) Kemampuan menyelesaikan siklus akuntansi untuk usaha jasa dan perdagangan. Indikator akuntansi menengah II. a) Mampu menjelaskan, menganalisis dan menerapkan akuntansi untuk modal saham, surat berharga dilutif, laba per saham, investasi, pengakuan pendapatan dan pajak tangguhan b) Mampu menjelaskan, menganalisis dan menerapkan akuntansi untuk akuntansi pensiun, akuntansi sewa guna usaha, perubahan akuntansi dan kesalahan analisis . Indikator akuntansi keuangan tingkat lanjut II. a) Kemampuan untuk melaksanakan penggabungan usaha (mulai dari bentuk penggabungan usaha hingga pelaporan keuangan).

Kerangka Pemikiran

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan minat belajar.

Pengembangan Hipotesis

  • Kecerdasan Intelektual Terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Kecerdasan Emosional Terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Kecerdasan Spiritual Terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Minat Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi

METODOLOGI PENELITIAN

  • Objek Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
    • Jenis Data
    • Sumber Data
    • Teknik Pengumpulan Data
  • Metode Penentuan Populasi dan Sampel
    • Penentuan Populasi
    • Penentuan Sampel
  • Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
    • Definisi Operasional
    • Pengukuran Variabel
  • Teknik Pengolahan dan Analisis Data
    • Statistik Deskriptif
    • Uji Kualitas Data
    • Metode Analisis Data
  • Teknik Pengujian Hipotesis
    • Uji Koefisien Determinasi
    • Uji t atau Uji Parsial
    • Uji F atau Uji Simultan

Bab ini membahas tentang variabel-variabel apa saja yang akan digunakan dalam penelitian ini dan definisi operasionalnya, jenis dan sumber data yang akan diteliti, metode pengumpulan data serta metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Deskriptif Hasil Penelitian

  • Penyebaran dan Penerimaan Kuesioner Responden

Angket ini digunakan sebagai instrumen penelitian yang langsung dibagikan peneliti kepada mahasiswa jurusan akuntansi STIE Indonesia Banking School angkatan 2014. Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian akademik, jumlah mahasiswa dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa jurusan angkatan akuntansi tahun 2014 yang masih aktif mengikuti perkuliahan di STIE Indonesia Banking School. Dari jumlah siswa yang dapat mengisi angket dan dapat dijadikan data olahan, diperoleh 70 data siswa.

Sisanya sebanyak 17 data mahasiswa rusak dan tidak dapat dijadikan data olah karena tidak memenuhi syarat seperti tidak memenuhi syarat pengambilan SKS. Berdasarkan tabel di atas, responden pelajar perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden pelajar laki-laki, dengan perbandingan keseluruhan untuk pelajar perempuan sebesar 64%, sedangkan untuk pelajar laki-laki sebesar 36%. Perbedaan gender antara siswa laki-laki dan perempuan ini tidak menjadi kendala untuk dijadikan sampel dalam penelitian.

Tabel 4.1  Profil Responden
Tabel 4.1 Profil Responden

Statistik Deskriptif

Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kecerdasan intelektual mahasiswa STIE Indonesia Banking School jurusan akuntansi angkatan 2014 dapat dikategorikan “Baik”. Berdasarkan hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional memperoleh skor minimum sebesar 2,78 dan skor maksimum sebesar 4,96. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kecerdasan emosional mahasiswa STIE Indonesia Banking School jurusan akuntansi angkatan 2014 dapat dikategorikan “Baik”.

Berdasarkan hasil uji deskriptif menyatakan bahwa variabel kecerdasan spiritual memperoleh skor minimum sebesar 3,19 dan skor tertinggi sebesar 4,94. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kecerdasan spiritual mahasiswa STIE Sekolah Perbankan Indonesia angkatan akuntansi angkatan 2014 dapat dikategorikan “baik”. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa minat belajar mahasiswa Sekolah Perbankan Indonesia STIE angkatan 2014 jurusan akuntansi angkatan 2014 dapat dikategorikan “baik”. e) Pemahaman Akuntansi Variabel (PA).

Berdasarkan hasil uji deskriptif dikatakan bahwa variabel pemahaman akuntansi memperoleh skor minimum sebesar 2,72 dan skor maksimum sebesar 4,92. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pemahaman akuntansi mahasiswa STIE Indonesia Banking School angkatan 2014 jurusan Akuntansi angkatan 2014 dapat dikategorikan “Baik”.

Uji Kualitas Data

  • Uji Validitas
  • Uji Realibilitas

REVIEW r AKUN r TABEL KETERANGAN PENDAHULUAN AKUNTANSI 1. Saya dapat menjelaskan dan membuat akun, jurnal, buku, neraca saldo dan saldo nominal. Saya dapat mengerjakan prinsip pengenalan dan pencatatan persediaan dengan menggunakan sistem prospektif, periodik, FIFO dan rata-rata. Saya dapat menghitung penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus dan saldo menurun. obligasi dengan harga premium atau diskon.

Saya dapat menerapkan prinsip pengakuan dan komitmen dalam kemitraan. pengakuan, tata cara dan pendaftaran dalam likuidasi perseroan. Saya dapat menjelaskan berbagai metode dalam menyiapkan laporan konsolidasi. konsolidasi karena penjualan tanah, real estat berkurang nilainya. Saya dapat memahami sifat layanannya. pengukuran, jenis pengukuran akuntansi dan audit. pengukuran menurut metode biaya kini.

Hasil Analisis Data

  • Uji Normalitas
  • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Multikolinearitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residu observasi yang satu dengan observasi yang lain. Dalam penelitian ini pengujian heteroskedastisitas menggunakan uji Glesjer yaitu dengan melakukan regresi variabel independen terhadap nilai absolut residunya. Apabila pada uji t nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolute residual lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas (Priyatno, 2017).

Dari hasil uji heteroskedastisitas di atas terlihat dari hasil regresi nilai residu masing-masing variabel independen mempunyai tingkat signifikansi lebih dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini terbebas dari permasalahan heteroskedastisitas, dengan hasil hipotesis H0. Model regresi yang baik tidak boleh memiliki korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna antar variabel independennya (Priyatno, 2017).

Syarat untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas pada model regresi adalah dapat disimpulkan dari nilai Variance Inflation Factor (VIF) harus < 10 dan nilai Tolerance > 0,1. Hasil uji multikolinearitas di atas pada Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel independen mempunyai nilai VIF lebih rendah dari 10 dan nilai Tolerance lebih besar dari 0,1.

Hasil Pengujian Hipotesis

  • Analisis Regresi Linier Berganda
  • Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Uji t (Parsial)
  • Uji F

Konstanta tersebut sebesar 0,723 yang menunjukkan bahwa nilai kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar pada siswa bernilai konstan atau sama dengan nol. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi dipengaruhi oleh variabel kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar. Nilai probabilitas variabel kecerdasan intelektual sebesar 0,004 atau lebih kecil dari 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,363.

Nilai probabilitas variabel kecerdasan emosional sebesar 0,919 atau lebih besar dari 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,016. Nilai probabilitas variabel kecerdasan mental sebesar 0,948 atau lebih besar dari 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,016. Nilai probabilitas variabel minat belajar sebesar 0,008 atau lebih kecil dari 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,400.

Cara mengetahui hasil uji F adalah dengan membandingkan nilai statistik Fhitung dengan nilai statistik Ftabel. Artinya kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman akuntansi.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Pengaruh Kecerdasan IQ terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Pengaruh Kecerdasan EQ terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Pengaruh Kecerdasan SQ terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Pengaruh Minat Belajar terhadap Pemahaman Akuntansi

Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Pemahaman Akuntansi Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap pemahaman akuntansi dan terlihat dari hasil pengujian hipotesis (Ha) ditolak menjadi Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rachmi (2010), Yani (2011) dan Artana dkk (2014) yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman akuntansi. Namun penelitian ini didukung oleh Sahara (2014) yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap pemahaman akuntansi.

Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Pemahaman Akuntansi Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap pemahaman akuntansi dan terlihat dari hasil pengujian hipotesis (Ha) ditolak menjadi Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rachmi (2010), Zakiah (2013) dan Ishak (2014) yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman akuntansi. Namun penelitian ini didukung oleh Yani (2011), Parauba (2014) dan Widatik (2016) yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap pemahaman akuntansi.

Temuan penelitian ini mendukung temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Napitupulu (2009) dan Ariyantini (2010) yang menyatakan bahwa minat belajar berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman akuntansi. Namun penelitian tersebut tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti dkk (2017) yang menyatakan bahwa minat belajar tidak berpengaruh terhadap pemahaman akuntansi.

Implikasi Manajerial

  • Implikasi Kecerdasan IQ terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Implikasi Kecerdasan EQ terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Implikasi Kecerdasan SQ terhadap Pemahaman Akuntansi
  • Implikasi Minat Belajar terhadap Pemahaman Akuntansi

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Studi Empiris pada Mahasiswa Tingkat Akhir Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta). Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual Dan Minat Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Brawijaya Malang Angkatan 2010). Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Perilaku Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Pada Mahasiswa Akuntansi Program Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya)”.

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Perilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jember). Pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Studi Empiris pada mahasiswa akuntansi Universitas Diponegoro Semarang dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta). Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar terhadap pemahaman akuntansi (Studi kasus pada mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Negeri Umrah Tanjung Pinang).

Pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi (studi kasus Mahasiswa Sarjana Akuntansi Universitas Diponegoro angkatan 2009). Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap pemahaman akuntansi (studi empiris pada mahasiswa akuntansi tahun 2009 di Universitas Jember).

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan minat belajar pemahaman akuntansi pada mahasiswa jurusan akuntansi angkatan 2014 di STIE Indonesia Banking School. Sedangkan Kecerdasan Intelektual (KIN), Kecerdasan Emosi (KEM), Kecerdasan Spiritual (KSP) dan Minat Belajar (MB) berpengaruh positif signifikan terhadap Pemahaman Akuntansi.

Saran

Keterbatasan

Pengaruh kecerdasan emosional dan minat membaca terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi (studi empiris pada mahasiswa akuntansi universitas di Bali). Pengaruh Perilaku Belajar, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Sosial Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji). , kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial terhadap pemahaman akuntansi (Studi kasus pada mahasiswa akuntansi angkatan 2011 di Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kepercayaan Diri Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jember). Pengaruh Kecerdasan Emosional (Pengetahuan Diri, Pengendalian Diri, Motivasi Diri, Empati dan Keterampilan Sosial) Terhadap Tingkat Pemahaman Mata Pelajaran Akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Budi Luhur). “Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Pemahaman Dasar Akuntansi dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderating”.

“Pengaruh Kecerdasan Emosional, Perilaku Belajar, Pengetahuan Akuntansi SMA Dan Minat Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Pada Mahasiswa Angkatan 2012 dan 2013 Program Sarjana Akuntansi Universitas Brwaijaya)”. Pengaruh Dimensi Kecerdasan Emosional Mahasiswa Akuntansi Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Studi Kasus pada Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Semarang). “Pengaruh kecerdasan emosional, perilaku belajar dan budaya terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan harga diri sebagai variabel moderasi (Studi empiris pada mahasiswa perguruan tinggi swasta di Madiun)”.

“Pengaruh kecerdasan logis matematis, hasil belajar pengenalan akuntansi dan minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi”.

Referensi

Dokumen terkait