• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kinerja pelayanan jasa pengiriman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kinerja pelayanan jasa pengiriman"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Banyak perusahaan jasa pengiriman menawarkan nilai dan kepuasan melalui kualitas layanan dan harga yang kompetitif. Agen J&T Express mudah dijangkau. Hal ini tentu memudahkan masyarakat dalam menggunakan jasa pengiriman.

Rumusan Masalah

J&T Express Talasalapang juga memperluas layanannya dengan menggunakan teknologi e-commerce melalui layanan pemesanan website, hotline, dan aplikasi. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Dampak Kinerja Pelayanan Pengiriman Terhadap Keunggulan Kompetitif Pada J&T Express Talasalapang Kota Makassar”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai penambah pengayaan ilmu pengetahuan dan referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai kinerja pemasaran, khususnya mengenai dampak kinerja pelayanan dan keunggulan bersaing.

TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen Pemasaran

  • Pengertian Manajemen Pemasaran
  • Tujuan Dan Fungsi Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran terdiri dari kegiatan pemasaran yang direncanakan, diorganisasikan, dikoordinasikan dan diawasi dengan baik sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.” Pengertian manajemen pemasaran adalah suatu proses peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan pemasaran individu atau perusahaan.”

Kinerja Pelayanan Jasa

  • Pengertian Pelayanan Jasa
  • Dimensi Kinerja Pelayanan
  • Karakteristik Pelayanan
  • Indikator Keunggulan Bersaing
  • Strategi Keunggulan Bersaing

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk mengungguli perusahaan lain dalam industri atau pasar yang sama. Keunggulan kompetitif didefinisikan sebagai strategi untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan yang bekerja sama untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang lebih efektif di pasar mereka. Keunggulan kompetitif pada hakikatnya timbul dari nilai atau manfaat yang diciptakan perusahaan bagi para pembelinya.

Daya saing tidak dapat dipahami dengan melihat suatu perusahaan secara keseluruhan, namun harus bersumber dari keunggulan kompetitif, yaitu berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam perancangan, produksi, pemasaran, distribusi dan dukungan produknya. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keunggulan kompetitif adalah suatu perusahaan harus mempunyai keunggulan kompetitif untuk memperoleh keuntungan dan mampu memahami perbedaannya. Keunggulan kompetitif merupakan suatu hal yang memungkinkan suatu perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata keunggulan yang diperoleh pesaing dalam industri tersebut.

Day dan Wensley (Yuni Istanto 2010:128) mendefinisikan keunggulan kompetitif sebagai persaingan yang berbeda dalam keunggulan keahlian dan sumber daya.

Tinjauan Empiris

Bedanya, para peneliti sebelumnya mengenai keunggulan kompetitif dan kualitas layanan tidak mempunyai pengaruh langsung, sedangkan peneliti kualitas layanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keunggulan bersaing. Berjudul “Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keunggulan Kompetitif Pada Extrans Cabang Champelas Bandung”. Bedanya, peneliti sebelumnya pada unit penelitian melakukan teknik pengumpulan data dengan menggunakan Probability Sampling, sedangkan peneliti menggunakan Incidental Sampling.

Widjaja (2016) Program Studi Sistem Informasi Universitas Pelita Harapan dengan judul “Pengaruh Inovasi, Kreativitas Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Keunggulan Kompetitif (Studi Kasus Apple) Tanggerang Banten”. Bedanya, peneliti sebelumnya melakukan unit penelitian pada usaha kecil menengah, sedangkan penelitian dilakukan di Kantor Tiki Lane Nugraha Ekakurir (JNE).

Kerangka Pikir

Hipotesis

Dalam penelitian ini penulis membahas tentang pengaruh kinerja layanan pengiriman terhadap keunggulan kompetitif J&T Express Talasalapang Kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pelayanan mempengaruhi keunggulan kompetitif J&T Express Talasalapang Kota Makassar. Jadi hipotesisnya diduga kinerja pelayanan jasa pengiriman berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing J&T Express Talasalapang di Accept.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja layanan pengiriman terhadap keunggulan kompetitif J&T Express Talasalapang Kota Makassar. Besarnya pengaruh kinerja layanan pengiriman terhadap keunggulan kompetitif J&T Express Talasalapang Kota Makassar terlihat dari koefisien determinasi.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Penelitian survei kuantitatif merupakan teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dalam bentuk sampel dari suatu populasi. Sugiyono (2013:3) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filosofi positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis bersifat kuantitatif/statistik dengan Tujuannya adalah untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Lokasi Dan Waktu Penelitian

Variabel terikat (Dependent) yaitu Keunggulan Kompetitif (Y) diartikan perusahaan J&T Express Talasalapang memiliki keunggulan kompetitif dalam rangka memperoleh keuntungan dan memahami perubahan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna produk jasa pengiriman barang rata-rata 123 orang/per bulan pada J&T Express Talasalapang Makassar. Data yang terkumpul selanjutnya akan diolah dengan menggunakan metode regresi linier sederhana, untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu kinerja pelayanan pengiriman terhadap variabel dependen yaitu keunggulan kompetitif J&T Express Talasalapang.

Statistik deskriptif bertujuan untuk mendapatkan gambaran keadaan kinerja jasa pengiriman untuk keunggulan kompetitif di J&T ExpressTalasalapang Kota Makassar. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden pengguna jasa pengiriman barang di J&T Express Talasalapang berpendidikan S1 yaitu sebanyak 24 responden (43,6%). Karena nilai tscore lebih besar dari ttabel dengan signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing J&T Express Talasalapang.

Oleh karena itu nilai tscore lebih besar dari ttabel dengan signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing J&T Express Talasalapang Kota Makassar.

Tabel 4.9  Uji Validasi
Tabel 4.9 Uji Validasi

Definisi Operasional Variabel Dan Pengukuran

Populasi Dan Sample

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna jasa pengiriman barang rata-rata 123 orang/bulan pada J&T Express Talasalapang Makassar. Wawancara Layanan Pelanggan: 27 Juli 2019). Rumus Slovin memuat ketentuan sebagai berikut : Nilai e untuk populasi besar Nilai e untuk populasi kecil. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 123 konsumen, sehingga digunakan persentase tunjangan sebesar 10%, dan hasil perhitungannya dapat dibulatkan hingga mencapai kesesuaian.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Total skor rata-rata tanggapan responden terhadap 14 pernyataan mengenai kinerja pelayanan adalah 4,03. Artinya untuk pengujian kualitas data, uji validitas menunjukkan bahwa variabel kinerja pelayanan dan keunggulan bersaing dikatakan valid. Artinya semakin baik kinerja pelayanan maka semakin mampu perusahaan (J&T Express Talasalapang Kota Makassar) mencapai keunggulan kompetitif. 1) Uji hipotesis secara parsial (t).

Berdasarkan hasil perhitungan uji t pengaruh kinerja pelayanan (X) terhadap keunggulan bersaing (Y) diperoleh nilai thitung sebesar 2,840 dan ttabel sebesar 1,674 dengan tingkat signifikansi 0,006. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linier sederhana yaitu nilai konstanta (a) sebesar 15,842 yang dapat diartikan dengan memperhitungkan variabel kinerja pelayanan. Dari rumusan masalah yang diajukan, berdasarkan analisis data yang dilakukan dan pembahasan yang diajukan, maka diambil kesimpulan sebagai berikut: bahwa berdasarkan hasil koefisien regresi terhadap kinerja pelayanan, maka hasil kinerja pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif J&T. Ekspres Talasalapang Kota Makassar.

Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel dengan signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kinerja Pelayanan (X) berpengaruh positif terhadap Keunggulan Bersaing (Y).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

  • Sejarah dan Milostene J&T Express
  • Visi dan Misi J&T Express
  • Struktur Organisasi J&T Express
  • Tugas dan Tanggung Jawab J&T Express

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Data Penelitian
  • Deskripsi Frekuensi Variabel Penelitian
  • Uji Validasi Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Ketika dua perusahaan bersaing dalam pasar dan pelanggan yang sama, maka perusahaan yang satu mempunyai keunggulan kompetitif atau perusahaan yang lain terjadi ketika perusahaan tersebut memperoleh tingkat keuntungan dan berpotensi memperoleh laba yang lebih tinggi. Perusahaan kecil memiliki keunggulan kompetitif jika pelanggannya mendapat kesan bahwa produk atau jasanya lebih baik dibandingkan produk atau jasa pesaing. Menurut Potret dalam Agus Maulana (2014:31), keunggulan kompetitif adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mencapai keuntungan ekonomis di atas keuntungan yang dapat dicapai oleh pesaing dalam pasar pada industri yang sama.

Menurut Kotler dijelaskannya dalam (Yuni Istanto 2010:125) bahwa keunggulan kompetitif adalah konsep keunggulan kompetitif tidak dapat dipahami dengan melihat suatu perusahaan secara keseluruhan, tetapi harus muncul dari asal mula keunggulan kompetitif, yaitu berbagai macam hal yang berbeda. aktivitas yang dijalankan. yang dipraktikkan perusahaan dalam merancang, memproduksi, memasarkan, mengirimkan, dan mendukung produknya.” Oleh karena itu, untuk menghadapi persaingan yang semakin hari semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu menilai peluang keunggulan kompetitif yang dimilikinya. Di antara berbagai indikator keunggulan bersaing di atas, penulis merujuk pada pendapat Bharadwaj (2008:17) bahwa indikator yang digunakan untuk variabel keunggulan bersaing adalah: 1) Berharga, 2) Berbeda dengan yang lain, 3) Tidak mudah tergantikan.

Perusahaan berupaya mencapai keunggulan kompetitif dengan segala cara dan tidak mencapai satu pun, karena mencapai jenis keunggulan kompetitif yang berbeda biasanya memerlukan tindakan yang berbeda. Berdasarkan data pada tabel diatas, rata-rata skor tertinggi terdapat pada pernyataan 6 dengan nilai 4,40 dan rata-rata skor terendah terdapat pada pernyataan 4 dengan nilai 4,09 sehingga terdapat total nilai rata-rata skor responden s. jawaban atas semua 6 pernyataan terkait dengan keunggulan kompetitif 4,22. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel keunggulan bersaing berada pada kategori sangat tinggi.

Gambar 2.1  Kerangka Pikir Kinerja pelayanan
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Kinerja pelayanan

Pembahasan Hasil Penelitian

Nilai koefisien (b) pada variabel kinerja pelayanan bernilai positif yaitu sebesar 0,169 yang berarti semakin baik kinerja pelayanan maka semakin baik pula perusahaan (J&T Express Talasalapang Kota Makassar) mampu memperoleh keunggulan bersaing. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,132% sehingga dapat dikatakan bahwa 13,2% keunggulan bersaing J&T Express Talasalapang Kota Makassar dipengaruhi oleh kinerja pelayanan, sedangkan sisanya sebesar 86,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk di dalamnya adalah diteliti dalam penelitian ini. riset. Dalam penelitian ini, berdasarkan temuan peneliti di lapangan, teori yang dijadikan landasan peneliti adalah teori Zeithmal dkk dalam (Dharmayanti, 2000; 3) “Kinerja pelayanan diartikan sebagai penilaian pelanggan terhadap keunggulan atau keistimewaan suatu produk atau jasa secara keseluruhan” dan teori yang dikemukakan oleh Cronin dan Taylor dalam (Dharmayanti, 2006;36).

Dan hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Benny Christian, “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Keunggulan Kompetitif Pada Xtrans Cabang Cihampelas Bandung”. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan penelitian yang lebih mendalam tidak hanya mengenai kinerja pelayanan terhadap keunggulan kompetitif, namun juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pelayanan seperti loyalitas pelanggan, kepuasan, kedisiplinan dan lain-lain guna memperluas penelitian dan tidak hanya di J&T Express Talasalapang Kota Makassar.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis diperoleh perhitungan regresi linier sederhana, nilai koefisien regresi untuk variabel t hitung sebesar 2,840 dan t tabel sebesar 1,674 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,006.

Saran

Analisis Pengaruh Kinerja Pelayanan dan Kepuasan Sebagai Variabel Moderating Terhadap Loyalitas Nasabah (Studi Pada Nasabah Tabungan Bank Mandiri Cabang Surabaya).

Gambar

Gambar  2.1.  Kerangka konsep ...................................................................
Gambar 2.1  Kerangka Pikir Kinerja pelayanan
Tabel 4.9  Uji Validasi
Tabel 4.10  Hasil Uji Reliabilitas

Referensi

Dokumen terkait

Based on the research findings, the researcher found the results as follows; 1 there are two kinds of learning objectives, namely general learning objectives and specific learning