• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT ALDACO CITRA JAYA DI GRESIK

ROBI TEGUH SANTOSO Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DRA. SITI NING FARIDA, M.Si Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama (simultan) maupun parsial terhadap kinerja karyawan pada PT ALDACO CITRA JAYA di Gresik. Sampel pada penelitian ini sebanyak 80 responden. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif yaitu uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis melalui uji F dan uji t dengan menggunakan programSPSS 26 for Windows. Hasil uji validitas dari variabel kompensasi, motivasi kerja dan kinerja karyawan menunjukkan bahwa semua butir pernyataan kuesioner valid karena nilai rhitung>rtabel. Hasil analisis uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan reliabel dikarenakan nilai Cronbach Alpha 0,825 > 0,6. Hasil analisis regresi liner berganda menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh kompensasi dan motivasi kerja dengan persamaan Y = 11,941 + 0,195 X1 + 0,256 X2 + e. Hasil analisis uji F menunjukkan nilai Fhitung >

Ftabel yaitu 8,025 > 3,11 maka H0 ditolak pada tingkat signifikansi 5% dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan secara simultan variabel Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan(Y).Hasil analisis uji t variabel kompensasi menunjukkan bahwa nilai thitung 2,411 > ttabel 1,999 maka H0 ditolak pada tingkat signifikansi 5%

sehingga dapat diambil kesimpulan secara parsial variabel Kompensasi (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Karyawan (Y). Hasil analisis uji t variabel motivasi kerja menunjukkan nilai thitung3,673> ttabel1,999 maka H0ditolak pada tingkat signifikansi 5% sehingga dapat diambil kesimpulan secara parsial variabel Motivasi Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Karyawan (Y).

Kata Kunci: KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA, KINERJA KARYAWAN

(2)

A. Pendahuluan

Pada era globalisasi persaingan dunia bisnis semakin ketat, baik dalam bidang industri produk maupun jasa. Sehingga

perusahaan perlu

meningkatkan kinerja agar

dapat memuaskan

kebutuhan konsumen dan mampu bertahan dalam ketatnya persaingan. Untuk itu perusahaan memerlukan finansial yang kuat, teknologi yang mutakhir, serta sumber daya manusia yang memadai. Meskipun perusahaan memiliki finansial yang kuat dan teknologi mutakhir tetapi sumber daya manusia tidak memadai, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Karena sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengatur sumber daya lain yang dimiliki oleh perusahaan.

sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dan keterampilan yang dapat membantu perusahaan

menjadi semakin maju dan berkembang. Perusahaan tidak akan berjalan dengan baik apabila sumber daya manusia yang dimiliki tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu perusahaan seringkali berhadapan dengan masalah kinerja karyawan yang dimiliki.

Sumber daya

manusia memiliki peranan penting dalam tercapainya tujuan perusahaan. Karena semua kegiatan yang ada dalam perusahaan berkaitan dengan sumber daya manusia. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kinerja dari sumber daya manusia yang dimiliki.

Kinerja dari sumber daya manusia dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti kepuasan kerja, kepemimpinan, disiplin kerja, produktivitas kerja, prestasi kerja, kompensasi dan motivasi kerja. Definisi sumber daya manusia menurut Suparyadi (2016:2) adalah suatu sistem yang

bertujuan untuk

mempengaruhi sikap,

(3)

perilaku, dan kinerja karyawan agar mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam rangka mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (hasibuan, 2012:118).

Menurut Sutrisno (2009), pemberian kompensasi yang layak bukan saja dapat mempengaruhi kondisi materi para karyawan, tapi juga dapat menentramkan batin karyawan untuk bekerja lebih tekun dan mempunyai inisiatif.

Tidak hanya faktor pemberian kompensasi saja yang perlu diperhatikan oleh

perusahaan guna

menigkatkan kinerja karyawan, akan tetapi

perusahaan harus

memperhatikan faktor motivasi. Karyawan dapat melaksanakan tugasnya

secara maksimal antara lain ditentukan oleh motivasi yang mendorong pegawai itu bekerja dengan tekun.

Motivasi antara orang yang satu berbeda dengan orang yang lainnya, yaitu selain

terletak pada

kemampuannya bekerja juga tergantung kepada keinginan mereka untuk bekerja atau tergantung kepada motivasinya.

Motivasi menurut Ranupandojo dan Hasan dalam Abrivianto et al.

(2014) merupakan proses

untuk mencoba

mempengaruhi seseorang agarmelakukan sesuatu yang kita inginkan. Sedangkan menurut Luthans yang dikutip oleh Nawawi (2006:328) motivasi adalah suatu proses di dalam diri seseorang karena memiliki kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai suatu tujuan. Amstrong yang dikutip oleh Nawawi (2006:328) mengatakan motivasi adalah sesuatu yang membuat orang bertindak atau berperilaku

(4)

dalam cara-cara tertentu.

Motivasi seseorang menunjukkan arah tertentu

kepadanya dalam

mengambil langkah-langkah

yang perlu untuk

memastikannya sampai pada tujuan. Sedangkan bermotivasi berarti menginginkan sesuatu berdasarkan keinginan sendiri atau terdorong oleh apa saja yang ada untuk mencapai keberhasilan.

Jadi faktor seperti pemberian kompensasi yang tepat dan motivasi kerja setiap sumber daya manusia di dalam organisasi dapat meningkatkan kinerja seorang karyawan secara efektif dan efisien. Sebab bila kedua faktor tersebut berjalan sebagaimana mestinya maka biaya dan waktu yang digunakan untuk produktivitas dapat ditekan sehingga tidak banyak mengeluarkan tenaga dan biaya yang seharusnya tidak perlu digunakan. Setiap

perusahaan pasti

menginginkan tingkat kinerja karyawannya meningkat untuk menunjang

tingkat produktivitas perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut berbagai unsur harus

dipenuhi seperti

berfungsinya seluruh fungsi manajemen. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan meneliti apakah faktor kompensasi dan motivasi kerja ikut mempengaruhi kinerja karyawan PT ALDACO CITRA JAYA di Gesik.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka kami mengetahui:

a. Apakah kompensasi dan

motivasi kerja

berpengaruh secara simultan terhadap kinerja Karyawan PT. ALDACO CITRA JAYA di Gresik?

b. Apakah kompensasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. ALDACO CITRA JAYA di Gresik?

c. Apakah motivasi kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. ALDACO CITRA JAYA di Gresik?

d.

(5)

Tujuan Penelitian

Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

a. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompensasi dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan PT. ALDACO

CITRA JAYA di

GRESIK.

b. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompensasi secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. ALDACO CITRA JAYA di Gresik.

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan

PT. ALDACO CITRA

JAYA di Gresik.

B. Tinjauan Pustaka Manajemen Sumber Daya manusia

Definisi sumber daya manusia menurut Suparyadi (2016:2) adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap, perilaku, dan kinerja karyawan agar mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam rangka

mencapai sasaran-sasaran perusahaan. Menurut Murwansyah (2012:10) mendefisikan bahwa

“manajemen sumberdaya manusia sebagai suatu perencanaan,

pengorganisasian,

pengarahan dan pengawasan, kegiatan-kegiatan

pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian,

pemeliharaan, dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, orgamisasi, dan masyarakat. Menurut Hariandja dan Sunyoto (2011:1) sumber daya manusia merupakan

“aktivitas yang dilakukan untuk merangsang, menggembangkan,

memotivasi, dan

memelihara kinerja yang tinggi dalam organisasi”.

Sedangkan menurut Hasibuan (2012:10) berpendapat bahwa

“manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan

(6)

tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat”.

Kompensasi

Kompensasi adalah semua pendapatan yang diterima karyawan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak lagsung, yang merupakan bentuk

biaya yang harus

dikeluarkan perusahaan dengan harapan memperoleh imbalan berupa prestasi kerja dari karyawan (Hasibuan, 2012:128).

Menurut Sutrisno (2016:181) kompensasi adalah penghargaan yang berupa uang atau bukan uang yang diberikan kepada karyawan seacara layak dan adil atas jasa mereka dalam mencapai tujuan perusahaan.

Motivasi Kerja

Menurut sutrisno (2016:110) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seorang untuk melakukan aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pndorong perilaku seseorang.

Setiap perilaku yang dilakukan seseorang pasti memiliki faktor yang mendorong aktivitas tersebut.

Menurut Siagian (dalam Sutrisno 2015:110) motivsi adalah keadaan kejiwaan yang mendorong, mengaktifkan atau menggerakkan dan motif itulah yang mengarahkan dan menyalurkan perilaku, sikap, dan tidak tanduk seseorang yang selalu

dikaitkan dengan

pencapaian tujuan, baik tujuan organisasi maupun pribadi masing-masing anggota organisasi.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah keseluruhan daya penggerak atau tenaga pendorong. Baik yang berasal dari dalam (intristik) maupub dari luar (ekstrinstik) yang menimbulkan adanya keinginan untuk melakukan suatu kegiatan atau aktivitas dalam menjalankan tugas sebagai karyawan.

(7)

Kinerja Karyawan

Kinerja karyawan

adalah kemampuan

karyawan dalam melakukan suatu keahlian tertentu.

Kinerja karyawan

sangatlah penting, sebab dengan kinerja akan diketahui seberapa jauh kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.

Untuk itu diperlukan penentuan kriteria yang jelas dan terukur serta diterapkan secara bersama-sama yang dijadikan sebagai acuan (Sinabela,dkk 2012).

Menurut Mangkunegara di dalam Bintoro dan Daryanto (2017:106), kinerja adalah hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan .

Kerangka Berpikir

Penelitian ini menganalisis pemgaruh motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di PT Aldaco Citra Jaya. Variable terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan, dan variabel bebas (independen) adalah Kompensasi dan Motivasi Kerja.

Hipotesis Penelitian H1 Terdapat pengaruh

secara simultan pada Kompensasi (X1) dan MotivasiKerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT Aldaco Citra Jaya.

H2 Terdapat pengaruh secara parsial pada Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT Aldaco Citra Jaya.

(8)

Kinerja Karyawan (Y) H3 Terdapat pengaruh

secara parsial pada Motivasi Kerja (X2) terhadapKinerja Karyawan PT Aldaco Citra Jaya.

Kompensasi (X1)

Motivasi kerja (X2)

(9)

C. Metode Penelitian Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif.

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel dengan variabel-variabel lain.

Maksimalisasi objektivitas penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik dan percobaan terkontrol (Asep Saepul, 2014:5)

Populasi

Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek- obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya Sugiyono, (2015:215).

Populasi yang digunkan penulis dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Aldaco Citra Jaya yang berjumlah 80 Karyawan.

Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Aldaco Citra Jaya yang bejumlah 80 karyawan, maka penulis menggunakan sampel jenuh sehingga semua anggota populasi dijadikan sabagai sampel yaitu sebanyak 80 karyawan.

Teknik Penarikan Sampel Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sampling jenuh yang terdapat dalam Non- Probability Sampling.

Menurut Sugiyono (2015:85) mendefinisikan smpling jenuh yaitu: “Teknik penentuan sampel bila semua anggotanya populasi digunakan sebagai sampel.

Hal ini sering dilakukan bila populasi relatif kecil, atau penelitian yang ingi membuat generalisasi dengam kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus, dimana semua popilasi dijadikan sampel”

(10)

Teknik Analisis Data Analisis regresi linier berganda adalah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi antara dua variabel bebas atau lebih dengan satu varibel terikat. Dalam analisis regresi, selain mengukur kekuatan

hubungan antara dua variabel atau lebih, juga

menunjukkan arah

hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen ( Ghozali 2013:96).

D. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan data yang diolah dari kuesioner dapat diperoleh penyajian data sebagai berikut:

Tabel 1

Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase

Laki-Laki 57 71,25%

Perempuan 23 28,75%

Total 80 100%

(11)

Tabel 2

Klasifikasi responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Responden Persentase

<30 Tahun 31 38,75%

30 – 40 Tahun 35 43,75%

>40 Tahun 14 17,5%

Total 80 100%

Uji Validitas

Tabel 3 Hasil Uji Validitas

Variabel Indikator Nilai Korelasi Syarat Keterangan Kompensasi

(X1)

Pertanyaan 1 0,855 >0,220 Valid Pertanyaan 2 0,882 >0,220 Valid Pertanyaan 3 0,854 >0,220 Valid Motivasi

Kerja (X2)

Pertanyaan1 0,866 >0,220 Valid Pertanyaan 2 0,868 >0,220 Valid Pertanyaan 3 0,876 >0,220 Valid Pertanyaan 4 0,848 >0,220 Valid Pertanyaan 5 0,862 >0,220 Valid Kinerja

Karyawan (Y)

Pertanyaan 1 0,657 >0,220 Valid Pertanyaan 2 0,878 >0,220 Valid Pertanyaan 3 0,852 >0,220 Valid

(12)

Pertanyaan 4 0,906 >0,220 Valid Pertanyaan 5 0,785 >0,220 Valid

Dari hasil tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian validitas indikator dari variabel bebas maupun variabel terikat menunjukkan hasil valid.

Karena nilai korelasi lebih besar dari nilai tabel (rhitung > rtabel) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua variabel penelitian valid.

Uji Reliabelitas

Tabel 4

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Alpha Cronbach’s Kesimpulan

Kompensasi (X1) 0,825 0,6 Reliabel

Motivasi Kerja (X2)

0,914 0,6 Reliabel

Kinerja Karyawan (Y)

0,875 0,6 Reliabel

Dari hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai alpha lebih besar dari 0,6 maka seluruh variabel tersebuit dinyatakan valid dan dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang dijadikan sebagai alat ukur tersebut telah reliabel.

(13)

Uji Asumsi KlasikUji Normalitas

Gambar 1

Hasil Pengujiam Normalitas

Melalui grafik pada gambar 1 dapat dilihat bahwa data telah mengikuti garis diagonal antara 0 (nol) dengan pertemuan sumbu Y (Expeted Cu. Prob) dengan sumbu X (Observed Cum

Prob). Hal tersebut menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini telah berdistribusi normal sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

(14)

Uji Multikolonieritas Tabel 5

Hasil Uji Multikolinieritas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics B

Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 11.941 1.960 6.092 .000

Kompensasi (X1) .195 .138 .146 1.411 .162 .997 1.003 Motivasi kerja (X2) .256 .070 .381 3.673 .000 .997 1.003 a. Dependent Variable: Kinerja (Y)

Dari hasil tabel 4.9 dapat diketahui besar nilai Variace Influence Factor (VIF) pada keseluruhan variabel bebas yang terdiri dari kompensasi dan motivasi kerja < 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Sesuai dengan ketentuan yang telah

ditetapkan, maka model yang digunakan dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau dapat dikatakan bebas dari multikolonieritas, sehingga variabel tersebut dapat digunakan dalam penelitian.

(15)

Uji Heterokedastisitas

Gambar 2

Hasil Uji Heterokedastisitas

Analisis didasarkan pada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (menyempit, bergelombang,

melebar), maka

mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas.

Jika tidak terdapat pola yang jelas, serta penyebaran titik-titik diatas dan

dibawah angka 0 pada sumbu Y,

(16)

maka tidak terjadi heterokedastisitas. Pada gambar diatas, dapat dilihat bahwa penyebaran titik-titik

berada diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini mengindikasikan bahwa

tidak terjadi

heterokedastisitas.

Uji Autokorelasi

Tabel 6

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .415a .172 .151 2.760 1.821

a. Predictors: (Constant), Motivasi kerja (X2), Kompensasi (X1) b. Dependent Variable: Kinerja (Y)

Nilai DW 1,821 lebih besar dari batas atas (DU) yakni 1,6851 dan kurangdari (4-DU) = 2,3149.

Sedangkan kriteria dalam pengujian Durbin Watson

(DW) adalah apabila DU <

DW < 4-DU tidak terjadi autokorelasi. Hasil dari uji autokorelasi adalah 1,6851

< 1,821 < 2,3149 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi.

Metode Analisis Data

Tabel 7

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

B Std. Error Beta

1 (Constant) 11.941 1.960

(17)

Kompensasi (X1) .195 .138 .146 Motivasi kerja

(X2)

.256 .070 .381

a. Dependent Variable: Kinerja (Y)

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, didapatkan persaman linier berganda sebagai berikut:

Y = 11,941 + 0,195 X1+ 0,256 X2+ e

Penjelasam dari persamaan diatas adalah:

a. Jika konstanta (b0) sebesar 11,941 menunjukkan bahwa variabel bebas (Kompensasi dan Motivasi kerja) sana dengan nol atau konstan maka variabel terikat (Kinerja Karyawan) bernilai 11,941.

b. Perubahan yang searah ditunjukkan oleh nilai positif. Yang berarti jika Kompensasi meningkat sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar sebesar 0,195 satuan. Dan apabila kompensasi mengalami penurunan satu satuan maka kinerja karyawan akan turun

sebesar 0,195 satuan dengan asumsi variabel kompensasi konstan.

c. Perubahan yang searah ditunjukkan oleh nilai positif. Yang berarti jika Motivasi Kerja meningkat sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar sebesar 0,256 satuan. Dan apabila Motivasi Kerja mengalami penurunan satu satuan maka kinerja karyawan akan turun sebesar 0,256 satuan dengan asumsi variabel Motivasi Kerja konstan.

d. e menunjukkan variabel pengganggu atau standar error diluar model yang diteliti.

(18)

Koefisien Determinasi Berganda (R2) Tabel 8

Hasil Koefisien Determinasi Berganda (R2)

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .415a .172 .151 2.760

a. Predictors: (Constant), Motivasi kerja (X2), Kompensasi (X1) b. Dependent Variable: Kinerja (Y)

Dari tabel diatas dapat diketahui koefisien determinasi berganda (R2) arau R Square adalah sebesar 0,172 atau 17,2%.

Dengan demikian

menunjukkan bahwa Kompensasi dan Motivasi Kerja secara bersama-sama mempengaruhi kinerja Karywan sebesar 17,2%

sedangkan sisanya sebesar 82,8% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian.

(19)

Uji Simultan (Uji F)

Tabel 9

Hasil uji F (Uji Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 122.260 2 61.130 8.025 .001b

Residual 586.540 77 7.617

Total 708.800 79

a. Dependent Variable: Kinerja (Y)

b. Predictors: (Constant), Motivasi kerja (X2), Kompensasi (X1)

Gambar 3

Derah Penerimaan dan Penolakan Uji F

Ftabel= 3,11 Fhitung= 8,025

Berdasarkan

perhitungan dan kurva diatas, diketahui nilai Fhitung > Ftabel yaitu 8,025 >

3,11 maka H0 ditolak pada tingkat signifikansi 5% dan

H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan secara simultan variabel Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang

(20)

signifikan terhadap Kinerja Karyawan(Y).

Uji t (Uji Parsial)

Tabel 10

Hasil Uji t (Uji Parsial)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 11.941 1.960 6.092 .000

Kompensasi (X1)

Motivasi kerja

.195 .256

.138

.070 .146

.381

2.411 3.673

.162 .000

(X2)

a. Dependent Variable: Kinerja (Y)

1. Uji parsial antara variabel Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) Gambar 4

Kurva Distribusi Variabel Kompensasi (X1)

(21)

Berdasarkan

perhitungan yang diperoleh thitung 2,411 > ttabel 1,999 maka H0 ditolak pada tingkat signifikansi 5%

sehingga dapat diambil kesimpulan secara parsial variabel Kompensasi (X1)

berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Karyawan (Y).

2. Uji parsial antara variabel Kinerja Karyawan (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Gambar 5

Kurva Distribusi Variabel Motivasi Kerja (Y)

Berdasarkan

perhitungan yang diperoleh thitung 3,673 > ttabel 1,999 maka H0 ditolak pada tingkat signifikansi 5%

sehingga dapat diambil kesimpulan secara parsial variabel Motivasi Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Karyawan (Y).

(22)

Pembahasan

Pengaruh Secara Simultan Kompensasi (X1) dan

Motivasi Kerja (X2)terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT Aldaco Citra Jaya.

Dari hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan

menggunaka uji F,

menunjukkan adanya pengaruh secara simultan antara variabel bebas yaitu Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Aldaco Citra Jaya yang dibuktikan dengan nilai Fhitung ≥ Ftabel (8,025 > 3,11) maka H0 ditolak dan H1

diterima dengan signifikansi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kinerja Karyawan (Y) PT Aldaco Citra Jaya dipengaruhi oleh 2 variabel bebas yaitu Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) sehingga naik turunnya kinerja karyawan tersebut dipengaruhi oleh seberapa baik kompensasi yang diterima oleh karyawan dan sebesar apa motivasi yang diterima oleh karyawan.

Karyawan telah melakukan

pekerjaan dan tugas-tugasnya dengan baik, maka sudah seharusnya perusahaan melakukan pengelolaan sumber daya manusia dengan professional. Hal ini telah dilakukan olehPT Aldaco Citra Jaya melalui pemberian kompensasi yang sesuai dengan kinerja karyawan. Dan pemberian motivasi kerja agar karyawan lebih bersemangat dalam melaksanakan perkerjaannya diperusahaan.

Sehingga kinerja karyawan dapat terus meningkat dan menghasilkan karyawan yang berkualiatas demi kemajuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dan terbukti berpengaruhsignifikan.

Pengaruh Secara Parsial Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Aldaco Citra Jaya

Hasil pengujian hipotesis pengaruh secara parsial antara variabel Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan menggunakan uji t yang menghasilkan nilai t hitung (2,411) > t tabel (1,999) maka

(23)

H0 ditolak dan H1 diterima.

Artinya secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y), sehingga hipotesis dalam penelitian teruji kebenarannya.

Dengan demikian dapat diartikan bahwa kompensasi yang meliputi kepuasan terhaddap gaji, kepuasan terhadap fasilitas kerja, kepuasan terhadap tunjangan kerja, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kinerja karyawan. Oleh karena itu apabila perusahaan menginginkan peningkatan kinerja karyawan harus diimbang dengan pemberian besaran kompensasi yang diterima oleh karyawan.

Sehingga pemenuhan hak karyawan dapat dapat meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan dapat mencapai target yang ditentukan.

Penelitian ini sesuai dengan pendapat hasibuan (2012) menyatakan bahwa kompensasi adalah semua pendapatan yang diterima karyawan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yamg merupakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dengan

harapan memperoleh imbalan berupa prestasi kerja karyawan.

Pengaruh secara parsial Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Aldaco Citra Jaya

Hasil pengujian hipotesis pengaruh secara parsial antara variabel Motivas Keja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan menggunakan uji t yang menghasilkan nilai t hitung (3,673) > t tabel (1,999) maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Artinya secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y), sehingga hipotesis dalam penelitian teruji kebenarannya.

Dengan demikian dapat diartikan bahwa motivasi kerja yang meliputi kebutuhan fisologis diman perusahaan telah dapat memenuhi kebutuhan dasar karyawannya tersebut.

Kebutuhan sosial yang berkaitan dengan hubungan antar karyawan dan pemimpin, keamanan yaitu perasaan aman saat melakukan pekerjaan yag ditugaskan oleh perusahaan, penghargaan yaitu pemberian pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja yang telah

(24)

dilakukan, serta aktualisasi diri yang terjadi pada PT Aldaco Citra Jaya dapat memberikan pengaruh yang signifikan dan postif terhadap kinerja karyawan.

Hasil penelitian ini telah sesuai dengan pendapat Barelson dan stainer (dalam Yusuf, 2015:254), motivasi kerja adalah suatu usaha dasar untuk memperngaruhi perilaku seseorang agar mengarah tercapainya tujuan organisasi.

Peroses timbulnya motivasi merupakan gabugan dari konsep kebutuhan, dorongan, tujuan dan imbalan serta indikator teori motivasi kebutuhan menurut maslow yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan serta aktualisasi diri.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Melalui penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan pengaruh Kompensasi dan Motivasi kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Aldaco Citra Jaya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan perhitungan analisis regresi linier

berganda persamaan regresipenelitian ini adalah:

Y = 11,941 + 0,195 X1+ 0,256 X2+ e

Dari hasil persamaan regresi dinyatakan bahwa Kompensasi (X1), Motivasi Kerja (X2) berpengaruh positif terhadap variabel terikat (Y). Semakin meningkat Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) maka semakin meningkat pula Kinerja Karyawan (Y) 2. Hasil dari koefisien

determinasi (Adjusted R Square) sebeesar 0,172.

Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel independen yaitu Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) mampu menjelaskan variabel dependen yaitu Kinerja Karyawan

(Y) sebesar 17,2%

sedangkan sisanya 100% - 17,2% = 83,8% dijelaskan oleh faktor lain yang tidal diteliti dalam penelitian ini.

3. Dari hasil uji F menunjukkan nilai F hitung Sebesar 8,025 lebih besar dari nilai F tabel 3,11 dan nilai signifikansi dibawah 0,05. Maka dapat

(25)

diambil kesimpulan variabel independen Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan atau bersama- sama mempengaruhi variabel dependen KinerjaKaryawan (Y) pada PT Aldaco Citra Jaya.

4. Variabel Kompensasi (X1) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan Kinerja Karyawan (Y) pada PT Aldaco Citra Jaya dengan nilai t hitung 2,411 sedangkan t tabel 1,999 dan signifikansi 0,005.

5. Variabel Motivasi Kerja (X2) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan Kinerja Karyawan (Y) pada PT Aldaco Citra Jaya dengan nilai t hitung 3,673 sedangkan t tabel 1,999 dan signifikansi 0,005.

Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan kepada PT Aldaco Citra Jaya adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan agar lebih memperhatikan pemberian kompensasi insentif, dengan memberikan kompensasi tersebut dapat meningkatkan kinerja karyawan, se;ain itu perlu diperhatikan

pembagiaanya apakah sudah tepat.

2. Adanya pelatihan yang dilakukan secara berkala untuk menyamakam pola pikir dan penyelarasan tujuan perusahaan.

3. Perusahaan terus memberikan motivasi baik berupa arahan atau nasehat karean hubungan yang baik antara atasan dan bawahan akan sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Budiharjo. 2015.Penilaian Kinereja Karyawan.Jakarta: Raih Asa Sukses.

Bintoro, Daryanto. 2017.

Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan.

Yogyakarta:Gava Media.

Echdar, Saban. 2017. Metode Penelitian Manajemen Bisnis.Makassar: Ghalia Indonesia

Kasmir. 2016.Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik).

Jakarta: PT.Rajagrafindo persada.

Sinabela, Lijan poltak. 2016.

Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:

BumiAksara Sutrisno, Edy. 2016.

Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi kedelapan. Jakarta:

Prenada Media Group.

Suparyadi. 2015.

Manajemen Sumber Daya Manusia.Kediri:

CV Andi Offset.Wibowo.

2007.Manajemen Kinerja.

Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Yusuf, Arif. 2016. Pemahaman Manajemen Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta:CAPS ( Center for Academic Publishing Service) http://googleweblight.com/?u

=hhtp://stiebanten.blogspot.co m/2011/06/pengertian- arti- pengukuran -

variabel.html?m%3D1&h1=i d-ID

https://www.kaji anpustaka.com/2 012/10/pengertia n-jenis-dan- tujuan-

kompensasi.html?

m=1

https://books.google.co.id/books?id=nhw aCgAAQBAJ&printsec=copyright&hl=id

# v=onepage&q&f=false

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Beban Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil uji dan analisis data didapat hasil pengujian uji f simultan yang menunjukkan bahwa Hipotesis 3