• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kompetensi dan independensi auditor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kompetensi dan independensi auditor"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Tesis penulis bertujuan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian Program Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak Ismail Badollahi, SE., M.Si.Ak.Ca selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.

DAFTAR TABEL

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

Kompetensi Auditor

  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Auditor
  • Indikator Kompetensi Auditor

Menurut Standar Kompetensi Auditor (BPKP 2011), disebutkan dalam Putra (2017) bahwa auditor harus mempunyai pilihan untuk mencantumkan uraian berikut. Pemeriksa yang ditunjuk untuk melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar audit harus secara bersama-sama memiliki pengetahuan tentang standar tersebut.

Indepedensi auditor

  • Pengertian Independensi Auditor

Persaingan ketat antar kantor akuntan publik kemungkinan besar akan berdampak besar terhadap independensi akuntan publik. Klasifikasi ukuran AICPA suatu kantor akuntan publik diharapkan akan besar jika kantor akuntan publik tersebut melakukan audit terhadap perusahaan publik.

Kualitas Hasil Audit

Hal ini terlihat dari banyaknya penelitian yang menggunakan dimensi kualitas hasil audit yang berbeda-beda. Kompetensi, independensi, integritas, dan objektivitas yang dimiliki auditor dalam kinerjanya merupakan faktor-faktor yang akan mempengaruhi kualitas hasil audit, dan mereka berkewajiban untuk menjaga standar perilaku etis tertinggi terhadap organisasi di mana mereka berada, profesi mereka, masyarakat. dan akuntan mana yang termasuk. Mendeteksi salah saji material dipengaruhi oleh seberapa baik tim audit melakukan audit, yang dipengaruhi oleh sistem pengendalian mutu dan sumber daya manajemen kantor.

Klien memberikan respon yang baik terhadap komitmen kuat auditor terhadap jasa audit yang diberikan. Jika auditor menerapkan prinsip kehati-hatian dalam seluruh aspek audit, maka akan meningkatkan hasil audit. Menurut Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal (2004), standar kinerja standar praktik profesi audit internal (SPPIA) menjelaskan hakikat audit internal dan merupakan ukuran kualitas hasil audit.

Bertanggung jawab untuk mengatur fungsi audit secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa aktivitas fungsi ini memberikan nilai tambah bagi organisasi. Fungsi audit mengevaluasi dan berkontribusi terhadap peningkatan manajemen risiko, pengendalian dan proses tata kelola, dengan menggunakan pendekatan yang sistematis, teratur dan komprehensif. Penanggung jawab fungsi audit harus mengembangkan dan memelihara sistem untuk memantau tindak lanjut hasil penugasan yang dikomunikasikan kepada manajemen.

Tinjauan Penelitian Terdahulu

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner dan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kompetensi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit.

Kerangka Konsep

Kompetensi dalam hal ini adalah keahlian yang cukup dan secara tegas dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan secara obyektif, dan independensi adalah sikap tidak memihak dalam melakukan pengujian audit, penilaian hasil pemeriksaan dan penyusunan laporan pemeriksaan.

Pengembangan Hipotesis

Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

  • Sampel

Kualitas hasil audit menurut Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) menyatakan bahwa suatu audit yang dilakukan oleh seorang auditor dikatakan berkualitas apabila memenuhi standar auditing dan standar pengendalian mutu. Mutu hasil audit adalah mutu hasil kerja auditor yang ditunjukkan dengan laporan hasil audit yang dapat dipercaya berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Konstruk ini diukur menggunakan kuesioner sebanyak 5 item yang disusun berdasarkan referensi yang ditetapkan BPKP dalam Harahap (2015).

Independensi merupakan kebebasan kedudukan auditor baik dalam bersikap maupun berpenampilan dalam hubungannya dengan pihak lain yang berkaitan dengan tugas audit yang dilaksanakannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan yang berjumlah 110 auditor. Dalam penelitian ini peneliti mempersempit populasi yaitu jumlah seluruh auditor menjadi 110 auditor dengan menghitung besar sampel menggunakan teknik Slovin menurut Sugiyono (2011:87).

Penelitian ini menggunakan rumus Slovin karena dalam pengambilan sampel jumlahnya harus representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan, dan perhitungannya tidak memerlukan tabel jumlah sampel, tetapi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus dan perhitungan sederhana. Populasi penelitian ini adalah akuntan sebanyak 110 orang, sehingga rate reimbursement yang digunakan sebesar 10% dan hasil perhitungannya dapat dibulatkan untuk mencapai konsistensi. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik probabilitas sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sunyoto, 2011:56) dengan metode pengambilan sampel sederhana (simple sampling), yaitu sampel acak. teknik pengambilan sampel untuk pengumpulan individu-individu dalam populasi.

Teknik Pengumpulan Data

Skala likert menggunakan penilaian 1 sampai 5 untuk mendapatkan jawaban dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju, dengan cara memberi tanda silang pada kolom jawaban yang akan dipilih responden pada lembar kuesioner.

Teknik Analisis Data

  • Pengujian Hipotesis

Namun model regresi yang digunakan sebelumnya adalah model regresi linier berganda (analisis regresi linier berganda), yaitu model regresi yang digunakan untuk mengukur pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap suatu variabel terikat dengan skala pengukuran interval atau rasio dalam suatu persamaan linier. (Indriantoro dan Supomo Kembali ke asumsi klasik dalam model regresi, asumsi klasik tersebut meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. a) Uji normalitas. Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah data variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau tidak normal. Model regresi yang baik adalah data yang berdistribusi normal atau mendekati normal.

Dengan Keputusan Presiden No. 9 Tahun 1961 atas instruksi kepala Departemen Akuntansi Negara (DAN), kedudukan DAN diberhentikan dari Departemen Umum Keuangan dan ditingkatkan kedudukannya langsung di bawah Menteri Keuangan. Selain itu, Keputusan Presiden No. 239 Tahun 1966 dibentuk Direktorat Jenderal Pengendalian Keuangan Negara (DDPKN) dalam kerangka Departemen Keuangan. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 70 Tahun 1971, khusus Departemen Keuangan, tugas inspektorat jenderal di bidang pengendalian keuangan negara dilaksanakan oleh DJPKN.

Salah satu kekhawatirannya adalah terbitnya Keputusan Presiden No. 31 Tahun 1983 tentang BPKP, diperlukan suatu badan atau lembaga pengawas yang dapat leluasa melaksanakan tugasnya tanpa ada hambatan dari satuan organisasi pemerintah yang diperiksanya. Keputusan Presiden No. 31 Tahun 1983 menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan struktur organisasi BPKP sesuai dengan hubungannya dalam konstelasi lembaga pemerintah yang ada. Pada tahun 2001, Keputusan Presiden No. 103 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Wewenang, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden No. 64 Tahun 2005.

Visi, Misi dan Motto BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan 1. Visi

Struktur Organisasi BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan

  • Deskripsi Responden Berdasarkan Umur
  • Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
  • Deskripsi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
  • Deskripsi Respoden Berdasarkan Jabatan
  • Deskripsi Responden Berdasarkan Lama Bekerja
  • Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas a. Hasil Uji Validitas
  • Analisis Kuantitatif Data 1) Hasil Uji Asumsi Klasik
  • Hasil Uji Regresi Berganda
  • Hasil Uji Hipotesis a. Simultan ( Uji F)

Berdasarkan tabel 2 terlihat mayoritas responden berusia antara 35-45 tahun yaitu sebanyak 15 responden berbanding 43%, disusul responden berusia 25-35 tahun sebanyak 11 responden berbanding 31% dan responden yang berusia paling tidak tua. . Berdasarkan tabel 4 terlihat bahwa mayoritas tingkat pendidikan responden pada penelitian ini adalah Sarjana, sebanyak 25 responden sebesar 71%, disusul oleh responden dengan pendidikan S2 sebanyak 7 responden sebesar 20%, responden dengan pendidikan D3. . Berdasarkan tabel 5 terlihat mayoritas responden adalah auditor senior sebanyak 25 responden sebesar 71% dan responden yang paling sedikit adalah auditor junior sebanyak 10 responden sebesar 29%.

Dari Tabel 6 terlihat mayoritas responden bekerja >15 tahun sebanyak 14 responden atau 40% dan responden bekerja minimal 5-10 tahun sebanyak 10 responden atau 29%. Variabel independensi respon responden minimal sebesar 47 dan maksimal sebesar 63 dengan mean respon keseluruhan sebesar 55,71 dan standar. Pada variabel kualitas audit, respon minimum sebesar 47 dan respon maksimum sebesar 59, dengan mean respon keseluruhan sebesar 52,85 dan standar deviasi sebesar 3,439.

Korelasi variabel kompetensi auditor dan independensi terhadap kualitas audit ditunjukkan dengan nilai R-squared sebesar 0,449 (tabel 15) yang menunjukkan bahwa hubungan seluruh variabel independen dengan variabel dependen adalah erat. Artinya H0 ditolak sehingga dapat dikatakan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Artinya H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

Tabel  9  menunjukkan  semua  pertanyaan  untuk  variabel  independensi memiliki kriteria valid untuk setiap item pertanyaan dengan  nilai  korelasi  lebih  besar  dari  0.2  (Nisfiannoor,  2009:305)
Tabel 9 menunjukkan semua pertanyaan untuk variabel independensi memiliki kriteria valid untuk setiap item pertanyaan dengan nilai korelasi lebih besar dari 0.2 (Nisfiannoor, 2009:305)

Pembahasan Hasil Penelitian

Untuk menguji pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit diperoleh hasil uji t yaitu variabel kompetensi mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,001. Sedangkan untuk menguji pengaruh independensi auditor terhadap kualitas audit diperoleh hasil uji t yaitu variabel independensi auditor mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,001. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Agusti (2013) dan Harahap (2015) yang menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi berpengaruh terhadap kualitas audit.

Hasil penelitian Rosalina (2014) juga mengatakan terdapat pengaruh positif secara simultan kompetensi auditor dan independensi terhadap kualitas audit. Penelitian ini tidak mendukung penelitian Nur’aini (2009) yang menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sedangkan etika auditor berpengaruh terhadap kualitas audit, dan penelitian Tjun (2012) menunjukkan bahwa independensi tidak berpengaruh. pada kualitas audit. Merujuk pada hasil penelitian Dwimilten (2015) yang menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, hal ini berarti kualitas audit diperoleh dari kompetensi auditor yang tinggi, independensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, hal ini berarti semakin independen seorang auditor, semakin baik kualitas auditnya. Akuntabilitas berpengaruh positif terhadap kualitas audit, hal ini berarti semakin auditor mempertanggungjawabkan pekerjaannya maka semakin tinggi pula kualitas audit yang dihasilkan, tekanan anggaran waktu berpengaruh positif terhadap kualitas audit, hal ini berarti anggaran waktu dapat menghasilkan auditor termotivasi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia dan mencapai hasil. Audit yang berkualitas berkat kecermatan profesional berpengaruh positif terhadap kualitas audit, hal ini berarti semakin tinggi kehati-hatian dan ketelitian profesional seorang auditor maka semakin tinggi pula kualitas auditnya.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ningsih (2013), Bolang (2013) dan Pertiwi (2013) yang menyatakan independensi berpengaruh terhadap kualitas audit. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi auditor terhadap kualitas audit terlihat dari hasil uji regresi yang menunjukkan nilai signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa independensi auditor berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas audit yang terlihat dari hasil uji regresi yang menunjukkan nilai signifikan.

Saran

Pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderasi (Studi empiris pada auditor internal BPKP DKI Jakarta). Pengaruh Kompetensi, Independensi, Objektivitas, Integritas dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Pemeriksaan Pada Pemerintah Daerah, Jurnal : Akuntansi. 3 Auditor harus mampu mengoperasikan sistem atau aplikasi yang dibuat, memahami statistik dan memiliki kemampuan komputer.

7 Auditor harus mempunyai pengetahuan yang komprehensif (kolektif) tentang proses audit dan standar yang telah ditetapkan. 2 Auditor harus mampu menjadi inisiator dalam tim audit dan mampu menawarkan ide-ide kreatif mengenai proses audit ketika tim audit menemukan permasalahan, tanpa begitu saja menyerahkan permasalahan tersebut kepada ketua tim audit. 5 Auditor harus mengesampingkan hubungan keluarga atau hubungan khusus dengan klien dalam suatu audit untuk menjaga kesan independensi.

2 Auditor harus mempunyai kebebasan untuk menilai dan mengevaluasi sistem pengendalian internal manajemen sebagai bentuk pengelolaan fungsi auditnya. 3 Ruang lingkup penugasan auditor harus mempertimbangkan sistem pencatatan, personel, dan aset fisik yang relevan. 4 Auditor harus memperoleh informasi yang nyata dari klien untuk menunjang proses audit, tanpa dihalangi oleh klien.

6 Auditor harus membuat dokumen audit berupa kertas kerja audit dan menyimpannya dengan baik agar dapat diambil, dirujuk, dan dianalisis secara efisien 7. Auditor harus mengidentifikasi. menganalisis, mengevaluasi dan mendokumentasikan informasi yang cukup untuk mencapai tujuan tugas. 9 Auditor harus menyampaikan perkembangan apa pun dari hasil auditnya, serta memberikan masukan apa saja yang menjadi kendala manajemen dalam mencapai tujuan tertentu. mengkomunikasikan) setiap temuan di lapangan dengan cepat dan akurat serta sesuai dengan fakta kepada manajemen untuk dijadikan bahan koreksi.

RIWAYAT HIDUP

Gambar

Tabel  9  menunjukkan  semua  pertanyaan  untuk  variabel  independensi memiliki kriteria valid untuk setiap item pertanyaan dengan  nilai  korelasi  lebih  besar  dari  0.2  (Nisfiannoor,  2009:305)
Tabel 11  Hasil Uji Reliabilitas
Gambar 3 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot Gambar 3 di atas, memperlihatkan penyebaran data yang berada  disekitar  garis  diagonal  dan  mengikuti  arah  garis  diagonal,  ini  menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas
Gambar 4 Hasil Uji Heteroskesdastisitas
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu Time Budget Pressure, Fee Audit dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.. E-Proceeding of