ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 301-308 301
PENGARUH KINERJA PENGELOLAAN PENDAPATAN DESA TERHADAP ANGGARAN BELANJA DESA RACANG WELAK
DI NUSA TENGGARA TIMUR
Edeltrudis Elsa, Sultan Iskandar,SE.,MM, Tamsil,SE.,MM
[email protected], [email protected], [email protected] ABSTRACT
This research aims at finding out the suitability of the village revenue management performance towards the village budgeting in Racang Welak Village in East Nusa Tenggara with Permendagri No.113 of 2014. The analysis technique used was a quantitative descriptive analysis using budget analysis, effectiveness analysis, and ratio analysis. The type of data used was quantitative data with secondary data sources which was taken by observation and documentation. Based on the results of the research, it showed that the management performance of Racang Welak’s budgeting reached 99.13%, which means that the performance and management of Racang Welak village was very good.
Keywords: village revenue, village budget.
PENDAHULUAN
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah semua pendapatan yang diusahakan dan dikelola oleh daerah serta bersumber dari daerah itu sendiri yang merupakan dinas daerah dan pendapatan lainnya diluar pendapatan non asli. PAD merupakan salah satu sumber penerimaan yang harus selalu terus dipacu secara terus menerus pertumbuhannya. Jumlah dan kontribusi PAD kabupaten/kota akan sangat berperan penting dalam rencana peningkatan kemandirian pemerintah daerah untuk tidak bergantung pada bantuan pemerintah pusat.(Tamsil)
Pemerintah desa merupakan lembaga perpanjangan dari pemerintah pusat yang memiliki peran strategis untuk mengatur masyarakat yang ada di pedesaan demi mewujudkan pembangunan pemerinahan.
Desa merupakan bagian terkecil dari struktur pemerintahan yang ada distruktur keperintahan Indonesia, desa mempunyai wewenang dalam merecanakan pembangunan untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan pemerintah desa yang paling dekat dan
paling mengetahui kebudayaan masyarakat.
Sebagai daerah otonom terendah dalam sistem pemerintahan Indonesia, desa memiliki keterbatasan dalam hal pembiayaan segala urusan pemerintahannya Kehadiran pemerintah desa menjadi sangat penting bagi masyarakat desa pada saat ini.
Masyarakat desa membutuhkan pemeritahan desa yang partisipatif, efektif, transparan dan akuntabel.
Pemerintah desa harus memiliki sistem perencanaan pembangunan yang sistematis, terukur dan terencana dengan baik. Pemerintah desa harus mampu menyusun anggaran yang sesuai.
Alokasi Dana Desa (ADD) adalah salah satu pendapatan Desa yang penggunaannya terintregasi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Maksud pemberian Alokasi Dana Desa (ADD) adalah sebagai bantuan stimulant atau dana perangsang untuk mendorong dalam membiayai program Pemerintah Desa yang ditunjang dengan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.Adanya Alokasi Dana Desa sangat membantu
desa dalam menyelenggarakan Pembangunan dan Pemerintahan Desa.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:” Apakah kinerja Pengelolaan Pendapatan Desa Terhadap Anggaran Belanja Desa telah sesuai dengan Permendagri No.113 tahun 2014.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian tingkat kinerja pengelolaan pendapatan desa terhadap anggaran belanja desa pada desa racang welak di nusa tenggara timur dengan Permendagri No.113 tahun 2014
TINJAUAN LITERATUR 1.Pengertian Desa
Secara umum masyarakat memahami desa sebagai tempat di mana orang atau masyarakat pada umumnya atau penduduk bermukim yang memiliki peradaban yang lebih terbelakang dibandingkan dengan kota. (Abdul Rohman 2018 : 2)
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki atas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat,hak asal usul,dan hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(V.Wiratna Sujarweni 2015 : 1) 2. Pemerintahan desa
Pemerintah desa merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat yang memiliki peran strategis untuk mengatur masyarakat yang ada di pedesaan demi memuwujudkan pembangunan pemerintah (V.Wiratma Sujarweni 2015 : 7)
3.Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Pembangunan merupakan kegiatan yang ditunjukan untuk memperbaiki
berbagai hal atau bidang dalam kehidupan menjadi lebih baik dan lebih maju. Tujuan dari pembangunan itu sendiri adalah membuat kehidupan masyarakat yang lebih baik, maju, dan sejahtera.
Agar proses dan usaha yang dilaksanakan tidak menjadi sia-sia maka proses dan usaha harus dilakukan dengan perencanaan yang sistematis, terukur, dan terencana. (Abdul Rohman 2018 )
Ruang lingkup pembangunan yang begitu luas akan sulit dipenuhi jika pelaksanaan pembangunan tidak menggunakan metode yang baik.
Pemerintah membagi ruang lingkup pembangunan desa,yaitu : bidang penyelenggaraan pemerintah desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, dan bidang pembinaan kemasyarakatan
4. Laporan Keuangan Desa
V.Wiratna Sujarweni (2015 : 23) Menyebutkan Tahap dalam pembuatan laporan keuangan desa adalah sebagai berikut:
a.Membuat rencana berdasarkan visi misi yang dituangkan dalam penyusunan anggaran
a. Anggaran yang dibuat terdiri dari akun pendapatan,belanja dan pembiayaan.Setelah anggaran
disahkan maka perlu
dilaksanakan.Setelah anggaran disahkan maka perlu dilaksanakan.
Dalam pelaksanaan timbul transaksi,transaksi tersebut harus dilakukan pencatatan lengkap dengan pengumpulan bukti-bukti transaksi, kemudian berdasarkan transaksi ini dicatat dalam jurnal, buku besar, neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca. Neraca ini fungsinya untuk mengetahui kekayaan/posisi keuangan desa.
b. Dalam pelaksanaan anggaran timbul transaksi.transaksi tersebut harus dilakukan pencatatan lengkap berupa pembuatan buku kas umum,buku kas pembantu,buku bank,buku pajak,buku inventaris dengan disertai pengumplan bukti- bukti transaksi
ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 301-308 303 c. Selain menghasilkan neraca bentuk
pertanggungjawaban pemakaian anggaran dibuatlah laporan realisasi anggaran desa
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan,belanja,dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran.
5.Pengelolaan Keuangan Desa
Pengelolaan keuangan desa yaitu keseluruhan kegiatan yang meliputi :Perencanaan,Pelaksanaan,
Penatausahaan,Pelaporan,
Pertanggungjawaban keuangan desa.(
Buku pintar dana desa ( 2017 : 48) 6.Asas-asas pengelolaan keuangan desa
V.Wiratna Sujarweni ( 2015 : 28 ) Asas pengelolaan keuangan desa adalah : Transparan, yaitu prinsip yang menjamin akses kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai. Akuntanbel yaitu perwujutan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.Partisipatif adalah prinsip dimana bahwa setiap warga desa pada desa yang bersangkuan mempunyai hak untuk terlibat dalam setiap pengambilan keputusan pada setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dimana mereka tinggal.
7.Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)
Anggaran dan pendapatan belanja desa adalah rencana keuangan tahunan keuangan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa, dan ditetapkan dengan peraturan desa.
( Yusran Lapananda 2016 : 12)
Mardiasmo (2009) anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai
selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran financial.
Efektivitas yang umum menunjukan taraf tercapainya hasil atau efektivitas dari pemerintah desa bila tujuan pemerintah desa tersebut dapat dicapai sesui dengan kebutuhan yang direncanakan. Sedangkan Efisiensi berhubungan erat dengan konsep produktifitas, pengukuran dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara pengeluaran yang dihasilkan dengan pendapatan yang didapatkan.
Pemerintah desa dalam rangka melaksanakan pembangunan desa harus menyususn rencana kegiatan dan anggaran pembangunan desa.Hal ini dimaksud agar proses pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan baik,tertib dan terarah,serta terukur.
Berdasarkan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini adalah
1. M. SyariFaidar 2014 dengan judul Analisis Pendapatan Asli Desa (PADes) Terhadap Pembangunan Desa Sangkir Indah dengan menggunakan metode Analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kebun desa, UED-SP, PLTD, dan retribusi agen sawit tidak berpengaruh signifikan terhadap pembangunan, sedangkan secara simultan keempat variabel juga tidak berpengaruh terhadap pembangunan 2. Harnita 2013 dengan judul
penelitian Analisis Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Daerah Di Kabupaten Rokan Hulu dengan menggunakan Analisis Deskripif dan Analisis Kuantitatif dengan alat bantu SPSS Versi 17.hasil penelitian ini menyatakan bahwa pendapatan asli daerah memiliki pengaruh signifikan terhadap belanja daerah dan hubungan antara pendapaan asli daerah dengan belanja daerah lemah dikarenakan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi belanja daerah
METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan adalah study case control dimana penelitian ini ingin membuktikan hubungan antara pendapatan desa terhadap belanja desa dengan tahapan : 1. Identifikasi variabel dependen yakni
anggaran belanja dan variael independen pendapatan desa.
2. Menentukan objek penelitian yakni pemerintah desa racang welak 3. Melakukan pengukuran data secara
kuantitatif
4. Melakukan pengolahan data untuk memperoleh data huungan antara pendapatan dengan belanja desa.
Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana dimana penelitian tersebut akan dilakukan.Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis mengambil lokasi yang beralamat di Desa Racang Welak,kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.Sedangkan waktu penelitian ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan.
Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak lansung dari objek penelitian. Menurut sugiyono (204 : 137) Data sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen
1. Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap kondisi yang sebenarnya dilokasi penelitian
2. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui pengkajian dan penelaahan terhadap catatan tertulis maupun dokumen- dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dokumen yang digunakan bisa berbentuk gambar, tulisan, peraturan, dan dokumen lain yang dapat mendukung penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Racang Welak adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat dengan luas ± 600 ha. Secara topografis Desa Racang Welak terletak dibagian timur kota kecamatan dari Kabupaten Manggarai Barat yang berbatasan dengan desa yang lain yaitu, sebelah utara Desa Robo, sebelah barat Desa Orong, dan sebelah timur Desa Ndiwar kabupaten manggaraii tengah. Desa Racang Welak adalah daerah pertanian dan yang menjadi andalan masyarakat adalah padi dan cengkeh serta kemoditi lain yang jumlahnya sedikit
Desa Racang Welak terbagi menjadi tiga (3) yaitu, dusun Bola, dusun Racang, dan dusun wae dangka.
Di Dusun waedangka kondisi tanahnya sangat subur dan lahan persawahan cukup luas. Topografi tanah berbukit dan banyak mata air. Di dusun racang mayoritas petani cendrung pada pertanian komoditi kemiri. Hal yang sama juga pekerjaan petani pada Dusun Bola yang cendrung petaninya menanam komoditi cengkeh dan kakao.
Topogafi tanah datar dan mata air tidak banyak.
Hasil penelitian
Untuk menjalankan APBDesa harus dijalankan berdasarkan landasan hukum. Landasan hukum pelaksanaan APBDesa Desa Racang Welak Kecamaan Welak Kabupaten Manggarai Barat adalah:
1. Peraturan Menteri Desa No. 22 Tahun 2016 tentang penetapan prioritas penggunaan dana desa.
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang pembangunan desa.
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 301-308 305 5. Peraturan Desa Racang Welak
Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa).
Perencanaan
a. Sekdes menyusun Raperses tentang APBDes yang akan dibahas dan disepakati antara kades dan BPD b. APBDes disampaikan kepada
bupati melalui camat paling lambat bulan oktober tahun berjalan
c. APBDes dievaluasi oleh bupati selama maksimal 20 hari kerja dan kepala desa harus melakukan penyempurnaan selama 7 hari jika APBDes dinyatakan Raperses tidak sesuai.
d. Prioritas menggunakan dana desa ditetapkan dalam musyawarah desa antara BPD, Pemdes, dan unsur masyarakat
Pelaksanaan
Semua pendapatan desa dilaksanakan melalui rekening kas desa. Setiap pendapatan desa tersebut harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah. Setiap pengeluaran belanja atas beban APBDesa harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah,yaitu :
e. Pengeluaran dan penerimaan dilaksanakan melalui rekening kas desa atau sesuai ketetapan pemerintah kabupaten kota,dengan dukungan bukti yang lengkap dan sah
f. Pengadaan barang atau jasa didesa diatur dengan perbup
g. Penggunaan biaya tak terduga harus dibuat rincian RAB dan disahkan kepala desa
Teknis penyusunan anggaran dimulai dengan menurunkan kegiatan menjadi rincian pendapatan, belanja, dan pembiayaan atas masing-masing kegiatan atau rekeningnya.
APBDesa Desa Racang Welak tahun 2017
kode Uraian Anggaran 1
PENDAPA TAN
1.148.848.424
1.1 Pendapatan Asli Desa 1.1.1 Hasil
Usaha 1.1.2 Swadaya,
Partisipasi dan Gotong Royong 1.1.3 Lain-lain
Pendapatan Asli Desa yang Sah 1.2 Pendapatan
Transfer
1.2.1 Dana Desa 822.230.632 1.2.3 Alokasi
Dana Desa
326.617.792 1.3 Pendapatan
Lain-lain
2 BELANJA 1.138.901.243
2.2
Bidang Penyelengg araan Pemerintah
an Desa 309.889.922 2.2.1
Pembaguna n Jalan Jalan Telford Dusun Bola
57.860.000
2.2.2 Pembangun an Saluran Drainase, dan dua Plat Deker Dusun Bola
138.662.700
2.2.3 Pembangun an MCK SDI Racang
104.354.800
2.2.4 Pembangun 197.619.400
an Saluran Drainase Dusun Racang 2.2.5 Pembangun
an Saluran Drainase dan Deker Dusun Wae Dangka
136.379.100
2.2.6 Bantuan Lantai Rumah Untuk Fakir Miskin
72.000.000
2.2.7 Jambanisas i (WC Sehat)
71.413.321
2.3 Bidang Pembinaan Kemasyara katan
6.382.000 2.4 Bidang
Pemberday aan
Masyarakat
44.340.000 Jumlah Belanja 1.138.901.243 Sumber : data APBDesa Racang Welak
Berdasarkan tabel diatas menunjukan jumlah jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBDesa) Desa Racang Welak sebagai berikut : Pendapatan desa sebesar Rp 1.148.848.424 yang berasal dari dana desa sebesar Rp 822.230.632 dan alokasi dana desa sebesar Rp 326.617.792, dengan jumlah belanja sebesar Rp 1.138.901.243 yang digunakan untuk belanja bidang penyelenggaraan pemerintah desa Rp 309.889.922, bidang pelaksanaan pembangunan desa Rp 778.289.321, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp 6.382.000, bidang pemberdayaan masyarakat Rp 44.340.000.
Pembahasan
1. Pelaksanaan APBDes
Berdasarkan hasil penelitian di Desa racang Welak kecamatan Welak Nusa Tenggara Timur Pengelolaan Pendapatan Desa harus sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 yaitu tentang pengelolaan keuangan desa, dan digunakan untuk bidang penyelenggaran pemerintah desa sebesar Rp 309.889.922, yaitu Penghasilan tetap dan tunjangan pegawai, Operasional perkantoran, belanja modal, operasional RT/Rw, bidang pelaksanaan pembangunan desa, yaitu Pembagunan Jalan Rabat di dusun Racang, Pembangunan Jalan Rabat di dusun bola, Pembangunan Saluran Drainase Golosita- Pau, Pembangunan Jaringan Air Minum Bersih Wae Dangka senilai Rp 778.289.321, bidang pembinaan kemasyarakatan senilai Rp 6.382.000 yaitu insentif linmas dan pelatihan linmas, Bidang Pemberdayaan Masyarakat yaitu,Belanja barang dan jasa dan Operasional Kader Posyandu. Untuk bidang pemberdayaan masyarakat dana APBDesa desa Racang Welak sebesar Rp 44.340.000.
Untuk mengetahui hasil kinerja pengelolaan pendapatan terhadap anggaran belanja perlu dilakukan analisis anggaran, analisis rasio efektivitas dan rasio belanja
1. Analisis anggaran
Hasil perhitungan anggaran desa racang welak tahun 2017 adalah sebagai berikut :
Tahun 2017 =1.138.901.243
1.148.848.424 𝑥 100 = 99,13%
2. Analisis rasio efektivitas
= 1.138.901.243
1.148.848.424 𝑥 100 = 99,13%
3. Rasio belanja APBDesa
Rasio belanja bidang penyelenggaraan pemerintah
ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 301-308 307
= 309.889.922
1.148.848.424 𝑥 100 = 26,98%
Rasio belanja bidang pelaksanaan pembangunan
=778.289.321
1.148.848.424 𝑥 100 =67,74%
Rasio belanja bidang pembinaan kemasyarakatan
= 6.382.000
1.148.848.424 𝑥 100 = 0,56%
Rasio belanja bidang pemberdayaan masyarakat = 44.340.000
1.148.848.424 𝑥 100 =3,86%
Dari hasil perhitungan analisis anggaran, rasio efektivitas, dan rasio belanja APBDes desa racang welak tahun 2017 diatas adalah mencapai hasil 99,13% hal ini dapat dilihat dari jumlah realisasi anggaran belanja sebesar Rp 1.138.901.243 dan anggaran pendapatan sebesar Rp 1.148.848.424. Untuk Rasio belanja APBDes 72,13% untuk bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan, dan bidang pemberdayaan masyarakat. Dan 26,98%
untuk penyelenggaran pemerintah desa, yaitu Belanja pegawai, Tunjangan pegawai, dan operasional perkantoran.
Indikator efisiensi menggambarkan hubungan antara masukan sumber daya oleh suatu unit bila rasio antara 90,01%
- 100%, semakin tinggi rasio efektifitas berarti kinerja akan semakin baik dan semakin rendah rasio akan semakin buruk. Dan dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan keuangan desa racang welak sangat baik.
PENUTUP
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan diatas maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa pengelolaan pendapatan desa pada desa racang welak
telah sesuai dengan Peraturan Menteri dan Undang-Undang yang mengatur tentang keuangan dan pembangunan desa.
Dalam pengelolaan pendapatan desa melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pertanggungjawaban di desa racang welak dilaksanakan dengan baik, Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan desa racang welak adalah basis kas dimana basis kas itu digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran. Dari hasil perhitungan analisis anggaran, rasio efektivitas, dan rasio belanja APBDes desa racang welak tahun 2017 diatas adalah mencapai hasil 99,13%
yang artinya kinerja pengelolaan pendapatan desa terhadap anggaran belanja desa racang sangat baik.
Berdasarkan penelitian yang dijalani, penulis memiliki beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi masukan yang mungkin dapat bermanfaat
1. Bagi pemerintah desa Racang Welak Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, untuk selalu memperhatikan pengelolaan dan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa secara detail.
2. Bagi masyarakat desa Racang welak diharapkan ikut ambil bagian dalam pengawasan keuangan desa.
3. Bagi peneliti selanjutnya , penelitan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan penelitian tentang APBDesa dengan menambahkan variabel baru didalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Rohman & Ika Sasti Ferina,
Ermadiani. 2018.
“Pengelolaan Administrasi Keuangan Pemerinah Desa”.
Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen YKPN.
Yogyakarta.
BPKP. 2016. “Pengelolaan Keuangan Desa”. Pusat pendidikan dan pelatihan pengawasan. Bogor Harnita. 2013. Analisis Pendapatan Asli
Daerah Terhadap Belanja Dearah Di Kabupaten Rokan Hulu. Universitas Pasir Pangaraian
M. Syari Faidar. 2014. Analisis Pendapatan Asli Desa
(PADes) Terhadap
Pembangunan Pada Desa Sangkir Indah. Universitas Pasir Pangaraian
Mardiasmo. 2002.Akuntansi Sektor Publik. Yogyakrta :Andi
Muslimah. Peran Pemerintah Desa Terhadap Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Desa
Peraturan Menteri Desa Nomor 22 Tahun 2016 tentang penggunaan dana desa
Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2015 Tentang pelaksanaan UU Desa No.6 Tahun 2014
Permendagri No. 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa
Permendagri No. 114 Tahun 2014
tentang pedoman
pembangunan desa.
Sri Mulyani Indrawati. 2017. “Buku Pintar Dana Desa”.
Kementrian Keuangan Republik
Sugiyono. 2014. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan kombinasi. Bandung
Undang-Undang Desa No.6 Tahun 2014 Tentang Desa
V. Wiratna Sujarweni. 2015. “Akuntansi Desa Panduan Tata Kelola Keuangan Desa”. Penerbit Pustaka Baru Press. Cetakan 2015, Yogyakarta.
Yusran Lapananda. 2016. “Hukum Pengelolaan Keuangan Desa”.
PT Wahana Semesta Intermedia . Jakarta